Brawn GP

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koordinat: 52°01′19″LU 1°08′42″BT / 52,02194°LU 1,145°BB / 52.02194; -1.14500

Bendera Britania Raya Brawn Grand Prix
Brawngplogo.png
Nama resmi Brawn GP Formula One Team
Kantor pusat Brackley, Northamptonshire, Inggris
Pendiri Bendera Britania Raya Ross Brawn
Staf terkenal Bendera Britania Raya Ross Brawn
Bendera Britania Raya Nick Fry
Pembalap terkenal Bendera Britania Raya Jenson Button
Bendera Brasil Rubens Barrichello
Sejarah tim dalam ajang Formula Satu
Mesin Mercedes-Benz FO 108W
Lomba pertama Grand Prix Australia 2009
Ikut lomba 17
Gelar
konstruktor
1
Gelar
pembalap
1
Menang 8
Podium 15
Posisi pole 5
Lap tercepat 4
Lomba terakhir Grand Prix Abu Dhabi 2009

Brawn Grand Prix Formula One Team (biasa disingkat dengan nama Brawn GP) adalah salah satu tim yang berlaga di ajang Formula 1 di musim 2009. Tim ini merupakan hasil akusisi Ross Brawn dari Honda Racing F1 Team yang menyatakan diri mundur dari ajang F1 pada 5 Desember 2008. Tim ini kemudian sukses menjadi juara dunia pembalap (melalui Jenson Button) dan juga juara dunia konstruktor di musim F1 tahun 2009. Pada16 November 2009 tim ini dibeli oleh pabrikan Mercedes-Benz dan diubah namanya menjadi Mercedes Grand Prix.[1][2]

Dalam balapan debut mereka di Australia 2009, tim ini langsung merebut posisi start 1-2 di babak kualifikasi dan kemudian besoknya berhasil finish dengan urutan yang sama.[3] Jenson Button kemudian berhasil memenangi 6 dari 7 lomba awal musim 2009 dan pada 18 Oktober 2009 ia memastikan diri menjadi juara dunia 2010 di Brasil. Sementara itu Rubens Barrichello berhasil memenangi lomba sebanyak dua kali dan ia finish di P3 klasemen pembalap. Tim ini berhasil memenangi 8 dari 17 lomba di musim 2009 yang sekaligus mengantarkannya menjadi tim pertama dan satu-satunya dalam sejarah F1 yang mampu mengantar pembalapnya menjadi juara dunia serta menjadi tim pertama dalam sejarah yang menjadi juara dunia konstruktor dalam musim debutnya

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pra musim 2009[sunting | sunting sumber]

Rubens Barrichello sedang menjalani testing di Sirkuit Catalunya.

Brawn GP didirikan tanggal 6 Maret 2009 ketika Ross Brawn, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknis tim Honda dan juga sempat menduduki posisi yang sama di tim Ferrari dan Benettton membeli aset tim dari Honda.[4] Honda sendiri pada tanggal 5 Desember 2008 memutuskan untuk mengundurkan diri dari ajang F1 terkait krisis ekonomi global.[5] Segera setelah Honda memutuskan mundur dari F1, spekulasi merebak di paddock F1 tentang siapa yang akan menjadi penyelamat dari tim ini. Beberapa pembeli potensial diisukan akan membeli seluruh asset tim yang bermarkas di Brackley ini, diantaranya David Richards (Prodrive), Richard Branson (Virgin Groups), dan sebuah konsorsium dari AS yang diketuai oleh wartawan F1 Racing, Peter Windsor. Namun Honda tidak merespon semua tawaran pembelian tersebut.

Pada 17 Maret 2009, FIA resmi mengumumkan perubahan nama tim dari Honda menjadi Brawn Grand Prix.[6] Secara garis besar tim ini merupakan re-inkarnasi keempat dari Tyrrell/British American Racing/Honda. Kemudian dengan tidak adanya mesin dari Honda, Ross Brawn mengajak beberapa pabrikan mesin supaya mau memasok timnya. Brawn lantas memilih Mercedes-Benz sebagai mesin yang akan dipakai dan untuk duet pembalap Brawn memutuskan untuk mempertahankan duet Jenson Button dan Rubens Barrichello sebagai ujung tombak, sekaligus mematahkan rumor bahwa Bruno Senna akan menggantikan Barrichello untuk musim 2009.[7]

Perjalanan musim 2009[sunting | sunting sumber]

Debut Brawn GP dimulai di GP Australia 2009. Ketika babak latihan bebas digelar di hari Jumat tanggal 27 Maret, semua publik pecinta F1 langsung tercengang dengan serangan ajaib dari Button dan Barrichello yang mampu menduduki dua posisi teratas.[8] Kemudian saat sesi kualifikasi Sabtu, duet Brawn berhasil duduk di P1 dan P2 sekaligus membuat tim debutan ini meraih pole untuk kali pertama. Besoknya, walaupun Barrichello sempat mengalami masalah saat start, Button mampu memimpin tim ini untuk meraih kemenangan perdananya di ajang F1 dengan Barrichello di tempat kedua.[9][10] Seusai lomba, beberapa tim saingan seperti Red Bull, Ferrari, BMW-Sauber, dan Toyota memprotes desain mobil Brawn GP yang tidak seperti biasanya, yaitu di bagian ekor mobil tampak diffuser ganda yang kemudian diistilahkan sebagai double decker diffuser. FIA menerima protes tersebut dan kemudian akan menyidangkannya pada 14 April 2009.

Sementara FIA bersiap sidang, tim Brawn kembali melanjutkan serangannya. Di GP Malaysia, Jenson Button kembali memenangi lomba yang kali ini hanya digelar setengah jarak akibat hujan deras.[11][12][13] Tanggal 14 April 2009 FIA memutuskan bahwa penggunaan double diffuser Brawn GP tetap sah, dan artinya kemenangan yang mereka raih di Australia dan Malaysia tetap murni.

Setelah gagal menang di China[14], Button melanjutkan tembakannya di Bahrain[15], Spanyol (walaupun sempat dicurigai melakukan team order)[16], Monaco[17], dan Turki (ketika Barrichello untuk pertama kalinya tersingkir akibat kegagalan mekanis)[18], membuatnya masuk daftar kandidat kuat juara dunia F1 2009. Sayangnya memasuki pertengahan musim, tim Brawn GP sempat lesu, terutama ketika saat itu tim-tim tradisional macam Ferrari dan McLaren mulai kembali menemukan jati dirinya, dan tim Red Bull melalui Sebastian Vettel dan Mark Webber mulai naik daun dengan memenangi beberapa lomba. Melihat hal ini, Ross Brawn kemudian menginstruksikan agar Jenson Button mengambil jalan aman yaitu cukup finish di 5 besar setiap lomba.[19][20]

Kebangkitan Brawn GP kemudian terlihat di Valencia saat Rubens Barrichello berhasil memenangi balapan melalui strategi pit yang bagus. Sayangnya di Belgia, Jenson Button harus rela tersingkir dari lomba setelah diseruduk Romain Grosjean. Memasuki balapan di Italia, duet Brawn menjadi tim yang tidak diunggulkan di balapan sirkuit cepat tersebut. Namun berkat dukungan strategi pit yang bagus, duet Barrichello dan Button yang start dari barisan tengah berhasil naik ke depan dan bahkan akhirnya bisa memenangi lomba.

Kemenangan Sebastian Vettel di Jepang sempat membuat was-was Jenson Button sebagai pemuncak klasemen. Namun untuk kategori konstruktor, Brawn GP bisa bernapas lega setelah Mark Webber gagal meraih poin di Jepang, dan itu berarti tim debutan ini hanya perlu satu poin saja di Brazil agar bisa memastikan gelar juara dunia konstruktor.

GP Brazil tanggal 18 Oktober menjadi puncak kebahagiaan bagi segenap kru Brawn GP. Walaupun Jenson Button hanya mampu start dari posisi belakang, Rubens Barrichello bisa menghibur publik tuan rumah melalui raihan pole position. Esoknya saat lomba, Mark Webber naik memimpin sementara Button kemudian bertarung ketat dengan Vettel. Mendekati akhir balapan, Barrichello terpaksa masuk pit tambahan setelah bannya bermasalah. Webber lantas memenangi lomba, Sebastian Vettel di P4, Jenson Button di P5[21], dan Rubens Barrichello di P8. Walaupun hanya mampu meraih hasil seadanya, namun hal itu sudah cukup untuk mengantarkan tim Brawn GP dan Jenson Button meraih gelar juara dunia F1 musim 2009. Pada balapan pamungkas musim 2009 di Abu Dhabi, tim Brawn tampil dengan rileks, dan Jenson Button bersama Rubens Barrichello kemudian berhasil finish berurutan di P3 dan P4 dan duet RBR (Vettel-Webber) dengan tangguh berhasil menguasai lomba.

Akusisi oleh Mercedes-Benz[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 16 November 2009, secara resmi Daimler AG dengan mitranya Aabar Investasi secara resmi mengumumkan telah membeli 75,1% saham di tim Brawn GP (dengan komposisi Daimler AG 45,1% dan Aabar 30%). Tim kemudian diganti namanya menjadi Mercedes GP untuk tahun 2010. Ross Brawn dengan Nick Fry masih memegang sisa saham 24,9%. Tim ini juga masih menggunakan basis Brawn GP di Brackley untuk operasi dan masih mempercayakan Ross Brawn sebagai team principal. Untuk musim debutnya di 2010 tim kemudian mengganti duet Jenson Button dan Rubens Barrichello dengan Michael Schumacher dan Nico Rosberg.

Sasis: BGP 001[sunting | sunting sumber]

Sasis BGP 001 dibawah kendali Rubens Barrichello sedang menjalani testing di Spanyol.

Mobil BGP 001 aslinya merupakan rancangan desain untuk menjadi Honda RA109. Secara kebetulan setelah melihat penampilan buruk tim di musim 2008, Honda kemudian memutuskan untuk merancang mobil 2009-nya dengan cepat. Tetapi Honda kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari F1, namun mereka tidak serta merta menghentikan proyek mobil 2009-nya. Honda tetap melanjutkan proyek mobil 2009 dengan harapan ada seseorang yang nantinya berminat untuk menyelamatkan tim.

Tidak lama berselang, setelah Ross Brawn dipastikan menyelamatkan tim dan mengubah namanya menjadi Brawn GP, ia bersama timnya lantas menyetel ulang sasis mobil supaya muat dengan mesin Mercedes-Benz. Jenson Button lantas melakukan tes pertama dengan mobil baru berwarna putih-kuning-hitam di Sirkuit Catalunya pada 9 Maret 2009.[22] Dalam debutnya ini mobil Brawn langsung memberikan ancaman dengan menjadi yang tercepat.[23] Sesi tes kemudian berlanjut di Circuito de Jerez dan lagi-lagi mobil BGP 001 tampil menjadi yang tercepat.[24] Menanggapi hal ini, Brawn berujar bahwa hasil kecepatan dari mobil BGP 001 merupakan suatu wujud dari perbaikkan yang ia berikan selama 15 bulan awal bergabung dengan tim Honda sebelum akhirnya menjadi Brawn GP.[25]

Selama musim 2009 berjalan, Jenson Button hanya menggunakan satu sasis BGP 001 dengan kode 02. Sementara Rubens Barrichello menggunakan sasis BGP 001 dengan kode 02. Rubens kemudian mengganti sasisnya dengan sasis BGP 001-03 di GP Singapura setelah ia mengalami kecelakaan. Secara total, tim Brawn GP menjadi tim yang paling sukses dan efektif dengan hanya menggunakan tiga buah sasis selama musim 2009.

Sponsorship[sunting | sunting sumber]

Brawn GP dengan stiker sponsor Terminator Salvation di GP Spanyol.
Brawn GP dengan stiker sponsor Canon di Singapura.

Sponsor-sponsor yang bergabung bersama Honda di musim 2008, termasuk Bridgestone masih tetap berkomitmen dan memilih bertahan bersama tim Brawn GP pada musim 2009.

Pada 26 Maret 2009, Brawn GP mengumumkan bahwa mereka akan menjalin kerja sama dengan perusahaan pakaian Henri Lloyd. Perusahaan ini setuju untuk menjadi pemasok seragam tim di musim 2009 dengan imbalan logo perusahaan yang akan terpajang di sasis mobil BGP 001.[26] Pada 28 Maret 2009, Richard Branson kemudian mengumumkan bahwa Virgin Group akan menjadi sponsor utama tim.[27] Pada 17 April, Brawn kemudian mencapai kesepakatan dengan MIG Investments yang kemudian memasang logo sponsorshipnya di bagian depan mobil.[28] Pada GP Bahrain, Virgin memasangkan logo Virgin Galactic di mobil BGP 001.[29] Setelah itu Brawn GP juga berhasil mendapatkan Endless Advance[30] dan NCE Corporation[31] yang baru saja berpisah dari tim Williams. Di GP Spanyol, Sony Pictures bergabung dengan tim Brawn GP untuk mempromosikan film terbaru mereka berjudul Terminator Salvation.[32] Pada GP Monako, salah satu pendiri Google, Larry Page sempat mengumumkan bahwa mereka akan menjalin kemitraan dengan Brawn GP untuk musim 2010.[33] Tim Brawn GP kemudian mendapatkan sponsor dari Graham-London untuk balapan GP Inggris dan kemudian disusul dengan perusahaan minuman energi Monster Energy.[34] Sementara itu, Richard Virgin mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan hengkang sebagai sponsor di musim 2010 dikarenakan mereka tidak diberikan kesempatan untuk bisa membeli saham tim.[35] Untuk GP Italia 2009, Brawn GP mendapatkan sponsor dari Raccagni yang terpajang di sayap depan dan side-pod mobil.

Masuk ke GP Singapura, Brawn berhasil mendapatkan sponsor dari Canon.[36] Sementara di Jepang mereka berhasil mendapat sponsorship dari Angfa Co. Ltd.[37] Selanjutnya di GP Brazil, Brawn GP mendapatkan dana sponsorship dari Banco de Brasil dan Petropolis bewery. Tim juga berhasil mendapat sponsorship dari minuman energy TNT dan perusahaan asuransi Spanyol, Mapfre.[38][39] Dan untuk balapan penutup musim 2009 di Abu Dhabi, tim menjalin kemitraan dengan Qatar Telecom.

Hasil musim 2009[sunting | sunting sumber]

(kunci) (hasil dalam huruf tebal mengindikasikan pole position; hasil dalam cetak miring mengindikasikan lap tercepat)

Tahun Sasis Mesin Ban Pembalap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Poin Klasemen
2009 Brawn BGP 001 Mercedes-Benz
FO 108W
B AUS MAL CHN BHR ESP MON TUR GBR GER HUN EUR BEL ITA SIN JPN BRA ABU 172 ke-1
Bendera Britania Raya Jenson Button 1 1 3 1 1 1 1 6 5 7 7 Ret 2 5 8 5 3
Bendera Brasil Rubens Barrichello 2 5 4 5 2 2 Ret 3 6 10 1 7 1 6 7 8 4

Poin setengah diberikan karena lomba hanya berjarak kurang dari 75% jarak tempuh yang seharusnya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Mercedes take ownership of Brawn". news.bbc.co.uk. 2009-11-16. Diakses 2010-01-02. 
  2. ^ "Brawn set to go around the Benz". AUSmotive.com. 2009-11-16. 
  3. ^ Button gets dream win|2009-03-29|BBC Sport
  4. ^ "Honda team to return as Brawn GP". BBC Sport. 
  5. ^ "Global crisis ends Honda F1 dream". BBC Sport. 
  6. ^ "Honda officially becomes Brawn GP". autosport.com. 2009-03-17. 
  7. ^ "Ross Brawn buys Honda Racing F1 Team". AUSmotive.com. 2009-03-06. 
  8. ^ Button heads all Brawn front row|2009-03-27|ITV-F1.com
  9. ^ "Brilliant Button wins on Brawn debut". Eurosport. 29-03-2009. Diakses 29-03-2009. 
  10. ^ Majalah F1 Racing April 2009 – Laporan GP Australia: Button (dan Brawn GP) Tampil Mengejutkan – halaman 90-92
  11. ^ Button wins second pole ITV-F1.com. 2009-04-04. Retrieved on 2009-04-04
  12. ^ Malaysian GP - Button takes rain-shortened victory, Yahoo! Sport, retrieved 06-04-2009
  13. ^ Majalah F1 Racing April 2009 – Laporan GP Malaysia: Button Makin Tidak Bisa Dibendung – halaman 94-96
  14. ^ Vettel flies home with RBR maiden win ITV-F1.com. 2009-04-19. Retrieved on 2009-04-19
  15. ^ "Brilliant Button wins at Bahrain". BBC Sport. 26 April 2009. Diakses 28 April 2009. 
  16. ^ "Another Brawn 1-2 as Button takes arms". Autosport 196 (7): 30. May 14, 2009. 
  17. ^ "Ferrari powerless to stop Brawn". Diakses 2009-07-04. 
  18. ^ "Button halts Red Bull charge". Diakses 2009-07-04. 
  19. ^ "Vettel charges to dominant win". Diakses 2009-07-04. 
  20. ^ "Murray Walker answers questions". 
  21. ^ Carline, Peter (2009-10-18). "Brazilian Grand Prix: Jenson Button seals world title with brilliant drive". Daily Mail (London). Diakses 2009-10-22. 
  22. ^ "Brawn targets 'respectable' performance". autosport.com. 2009-03-06. 
  23. ^ "Barrichello keeps Brawn on top!". f1-live.com. 2009-03-12. 
  24. ^ "Jenson back on top" (PDF). Brawn GP. 2009-03-18. Diakses 2009-03-18. [pranala nonaktif]
  25. ^ "Brawn says more speed to come". ITV-F1.com. 2009-03-21. Diakses 2009-03-21. 
  26. ^ "Brawn GP announces new partnership with Henri Lloyd" (PDF). Brawn GP. 2009-03-26. 
  27. ^ "Virgin announce deal with Brawn". ITV-F1.com. 2009-03-23. 
  28. ^ Brawn announce partnership with MIG Brawn GP. 2009-04-17. Retrieved on 2009-04-17.
  29. ^ Brawn was running with increased Virgin branding on its car in practice (IMAGE) ITV-F1.com. 2009-04-24. Retrieved on 2009-04-24
  30. ^ "Brawn GP continue partnership with Endless Advance". F1Technical. 2009-05-07. Diakses 2009-05-07. 
  31. ^ "Brawn GP melanjutkan kemitraan dengan NCE". Info Komputer. 2009-05-07. Diakses 2009-05-07. 
  32. ^ "The Official Formula 1 Website". Formula1.com. 2009-05-08. Diakses 2009-10-25. 
  33. ^ "Brawn GP May Secure Google Sponsorship". AutoEvoltion. 2009-05-28. Diakses 2009-06-27. 
  34. ^ "NEWS - GRAHAM LONDON - PARTNERSHIP WITH BRAWN GP". Diakses 2011-08-13. 
  35. ^ "Virgin set to end Brawn link-up". BBC. 2009-06-21. Diakses 2009-06-21. 
  36. ^ Wong, Jonathan (2009-09-18). "Brawn-Canon tie-up for Singapore GP". motoring.asiaone.com (The Straits Times). 
  37. ^ "BRAWN GP AGREES NEW PARTNERSHIP FOR JAPANESE GRAND PRIX$". http://www.brawngp.com/readstory.asp?bgp=j%C1%AA%C0rZz%5E (Brawn GP). 
  38. ^ "Equipe de Barrichello terá patrocinador brasileiro no GP do Brasil, em Interlagos" (dalam bahasa Portuguese). Globoesporte.com. 2009-09-08. 
  39. ^ "Official site of the Brawn GP Formula One Team". Brawngp.com. 2009-10-16. Diakses 2009-10-25. [pranala nonaktif]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]