Romain Grosjean

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Romain Grosjean
RomainGrosjean2021.png
Romain Grosjean di Road America 2021
Lahir17 April 1986 (umur 35)
Bendera Swiss Jenewa, Swiss
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanBendera Prancis French
Jumlah lomba181
Juara dunia0
Menang0
Podium10
Total poin391
Posisi pole0
Lap tercepat1
Lomba pertamaGrand Prix Eropa 2009
Lomba terakhirGrand Prix Bahrain 2020

Romain Grosjean (pengucapan bahasa Prancis: [ʁomɛ̃ gʁoʒɑ̃], lahir 17 April 1986) adalah seorang pembalap mobil kelahiran Swiss yang sekarang turun balapan dengan membela bendera Prancis,[1] di mana dirinya saat ini juga memiliki dua kewarganegaraan (Swiss dan Prancis).[2][3] Debut Grosjean di ajang F1 di mulai di GP Eropa 2009. Ia menggantikan posisi Nelson Angelo Piquet yang secara tiba-tiba dipecat oleh tim Renault. Sebelum menjadi pembalap penuh, Grosjean adalah test driver resmi tim Renault, dan ia juga merupakan juara F3 Euroseries 2007 dan juara GP2 Asia Series. Untuk musim 2011, Grosjean turun di ajang GP2 Series dan berhasil menjadi juara umum. Pada musim 2012 Grosjean kembali ke F1 bersama tim Lotus Renault GP dan menjadi rekan setim Kimi Raikkonen.[4]

Pra-Formula 1[sunting | sunting sumber]

Balapan junior[sunting | sunting sumber]

Grosjean merupakan salah satu pembalap dari program Renault Driver Development Program.[5] Memulai karier single seater-nya di 2003, Grosjean yang saat itu turun balapan di Formula Renault Swiss langsung memenangi 10 balapan di musim debutnya. Ia kemudian pindah ke ajang Formula Renault Prancis di 2004 dan berhasil menempati posisi tujuh klasemen akhir dengan hasil satu kemenangan saja. Tahun 2005 ia berhasil menjadi juara umum dengan 10 kali kemenangan. Grosjean juga tampil di Formula Renault Eurocup dan berhasil finish podium satu kali.

Formula 3[sunting | sunting sumber]

Grosjean lantas pindah ke ajang F3 dengan debutnya di Macau. Di mana di balapan debutnya tersebut ia berhasil finish ke-9 setelah start dari P19. Pada 2006 ia tampil penuh di ajang F3 Euroseries dan berhasil satu kali finish podium. Ia juga tampil di F3 Inggris dan mencatat hasil gemilang di Pau dengan memenangi lomba dari pole dan bahkan pula mencatat fastest lap.

Ia lantas bertahan di F3 Euroseries pada 2007 sebelum akhirnya naik ke ASM Formule 3 di mana Jamie Green, Lewis Hamilton, dan Paul di Resta sebelumnya berhasil memenangi ajang tersebut. Di musim debutnya, Grosjean berhasil naik ke puncak klasemen setelah ia memenangi lomba secara spektakuler di Mugello dengan mengalahkan pimpinan klasemen Sébastien Buemi.[6] Selanjutnya di akhir musim, Grosjean berhasil menjadi juara umum dengan satu balapan tersisa. Grosjean juga berhasil meraih pole di F3 Zolder, tetapi saat lomba ia harus puas berada di P14 setelah mesinnya macet saat start.[7]

GP2[sunting | sunting sumber]

Romain Grosjean pada musim 2008.

Grosjean pindah ke ajang GP2 Asia Series pada 2007, di mana ia bergabung dengan ART Team bersama Stephen Jelley di mana di musim perdananya ia mampu meraih empat kemenangan yang membawanya menjadi juara umum. Pada 2008 ia tetap bertahan di ART Team ditemani oleh Luca Filippi dan mantan pembalap F1, Sakon Yamamoto.[8]

Pada 2009 posisi Grosjean di ART Team tergusur oleh juara F3 Euroseries 2008, Nico Hulkenberg dan Pastor Maldonado. Renault kemudian menempatkannya di tim Campos Grand Prix, atau yang sekarang dikenal dengan nama Barwa Addax.

Formula Satu (bagian pertama)[sunting | sunting sumber]

Romain Grosjean membalap bersama Renault F1 di Jepang 2009.

Sebelum resmi diumumkan menjadi pembalap F1 di pertengahan 2009, Grosjean sudah lama dikenal di tim Renault F1 sebagai test driver sejak musim 2007.[9] Pemecatan mendadak Nelson Angelo Piquet setelah GP Hungaria membuat tim Renault kemudian mempromosikannya sebagai pembalap penuh, menemani Fernando Alonso mulai GP Eropa 2009.[10] Tadinya, pihak Renault memperkirakan Grosjean akan masuk secara penuh ke tim Renault mulai musim 2009, sebelum akhirnya Flavio Briatore memutuskan kontrak Piquet Jr.

Grosjean yang memulai debut F1-nya di GP Eropa 2009, tampil angin-anginan di beberapa balapan yang ia ikuti. Salah satu kesalahannya yang besar adalah saat menyeruduk Jenson Button di Belgia. Sampai akhir musim, Grosjean gagal meraih satu angka pun.

Turun kelas[sunting | sunting sumber]

Sportscars[sunting | sunting sumber]

Musim 2010 setelah keluar dari F1, Grosjean membalap di ajang FIA GT1 World Championship, dengan bergabung bersama tim Matech Competition bersama Thomas Mutsch.[11] Pasangan ini kemudian memenangi dua balapan yaitu di Abu Dhabi dan Republik Ceko yang mengantar mereka pada posisi tiga klasemen akhir.[12]

Grosjean juga sempat turun di balapan ketahanan legendaris Le Mans 24 Jam pada Juni 2010, dengan memakai mobil Ford GT1 bersama Thomas Mutsch dan Jonathan Hirschi. Trio ini kandas setelah membalap selama 171 lap.[13]

Auto GP[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juni 2010, Grosjean kembali membalap di ajang single seater dengan membalap untuk tim DAMS di Auto GP di Spa-Francorchamps.[14] Setelah mendominasi latihan dan mengambil posisi pole, ia memenangkan sesi feature race sebelum menyelesaikan balapan di posisi kedua di belakang Carlos Iaconelli dalam sesi sprint race.[15] Selama akhir pekan lomba, Grosjean berhasil mencetak akumulasi 18 poin dari 19 kemungkinan poin yang ditawarkan dan mengambil hadiah uang 80.000 Euro sebagai hadiah segar bagi setiap pemenang lomba. Ia kemudian memenangkan tiga balapan lain untuk kemudian mengunci gelar di Monza dengan menyisihkan peringkat kedua Edoardo Piscopo dengan selisih 16 poin.

Kembali ke GP2[sunting | sunting sumber]

Romain Grosjean di musim 2011.

Pada tanggal 20 Juli 2010, Grosjean mengumumkan bahwa ia akan kembali ke GP2 dengan tim DAMS. Ia menggantikan posisi test driver Renault Jérôme d'Ambrosio untuk putaran kejuaraan Jerman.[16] Ia kemudian menggantikan posisi Ho-Pin Tung di putaran Belgia (meskipun Tung pulih dan kembali ke seri dengan tim yang berbeda). Pada akhir musim Grosjean berada di peringkat 14 klasemen akhir.

Grosjean kembali ke GP2 penuh-waktu dengan DAMS untuk Seri GP2 2011 dan Seri GP2 Asia musim tersebut.[17] Ia mengambil posisi pole dua dan satu kemenangan perlombaan untuk memenangkan Seri Asia dengan enam poin dari Jules Bianchi, dan juga memenangkan lomba pertama dari seri utama untuk memimpin kejuaraan itu juga. Dia kehilangan memimpin kejuaraan untuk Giedo van der Garde, setelah putaran kedua dari seri, setelah peristiwa yang terhambat oleh diskualifikasi karena pelanggaran teknis, tetapi kembali lagi minggu berikutnya di Monaco, mencetak poin di kedua balapan, meskipun mulai dari tempat terakhir di grid. Setelah mencetak empat kemenangan lebih lanjut sebagai bagian dari menjalankan pertengahan musim itu termasuk enam finish podium berturut-turut, ia menarik jelas pengejarnya dan merebut juara di putaran kedua dari belakang di Spa-Francorchamps.

Formula Satu (bagian kedua)[sunting | sunting sumber]

2011: Lotus Renault GP[sunting | sunting sumber]

Pada awal tahun 2011, Grosjean kembali ke tim Lotus Renault GP yang sebelumnya bernama Renault F1 sebagai salah satu dari lima tes driver bersama dengan Bruno Senna, Ho-Pin Tung, Jan Charouz dan Fairuz Fauzy. Lotus Renault telah merencanakan untuk menjalankan Robert Kubica dan Vitaly Petrov sepanjang 2011 namun Kubica mengalami kecelakaan reli mengerikan dan tidak bisa mengemudi selama 2011. Mantan pembalap BMW Sauber Nick Heidfeld diplot sebagai penggantik Kubica untuk musim 2011 sebelum dirinya digantikan oleh Bruno Senna sejak GP Belgia. Pada akhir Oktober 2011, Lotus Renault mengumumkan bahwa Grosjean akan ikut serta dalam sesi latihan Jumat di Abu Dhabi (menggantikan Senna) dan Grand Prix Brasil (menggantikan Petrov).

Pada tanggal 9 Desember 2011, Grosjean resmi kembali ke ajang F1 musim 2012 dengan menggantikan posisi Vitaly Petrov. Ia bermitra juara dunia 2007, Kimi Raikkonen di tim Lotus F1 atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Lotus Renault GP

2012–2015: Lotus F1[sunting | sunting sumber]

Musim 2012[sunting | sunting sumber]

Grosjean memakai nomor 10 untuk musim 2012. Grosjean kembali membalap di F1 pada lomba GP Australia dengan meraih posisi start kedua di kualifikasi namun kandas saat balapan setelah disundul Pastor Maldonado. Grosjean berhasil meraih podium pertamanya saat ia finis ketiga di Bahrain sekaligus menjadi pembalap Prancis pertama yang naik podium sejak Jean Alesi di Belgia 1998. Grosjean meraih fastest lap di Catalunya dan finish ke 4. Grosjean menambah koleksi trofinya saat ia finis di posisi dua pada GP Kanada. Namun pada GP Eropa di Valencia, Grosjean harus rela tersingkir saat mencoba mengejar mantan rekan setimnya Fernando Alonso karena alternator mesinnya rusak. Pada GP Hongaria, Grosjean berhasil start kedua dan menjadi pembalap Prancis pertama sejak Jean Alesi pada GP Prancis 1999 yang meraih posisi start baris depan. Saat balapan berlangsung, Grosjean finis ketiga.

Beberapa insiden mewarnai perjalanan Grosjean di musim 2012. Pada GP Belgia, Grosjean terlibat insiden dengan Lewis Hamilton, Fernando Alonso dan Sergio Perez di tikungan pertama selepas start. Ia lantas di denda sebesar 50.000 Euro dan larangan balapan satu kali yang membuat Lotus mengganti posisinya dengan Jerome d'Ambrosio untuk GP Italia. Grosjean menjadi pembalap pertama yang larangan tampil balapan sejak Michael Schumacher pada tahun 1994. Pada GP Jepang, lagi-lagi Grosjean mengalami kesialan dengan menyeruduk Mark Webber. Selanjutnya di Abu Dhabi ia terlibat insiden bersama Nico Hulkenberg dan Bruno Senna. Pada balapan penutup musim 2012 ldi Brasil, menyeruduk Pedro de la Rosa di sesi kualifikasi. Grosjean mengakhiri musim 2012 di posisi ke 8 klasemen dengan 96 poin, dibawah Felipe Massa (122 poin) dan diatas Nico Rosberg (93 poin).

Musim 2013[sunting | sunting sumber]

Grosjean mengetes Lotus E21

Di musim 2013 Grosjean masih bertahan dengan Lotus dan memakai nomor 8. Grosjean mengawali musim dengan finish di posisi 10 di GP Australia. Grosjean mendapatkan Podium di Bahrain. Setelah itu Grosjean tidak dapat poin hingga finish ke 3 di Nürburgring. Setelah gagal finis di Singapura, Grosjean mendapatkan podium 3 tiga kali berturut-turut di Korea, Jepang, dan India. Lalu Grosjean finis ke 4 di Abu Dhabi, podium 2 di Grand Prix F1 Amerika 2013, dan mengakhiri musim Dengan gagal finis di Brazil. Grosjean menduduki posisi 7 di klasemen dengan 132 poin, dibawah Nico Rosberg (171 poin) dan diatas Felipe Massa (112 poin).

musim 2014[sunting | sunting sumber]

Sejak musim 2014 pembalap F1 boleh memilih nomornya sendiri dengan pengecualian nomor 1 yang hanya biasa dipakai juara bertahan. Romain Grosjean memilih untuk menggunakan nomor yang ia gunakan di musim 2013 yaitu nomor 8. Grosjean mendapat rekan setim baru di Lotus yaitu Pastor Maldonado, sedangkan rekan setim lamanya yaitu Kimi Raikkonen pindah ke Ferrari. Grosjean mengawali musim dengan gagal finis di GP Australia. Grosjean baru mendapat poin di ronde ke 5 yaitu dengan finis ke 8 di GP Spanyol disusul dengan finis ke 8 GP Monako yang menjadi finis poin terakhir Grosjean di musim 2014. Grosjean menduduki posisi 14 di klasemen dengan 8 poin, dibawah Jean-Éric Vergne (22 poin) dan diatas Daniil Kvyat (8 poin). Grosjean berhak mendapatkan posisi lebih atas di klasemen dari Kvyat walaupun mendapat poin yang sama karena finis terbaik Grosjean di musim 2014 adalah posisi 8 sedangkan Kvyat posisi 9.

musim 2015[sunting | sunting sumber]

Untuk musim 2015, Romain Grosjean masih betahan di tim Lotus. Grosjean memulai musim dengan gagal finis di GP Australia. Grosjean mendapat poin pertamanya musim ini dengan finis ke 7 di GP China diikuti finis ke 7 di GP Bahrain dan finis ke 8 di GP Spanyol. Setelah finis di luar poin di Monako dan finis ke 10 di Kanada, Grosjean gagal finis di GP Austria dan GP Inggris. Setelah finis ke 7 di Hungaria, Grosjean berhasil mendapatkan podium dengan finis ke 3 di Belgia yang menjadi podium terakhir Grosjean di F1. Grosjean gagal finis di GP Italia dan di GP Singapura, namun Grosjean tetap diklasifikasikan ke 13 di Singapura karena melewati 90% dari jarak yang ditempuh saat balapan. Setelah finis ke 7 diGP Jepang, Grosjean gagal finis di GP Rusia dan GP Amerika Serikat. Grosjean mendapatkan poin di 3 race terakhir dan menduduki posisi ke 11 di klasemen dengan 51 poin, dibawah Nico Hulkenberg (58 poin) dan diatas Max Verstappen (49 poin)

2016-2020: Haas[sunting | sunting sumber]

musim 2016[sunting | sunting sumber]

Untuk musim 2016, Romain Grosjean pindah ke Haas dan mendapat rekan tim baru yaitu Esteban Gutierrez. Grosjean mengawali musim dengan impresif dengan finis ke 6 di GP Australia dan finis ke 5 di GP Bahrain. setelah finis ke 19 di GP China, Grosjean finis ke 8 di GP Rusia. Setelah gagal finis di GP Spanyol, Grosjean finis diluar poin di 3 balapan berturut-turut dan dapat poin lagi ketika finis ke 7 di GP Austria. Lalu Grosjean gagal finis di GP Inggris dan finis diluar poin di 4 balapan Eropa terakhir. Grosjean gagal start di GP Singapura karena masalah rem. Grosjean gagal finis di Malaysia setelah mengalami masalah rem di tikungan terakhir. Grosjean berhasil finis ke 10 di GP Amerika Serikat yang menjadi finis poin terakhir Grosjean di musim 2016. Grosjean gagal start di GP Brazil karena crash saat menuju ke grid. Di balapan terakhir di Abu Dhabi, Grosjean finis ke 11. Grosjean mengakhiri musim dengan menduduki posisi ke 13 di klasemen dengan 29 poin, di bawah Carlos Sainz Jr (46 poin) dan di atas Daniil Kvyat (25 poin).

musim 2017[sunting | sunting sumber]

Grosjean masih bertahan di Haas untuk musim 2017 dan mendapat rekan setim baru yaitu Kevin Magnussen. Grosjean mengawali musim dengan gagal finis di Australia, finis ke 11 di China, dan mendapat poin dengan finis ke 8 di Bahrain. Di balapan selanjutnya di Rusia, Grosjean terlibat kecelakaan di lap pertama dengan Jolyon Palmer. Grosjean mendapat poin 3 kali berturut-turut dengan finis ke 10 di Spanyol, finis ke 8 di Monako, dan finis ke 10 di Kanada. Setelah gagal dapat poin di Azerbaijan, Grosjean berhasil finis ke 6 di Austria yang menjadi finis terbaiknya di musim 2017. Grosjean finis ke 13 di Inggris, lalu gagal finis di Hungaria. Grosjean finis ke 7 di Belgia dan finis ke 15 di Italia yang menjadi balapan Eropa terakhir di 2017. Grosjean finis ke 9 di Singapura, finis ke 13 di Malaysia, dan finis ke 9 di Jepang yang menjadi finis poin terakhir Grosjean di musim 2017. Grosjean mengakhiri musim dengan finis ke 11 di Abu Dhabi. Grosjean menduduki posisi 13 di klasemen akhir dengan 28 poin, di bawah Lance Stroll (40 poin) dan di atas Kevin Magnussen (19 poin).

Pada musim 2020, Romain Grosjean mengalami kecelakaan hebat saat membalap di sirkuit Sakhir, Bahrain pada Minggu 29 November 2020. Pada putaran pertama di tikungan ke-3, mobil HAAS Ferrari yang dikendarai olehnya terbakar setelah menabrak dinding pembatas, membuat mobil F1 nya itu terbakar dan terbelah menjadi dua seketika. Romain berhasil selamat dan tidak mengalami patah tulang, namun dirinya hanya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk pada jari-jari di kedua tangannya. Grosjean telah diselamatkan oleh pengemudi mobil medis Alan van der Merwe (pewaris Profesor Sid Watkins). Kecelakaan ini merupakan salah satu kecelakaan terparah sepanjang sejarah Formula Satu era modern. Grosjean menjadi pembalap Formula Satu yang selamat dari kecelakaan fatal sejak Niki Lauda di Grand Prix Jerman 1976 di Nürburgring, Gerhard Berger di Grand Prix San Marino 1989 di Sirkuit Imola, Italia dan Clay Regazzoni di Grand Prix Afrika Selatan 1973 di Sirkuit Kyalami.

Statistik[sunting | sunting sumber]

Musim ke musim[sunting | sunting sumber]

  • 2008: GP2 (ART Grand Prix) – posisi 4 (62pts)
  • 2008: GP2 Asia Series (ART Grand Prix) – juara umum (61pts)
  • 2009: GP2 (Barwa Addax) – posisi 2 (45pts) – dipanggil masuk tim Renault F1
  • 2009: Formula 1 (Renault F1 Team) – posisi 22 (0pts)
  • 2010: GP2 (DAMS) – posisi 14 (14pts)
  • 2010: Auto GP (DAMS) – juara umum (58pts)
  • 2011: GP2 (DAMS) – juara umum (89pts)
  • 2012: F1 (Lotus) – posisi 8 (96pts)
  • 2013: F1 (Lotus) – posisi 7 (132pts)
  • 2014: F1 (Lotus) – posisi 14 (8pts)
  • 2015: F1 (Lotus) – posisi 11 (51pts)
  • 2016: F1 (Haas) – posisi 13 (29pts)
  • 2017: F1 (Haas) – posisi 13 (28pts)
  • 2018: F1 (Haas) – posisi 14 (37pts)
  • 2019: F1 (Haas) – posisi 18 (8pts)
  • 2020: F1 (Haas) – posisi 19 (2pts)

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Noble, Jonathan (2009-08-18). "10 facts about Romain Grosjean". autosport.com. Haymarket Publications. Diakses tanggal 2009-08-18. 
  2. ^ Domenjoz, Luc (2008-07-06). "Romain Grosjean en route vers la F1". Le Matin.ch (dalam bahasa French). Edipresse Publications SA. Diakses tanggal 2009-08-09. Fin 2005, bien aidé par sa licence française de pilote (il bénéficie de la double nationalité, par sa mère française), le Genevois signe un contrat avec le RDD, le Renault Driver Development (At the end of 2005, helped by his French racing license (he benefits from dual nationality thanks to his French mother), the Genevan signed a contract with RDD, Renault Driver Development) 
  3. ^ "Meet the rookies: Romain Grosjean". F1Fanatic.co.uk. 2007. Diakses tanggal 2007-08-14. 
  4. ^ "Romain Grosjean joins Kimi Raikkonen at Lotus Renault for 2012". Autosport.com. Haymarket Publications. 9 December 2010. Diakses tanggal 9 July 2011. 
  5. ^ "Romain ID". Romain-Grosjean.com. 2006. Diakses tanggal 2009-08-05. 
  6. ^ "F3 Euro Mugello 1: Grosjean moves ahead". MaximumMotorsport.co.uk. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-12-03. Diakses tanggal 2007-08-14. 
  7. ^ Bradley, Charles. Grosjean takes title autosport.com, 2007-10-13. Retrieved 2007-10-13.
  8. ^ "Grosjean to race for ART in 2008". autosport.com. 2007-12-11. Diakses tanggal 2007-12-11. 
  9. ^ "Alonso, Piquet, Grosjean with Renault..." uk.eurosport.yahoo.com. 2007-12-10. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-12-15. Diakses tanggal 2007-12-10. 
  10. ^ English, Steven (2009-08-18). "Renault confirms Grosjean in, Piquet out". autosport.com. Haymarket Publications. Diakses tanggal 2009-08-18. 
  11. ^ Beer, Matt (2010-03-26). "Grosjean makes World GT1 move". autosport.com. Haymarket Publications. Diakses tanggal 2010-06-29. 
  12. ^ "Grosjean-Mutsch top driver standings". gt1world.com. FIA GT1 World Championship. 2010-05-23. Diakses tanggal 2010-06-29. 
  13. ^ "Le Mans 24 Hours – Race result". crash.net. Crash Media Group. 2010-06-13. Diakses tanggal 2010-06-29. 
  14. ^ "Grosjean on the Auto GP grid with DAMS". autogp.org. Auto GP. 2010-06-22. Diakses tanggal 2010-06-29. 
  15. ^ "Spa, Race 2: Iaconelli wins again". autogp.org. Auto GP. 2010-06-27. Diakses tanggal 2010-06-29. 
  16. ^ Beer, Matt (2010-07-20). "Grosjean returns to GP2 in Germany". autosport.com. Haymarket Publications. Diakses tanggal 2010-07-25. 
  17. ^ "Grosjean and Varhaug in DAMS' colours". http://gp2series.com. GP2 Series. 2011-01-25. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-28. Diakses tanggal 2011-05-23.  Hapus pranala luar di parameter |work= (bantuan)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]