Katekismus Gereja Katolik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Simbol Gembala yang Baik pada sampul buku Katekismus Gereja Katolik

Katekismus Gereja Katolik (bahasa Inggris: Catechism of the Catholic Church), atau biasa disingkat KGK, adalah suatu katekismus yang dipergunakan dalam Gereja Katolik; penggunaannya diresmikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992. Penerbitan KGK merupakan salah satu praktek dari kewenangan mengajar Magisterium dalam Gereja Katolik, dan berlaku bagi semua umat Katolik di seluruh dunia. Khazanah iman (depositum fidei), yaitu Tradisi Suci dan Kitab Suci, ditafsirkan secara terperinci oleh Magisterium Gereja dalam KGK.[1][2]

Paus Yohanes Paulus II, dalam Konstitusi Apostolik Fidei depositum, menyatakan bahwa KGK adalah sarana yang sah dan valid demi persekutuan gerejani, merupakan suatu norma yang pasti dalam pengajaran iman. Ia juga menekankan bahwa Katekismus ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan katekismus lokal yang telah disahkan sebelumnya oleh otoritas gerejawi, yaitu para Uskup diosesan dan Konferensi Uskup.[3]

KGK berupa terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia, tepatnya Regio Nusa Tenggara, dan saat ini sudah sampai pada cetakan ke-3.[4]

Sejarah penerbitan[sunting | sunting sumber]

Keputusan untuk menerbitkan katekismus ini diambil saat Sinode Luar Biasa Para Uskup yang diselenggarakan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Januari 1985 dalam rangka peringatan 20 tahun penutupan Konsili Vatikan II; dan kemudian pada tahun 1986 dibentuk suatu komisi yang terdiri dari 12 kardinal dan uskup — dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger — yang bertanggung jawab atas pembuatan rancangan katekismus sesuai permintaan para Bapa Sinode. Satu tim redaksi (editorial) yang terdiri dari 7 uskup diosesan, yang ahli dalam teologi dan katekese, membantu komisi tersebut dalam pekerjaannya.[3]

Naskah akhir, berupa Katekismus yang digunakan sampai sekarang, disetujui penggunaannya oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Juni 1992. Secara resmi diberlakukan sejak 11 Oktober 1992 bertepatan dengan peringatan 30 tahun pembukaan Konsili Vatikan II, dengan diterbitkannya Konstitusi Apostolik Fidei depositum.[3]

Pada tanggal 15 Agustus 1997, bertepatan dengan Hari Raya Maria Diangkat ke Surga, Paus Yohanes Paulus II meresmikan berlakunya edisi bahasa Latin melalui Surat Apostolik Laetamur Magnopere.[5] KGK dalam bahasa Latin tersebut menjadi teks resmi yang dipergunakan sebagai referensi (editio typica).[6]

Struktur isi[sunting | sunting sumber]

Katekismus Gereja Katolik terdiri dari 4 bagian utama.[7][8]

Pengakuan Iman[sunting | sunting sumber]

Bagian pertama (KGK 26-1065) menegaskan bahwa siapapun yang bergabung dalam Kristus, melalui iman dan Pembaptisan, harus mengakui iman pembaptisannya di hadapan sesamanya. Oleh sebab itu Katekismus ini pertama-tama berbicara mengenai wahyu, yang olehnya Allah berpaling kepada manusia dan memberikan Diri-Nya kepadanya, dan iman untuk menanggapi-Nya. Pengakuan iman ini merangkum semua anugerah yang diberikan Allah — kepada manusia — sebagai Pemrakarsa dari segala yang baik, sebagai Penebus, dan sebagai Pengudus. Pengakuan tersebut tersusun dalam 3 pokok utama iman pembaptisan kepada Allah yang esa: Bapa yang mahakuasa, Sang Pencipta; Putera-Nya Yesus Kristus, Tuhan dan Juru selamat manusia; dan Roh Kudus, Sang Pengudus, dalam Gereja Kudus.

Perayaan Misteri Kristen[sunting | sunting sumber]

Bagian kedua (KGK 1066-1690) menjelaskan bagaimana keselamatan dari Allah, yang dilakukan satu kali untuk selamanya melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus, dihadirkan dalam kegiatan-kegiatan suci melalui liturgi Gereja —khususnya dalam "sakramen-sakramen iman" (7 sakramen).

Kehidupan dalam Kristus[sunting | sunting sumber]

Bagian ketiga (KGK 1691-2557) membahas tujuan akhir manusia — yang diciptakan menurut citra Allah — yaitu kebahagiaan dan cara-cara mencapainya melalui perilaku yang tepat seturut kehendak bebas setiap manusia, dengan bantuan rahmat dan hukum Allah. Perilaku yang tepat dalam kehidupan iman seseorang haruslah juga memenuhi hukum ganda cinta kasih (yaitu kasih kepada Allah dan kepada sesamanya), sebagaimana ditentukan dalam Sepuluh Perintah Allah.

Doa Kristen[sunting | sunting sumber]

Bagian keempat (KGK 2558-2865) berbicara mengenai arti dan pentingnya doa dalam kehidupan orang beriman. Bagian ini ditutup dengan membahas 7 permohonan dalam doa Bapa Kami, dimana seseorang dapat menemukan semua hal-hal baik yang harus menjadi harapan seseorang —yang mana ingin dianugerahkan Bapa surgawi kepadanya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Schreck, Alan (1999). The Essential Catholic Catechism. Servant Publications. ISBN 1-56955-128-6. 
  2. ^ (Inggris) Berard (1994). Introducing the Catechism of the Catholic Church, Traditional Themes and Contemporary Issues. Paulist Press. ISBN 0-8091-3495-0. 
  3. ^ a b c (Inggris) John Paul, Bishop (11 October 1992). "Apostolic Constitution Fidei Depositum". Holy See. 
  4. ^ Konferensi Waligereja Indonesia. Katekismus Gereja Katolik (ed. 2007, Cetakan ke-3). Flores: Nusa Indah. ISBN 979-429-291-6. 
  5. ^ The Latin-text copyright is 1994, 1997, Libreria Editrice Vaticana, Citta del Vaticano.
  6. ^ (Inggris) "Latin Edition of Catechism Promulgated". L'Osservatore Romano (retrieved from EWTN). 1997-09-17. 
  7. ^ (Inggris) "Table of Contents". Cathecism of the Catholic Church. Holy See (prepared for Internet done by Saint Charles Borromeo Parish, Mississipi, USA). 
  8. ^ (Inggris) "Prologue". Cathecism of the Catholic Church. Holy See (prepared for Internet done by Saint Charles Borromeo Parish, Mississipi, USA). 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]