Team Lotus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bendera Britania Raya Team Lotus
Lotus logo.png
Nama resmi Lotus Engineering Ltd.
Kantor pusat Bendera Inggris Hethel, Norfolk, Inggris
Pendiri Bendera Inggris Colin Chapman
Staf terkenal Bendera Inggris Maurice Philippe,
Bendera Inggris Peter Wright
Bendera Inggris Peter Warr
Bendera Perancis Gérard Ducarouge
Bendera Inggris Frank Dernie
Bendera Australia Sam Michael
Pembalap terkenal Bendera Skotlandia Jim Clark[1]
Bendera Inggris Graham Hill
Bendera Brasil Emerson Fittipaldi
Bendera Austria Jochen Rindt
Bendera Amerika Serikat Mario Andretti
Bendera Inggris Nigel Mansell
Bendera Brasil Ayrton Senna
Bendera Brasil Nelson Piquet
Bendera Finlandia Mika Häkkinen
Sejarah tim dalam ajang Formula Satu
Mesin Borgward,
Coventry Climax,
BRM,
Maserati,
Ford-Cosworth,
Renault,
Honda,
Judd,
Lamborghini
Lomba pertama Grand Prix Monaco 1958
Ikut lomba 493
Gelar
konstruktor
7 (1963, 1965, 1968, 1970, 1972, 1973, 1978)
Gelar
pembalap
6 (1963, 1965, 1968, 1970, 1972, 1978)
Menang 79
Posisi pole 107
Lap tercepat 70
Lomba terakhir Grand Prix Australia 1994

Team Lotus adalah anak perusahaan dari pembuat mobil sport asal Inggris Lotus Cars. Tim mengikuti berbagai macam kejuaraan balap mobil termasuk Formula Satu, Formula Dua, Formula Ford, Formula Junior, ChampCar dan IndyCar serta balap mobil sport. Lebih dari satu dasawarsa sejak terakhir kali ikut serta balapan F1, Team Lotus tetap menjadi salah satu tim tersukses dalam sejarah F1, dengan memenangkan tujuh gelar konstruktor dan enam gelar pembalap, termasuk juga saat menjadi juara Indianapolis 500 di Amerika Serikat, antara tahun 1962 dan 1978. Dalam arahan pemilik dan perancang senior Colin Chapman, Lotus berperan dalam banyak pengembangan inovatif dalam dunia balap, baik secara teknik maupun komersial.

Awal mula[sunting | sunting sumber]

Colin Chapman mendirikan Lotus Engineering Ltd tahun 1952 di Hornsey, Britania Raya.[2] Lotus Mendapat sukses besar dengan mobil sport Mk 6 tahun 1953 dan Mk 8 tahun 1954. Team Lotus kemudian dipisahkan dari Lotus Engineering pada tahun 1954.[3] Sebuah regulasi Formula 2 kemudian baru diumumkan tahun 1957 dan beberapa penyelenggara di Inggris mengadakan balapan dengan regulasi baru tersebut mulai tahun 1956. Sebagian besar mobil yang masuk tahun tersebut adalah mobil sport termasuk sejumlah besar Lotus 11, sebuah mobil sport bertenaga Coventry Climax[4], dimulai dengan masukknya Team Lotus oleh Chapman, yang dikemudikan oleh Cliff Allison dan Reg Bricknell.

Sebuah Lotus MkIX tahun 1955.

Tahun berikutnya hadir Lotus 12. Salah satu yang dikendarai Allison tahun 1958 memenangkan kelas F2 di International Trophy yang diadakan di Silverstone mengalahkan Cooper milik Stuart Lewis-Evans. Mobil legendaris bermesin Coventry Climax , Type 14, adalah versi produksi dari Lotus Elite buatan Lotus Cars, memenangkan enam kelas, ditambah beberapa kali di 24 Hours of Le Mans.

Saat mesin Coventry Climax diubah tahun 1952 menjadi 2.2-liter Chapman memutuskan untuk memasuki balap Grand Prix, memasukkan sepasang Lotus 12 di Monaco tahun 1958 untuk Graham Hill dan Cliff Allison.[5] Kemudian pada tahun yang sama diganti oleh Lotus 16.

Pada tahun 1959 - di saat mesin Coventry Climax Dibesarkan kembali menjadi 2.5-liter - Chapman Melanjutkan mobil F1 bermesin depan namun hanya mendapat sedikit hasil sehingga tahun 1960 Chapman menggantinya ke Lotus 18 bermesin tengah. Sejak saat itu, sukses perusahaan menyebabkan tim harus berpindah ke fasilitas yang lebih baik di Cheshunt.

Era dominasi[sunting | sunting sumber]

1960-an[sunting | sunting sumber]

Kemenangan Formula Satu pertama untuk Team Lotus hadir saat Innes Ireland memenangkan GP AS 1961.[6] Tahun sebelumnya Stirling Moss memberikan kemenangan pertama bagi mobil Lotus di Monaco dengan Lotus 18-nya dalam tim independen Rob Walker Racing Team.

Kemudian mereka mendapat sukses di Formula Dua dan Formula Junior. Bisnis mobil dalam kondisi baik dengan Lotus Seven dan Lotus Elite yang kemudian diikuti oleh Lotus Elan tahun 1962, saat dimana seluruh Lotus enterprise berpindah ke fasilitas saat ini di Hethel di Norfolk. Sukses lebih lanjut diikuti oleh 26R, versi balap dari Elan, dan tahun 1963 dengan Lotus Cortina, dimana Jack Sears mendapatkan gelar British Touring Car Championship, yang diulangi oleh Jim Clark tahun 1964.

Lotus 49
Lotus 77

Tahun 1963 Clark mengemudikan Lotus 25 untuk mendapatkan tujuh kemenangan dalam semusim dan meraih gelar juara dunia. tahun 1964 gelar sudah hampir di tangan menjelang seri terakhir di Mexico namun masalah pada Lotus milik Clark dan BRM milik Hill membuat Surtees meraih gelar dengan tim Ferrari. namun, tahun 1965, Clark mendominasi lagi, enam kemenangan dengan Lotus 33 memberi dia gelar juara dunia lagi.

Ketika mesin Formula Satu dinaikkan menjadi tiga liter tahun 1966, Lotus terlihat tidak siap. mereka memasuki awal musim dengan mesin Coventry-Climax yang tidak kompetitif, hanya mengganti mesin ke BRM 16 saat Grand Prix Italia, dengan mesin yang terlalu berat dan tidak bisa diandalkan. Penggantian ke mesin Ford Cosworth DFV[7], yang didesain oleh mamtan mekanik Lotus Keith Duckworth, tahun 1967 membuat tim kembali ke jalur juara.[8]

Meskipun mereka gagal mendapat juara dunia tahun 1967, di akhir musim Lotus 49 dan mesin DFV cukup baik untuk membuat Lotus dominan lagi. Namun sejak tahun 1968 Lotus kehilangan hal eksklusif untuk menggunakan DFV. Pembukaan musim di Afrika Selatan tahun 1968memperlihatkan superioritas Lotus, dengan Jim Clark dan Graham Hill finish 1–2. Ini menjadi kemenangan terakhir Clark. pada 7 April 1968, Clark, salah satu pembalap tersukses sepanjang waktu, tewas saat mengendarai Lotus 48 di Hockenheim dalam event Formula dua.[9][10] Musim tersebut muncul pengenalan sayap seperti yang sebelumnya terlihat di mobil sport Chaparral. Colin Chapman memperkenalkan sayap depan dan spoiler di mobil Lotus 49B milik Hill di Monaco. Graham Hill meraih gelar dunia tahun 1968 mengendarai Lotus 49.

Dalam waktu yang sama, Chapman memindahkan Lotus ke pabrik baru di Hethel di Norfolk. Pabrik baru tersebut dibangun di bekas pangkalan RAF dan landasan pacu digunakan sebagai lintasan tes. Kantor dan studio perancangan berada di dekat Ketteringham Hall yang menjadi markas untuk Team Lotus dan Lotus Cars. Uji ciba mobil lebih lanjut diadakan dit Snetterton, beberapa kilometer dari Hethel.

1970-an[sunting | sunting sumber]

Tahun 1970, Jochen Rindt dianugrahi gelar juara dunia setelah meninggal dunia dengan mengendarai Lotus 72.[11][12] Lotus 72 yang berbentuk baji merupakan mobil yang sangat inovatif dengan kelengkapan suspensi torsion bar, radiator depan, rem depan di dalam and sayap belakang yang menggantung. 72 sebenarnya memiliki masalah suspensi, namun ketika peredam tambahan dipasang di luar suspensi mobil secara cepat menunjukkan kehebatannya dan Rindt mendominasi kejuaraan hingga dia tewas di Monza karena kerusakan rem.[13]

Penyebab kematian Rindt tidak diketahui secara pasti. Sisa tahun 1970 sangat tidak menentu, dengan banyak pembalap muda hadir dalam tim seperti Emerson Fittipaldi. Tim menghabiskan banyak waktu untuk menguji mobil bertenaga turbin ga, dengan empat roda kemudi. Eksperimen Lotus tahun 1971 tidak memberikan banyak perkembangan teknologi namun memberi kesempatan bagi Chapman untuk menguji beberapa pembalap. untuk tahun 1972 tim berfokus kembali kepada sasis tipe 72, dengan Imperial Tobacco melanjutkan sponsor dengan merk barunya John Player Special. Mobilnya, yang sering disebut 'JPS', memiliki motif hitam dan emas, disebut cantik oleh banyak orang, namun yang lain menyebut peti mati. Lotus mendapat gelar tahun 1972 secara mengejutkan dengan pembalap Brazil berumur 25 tahun Emerson Fittipaldi yang saat itu menjadi pembalap termuda yang menjadi juara dunia dan rekor tersebut baru dipecahkan oleh Fernando Alonso yang berumur 24 tahun. Team Lotus juga memenangkan gelar konstruktor untuk keenam kalinya tahun 1973. kemudian model 72 menjadi ketinggalan zaman dan penggantinya seperti Lotus 76 sangat mengecewakan.

Mobil pertama Formula Ford kemudian dibangun berdasarkan mobil Formula 3 Lotus, Type 51.

Perusahaan, yang telah menetap di Ketteringham Hall, secara finansial terus berkembang karena kebutuhan mobil sport tahun 1960an, sebelum pemberlakuan peraturan baru oleh pemerintah federal AS tahun 70an, sangat melimpah.

Chapman juga sukses di Indianapolis dengan Lotus 29 yang hampir memenangkannya di debut tahun 1963 dengan pembalap Clark. Balapan ini menandai awal berakhirnya mobil bermesin depan di Indianapolis. Clark sedang memimpin balapan saat mundur akibat kerusakan suspensi tahun 1964, namun pada tahun 1965 dia mendapat hadiah terbesar dalam balapan AS dengan menggunakan Lotus 38; mobil mesin tengah pertama yang memenangkan Indianapolis 500.

Banyak sukses Chapman berasal dari inovasi. Lotus 25 adalah mobil dengan sasis monocoque pertama di F1, 49 adalah mobil pertama dengan mesin terpadu, Mobil Indycar Lotus 56 ditenagai oleh mesin turbin gas dan menggunakan empat roda penggerak, Lotus 63 merupakan mobil bermesin tengah pertama dengan empat roda penggerak, dan 72 memecahkan parmasalahan baru aerodinamika. Chapman juga seorang inovator bagi pimpinan tim. Sejak tahun 1968 FIA memutuskan untuk mengijinkan sponsor setelah mundurnya dukungan dari firma yang berkaitan dengan otomotif seperti BP, Shell dan Firestone. pada bulan April, Team Lotus tim besar pertama uang mengambil keuntungan dari regulasi tersebut, dengan Type 48 F2 milik Clark datang di Hockenheim dalam warna Merah, emas dan putih dari produk Imperial Tobacco yaitu Gold Leaf. Mobil F1 mengikutinya di Jarama.

Team Lotus merupakan tim pertama yang memperoleh 50 kemenangan grand prix. (Ferrari adalah tim kedua, memenangkan balapan pertama tahun 1951, tujuh tahun sebelum Lotus hadir).

Pada pertengahan 1970an mekanik Lotus mulai menyelidiki ground effect pada aerodinamika. Lotus 78, dan kemudian Lotus 79 pada tahun 1978 sangat sukses denagn Mario Andretti mendapatkan gelar juara dunia. Lotus mencoba untuk mendapat gorund effect lebih baik pada Lotus 80 dan Lotus 88. Tim mengembangkan mobil dari serat karbon, Lotus 88 tahun 1981. 88 dilarang dari balapan karena teknologi sasis ganda. Mobil McLaren MP4/1 kemudian berhasil mengalahkan Lotus 88 berkat sasis serat karbon yang mengikuti balapan. Chapman sedang memulai meneliti suspensi aktif ketika meninggal akibat serangan jantung pada Desember 1982 pada usia 54.

Era kemunduran[sunting | sunting sumber]

1980-an[sunting | sunting sumber]

Nigel Mansell mencetak pole position pertamanya dengan Lotus 95T bertenaga Renault di GP Dallas 1984.

Setelah ditinggalkan Chapman tim diambil alih oleh Peter Warr namun serangkaian rancangan F1 terbukti gagal. Pertengahan 1983 Lotus menyewa perancangn Prancis Gérard Ducarouge dan dalam 5 minggu, dia membangun Lotus 94T bertenaga Renault turbo. Pergantian ban ke Goodyear tahun 1984 memungkinkan Elio de Angelis berada di peringkat ke-3 dalam kejuaraan dunia, meskipun dia tidak pernah memenangkan satu seri pun. Tim juga meraih peringkat tiga konstruktor. Ketika Nigel Mansell pergi pada akhir tahun, tim menyewa Ayrton Senna. Lotus 97T adalah pencapaian sukses yang lain dengan kemenangan de Angelis di Imola dan Senna di Portugal dan Belgia. Meskipun tim meraih tiga kemenangan dibanding tidak pada tahun sebelumnya, mereka gagal mempertahankan peringkat tiga dan kalah dari Williams. Senna mendapat delapan pole position, dengan dua kemenangan (Spanyol dan Detroit) tahun 1986 dengan Lotus 98T. Lotus kembali mendapat posisi ketiga mengalahkan Ferrari. Pada akhir tahun tim kehilangan sokongan dari John Player & Sons Ltd (John Player Special) dan memdapat sponsor baru dengan Camel. Kemampuan Senna menarik perhatian Honda Motor Company dan ketika Lotus setuju untuk memakai Satoru Nakajima sebagai pembalap kedua, persetujuan pemakaian mesin dicapai. 99T rancangan Ducarouge menggunakan suspensi aktif, namun Senna hanya bisa mendapat dua kemenangan di Monaco dan Detroit, dan tim kembali berakhir di posisi ke 3 , seperti tahun sebelumnya di belakang rival dari Inggris, Williams dan McLaren, namun di depan Ferrari. Senna pindah ke McLaren tahun 1988 dan Lotus mendapatkan rekan senegara Senna dan juara bertahan Nelson Piquet dari Williams. Namun dia dan Nakajima gagal memberikan kesan dalam perebutan gelar juara, meskipun begitu tim berhasil berada di peringkat keempat.

1990-an[sunting | sunting sumber]

Lotus-Honda 100T menjadi sebuah kegagalan dan Ducarouge pada pertengahan 1989 memutuskan untuk kembali ke Prancis. Lotus menyewa Frank Dernie untuk menggantikannya. Dengan regulasi mesin non turbo tahun 1989 Lotus melepas mesin turbo Honda dan beralih ke mesin Judd V8. Pada pertengahan tahun Warr meninggalkan tim dan digantikan oleh Rupert Manwaring sebagai manajer tim, sedangkan senior eksekutif Lotus Tony Rudd diangkat sebagai pemimpin. Pada akhir musim Piquet berpindah ke Benetton dan Nakajima ke Tyrrell. Sebuah perjanjian diambil untuk mendapat mesin Lamborghini V12 dan Derek Warwick dan Martin Donnelly menjadi pembalap untuk musim 1990. rancangan Dernie gagal dengan Warwick hanya mendapat tidak lebih dari tiga poin setelah mendapat posisi ke-6 di GP Kanada dan kelima di GP Hungaria dan Donnelly hampir terbunuh dalam kecelakaan di Jerez. Pada akhir tahun Camel mengundurkan diri sebagai sponsor.

Lotus Tipe 102B digunakan pada musim 1991.

Mantan pekerja Team Lotus Peter Collins dan Peter Wright mengatur persetujuan dengan keluarga Chapman pada Desember dan Team Lotus yang baru diluncurkan dengan Mika Häkkinen dan Julian Bailey menjadi pembalap untuk musim 1991 season untuk mengendarai Lotus 102B dengan mesin Judd. Pada GP San Marino 1991, tim mendapatkan poin ganda pertama sejak GP Brazil 1988, dengan Häkkinen di posisi kelima dan Bailey di posisi keenam. Meskipun begitu, segera diganti oleh Johnny Herbert untuk menyeimbangkan tim. Pada tahun berikutnya, sim mendapatkan persetujuan untuk menggunakan mesin Ford HB V8 pada mobil Lotus 107, yang dirancang oleh Chris Murphy. Tim sekarang kekurangan uang dan hal ini memengaruhi performa tim, namun memberikan hasil yang cukup baik. Häkkinen mendapatkan 11 poin, termasuk dua kali di posisi keempat pada GP Perancis (dimana dia gagal kualifikasi pada tahun berikutnya) dan GP Hungaria sedangkan Herbert mendapat dua poin untuk posisi keenam di Afsel dan Perancis. Tim berakhir di posisi kelima di klasemen konstruktor. Häkkinen, yang berada di posisi ke-8 pada klasemen 1992, berpindah ke McLaren sebagai pembalap uji tahun 1993. Dia digantikan oleh Alex Zanardi, yang kemudian digantikan oleh Pedro Lamy setelah mengalami kecelakaan berat di Belgia, dimana Herbert mendapatkan dua poin terakhir untuk Team Lotus. Pada akhir tahun tim berda di posisi keenam dengan 12 poin meskipun hanya memiliki sedikit uang. Herbert berada di peringkat ke sembilan dengan tiga kali finish di posisi keempat.

Hutang semakin besar dan tim tidak sanggup untuk mengembangkan Lotus 107. Pada tahun 1994, tim berjudi dengan menggunakan mesin Mugen Honda. Herbert dan Lamy berjuang dengan mobil lama. Pembalap Portugis tersebut mengalami cedera serius dalam kecelakaan dalam ujicoba di Silverstone dan Zanardi kembali. Kemunculan Lotus 109 memberikan harapan hasil akan lebih baik. Dalam usaha untuk menyelamatkan diri, tim memutuskan untuk mebayar pembalap Philippe Adams pada Grand Prix Belgia.[14] Di Monza Zanardi kembali membalap dan 109 telah siap. Herbert kualifikasi di posisi keempat dengan mobil baru namun di tikungan pertama dia ditabrak oleh pembalap Jordan Eddie Irvine. Herbert kemudian memberikan komentar bahwa seharusnya dapat memenangkan balapan.[15]

Balapan terakhir bagi Lotus adalah Grand Prix Australia 1994.

2010 - Kembali ke Formula Satu[sunting | sunting sumber]

Setelah kebangkrutan tahun 1994, Lisensi nama Team Lotus dibeli oleh David Hunt, saudara mantan juara F1 James Hunt.[16] Tahun 2009, ketika FIA mengumumkan keinginan untuk mengundang tim dengan modal rendah dalam musim 2010, Litespeed mendapat hak untuk memasukkan nama tim tersebut.[16] Lotus Cars, pemilik dari Team Lotus, memasukkan nama yang sama dan mengumumkan keinginannya untuk melindungi nama baik tim.[17] Ketika diumumkan peserta pada 12 Juni 2009, Litespeed Team Lotus tidak masuk dalam seleksi.[18] Pada September 2009, diumumkan keinginan pemerintah Malaysia untuk memakai nama Lotus dalam musim 2010 untuk mempromosikan Proton, yang memiliki Lotus Cars.[19] Pada 15 September 2009 FIA mengumumkan bahwa Lotus Racing (bukan Team Lotus) mendapat izin untuk mengikuti musim 2010.[20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]