Grand Prix Formula Satu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Grand Prix Formula Satu adalah sebuah rangkaian acara olahraga yang berlangsung selama tiga hari (biasanya dari Jumat hingga Minggu), dengan serangkaian sesi latihan dan kualifikasi sebelum perlombaan yang digelar pada hari Minggu.

Peraturan saat ini mengatur dua sesi latihan bebas (biasa disebut FP1 dan FP2) pada hari Jumat (atau Kamis untuk Grand Prix Monako), sesi latihan ketiga (FP3) dan sesi kualifikasi diadakan pada hari Sabtu dan lomba balapnya sendiri diadakan pada hari Minggu sore atau malam, meskipun struktur akhir pekan lomba sendiri telah berubah berkali-kali dalam sejarah olahraga ini.

Di sebagian besar akhir pekan balapan Formula Satu, sering kali juga di gelar acara lainnya seperti perlombaan Formula 2 atau Formula 3.

Latihan bebas[sunting | sunting sumber]

Sejak 2006, tiga sesi latihan bebas (sering disingkat FP1, FP2 dan FP3) digelar sebelum lomba. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Jumat pagi dan yang kedua pada hari Jumat sore dengan sesi ketiga pada hari Sabtu pagi. Mulai tahun 2021 semua sesi berlangsung selama satu jam dari yang sebelumnya sesi Jumat berdurasi 90 menit dan sesi Sabtu berdurasi satu jam.

Tes pribadi di era sekarang sangat dibatasi, tetapi pembalap ketiga (seperti pembalap cadangan, tes atau pembalap junior) diizinkan untuk mengambil bagian dalam sesi latihan bebas pertama di hari Jumat untuk menggantikan pembalap reguler.

Untuk akhir pekan lomba Grand Prix Monako biasanya dimulai pada hari Kamis dengan hari Jumat sebagai hari libur. Sesi latihan untuk Grand Prix Bahrain, Singapura dan Abu Dhabi berlangsung malam hari karena balapan ini dijalankan pada malam hari.

Kualifikasi[sunting | sunting sumber]

Sesi kualifikasi diadakan sehari sebelum balapan untuk menentukan urutan mobil yang akan berbaris di awal balapan. Peraih waktu tercepat di kualifikasi akan memulai lomba di urutan paling depan sementara yang paling lambat akan memulai lomba di urutan paling belakang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum musim 1996, kualifikasi dibagi menjadi dua sesi berdurasi satu jam; yang pertama diadakan pada hari Jumat (Kamis di Monako) sore dari pukul 13:00 hingga 14:00 waktu setempat, sedangkan yang kedua diadakan pada hari Sabtu sore pada waktu yang sama. Waktu tercepat yang ditetapkan oleh setiap pembalap dari salah satu sesi dihitung terhadap posisi grid terakhirnya. Setiap pembalap dibatasi hingga dua belas lap per sesi kualifikasi.

Pada tahun 1996, aturan tersebut diubah dengan sesi kualifikasi Jumat dihapuskan dan hanya satu sesi kualifikasi yang diadakan yaitu pada Sabtu sore. Seperti sebelumnya, setiap pembalap dibatasi hingga dua belas lap dengan memasukkan aturan 107% untuk mengecualikan pembalap yang mencatat waktu paling lambat. Skema 107% ini dihitung dengan menggunakan waktu pembalap yang meraih pole position dan menambahkan 7% untuk membuat catatan cut-off. Format ini bertahan hingga akhir musim 2002.

Antara 2003 sampai 2005, sesi kualifikasi menggunakan format satu flying lap bagi setiap pembalap dan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu sore dengan mobil berjalan satu per satu.

Pada tahun 2003, urutan berjalan pada hari Jumat ditentukan dari hasil klasemen lomba dengan pembalap pemimpin klasemen akan keluar trek lebih dulu. Sementara untuk urutan hari Sabtu ditentukan oleh catatan waktu yang diraih pada kualifikasi Jumat sore dengan pembalap tercepat keluar paling akhir dan pembalap paling lambat keluar paling awal. Tidak ada pengisian bahan bakar yang diizinkan antara awal kualifikasi Sabtu dengan awal balapan, sehingga pembalap yang turun di sesi ini sudah harus membawa bahan bakar untuk lomba esok harinya. Waktu putaran dari sesi Jumat sore tidak menentukan urutan grid.

Tahun 2004, sesi kualifikasi hari Jumat dipindahkan ke hari Sabtu. Urutan untuk sesi pertama kini berdasarkan hasil balapan sebelumnya. Pada awalnya kedua sesi diadakan secara berurutan, namun kemudian di tengah musim sesi pertama kemudian dipindahkan lebih pagi dan sesi kedua tetap di gelar di sore hari.

Pada awal tahun 2005, format dua sesi tetap dipertahankan tetapi gelarannya diubah menjadi hari sabtu siang dan minggu pagi. Waktu putaran dari kedua sesi digabungkan untuk memberikan posisi agregat secara keseluruhan. Sejak Grand Prix Eropa 2005 dan seterusnya, sesi Minggu pagi dihapuskan dan hanya memakai satu sesi pada Sabtu sore setelah sesi di hari Minggu tidak populer di kalangan pembalap, tim dan televisi mitra penyiar. Urutan yang dipakai untuk sesi tunggal ini adalah berbasis dari hasil balapan sebelumnya dengan yang finis terakhir keluar duluan dan yang finis teratas keluar paling akhir.

Format saat ini[sunting | sunting sumber]

Sejak 2006, kualifikasi berlangsung pada Sabtu sore dengan sistem "knock out" yang dibagi dalam tiga sesi terpisah dalam waktu satu jam dengan jeda singkat di setiap sesinya.

Saat ini, sesi kualifikasi pertama (Q1) berlangsung selama delapan belas menit dengan semua mobil yang turun bersama. Pada akhir Q1, lima pembalap paling lambat akan tersingkir dari babak kualifikasi dan diplot untuk mengisi posisi 16–20 di grid berdasarkan waktu putaran tercepat mereka. Setiap pembalap yang mencoba meraih waktu kualifikasi ketika waktu sudah habis diizinkan untuk menyelesaikan lapnya meskipun tidak ada lap baru yang dapat dimulai jika misalkan mereka melindas garis start-finis setelah bendera kotak-kotak dikibaskan. Setelah jeda beberapa menit, sesi kedua (Q2) dimulai, dengan lima belas mobil tersisa yang turun. Di akhir Q2, lima pembalap paling lambat sekali lagi akan dieliminasi dan mengisi posisi grid 11–15. Terakhir, sesi kualifikasi ketiga (Q3) menampilkan sepuluh pembalap tercepat dari periode kedua. Pembalap diberi satu set ban lunak baru dan memiliki dua belas menit untuk mencatat waktu kualifikasi, yang akan menentukan sepuluh posisi teratas di grid. Pembalap yang berhasil meraih waktu kualifikasi tercepat akan dinyatakan meraih pole dan berada di posisi start terdepan.

Pembalap dapat menyelesaikan lap sebanyak yang mereka pilih. Namun, sepuluh pembalap teratas harus memulai balapan dengan menggunakan ban yang mereka gunakan untuk mencatat waktu lap tercepat mereka di Q2. Pengecualian bisa terjadi jika kualifikasi dan balapan diadakan dalam kondisi cuaca yang berbeda atau jika ban rusak akibat efek kecelakaan. Sepuluh pembalap lainnya yang berada di posisi 11–20 bebas untuk memulai balapan dengan ban apa pun yang mereka pilih.

Umumnya, pembalap akan meninggalkan pit dan berkeliling trek untuk mencapai garis start/finis (pbiasa disebut out lap). Setelah melewati garis, mereka akan berusaha untuk mencatat waktu tercepat dalam satu lap berikutnya atau lebih (disebut flying lap atau hot lap). Lap tersebut adalah lap pencatatan waktu yang digunakan untuk menghitung posisi grid. Terakhir, pembalap akan melambat dan kembali mengitari trek sebelum masuk kembali ke garasi tim masing-masing (in lap). Namun ini hanyalah strategi dan tidak ada tim yang diwajibkan oleh aturan untuk mengikuti skema seperti ini.

Untuk dua balapan pertama musim 2016, format kualifikasi dimodifikasi menggunakan sistem eliminasi langsung (bukan di akhir sesi) di setiap sesinya dan hanya delapan pembalap yang maju ke sesi terakhir Q3. Kualifikasi kemudian dikembalikan ke format sebelumnya pada balapan ketiga musim ini dan seterusnya setelah dinilai kurang menarik dan memicu kontroversi.

Persyaratan kualifikasi[sunting | sunting sumber]