Sergio Pérez

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sergio Pérez Mendoza
Sergio Pérez 2019 (cropped).jpg
Sergio Perez di tahun 2019
Lahir26 Januari 1990 (umur 31)
Bendera Meksiko Guadalajara, Jalisco, Meksiko
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
Kebangsaan Meksiko
Nomor mobil11
Jumlah lomba200 (196 start)
Juara dunia0
Menang2
Podium11
Total poin772
Posisi pole0
Lap tercepat4
Lomba pertamaGrand Prix Australia 2011
Menang pertamaGrand Prix Sakhir 2020
Menang terakhirGrand Prix Baku 2021
Lomba terakhirGrand Prix Baku 2021

Sergio Pérez Mendoza (lahir 26 Januari 1990[1]), dijuluki "Checo", merupakan seorang pembalap mobil professional asal Meksiko. Sejak tahun 2011 sampai dengan 2012, Pérez membalap di dalam ajang Formula 1 bersama dengan tim Sauber. Pada musim 2013, ia beralih memperkuat tim McLaren menggantikan posisi Lewis Hamilton sampai dengan akhir musim, sebelum kemudian posisinya digantikan oleh Kevin Magnussen. Mulai musim 2014 hingga musim 2020, Pérez membalap untuk tim Force India, sebelum kemudian posisinya digantikan oleh Sebastian Vettel. Pada musim 2019, tim tersebut berganti nama menjadi Racing Point, dan pada musim 2021, tim tersebut berganti nama lagi menjadi Aston Martin. Mulai musim 2021, Pérez membalap untuk tim Red Bull Racing mendampingi Max Verstappen.

Profil[sunting | sunting sumber]

Pérez merupakan adik dari pembalap NASCAR Corona Series, yakni Antonio Pérez.[2] Pérez memiliki hobi berolahraga seperti sepak bola, gym, dan golf. Makanan favoritnya adalah pasta dan makanan lokal Meksiko, yang dinamakan "tortas ahogadas". Pérez saat ini tinggal di negara Swiss, di dekat markas tim Sauber.

Sebelum Formula 1[sunting | sunting sumber]

Kompetisi single seater yang paling pertama bagi Pérez adalah kejuaraan Formula Dogde pada musim 2004. Ia bergabung bersama dengan tim yang disponsori secara penuh oleh sebuah perusahaan telekomunikasi asal Meksiko, yaitu Telmex. Ia berada di P11 di klasemen akhir kejuaraan pembalap di musim tersebut. Pada musim 2005, Pérez hengkang ke benua Eropa, dan bergabung bersama dengan tim Rosberg, untuk membalap di dalam ajang Formula BMW. Pada musim 2006, dengan masih bertahan di dalam ajang Formula BMW, Pérez kemudian hengkang ke tim ADAC Berlin-Brandenburg, dan di klasemen akhir kejuaraan pembalap, ia berada di P6 dengan 112 poin. Pada musim 2006-07 juga, Pérez berkompetisi di dalam ajang A1GP, namun ia hanya berpartisipasi di dalam satu balapan saja.

Pada tahun 2007, Pérez pindah ke dalam ajang Formula 3 Inggris, dengan bergabung bersama dengan tim T-Sport, untuk balapan di kategori Kelas Nasional, dan di akhir musim, ia berhasil keluar sebagai juara umum. Pada musim 2008, Pérez masih bertahan di dalam ajang Formula 3 Inggris, dan kali ini, ia naik kelas ke Kelas Internasional, dan menjadi salah satu pembalap yang mobilnya memakai tenaga mesin Mugen Honda pada saat itu. Sempat memimpin klasemen sementara kejuaraan pembalap, Pérez pada akhirnya harus puas finish di P4 di klasemen akhir kejuaraan pembalap.

Pada musim 2008-09, Pérez bergabung bersama dengan tim Campos Grand Prix, untuk membalap di ajang Seri GP2 Asia, dan pada saat itu, ia bermitra bersama dengan pembalap asal Rusia, yaitu Vitaly Petrov. Pérez menjadi orang Meksiko yang pertama sejak Giovanni Aloi yang pernah membalap di ajang Formula 3000 (yang merupakan pendahulu dari Seri GP2) pada tahun 1990. Pérez lantas berhasil memenangi balapan di Sakhir, Bahrain, secara spektakuler. Ia juga kemudian berhasil memenangi balapan di Losail, Qatar. Pada musim GP2 2009, ia pindah ke tim Arden International, dengan rekan setim Edoardo Mortara. Pérez hanya mampu finish di P13 di klasemen akhir kejuaraan pembalap, dengan hasil terbaik yaitu P2 di Valencia, Spanyol. Pada musim 2010, ia beralih ke tim Barwa Addax, dan ia pun berhasil menjadi runner-up di klasemen akhir kejuaraan pembalap, dengan lima kemenangan.[3]

Formula Satu[sunting | sunting sumber]

2011–12: Sauber[sunting | sunting sumber]

Tanggal 4 Oktober 2010 Peter Sauber mengumumkan bahwa tim Sauber akan memakai jasa Perez sebagai pembalap untuk musim 2011. Perez akan menjadi rekan setim dari pembalap Jepang Kamui Kobayashi. Sauber juga mengumumkan kemitraan sponsorship dengan Telmex mulai musim 2011.[4] Perez menjadi orang Meksiko kelima yang membalap di ajang F1 setelah terakhir kali oleh Héctor Rebaque pada musim 1981.

Debut Perez berjalan dengan baik di Australia saat ia finis di posisi tujuh, dengan memakai strategi dua pitstop.[5] Sayangnya beberapa jam usai lomba ia terkena diskualifikasi akibat pelanggaran sayap belakang.[6] Di balapan selanjutnya di Malaysia, Perez gagal finis usai terkena debris dari mobil Sebastien Buemi. Poin perdana Perez baru bisa diraih di Spanyol saat ia finis P9. Selanjutnya di Monako Perez mengalami kecelakaan hebat saat sesi kualifikasi, dan ia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka terkilir akibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan hebat bagi Checo di Monako bersama Sauber sejak Karl Wendlinger pada Grand Prix Monako 1994 saat latihan bebas setelah kematian Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger pada Grand Prix San Marino 1994 di Sirkuit Imola, Italia. Perez kemudian absen dari GP Monako dan kembali di Kanada saat ia hanya mengikuti sesi latihan bebas pertama yang kemudian sesudahnya ia mengalami mual dan pusing. Sauber kemudian mengganti Perez untuk satu balapan dengan Pedro de la Rosa. Perez kemudian berlaga kembali di Eropa dengan hasil finis P11. Ia meraih angka di balapan selanjutnya di posisi 7. Setelah itu di pertengahan musim, tim Sauber mulai inkonsisten dan kesulitan meraih angka. Krisis ini kemudian berujung pada pertarungan ketat antara Sauber dan Toro Rosso di klasemen konstruktor. Perez berhasil membantu Sauber keluar dari krisis konsistensi saat dirinya finis P10 di Italia dan disusul P8 di Jepang. Perez pun meraih angka lagi saat ia finis P10 di Abu Dhabi yang ia akui sebagai salah satu balapan sulit yang ia jalani. Pada klasemen akhir musim 2011, Perez berada di peringkat 16 dengan 14 poin.

Musim 2012 Sergio Perez langsung menggebrak dengan meraih posisi kedelapan di Australia walaupun dalam balapan tersebut ia sempat mengalami masalah dengan bannya. Di seri selanjutnya di Malaysia Perez tampil luar biasa di tengah trek basah. Ia membayangi Fernando Alonso sepanjang lomba dan bahkan sempat mengancam pimpinan balapan tersebut menjelang akhir balapan. Sebuah kesalahan kecil yang ia lakukan akhirnya membuat Perez harus puas finis sebagai runner-up di GP Malaysia. Selanjutnya di Cina Perez mencatat posisi kualifikasi terbaik yaitu di posisi 8 namun saat lomba ia harus puas finis di urutan 11 usai bermasalah dengan kopling. Pada GP Kanada, Perez mencatat podium F1 keduanya saat ia finis di urutan 3 setelah start dari urutan 15. Pada GP Inggris Perez sempat frustrasi kepada Pastor Maldonado usai mereka bersenggolan saat lomba berlangsung. Selanjutnya di GP Belgia, Perez tersingkir di tikungan pertama selepas start akibat efek domino kecelakaan beruntun Romain Grosjean, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, padahal saat kualifikasi Perez mencatat posisi start yang baik yaitu di urutan 4 usai Maldonado terkena penalti grid. Podium terakhir Perez di musim 2012 dicatat saat ia membalap secara brilian di GP Italia dengan start dari posisi 12 dan finis di urutan 3.

2013: McLaren[sunting | sunting sumber]

Penampilan bagus selama musim 2012 membuat Perez dihubung-hubungkan dengan Scuderia Ferrari untuk musim 2013, tetapi Luca Montezemolo merasa Perez masih terlalu muda, belum layak untuk masuk ke Ferrari. McLaren disisi lain terkesan dengan penampilan Perez selama musim 2012 dan memutuskan merekrutnya sebagai pengganti Lewis Hamilton yang hengkang ke Mercedes GP.[7][8]

Musim 2013 dijalani Perez dengan penuh kekecewaan dengan kondisi mobil McLaren yang tidak kompetitif. Walaupun demikian, skill agresif khas Perez beberapa kali terlihat seperti saat melawan rekan setimnya sendiri, Jenson Button di GP Bahrain[9][10] dan saat melawan Kimi Raikkonen di GP Monako dimana saat lomba berlangsung Kimi menyebut Perez sebagai pembalap bodoh. Seusai lomba Kimi menambahkan bahwa Perez perlu mendapat tinju di wajahnya dikarenakan beberapa aksi berbahaya saat lomba berlangsung.[11] Satu-satunya harapan meraih podium untuk Perez di musim 2013 didapatkan di GP India, tetapi tidak bisa dimaksimalkan oleh tim McLaren karena faktor kesalahan strategi.

Mendekati akhir musim, McLaren melakukan evaluasi menyeluruh pada kedua pembalapnya dengan hasil keputusan Perez meninggalkan tim dan digantikan oleh rookie Kevin Magnussen untuk 2014.[12]

2014-2018: Force India[sunting | sunting sumber]

Sergio Perez diumumkan sebagai pembalap baru tim Force India pada 12 Desember 2013.[13] Ia menemani Nico Hulkenberg yang kembali dari Sauber.

Di Grand Prix Australia, ia finis di urutan ke-11 tetapi naik ke urutan ke-10 untuk mendapatkan poin pertamanya untuk Force India karena Daniel Ricciardo didiskualifikasi karena melanggar batas bahan bakar. Dia gagal memulai Grand Prix Malaysia, setelah mobilnya mengalami masalah girboks sebelum dimulainya balapan. Namun demikian, seminggu kemudian di Grand Prix Bahrain, ia mampu mencetak podium pertama Force India sejak 2009, menahan Red Bull Ricciardo untuk finis ketiga. Di Grand Prix Tiongkok, Checo memulai dari posisi 16 dan setelah mendapatkan empat tempat di awal, mampu menyalip McLaren dan Toro Rosso dari Daniil Kvyat untuk finis ke-9. Mengalahkan rekan setimnya untuk kedua kalinya, Pérez memulai di posisi kesepuluh untuk Grand Prix Monako namun tabrakan putaran pertama dengan Button berarti mundur untuk pertama kalinya di musim ini. Di Grand Prix Kanada, Pérez kembali berjuang untuk podium lagi sampai mobil mengalami masalah pengereman, yang kemudian mengakibatkan kehilangan posisi ketiga untuk kedua Red Bull. Pada lap terakhir ia terlibat tabrakan dengan Felipe Massa, yang menabrak bagian belakang Force India-nya, membuat kedua mobilnya menabrak pembatas jalan. Checo kemudian diberi penalti grid lima tempat untuk balapan berikutnya, karena stewards memutuskan dia mengubah jalur balapnya, menyebabkan Massa menabraknya. Di Grand Prix Austria, Checo mencatatkan lap tercepat ketiga dalam karirnya dan juga memberi Force India lap tercepat ketiga dalam sejarah mereka.

Pada 7 November 2014, sebelum Grand Prix Brasil, Force India mengumumkan bahwa Checo akan tetap bersama tim untuk musim 2015. Pérez menyatakan bahwa negosiasi kontrak sedang "sedang berlangsung", sehubungan dengan perpanjangan kontrak lebih lanjut. Kesepakatan itu secara resmi dikonfirmasi di Grand Prix Abu Dhabi, dengan Pérez menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun, hingga akhir musim 2016.

Musim 2015 dimulai dengan peringkat ke-10 untuk Checo di Australia, diikuti oleh peringkat ke-13 di Malaysia, peringkat ke-11 di China, dan peringkat kedelapan di Bahrain. Dia berada di urutan kelima di Belgia dan keenam di Italia. Balapan terbaiknya musim ini adalah di Rusia, di mana ia mencetak podium pertamanya di tahun 2015 dan podium ketiga di Force India. Dia menyelesaikan kejuaraan 2015 di kesembilan, posisi kejuaraan tertinggi hingga saat ini, dengan 78 poin. Dia mengungguli rekan setimnya Hülkenberg dengan 20 poin. Selain finis podium di Rusia, ia berhasil tiga finis lima besar lebih lanjut di Belgia, AS, dan Abu Dhabi; dia mencetak 63 dari 78 poinnya di sembilan seri terakhir. Di paruh kedua musim, dia mengalahkan rekan setimnya dalam enam dari sembilan balapan terakhir, dan delapan kali sepanjang musim.

Checo mengalami awal musim yang sulit untuk empat balapan pertama karena VJM09 yang tidak kompetitif, tetapi mencetak poin dengan tempat kesembilan di Rusia. Peningkatan diperkenalkan di Barcelona dengan finis ketujuh menunjukkan peningkatan dalam bentuk tim.

Di Monako, Checo mencetak podium keenamnya (dan keempat Force India) dalam kondisi basah dan berubah-ubah, dan pindah ke urutan kesembilan dalam klasemen Kejuaraan Pembalap. Manajemen ban memainkan peran penting tetapi berbeda dengan kesempatan sebelumnya ia mengadu sebanyak Ferrari dan Red Bull, kadang-kadang mengejar pelari depan dan berhasil menahan Sebastian Vettel di urutan keempat dengan jarak yang nyaman.

Di Grand Prix Eropa di Baku, Checo sekali lagi finis ketiga, pulih dari penalti penggantian girboks akibat kecelakaan selama latihan bebas, karena cukup cepat untuk lolos di barisan depan. Meskipun harus start dari posisi ketujuh di grid, dia berhasil naik ke posisi keempat sebelum melewati Kimi Räikkönen di lap terakhir balapan untuk posisi ketiga, menjadikannya podium kedua dalam tiga balapan.

Setelah Grand Prix Malaysia 2016, Pérez menegaskan bahwa dia telah berkomitmen untuk Force India untuk musim 2017. Dia tetap bersama tim India untuk musim keempat berturut-turut bersama rekan setimnya yang baru Esteban Ocon, mengakhiri spekulasi kemungkinan pindah ke Williams, Renault atau Haas. Dia sangat konsisten dengan finis tertingginya pada tahun 2017 di tempat keempat di Spanyol setelah dua rival bertabrakan di awal, dan yang ketiga tersingkir di tengah balapan dengan kegagalan unit daya. Dia mengakhiri rentetan 17 poin saat dia akhirnya bertabrakan dengan Daniil Kvyat di Monako. Dia memiliki momen dengan rekan setimnya di Kanada ketika dia tidak mengizinkan rekan satu timnya lewat, yang mengira dia bisa menantang Daniel Ricciardo untuk posisi ke-3. Dia kembali tersingkir di Baku di mana dia pikir dia bisa menantang untuk menang sebelum bertabrakan dengan Ocon. Dia finis di urutan ke-7 di Austria dan naik ke urutan ke-6 di klasemen setelah Max Verstappen keluar dari balapan di lap pertama. Dia turun ke urutan ke-7 dalam kejuaraan setelah finis di urutan ke-9 di Inggris, di belakang rekan setimnya dan Verstappen finis di urutan ke-4. Dia tetap 7 di klasemen untuk sisa musim.

Checo menyelesaikan tiga balapan pertama musim ini di luar poin. Dia kemudian mencapai podium kedelapan karirnya di Grand Prix Azerbaijan, finis ke-3 setelah balapan yang penuh insiden. Dia melewati pemimpin kejuaraan saat itu Sebastian Vettel untuk tempat ke-3 dengan beberapa lap tersisa, menjadikannya pembalap pertama yang finis di podium dua kali di Sirkuit Kota Baku (pada 2016 dan 2018). Poin lain selesai datang dengan tempat ke-9 di Spanyol. Di Prancis, ia tersingkir dari balapan dengan kerusakan mesin. Tiga poin berturut-turut selesai diikuti, dengan finis ke-7 di Austria dan Jerman.

Setelah Grand Prix Hongaria, Force India dimasukkan ke dalam administrasi. Hal ini disebabkan sekelompok kreditur (termasuk Pérez) melakukan tindakan hukum terhadap tim tersebut. Pérez mengatakan bahwa tindakan ini diambil untuk menyelamatkan tim dan karyawannya dari perintah penutupan yang dipicu oleh kreditur lain, yang akan mengakibatkan kebangkrutan tim. Sesaat sebelum Grand Prix Belgia, aset Force India dibeli oleh konsorsium investor yang dipimpin oleh Lawrence Stroll, ayah dari pembalap Williams Lance Stroll. Tim tersebut diterima kembali ke kejuaraan sebagai tim baru Racing Point Force India menjaga Pérez dan Ocon sebagai pembalap mereka. Di Grand Prix Belgia, tim kembali kuat dengan Pérez dan Ocon kualifikasi 4 dan 3, dan finis 5 dan 6, masing-masing.

Pérez meraih tujuh poin dari sembilan balapan di paruh kedua musim ini. Namun, ia menghadapi kritik setelah kinerja yang buruk di Singapura. Dia bertabrakan dengan rekan setimnya Ocon di lap pembukaan, menyebabkan Ocon menabrak dinding dan mundur dari balapan. Ia juga bertabrakan dengan Sergey Sirotkin, aksi yang berujung penalti drive-through. Dia kemudian menyatakan bahwa dia pikir hukumannya "adil". Dia kemudian mengalami kegagalan rem dan mundur dari balapan rumahnya di Meksiko. Dia mengakhiri musim di tempat ke-8 di kejuaraan dengan 62 poin, finis di depan rekan setimnya Ocon dan menjadi satu-satunya pembalap non-Mercedes, Ferrari atau Red Bull yang finis di podium musim itu.

2019-2020: Racing Point[sunting | sunting sumber]

Musim 2019 melihat Racing Point Force India menjadi Racing Point, mempertahankan Checo sebagai pembalap. Dia bergabung di tim oleh mantan pembalap Williams Lance Stroll. Racing Point melihat 2019 sebagai musim transisi, dengan banyak pekerjaan pada mobil tahun itu terganggu oleh acara administrasi tahun sebelumnya. Awal yang baik untuk musim ini, termasuk finis ke-6 di Azerbaijan, diikuti oleh serangkaian delapan balapan tanpa poin, rangkaian terpanjang dalam karirnya. Ini termasuk Grand Prix Jerman yang terkena hujan, di mana dia tersingkir di awal balapan sementara rekan setimnya Stroll memimpin balapan dengan singkat dan akhirnya finis di urutan ke-4.

Mirip dengan 2018, Pérez bernasib jauh lebih baik selama paruh kedua musim ini. Kecuali tersingkir di Singapura karena kebocoran oli, ia mencetak poin di setiap balapan setelah liburan musim panas, termasuk finis di posisi ke-6 di Belgia, lomba dibayangi kematian Anthoine Hubert yang terlibat kecelakaan fatal dengan Juan Manuel Correa pada hari sebelumnya di perlombaan fitur Formula 2 dan sebelum kematian Afridza Munandar di Asia Talent Cup seri Sepang 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia yang terlibat kecelakaan fatal dengan Shinji Ogo. Banyak dari titik finis ini berasal dari posisi grid awal yang rendah, termasuk finis ke-7 di Italia setelah start dari posisi ke-18, ke-8 di Jepang dari posisi ke-17, dan ke-10 di Amerika Serikat setelah start dari jalur pit. Dia menyelesaikan musim di tempat ke-10 di kejuaraan dengan 52 poin, nyaman di depan rekan setimnya Stroll.

Pérez telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Racing Point, di mana ia seharusnya terus membalap hingga akhir 2022. Tiga hari sebelum Grand Prix Inggris, ia dinyatakan positif mengidap virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Karena ini, ia tidak dapat berpartisipasi dalam Grand Prix Inggris. Dia untuk sementara digantikan oleh Nico Hülkenberg. Dipastikan bahwa ia juga akan melewatkan Grand Prix HUT ke-70, karena ia kembali dinyatakan positif COVID-19. Setelah dites negatif untuk COVID-19 setelah Grand Prix HUT ke-70, Pérez kembali membalap di Grand Prix Spanyol, ia lolos ke posisi keempat dan menyelesaikan balapan di posisi kelima. Pada September 2020, Pérez mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Racing Point pada akhir musim 2020. Dia akan digantikan oleh Sebastian Vettel sebagai Racing Point menjadi Aston Martin untuk musim 2021.

Checo meraih podium kesembilannya di F1 di Grand Prix Turki. Setelah kualifikasi ketiga di tengah hujan, Checo melewati Max Verstappen dan naik dari posisi ketiga ke urutan kedua, hanya di belakang rekan setimnya Lance Stroll, memulai dengan ban basah penuh hujan dan mengganti ban menengah pada lap 10 dari 58. Pérez mewarisi keunggulan setelah Stroll membuat a pitstop, dan pada lap 37 dia disalip oleh Lewis Hamilton untuk memimpin. Podiumnya ditempati oleh Hamilton, Perez, dan Sebastian Vettel. Pérez berada di urutan ke-3 untuk sebagian besar Grand Prix Bahrain setelah start dari posisi ke-5, tetapi masalah kelistrikan MGU-K menyerang dengan hanya beberapa lap tersisa, memaksanya untuk menepi dan menghentikan mobil dengan api membumbung keluar dari unit daya.

Sejak Checo mengumumkan kepergiannya dari Racing Point, ada dukungan dari media untuknya, dengan The Race mengatakan itu akan menjadi "ketidakadilan besar jika Perez tidak berada di grid 2021." Mantan pembalap F1 yang menjadi komentator/pundit Sky Sports F1 Martin Brundle juga menyuarakan pemikiran serupa dalam ulasan kolom online-nya tentang Grand Prix Turki 2020 di mana Perez finis kedua dan menyarankan agar Perez "harus ada di radar Red Bull Racing" untuk bermitra dengan Max Verstappen sebagai pengganti Alexander Albon yang pindah ke ajang Deutsche Tourenwagen Masters bersama AlphaTauri AF Corse dengan Ferrari 488 GT3 Evo 2020.

Checo memenangkan balapan pertamanya di Sakhir Grand Prix, menjadi pemenang balapan ke-110 Formula 1. Pada lap pertama Pérez ditabrak oleh Leclerc dan naik dari posisi ke-2 ke posisi ke-18 dan terakhir. Pada lap 64 ia memimpin dan memenangkan balapan di depan Esteban Ocon dan rekan setimnya Stroll. Ini adalah kemenangan pertama pebalap Meksiko sejak Pedro Rodríguez memenangkan Grand Prix Belgia 1970 50 tahun sebelumnya, pendahulu tim Jordan Grand Prix terakhir memenangkan balapan di Grand Prix Brasil 2003 ditangan Giancarlo Fisichella.

2021: Red Bull Racing[sunting | sunting sumber]

Sergio Perez diumumkan sebagai pembalap baru tim Red Bull Racing pada 18 Desember 2020.[14] Ia akan bertandem dengan Max Verstappen untuk musim 2021.

Statistik[sunting | sunting sumber]

Musim Seri Tim Lomba Pole Menang Poin Klasemen
2004 Skip Barber National Championship Telmex Racing 14 0 0 77 11th
2005 Formula BMW ADAC Team Rosberg 19 0 0 37 14th
2006 Formula BMW ADAC ADAC Berlin-Brandenburg 18 0 0 112 6th
2006–07 A1 Grand Prix A1 Team Mexico 2 0 0 35† 10th†
2007 British Formula Three – National Class T-Sport 21 14 14 376 1st
2008 British Formula Three T-Sport 22 0 4 195 4th
2008–09 GP2 Asia Series Campos Grand Prix 11 0 2 26 7th
2009 GP2 Series Arden International 20 0 0 22 12th
2009–10 GP2 Asia Series Barwa Addax Team 4 0 0 5 15th
2010 GP2 Series Barwa Addax Team 20 1 5 71 2nd
2011 Formula Satu Sauber F1 Team 19 0 0 14 16th
2012 Formula Satu Sauber F1 Team 20 0 0 22 10th
2013 Formula Satu Vodafone McLaren Mercedes 19 0 0 49 11th
2014 Formula Satu Sahara Force India F1 Team 19 0 0 59 10th
2015 Formula Satu Sahara Force India F1 Team 19 0 0 78 9th
2016 Formula Satu Sahara Force India F1 Team 21 0 0 101 7th
2017 Formula Satu Sahara Force India F1 Team 20 0 0 100 7th
2018 Formula Satu Sahara Force India F1 Team 12 0 0 100 7th
Racing Point Force India F1 Team 9 0 0
2019 Formula Satu SportPesa Racing Point F1 Team 21 0 0 52 10th
2020 Formula Satu BWT Racing Point F1 Team 15 0 1 125 4th
2021 Formula Satu Red Bull Racing 7 0 1 84 3rd

† Includes points scored by other drivers.

* Season in progress

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Profile Sergio Pérez". sauberf1team.com. Sauber F1 Team. Diakses tanggal 2011-08-17. 
  2. ^ "Bienvenidodosa PerezRacing.com". Official Pérez Brothers. Diakses tanggal 2010-10-14. 
  3. ^ Beer, Matt (2009-12-09). "Perez rejoins Addax for 2010". autosport.com. Haymarket Publications. Diakses tanggal 2010-03-13. 
  4. ^ Sauber signs Perez for 2011 season, Autosport.com, October 4th 2010
  5. ^ Holt, Sarah (27 March 2011). "Sebastian Vettel beats Lewis Hamilton in Australian GP". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 27 March 2011. 
  6. ^ "Sauber disqualified after Sergio Perez impresses". BBC Sport. BBC. 2011-03-27. Diakses tanggal 2011-04-10. 
  7. ^ Noble, Jonathan (28 September 2012). "Sergio Perez gets Lewis Hamilton's McLaren seat". Autosport. Haymarket Publications. Diakses tanggal 1 December 2012. 
  8. ^ "Vodafone McLaren Mercedes confirms multi-year deal with Sergio Perez". McLaren. McLaren Group. 28 September 2012. Diakses tanggal 1 December 2012. 
  9. ^ http://www.formula1.com/results/season/2013/896/7209/
  10. ^ "'Dirty' driver Perez has to calm down - Button". ESPN. ESPN. 21 April 2013. Diakses tanggal 01 December 2013. 
  11. ^ http://www.bbc.co.uk/sport/0/formula1/22675026
  12. ^ "Sergio Perez confirms McLaren departure". BBC Sport. 13 November 2013. Diakses tanggal 15 November 2013. 
  13. ^ "Perez joins Hulkenberg at Force India for 2014 F1 season". Autosport. Diakses tanggal 12 December 2013. 
  14. ^ "Perez to partner Verstappen at Red Bull in 2021, as Albon becomes reserve driver | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-18. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]