Michael Schumacher

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Michael Schumacher
Micheal Schumacher di Bahrain 2012.jpg
Michael Schumacher di Grand Prix Bahrain 2012.
Lahir3 Januari 1969 (umur 50)
Bendera Jerman Barat Hürth, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat
Karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan Jerman
Tahun aktif19912006, 20102012
TimJordan, Benetton, Ferrari, Mercedes
Jumlah lomba308 (306 start)
Juara dunia7 (1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004)
Menang91
Podium155
Total poin1.566
Posisi pole68
Lap tercepat77
Lomba pertamaGrand Prix Belgia 1991
Menang pertamaGrand Prix Belgia 1992
Menang terakhirGrand Prix Tiongkok 2006
Lomba terakhirGrand Prix Brasil 2012
Catatan lomba Le Mans 24 Jam
Tahun1991
TimTeam Sauber Mercedes
Hasil terbaikPosisi 5 dalam C2 (1991)
Menang kelas0
Tanda tangan
Statistik terbaru dimutakhir pada 18 Februari 2018.

Michael S. Schumacher, Légion d'honneur[1] (/ˈʃmɑːkər/, pengucapan bahasa Jerman: [ˈmɪçaʔeːl ˈʃuːmaxɐ] ( simak), akrab disapa "Schumi"[2], "Schuey",[3] atau "Schu"[4],lahir di Hürth, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat, 3 Januari 1969; umur 50 tahun)[5] adalah seorang mantan pembalap Formula Satu asal Jerman.[6] Ia berkarier di F1 dalam dua kesempatan berbeda, yang pertama dari tahun 1991 sampai 2006 dengan bergabung bersama Jordan, Benetton, dan Ferrari dan yang kedua dari tahun 2010 sampai 2012 bersama tim Mercedes. Schumi pertama kali membalap di ajang F1 pada lomba GP Belgia 1991 dan sampai akhir kariernya di F1 ia telah menjuarai 91 balapan dan tujuh kali merebut gelar juara dunia (1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003 dan 2004).[5] Ia juga memegang beberapa rekor pribadi di arena F1 seperti juara dunia paling banyak (7 kali), kemenangan lomba terbanyak (91 kali) dan jumlah kemenangan lomba terbanyak dalam satu musim (sebanyak 13 kali di musim 2004).

Schumi merupakan salah satu pembalap tersukses yang pernah membalap di arena F1.[7][8] Ia bersama Jimmie Johnson (NASCAR), Valentino Rossi (MotoGP) dan Sebastien Loeb (WRC), juga sering disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal Abad 21.[9][10] Schumi bersama adiknya (Ralf) merupakan satu-satunya pasangan kakak beradik yang sukses mencatatkan kemenangan balapan 1-2 di GP Kanada 2001 dan GP Kanada 2003.[11] Di luar trek balapan sendiri, Schumi merupakan salah satu duta dari UNESCO dan juga duta untuk keselamatan pengemudi jalan raya. Ia juga sering menyumbangkan uang penghasilannya untuk beberapa kegiatan amal dan kemanusiaan bagi yang membutuhkan di seluruh dunia.[12]

Namun di balik kariernya yang cukup luar biasa, Schumi juga memiliki beberapa kontroversi, di antaranya adalah pada saat perebutan gelar juara dunia melawan Damon Hill di GP Australia 1994 dan melawan Jacques Villeneuve di GP Eropa 1997 yang menyebabkan Schumi terkena diskualifikasi dari kejuaraan dunia. Sampai saat ini Schumi memegang rekor sebagai satu-satunya pembalap yang terkena diskualifikasi dari klasemen kejuaraan dunia.[13]

Awal karier Schumi sendiri dimulai dari balapan gokart sebelum kemudian ia naik kelas ke ajang balap mobil kursi tunggal dan kemudian berhasil memenangi Formula König dan Formula Tiga.[14] Ia kemudian dikontrak oleh Mercedes-Benz untuk turun di ajang kejuaraan Sportscar sebelum kemudian dikontrak oleh Jordan Grand Prix untuk membalap di GP Belgia 1991.[14] Dari sana ia kemudian ditarik masuk ke Benetton oleh Flavio Briatore.[15] Setelah berhasil menjadi juara dunia di musim 1994 dan 1995, Schumi lantas hengkang ke Ferrari pada tahun 1996 dan kemudian berhasil mendominasi F1 selama lima musim berturut-turut dari 2000 sampai 2004.[14] Ia kemudian pensiun dari F1 di akhir musim 2006 dan menjadi konsultan untuk tim Ferrari.[16] Pada pertengahan tahun 2009 Schumi nyaris saja kembali membalap di F1 bersama tim Ferrari setelah Felipe Massa mengalami kecelakaan hebat di GP Hungaria, namun dikarenakan menderita cedera leher akibat kecelakaan saat mengikuti sebuah perlombaan balap motor, Schumi akhirnya mengurungkan niatnya untuk turun kembali di F1.[17] Pada musim 2010, Schumi kembali aktif membalap di F1 bersama tim Mercedes GP dengan kontrak berdurasi tiga musim (2010-2012).[18] Pada periode tersebut Schumi gagal menambah jumlah kemenangan lombanya dan hanya mampu naik podium satu kali saat finis di urutan ketiga di GP Eropa. Schumi memutuskan pensiun untuk kali kedua di akhir musim 2012.[19]

Profil[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Michael Schumacher di GP Amerika Serikat tahun 2005.

Michael Schumacher, yang lahir tanggal 3 Januari 1969 di Hürth, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat, merupakan putra pertama dari pasangan Rolf Schumacher dan Elizabeth. Ayahnya, Rolf merupakan seorang tukang batu yang sering nyambi menjadi marshall di sebuah trek gokart di Kerpen.[20] Dari sinilah ketertarikan Schumi terhadap dunia balap tumbuh,[21] Pada tahun 1975 lahirlah sang adik yang diberi nama Ralf Schumacher yang kelak kemudian juga mengikuti jejak langkah Schumi sebagai pembalap.[5]

Pada usia 9 tahun, Schumi mulai turun di kejuaraan gokart lokal. Lalu pada usia 16 tahun, di kala ia masih duduk di bangku sekolah, Schumi kerap membantu adiknya dalam balapan gokart,[22] dengan menjadi mekanik dari gokart yang ditunggangi oleh adiknya.[23]

Schumi adalah seorang penyayang binatang. Ia pernah memiliki lima ekor anjing di rumahnya di Swiss.[24] Dua ekor anjing yang dianggap menjadi kesayangan bagi Schumi adalah Flo yang merupakan anjing pungut dari Brasil dan Ed yang kehadirannya sempat membuat heboh karena membuat Schumi harus berurusan dengan pihak yang berwajib.[25] Selain anjing, Schumi juga sempar memelihara seekor kura-kura. Kura-kura tersebut adalah pemberian Mika Hakkinen, yang merupakan seorang pecinta kura-kura.[26] Oleh Schumi, kura-kura tersebut kemudian diberi logo sponsor pribadinya, Deutsche Vermogensberatung, supaya mudah ditemukan bila hilang.[27]

Schumi menikah dengan Corrina pada pertengahan 1995, dan mempunyai dua anak, Gina Maria (lahir tahun 1997) dan Mick (lahir tahun 1999).[28] Sebelumnya, Corrina adalah mantan pacar dari Heinz-Harald Frentzen.[29] Pasangan ini sempat menetap di Monaco, namun Schumi lebih memilih untuk mengasingkan keluarganya dari dunia selebritis,[30] hingga akhirnya ia memilih untuk menetap di Swiss. Saat ini Gina-Maria menjadi seorang atlet berkuda mengikuti jejak karier ibunya sementara Mick mengikuti jejak ayahnya sebagai pembalap mobil.[28][31]

Dalam hal musik, Schumi adalah fans penyanyi legendaris Frank Sinatra. Lagu favoritnya adalah "My Way", ia menganggap bahwa beberapa bait lirik dari lagu itu mempunyai pengertian yang mendalam bagi hatinya.[32] Di luar balap mobil, Schumi juga adalah seorang penggemar sepeda motor, bahkan dia lebih senang mengendarai motor saat datang dari hotel ke sirkuit.[33]

Schumi tercatat dua kali masuk dalam daftar "Top 100" majalah Forbes, yaitu urutan ke-15 edisi "Selebriti Berpengaruh pada Abad 20" (terbit: 2001)[34] dan urutan ke-17 "The Power of Celebrity 100" (terbit: 2005).[35]

Keuangan dan sponsor[sunting | sunting sumber]

Schumi dalam sebuah acara promosi di Frankfurt tahun 2007.

Schumi, sejak awal kariernya telah mempunyai beberapa sponsor pribadi. Pertama saat ia turun di Sportscar, ia di dukung penuh oleh Mercedes-Benz.[36] Hal ini sempat menjadi pertimbangan bagi Ron Dennis saat akan merekrutnya di akhir 1995, ketika tim McLaren berkerjasama dengan pabrikan Mercedes-Benz. Namun karena gaji Schumi yang terlalu mahal, akhirnya Ron memutuskan untuk tidak merekrut Schumi.[37]

Pada 1996 Deutsche Vermogensberatung resmi masuk menjadi sponsor Schumi.[38] Awalnya sponsor tersebut memajang namanya di helm dengan nama "DVAG". Namun mereka kemudian memutuskan untuk menulis nama sponsorshipnya secara lengkap, karena khawatir adanya salah pengertian dengan sponsor Schumi sebelumnya yaitu DEKRA.[39] Mulai 1998 Deutsche Vermogensberatung memindahkan tempat sponsorshipnya dari helm ke topi. Sponsorship ini kemudian bertahan hingga akhir karier Schumi di ajang F1.[40][41] Selain Deutsche Vermogensberatung, produsen jam tangan Omega juga menjadi salah satu sponsor Schumi.[42] Omega menjadi sponsor pribadi Schumi sampai akhir tahun 2009. Sponsor lainnya yang juga memakai Schumi sebagai bintang iklannya adalah produsen kosmetik L'Oreal.[43]

Untuk kegiatan amal, Schumi diangkat menjadi duta UNESCO sejak 1995. Tugasnya di UNESCO adalah membantu pengembangan pendidikan masyarakat di beberapa negara tertinggal.[44]

Pada tahun 2004, Forbes menyatakan Schumi sebagai olahragawan dengan bayaran terbesar kedua di dunia.[45] Pada 2005, majalah Eurobusiness mengidentifikasikan Schumi sebagai olahragawan miliuner pertama di dunia. Pendapatannya pada tahun 2004 diperkirakan sekitar 80 juta dolar AS.[46] Kebanyakan dari pendapatan Schumi didapatkan melalui iklan sponsor baik sponsor pribadi maupun sponsor tim balap yang ia perkuat. Pada awal 2005, Schumi menyumbangkan setidaknya 10 juta dolar AS untuk para korban gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004.[47] Sumbangan dari Schumi ini merupakan yang terbesar dari sekian banyak atlet, tim/klub olahraga, perusahaan-perusahaan multinasional dan bahkan beberapa negara.[48] Diketahui salah satu pengawal pribadi Schumi yang bernama Burkhard Cramer bersama keluarganya adalah termasuk dalam korban bencana alam tersebut.[49]

Musibah ski 2013[sunting | sunting sumber]

Pada 29 Desember 2013, Schumi melakukan olahraga ski bersama anaknya yang berusia 14 tahun, Mick, di kawasan Alpen Prancis. Saat ia melintasi area yang kurang aman di antara Piste Chamoix dan Piste Maudit[50] ia terjatuh dan kepalanya mengenai batu yang mengakibatkan ia terkena cedera kepala meskipun mengenakan helm ski. Merujuk pada keterangan pelatih fisiknya, Schumi kemungkinan tewas jika ia tidak mengenakan helm.[51] Schumi lantas didiagnosa mengalami cedera otak dan berada dalam kondisi koma. Dokter yang menangani Schumi pada 7 Maret 2014 menyatakan Schumi dalam kondisi stabil.[52][53] Pada 4 April 2014, humas pribadi Schumi menyatakan kliennya menunjukan tanda kemajuan dan berangsur pulih meninggalkan fase koma induksi.[54] Pada pertengahan Juni, Schumi keluar dari ruang ICU dan dipindahkan ke ruang rehabilitasi.[55] Pada 16 Juni 2014, Schumi mulai menunjukan tanda sadar dan akhirnya keluarganya membawa pulang Schumi dari RS Grenoble untuk kemudian dibawa ke sebuah tempat rehabilitasi di Rumah Sakit Universitas Lausanne (CHUV) di Swiss.[56] Pada 9 September 2014, Schumi keluar dari rumah sakit dan mulai menjalani perawatan dirumahnya. Berselang dua bulan kemudian, Schumi dilaporkan lumpuh dan harus memakai kursi roda. Ia juga tidak bisa berbicara dan mengalami gangguan ingatan.[57] Dalam sebuah video yang dirilis tahun 2015, manajer Schumi, Sabine Kehm menyatakan kondisi kliennya mulai membaik dan terus menunjukan tanda kemajuan berarti walaupun lambat.[58]

Pada September 2016, Felix Damm, pengacara keluarga Schumi menyatakan kepada pengadilan Jerman bahwa kliennya tidak bisa berjalan sebagai respon atas berita yang dibuat salah satu media Jerman yaitu Die Bunte yang menyatakan bahwa Schumi sudah bisa berjalan lagi walaupun tersendat-sendat.[59][60]

Pada Desember 2018 dilaporkan Schumi "tidak berada di tempat tidur ataupun memakai tabung alat bantu makan".[61] Sampai saat ini Schumi masih menjalani rehabilitasi dengan privasi yang cukup ketat dirumahnya di Swiss.

Karier awal[sunting | sunting sumber]

Mobil Formula 3 Schumi tahun 1990.

Michael Schumacher memulai karier balapnya saat usia 7 tahun. Dikarenakan pihak otoritas Jerman hanya memberikan SIM balapan jika seseorang sudah berusia 14 tahun, Schumi kemudian berpindah tempat ke Luxemburg pada tahun 1981, dan ia berhasil mendapatkan SIM balapan resmi untuk pertama kalinya.[62] Kemudian pada 1984, Schumi akhirnya berhasil mendapatkan SIM balapan dari Jerman setelah ia memenangi Kejuaraan Kart Junior Jerman. Ia lantas bergabung dengan Eurokart yang dimiliki Adolf Neubert tahun 1985.[63] Pada 1986, Schumi memenangi dua kejuaraan gokart sekaligus, yaitu Kejuaraan Nasional Jerman, dan Kejuaraan Gokart Eropa.[64] Schumi bertahan di ajang gokart sampai akhir tahun 1987.[64]

Karier single seater pertana Schumi setelah gokart adalah pada ajang Formula Koenig pada tahun 1988 di mana ia berhasil menjadi juara umum pada tahun pertamanya.[65][66] Schumi juga turun di ajang Formula Ford 1600 dan Formula Ford Jerman pada tahun yang sama.[67] Hasil di Formula Ford 1600 adalah menjadi runner-up di belakang pembalap Finlandia, Mika Salo.[68] Sementara di Formula Ford Jerman ia hanya mampu menduduki posisi 6 klasemen. Di akhir tahun Schumi juga turun di lomba Grand Prix Makau, namun ia gagal finish dalam perlombaan tersebut.[65]

Pada tahun 1989, Schumi kemudian turun di seri Formula 3 Jerman, dengan bergabung dengan WTS Formula 3 Team milik Willi Weber.[69] Hasil akhirnya cukup baik di mana ia berhasil finish di posisi ketiga klasemen, di bawah Heinz-Harald Frentzen dan Karl Wendlinger.[69] Tahun berikutnya giliran Schumi yang naik menjadi juara umum di ajang F3 Jerman. Kemudian pada akhir tahun, Schumi kembali lagi turun di ajang F3 Makau GP. Di sini ia kemudian bertemu dengan seorang pembalap yang kelak akan menjadi rival sekaligus teman baiknya, Mika Hakkinen.[70][71] Benih-benih persaingan Schumi dan Hakkinen sudah mulai terlihat saat itu, di mana ketika lomba berlangsung, Schumi menjadi aktor utama atas insiden Mika yang saat itu menabrak dinding, di mana atas kejadian tersebut safety car keluar mengawal pembalap, dan turut membantu Schumi meraih kemenangan di Makau.[72]

Schumi juga piawai di ajang Sportcar.[69] Pada 1990 sembari ia membalap di F3 Jerman, ia masuk menjadi anggota tim Mercedes Junior di tim Sauber untuk turun di ajang World Sportscar Championship[73], di mana kemudian ia menjadi juara di Meksiko. Pada tahun yang sama, ia juga memulai debutnya di ajang Formula 3000 Jepang, dan ia menduduki peringkat kedua di Sugo, Jepang.[67] Ia hanya turun satu balapan di ajang tersebut, karena ia kemudian dipanggil oleh Eddie Jordan untuk turun di ajang F1.[69]

Karier Formula Satu[sunting | sunting sumber]

1991: Jordan Grand Prix[sunting | sunting sumber]

Schumi, saat testing dengan mobil Jordan 191.

Pada Agustus 1991, Schumi memulai debutnya di F1. Ia bergabung bersama tim Jordan di GP Belgia, menggantikan Bertrand Gachot yang sedang di hukum oleh kepolisian Inggris akibat ulahnya yang menyemprot seorang sopir taksi di London dengan gas CS.[74] Eddie Jordan berhasil mendapatkan Schumi yang saat itu masih bergabung bersama Mercedes-Benz, untuk bisa turun di F1, Eddie lantas membayar konpensasi kepada Mercy sebesar $150,000.[75] Dalam debutnya, Schumi menempati grid ketujuh dalam kualifikasi, dan saat balapan ia berhasil melakukan start dengan gemilang, tetapi kemudian ia namun gagal menyelesaikan balapan akibat kerusakan kopling di akhir lap pertama.[76] Itu merupakan satu-satunya balapan F1 Schumi bersama tim Jordan, sebelum akhirnya pindah ke tim Benetton.[65]

1991–1995: Benetton Formula[sunting | sunting sumber]

Tahun pembelajaran[sunting | sunting sumber]

Dua minggu setelah debut yang mengesankan bersama tim Jordan, secara mengejutkan Flavio Briatore (dengan bantuan Bernie Ecclestone) menarik masuk Schumi ke tim Benetton. Sebenarnya, Eddie Jordan tidak setuju dengan jalan yang ditempuh Flavio tersebut.[77] Namun niatnya untuk menuntut Benetton pupus setelah Bernie Ecclestone menawarkan jalan tengah, yaitu sebuah kontrak pasokan mesin gratis dari Yamaha untuk tim Jordan di musim 1992.[75] Flavio lantas secara kontroversial menggeser posisi Roberto Moreno ke kursi test driver, dan menggantikannya dengan Schumi. Schumi lantas mendapat banyak mendapat pelajaran berharga dari mantan juara dunia Nelson Piquet. Balapan perdananya bersama Benetton adalah di GP Italia, di balapan tersebut Schumi meraih poin perdananya di ajang F1, bahkan ia pun mengalahkan Piquet, baik di kualifikasi, maupun di perlombaan. Flavio kemudian berkomentar bahwa suatu saat nanti pembalap barunya ini akan menguasai dunia balap F1, "Kita tunggu saja waktunya", ujar Flavio saat itu.[15]

Mobil Benetton B192 yang dikendarai Michael Schumacher.

Tahun 1992, tim Sauber yang akan memasuki ajang F1 dengan pasokan mesin dari Mercedes sempat mempertanyakan klausul yang pernah dibuat oleh Mercedes yaitu apabila Mercedes jadi masuk ke F1, Schumi harus menjadi pembalapnya. Begitu Schumi memilih bertahan di Benetton, Peter Sauber menyatakan bahwa "Schumi memang tidak mau membalap dengan Sauber jadi kenapa saya harus melanjutkan ribut-ribut bersama Mercedes?".[78] Perjalanan Schumi di musim 1992 yang didominasi oleh tim Williams (yang memiliki teknologi maju untuk saat itu yaitu suspensi aktif dan girboks semi-otomatis) terbilang baik dengan dirinya mampu menaiki podium sebanyak 8 kali, salah satunya adalah kemenangan pertamanya di GP Belgia dalam kondisi hujan deras, ia pun lantas mendapatkan julukan rain master oleh kalangan paddock berkat aksinya yang memukau di balapan tersebut.[79][80][81][82] Di akhir musim, Schumi menempati peringkat ketiga klasemen pembalap dengan 53 poin, berselisih tiga poin dari Riccardo Patrese yang berada di peringkat kedua.

Pada 1993, Schumi kembali menunjukkan bakatnya sebagai calon pembalap besar. Namun, pada tahun itu Schumi hanya menang sekali di Portugal. Itupun setelah melalui perjuangan keras melawan duo Williams (Alain Prost dan Damon Hill).[83] Posisi klasemen akhir Schumi adalah ke-4 dengan 52 poin.

Menjadi juara dunia[sunting | sunting sumber]

Mobil Schumi musim 1994: Benetton B194.

Pada musim 1994, tanda-tanda Schumi akan mendominasi musim mulai terlihat setelah ia memenangi tiga seri awal, yaitu di Brasil,[84] Pasifik,[85] dan San Marino.[86] Dalam tiga balapan tersebut, saingan beratnya, Ayrton Senna mengalami beragam masalah. Dan yang paling parah adalah ketika di Imola, San Marino, saat Senna tewas akibat kecelakaan.[87]

Setelah kematian Senna, aksi brilian Schumi makin tak terbendung. Ia merebut pole pertamanya di Monaco, dengan mengalahkan Mika Hakkinen yang harus puas duduk di posisi kedua saat kualifikasi.[88] Memasuki pertengahan musim, Schumi sempat dihukum larangan tampil di dua balapan akibat insiden tidak terpuji di GP Inggris kepada Damon Hill.[89][90] Namun hukuman inipun tidak cukup untuk menjegal perjuangan Schumi. Ia berhasil mengalahkan Hill dalam perebutan gelar juara dunia di akhir musim hanya dengan selisih satu poin, setelah sebelumnya mengalami insiden yang kontroversial di GP Australia, di Adelaide.[91] Dengan hasil tersebut, Schumi akhirnya berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, sekaligus pula menjadi gelar dunia pertama untuk tim Benetton.[92]

Pada musim 1995, dengan dibantu mesin Renault yang sama persis seperti yang dipakai oleh tim Williams, Schumi mendominasi musim bersama rekan setimnya Johnny Herbert.[93] Salah satu kemenangan terbaik Schumi diraih di GP Belgia, di mana ia dengan berani melajukan mobilnya yang start dari posisi 16 menuju tangga kemenangan dengan memakai ban kering di tengah trek yang basah.[94] Schumi sempat bersenggolan dengan Damon Hill saat akan menyalipnya di tikungan Las Combes, namun malah Hill yang terkena penalti stop and go.[95][96]

Salah satu momen yang dikenang oleh para penggemar dari Schumi di musim 1995 adalah saat mobil Benetton-nya mengalami masalah di GP Kanada. Setelah menyadari bahwa peluang meraih kemenangan akan lenyap karena kerusakan mobil, Schumi secara sukarela memberikan jalan kepada Jean Alesi yang membalap untuk tim Ferrari untuk bisa memenangi lomba.[97] Schumi kemudian membonceng Alesi dalam selebrasi victory lap sebagai tanda bahwa ia ikut senang atas kemenangan pertama sahabatnya tersebut. Kemenangan Alesi di GP Kanada 1995 tersebut kemudian menjadi satu-satunya kemenangan Alesi selama ia berkarier di ajang F1.[98]

Setelah berhasil meraih sembilan kali kemenangan lomba di musim 1995, Schumi kemudian tampil sebagai juara dunia untuk yang kedua kalinya pada tahun tersebut. Dalam usianya yang baru menginjak 26 tahun, Schumi merupakan pembalap termuda sepanjang sejarah yang mampu meraih gelar juara dunia secara berturut-turut sebelum dipecahkan oleh Fernando Alonso pada musim 2006 dan kemudian dipecahkan lagi oleh Sebastian Vettel pada musim 2011.

1996–2009: Scuderia Ferrari[sunting | sunting sumber]

Reformasi dan pembangunan tim[sunting | sunting sumber]

Mobil Ferrari Schumi pertama musim 1996.

Pada awal bulan Agustus 1995, rumor kepindahan Schumi ke Ferrari ramai diperbincangkan oleh publik setelah ia memilih meninggalkan tim Benetton dengan kontraknya yang habis di akhir musim. Sebelumnya, ia juga sempat dihubung-hubungkan dengan McLaren yang memiliki hubungan kontrak mesin dengan Mercedes-Benz.[99]

Setelah lama bernegoisasi, Schumi memutuskan setuju untuk pindah ke Ferrari yang saat itu terbilang sebagai tim dengan penampilan terburuk.[100] Ferrari saat itu terakhir kali menjadi juara dunia pada musim 1979. Di tim barunya ini Schumi digaji sebesar 60 juta dollar AS selama dua tahun. Schumi kemudian diberikan kebebasan oleh tim untuk menentukan siapa rekan setimnya. Ia lantas memilih Eddie Irvine yang sebelumnya memperkuat tim Jordan.[101] Selain itu, Schumi juga sempat menuntut agar Ferrari mau merekrut para mekaniknya di Benetton dulu seperti Ross Brawn dan Rory Byrne, tetapi baru di musim 1997-lah, Brawn dan Byrne bisa ditarik ke Ferrari.[102][103] Kuartet Schumi, Brawn, Byrne, dan Jean Todt kelak kedepannya menjadi kuartet terkuat dalam sejarah F1, seperti yang pernah dikatakan oleh Jackie Stewart.[104][105]

Pada musim perdana di Ferrari di tahun 1996, perjalanan Schumi terhambat oleh mobil Ferrari F310 karya John Barnard yang kurang kompetitif.[106] Schumi baru bisa menunjukan kemampuannya saat memenangi lomba GP Spanyol dalam kondisi trek basah akibat hujan deras dengan selisih waktu 45 detik atas posisi kedua yang diduduki oleh Jean Alesi.[107] Pada GP Prancis kekecewaan Schumi sempat memuncak saat mobil yang ditungganginya meledak saat lap pemanasan, padahal ia start dari pole.[108] Pada GP Belgia Schumi berhasil memenangi lomba lewat strategi pitstop yang jitu,[109] disusul kemudian dengan kemenangan di depan tifosi Ferrari pada GP Italia.[110] Schumi menempati peringkat ketiga di klasemen pembalap musim 1996 dengan gelar juara dunia yang direbut Damon Hill.[111]

Mobil Ferrari F310B yang dikendarai Michael Schumacher di musim 1997.

Pada 1997, dengan kedatangan Ross Brawn dan Rory Byrne, Schumi mampu memaksimalkan mobil Ferrari yang ia kendarai dan nyaris menjadi juara dunia. Total Schumi berhasil memenangi lima lomba yaitu di Monako,[112] Kanada,[113] Prancis,[114] Belgia[115] dan Jepang.[116][117] Sayang beberapa insiden yang melibatkan dirinya yaitu dengan Ralf Schumacher (di Nurburgring[118]), dan dengan Jacques Villeneuve (di lomba penutup musim di Jerez) memupuskan impian Schumi untuk menjadi juara dunia.[119] Bahkan akibat insiden Jerez, seluruh poin yang diraih Schumi di musim tersebut dihapus oleh FIA. Selain itu, Schumi pun dikenai hukuman community service selama 60 jam.[120][121]

Michael Schumacher melawan David Coulthard di lomba GP Inggris 1998.

Pada musim 1998 Ferrari berjuang keras melawan kebangkitan tim McLaren yang berisikan pembalap Mika Hakkinen dan didukung oleh mobil kompetitif karya Adrian Newey dan ban Bridgestone.[122] Schumi bersama mobil Ferrari F300 (yang memakai ban Goodyear) baru bisa merespon tantangan dari McLaren saat memasuki tengah musim. Schumi berhasil mengejar dan menyamakan poin di klasemen pembalap usai memenangi lomba di Italia yang juga menjadi lomba F1 ke-600 untuk tim Ferrari.[123] Namun Hakkinen berhasil mengalahkan Schumi usai memenangi dua lomba akhir musim di Luksemburg dan Jepang. Di lomba GP Jepang sendiri peluang juara Schumi resmi berakhir usai dirinya terpaksa start dari posisi belakang akibat transmisi mobil yang macet sebelum start dan kemudian disusul oleh kejadian ban kempes di lap 31 yang kemudian memaksa Schumi tersingkir dari perlombaan.[124] Terjadi dua kontroversi yang melibatkan Schumi di musim tersebut. Pada lomba GP Inggris Schumi memimpin di lap terakhir ketika ia kemudian masuk ke area pit, melewati garis start finish dan berhenti untuk menjalani penalti stop and go akibat pelanggaran yang ia lakukan di awal lomba. Ada beberapa keraguan apakah ini dianggap menjalani penalti secara sah atau tidak, tetapi karena Schumi secara resmi sudah melintasi garis finish ketika ia masuk pit untuk menjalani penalti maka kemenangan yang ia raih dinyatakan sah.[125] Di Belgia, Schumi memimpin balapan dengan selisih jarak yang cukup jauh yaitu 40 detik, tetapi secara tiba-tiba ia bertabrakan dengan pembalap McLaren David Coulthard, yang tertinggal satu lap, yang saat itu tengah coba memberikan jalan untuk Schumi untuk melewatinya. Setelah kedua mobil kembali ke pit, Schumi yang terbawa emosi melompat keluar dari mobilnya dan berlari menuju ke garasi McLaren untuk menemui Coulthard yang dituduh mencoba mencelakakanya. Coulthard mengakui lima tahun kemudian bahwa kecelakaan itu adalah kesalahannya.[126]

Pada musim 1999, Schumi kembali mengawali musim dengan baik. Ia menang di San Marino dan Monaco.[127][128] Namun pada lomba GP Inggris di Silverstone, ia mengalami kecelakaan hebat di lap pertama dan harus beristirahat untuk beberapa bulan akibat patah kaki.[129][130] Menurut keterangan dari majalah F1 Racing, kecelakaan tersebut terjadi karena Schumi megerem secara mendadak mobilnya saat Ross Brawn memberitahukan bendera merah akibat insiden di grid.[131] Posisi Schumi di tim Ferrari digantikan sementara oleh pembalap Finlandia Mika Salo.[132] Memasuki akhir musim Schumi kembali membalap di GP Malaysia dan kali ini ia berperan sebagai pembalap nomor dua untuk membantu rekan satu timnya Eddie Irvine yang tampil sebagai penantang gelar melawan Mika Hakkinen.[133] Namun hal ini tidak cukup dan Hakkinen berhasil meraih gelar juara dunia keduanya usai menang di lomba penutup musim di Jepang.[134] Meskipun begitu, Ferrari berhasil menjadi juara konstruktor untuk pertama kalinya sejak 1983.[135]

Kembali ke puncak[sunting | sunting sumber]

Di musim 2000, dengan ditemani oleh rekan setim yang baru, yaitu Rubens Barrichello,[136] dan mobil yang cukup kompetitif yaitu F1-2000,[137] Michael Schumacher berhasil menang di tiga balapan awal yaitu di Australia,[138] Brasil,[139] dan San Marino.[140] Memasuki pertengahan musim, Schumi sempat terlibat beberapa kecelakaan dengan Ricardo Zonta (di Austria)[141] dan Giancarlo Fisichella (di Jerman),[142] dan membuatnya harus turun peringkat ke posisi dua dalam klasemen setelah lomba di Hongaria saat ia dikalahkan telak oleh Mika Hakkinen selepas start disusul kemudian di Belgia saat ia disalip dan dikalahkan secara brilian oleh Hakkinen di sisa tiga lap sebelum lomba usai.[143][144] Seusai balapan, tampak wajah Schumi lesu dan geram, terlebih Mika Hakkinen datang dan menjelaskan aksinya tersebut pada Schumi. Namun hanya dua jam berselang setelah perayaan podium ia bersama Hakkinen kemudian terlihat menghisap cerutu dan minum bir di motorhome Ferrari.[145] Namun lewat kemenangan hat trick di tiga balapan terakhir yaitu di Italia, Amerika Serikat dan Jepang, Schumi akhirnya berhasil naik kembali ke posisi teratas klasemen, dan kemudian menjadi juara dunia bersama tim Ferrari di akhir musim (untuk pertama kalinya bagi Ferrari setelah 21 tahun).[146] Ia juga menyamai dan melewati rekor Ayrton Senna yang pernah memenangi 41 lomba.[147]

Michael Schumacher memimpin atas Ralf Schumacher di Kanada 2001.

Musim 2001 menjadi era besarnya dominasi Ferrari, mulai dari Australia hingga Jepang. Ia menang mudah di Australia dan Malaysia.[148][149] Kemudian setelah gagal di Brasil dan San Marino, Schumi kembali menang di Spanyol, di mana kemenangannya ia raih setelah Mika Hakkinen yang memimpin sampai lap terakhir tiba-tiba mengalami masalah mesin.[150] Schumi yang berada di posisi kedua (dan Juan Pablo Montoya di posisi ketiga bersama Jacques Villeneuve di posisi keempat) mendapatkan durian runtuh, dan sesaat setelah semua mobil masuk ke parc ferme, Schumi terlihat meminta maaf kepada Mika yang terlihat lesu atas kejadian tersebut.[151] Schumi kemudian memecahkan banyak rekor dan merebut gelar juara dunia untuk yang keempat kalinya di GP Hungaria, ketika masih ada empat balapan tersisa di musim itu.[152] Ia menjadi pemegang rekor juara GP terbanyak, mengalahkan rekor Alain Prost yang pernah menang 52 kali.[153] Kemudian di GP Italia, dengan masih diselimuti awan duka tragedi 11 September 2001, Schumi sebagai ketua Grand Prix Drivers Asociation lantas meminta semua pembalap untuk tidak menyalip di tikungan pertama dan kedua. Hanya tiga pembalap yang tidak setuju usulan Schumi tersebut, yaitu Jacques Villeneuve, Jenson Button, dan Enrique Bernoldi. Sepanjang balapan, Schumi pun terlihat tidak fokus, dan hanya finis di posisi empat di bawah rekan setimnya sendiri, Rubens Barrichello yang ada di posisi kedua.[154]

Pada 2002, balapan F1 menjadi terasa lebih mudah bagi Schumi. Dengan bagusnya performa mobil Ferrari F2002 yang dikemudikan Schumi dan Rubinho, balapan demi balapan di musim 2002 menjadi mudah ditebak. Di Australia, dengan mobil lama F2001, Schumi berhasil menjadi pemenang lomba.[155] Setelah gagal di Malaysia, Ferrari kemudian meluncurkan F2002 di Brasil,[156] dan Schumi pun lagi-lagi berhasil memenangi lomba.[157] Pada balapan tersebut Schumi menang tanpa kibasan bendera finish karena Pele yang berperan sebagai petugas pengibar bendera finish belum paham.[158] Praktis setelah balapan memasuki GP San Marino, hanya dua pembalap Ferrari-lah yang terlihat sangat kompetitif.[159] Namun meski diatas kertas sudah aman dari para pesaing, Ferrari tampaknya masih khawatir dan kemudian melakukan sebuah tindakan kontroversial di Austria dengan Rubens Barrichello yang diminta mengalah dan memberikan kemenangannya untuk Schumi sekitar 100 meter jelang finis.[160] Schumi berhasil mengunci gelar juaranya di musim 2002 di Prancis yang merupakan lomba ke-11 musim tersebut.[161][162] Di sisa musim, Schumi kemudian membantu rekan setimnya sendiri yaitu Barrichello agar bisa duduk di posisi kedua klasemen pembalap, termasuk dengan tindakan kontroversial lainnya di Amerika Serikat dengan dirinya yang melambatkan mobil dan mempersilakan Barichello menyalipnya beberapa meter jelang finis dan memenangi lomba.[163] Upaya Schumi membantu Barrichello agar bisa duduk di peringkat kedua klasemen berhasil. Secara keseluruhan selisih poin Schumi dan Barrichello di musim 2002 adalah 144 poin berbanding 77 poin.[164]

Schumi merayakan kemenangannya di GP AS 2004.

Di musim 2003, Michael Schumacher menorehkan sejarah; ia berhasil menjadi pembalap satu-satunya yang merebut gelar juara dunia sebanyak enam kali.[165] Meskipun pada tahun tersebut dia harus berjuang sampai GP terakhir setelah mendapat perlawanan keras dari Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Juan Pablo Montoya. Sebelumnya di awal musim, Schumi bersama Ferrari mengawali musim 2003 dengan buruk.[166][167][168] Schumi bahkan baru mencetak kemenangan di San Marino. Di balapan tersebut, ibu Schumi yaitu Elizabeth, meninggal dunia tepat sesaat sebelum balapan.[169] Schumi berhasil menang balapan tersebut, dan kemenangannya kemudian didedikasikan untuk sang Bunda.[170][171] Di balapan terakhir musim yaitu di Suzuka, Jepang, Schumi hanya membutuhkan satu poin saja untuk menjadi juara. Di kualifikasi ia start di posisi 14, sementara saingan utamanya, Raikkonen start di posisi dua.[172] Dengan perjuangan keras setelah melawan adiknya sendiri dan pembalap tuan rumah Takuma Sato, Schumi kemudian berhasil naik ke posisi delapan dan mengamankan gelar juaranya dengan dibantu Barrichello yang berhasil memenangi lomba dan menahan Raikkonen agar tetap diam di posisi kedua.[173] Malamnya setelah balapan, Schumi melakukan tindakan memalukan, yang apesnya tersorot media. Di area paddock sirkuit dirinya (yang memakai pakaian seragam tim Toyota dari Olivier Panis) kepergok sedang melempar TV dan kulkas kecil dari ruangan dikarenakan mabuk.[174]

Musim 2004 prestasi Ferrari kembali meningkat seperti musim 2002.[175] Schumi berhasil memenangi lima dari enam lomba awal musim dan hanya gagal di Monako akibat terlibat insiden dengan Juan Pablo Montoya.[176] Setelah GP Monako, Schumi kemudian berhasil memenangi tujuh lomba lainnya secara beruntun dan membantu tim Ferrari mengunci gelar konstruktor musim tersebut.[177] Di Belgia yang dimenangi oleh pembalap McLaren Kimi Raikkonen, Schumi finis di urutan kedua dan resmi meraih gelar juara dunia ketujuhnya.[178][179] Dengan gelar juara dunia di musim 2004 ini, Schumi kembali mempertajam rekornya sebagai satu-satunya pembalap F1 yang mampu meraup tujuh kali gelar dunia.[180] Selanjutnya mulai lomba di Italia sampai akhir musim, Schumi kembali membantu Barricgello agar bisa menduduki posisi kedua klasemen pembalap dan usahanya ini berhasil. Kemenangan terakhir Schumi di musim 2004 dicatat di GP Jepang.[181]

Berjuang di papan atas[sunting | sunting sumber]

Fernando Alonso melawan Michael Schumacher di San Marino 2005.

Pada 2005, Schumi seakan loyo, dikarenakan performa ban Bridgestone yang sedikit lebih buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun Ferrari telah menyiapkan diri dengan baik, namun hal itu tampaknya tidak diikuti oleh ban yang bagus dari Bridgestone.[182] Di tiga balapan awal Ferrari memakai mobil F2004M, baru kemudian di Bahrain Ferrari menurunkan mobil baru F2005.[183] Satu-satunya lomba murni dimana mobil F2005 bisa bersaing adalah di San Marino dengan Schumi yang tampil cepat dan nyaris menang kalau dirinya bisa menyalip Fernando Alonso di sepertiga terakhir lomba.[184] Sepanjang musim berjalan, Schumi hanya menang di Amerika Serikat, itupun karena balapan hanya diikuti enam mobil (semuanya berban Bridgestone).[185] Sementara semua tim lawan yang memakai Michelin memutuskan mundur dari lomba karena alasan keamanan. Di akhir musim Schumi berada di posisi tiga klasemen akhir di bawah Fernando Alonso (Renault) dan Kimi Raikkonen (McLaren).[186]

Michael Schumacher menyapa pendukungnya di balapan terakhirnya bagi Ferrari di Brasil 2006.

Ferrari mulai memperbaiki diri di musim 2006. Schumi pun mendapat rekan setim yang baru, yaitu Felipe Massa.[187] Regulasi ban pun berubah, dengan kembali mengikuti format di musim 2004 dan sebelumnya, dan ini memberi peluang Bridgestone untuk membuat ban yang lebih bagus.[188] Pada GP San Marino, Schumi meraih pole position untuk ke-66 kalinya dan memecahkan rekor peraih pole terbanyak yang sebelumnya dipegang oleh Ayrton Senna.[189] Schumi berhasil meraih pole lainnya di Monako tetapi kemudian pole tersebut dibatalkan setelah Schumi diketahui melakukan pelanggaran yang disengaja dengan menghentikan mobilnya secara mendadak di area sirkuit yang terisolir dan disaat yang bersamaan Fernando Alonso sedang mencatatkan waktu tercepatnya. Sebagai konsekuensinya, Schumi dihukum start dari posisi belakang.[190] Saat lomba ia berhasil bangkit untuk kemudian finis kelima di sirkuit jalan raya yang terkenal sulit ini. Setelah lomba GP Kanada, Schumi tertinggal 25 poin dari Alonso. Memasuki pertengahan musim Schumi berhasil bangkit dengan memenangi tiga lomba dan berhasil memotong jarak selisih poin menjadi hanya 11 angka saja. Setelah berhasil menang di Italia dan di sisi lain Alonso tersingkir karena masalah mesin,[191] Schumi kemudian mengumumkan bahwa ia akan pensiun dari arena F1 di akhir 2006[192], dan Kimi Raikkonen akan menggantikan posisinya mulai musim 2007.[192][193]

Kemenangan F1 terakhir Schumi diraih di Tiongkok setelah ia berhasil menyalip Alonso yang terkendala masalah ban.[194] Dengan hasil ini Schumi berhasil mengambil alih puncak pimpinan klasemen poin meski jumlah poinnya sama dengan Alonso karena Schumi lebih banyak memenangi lomba.[194] Schumi pun berpeluang meraih gelar dunia kedelapannya apabila mesin Ferrari-nya tidak meledak di Jepang. Dengan satu lomba tersisa, kans Schumi untuk meraih gelar hanya bisa didapatkan jika ia berhasil menang di Brasil dengan Alonso yang gagal meraih poin.[195] Lomba terakhir Schumi bersama Ferrari menjadi momen emosional bagi penggemar F1 di seluruh dunia baik yang suka ataupun yang tidak suka kepada dirinya.[196] Dalam lomba tersebut Schumi tampil lepas dan mempertontonkan aksi terbaiknya. Ia mengawali start dari posisi 10 dan sempat terlempar ke belakang akibat ban bocor. Selanjutnya, perlahan tapi pasti Schumi mampu menyikat semua lawan didepannya hingga akhirnya finis di posisi keempat.[197][198][199] Balapan sendiri akhirnya dimenangi rekan setimnya, Felipe Massa.[200][201] Secara sportif Schumi kemudian mengakui kekalahannya di musim 2006 kepada Alonso.[202]

Duta Ferrari[sunting | sunting sumber]

Schumi saat turun tes untuk Ferrari di awal 2007.

Setelah pensiun dari pekerjaan sebagai pembalap Formula 1 di akhir 2006, Schumi masih aktif di F1 sebagai duta dan konsultan Ferrari secara tidak resmi.[203] Sesekali dia pun datang ke sirkuit untuk melihat bagaimana perkembangan tim Ferrari pasca dirinya pensiun. Sebagai wujud penghargaan, wali kota Maranello kemudian mengabadikan nama Schumi sebagai nama salah satu jalan di sana.[204] Selain itu Schumi pun mendapatkan status sebagai penduduk kehormatan kota tersebut.[205] Ia menjadi pembalap Ferrari kedua setelah almarhum Gilles Villeneuve yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Maranello.[206] Selain itu pemerintah Italia mengangkat Schumi sebagai duta besar kehormatan Italia meski di Jerman di negara asal Schumi pemerintah setempat masih ragu untuk memberikan penghargaan bagi Schumi, karena dirasa ia jarang tinggal di Jerman.[207] Walaupun begitu, sebuah museum di kota kelahiran Schumacher bersaudara, Kerpen, telah didirikan untuk mengenang prestasi Michael dan Ralf.[208]

Pertengahan 2009, dengan diawali kecelakaan mengerikan yang menimpa Felipe Massa di GP Hungaria, pihak Ferrari sempat meminta agar Schumi kembali membalap mendampingi Kimi Raikkonen.[209] Schumi pun tampak antusias dengan hal ini dan ia lantas mencoba mobil Ferrari F2007 di Mugello.[210] Berita kembalinya Schumi membalap ini lantas di sambut gembira oleh Bernie Ecclestone, Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Jenson Button.[211][212] Tetapi saat Schumi menjalani tes kesehatan, dokter lantas mengumumkan bahwa Schumi belum layak untuk bisa kembali membalap yang sedianya akan dilakukan mulai GP Eropa, karena di bagian leher Schumi ditemukan bekas luka kecelakaan balapan motor Superbike yang masih belum sembuh dengan benar.[213] Akhirnya tim Ferrari kemudian memutuskan untuk menurunkan Luca Badoer dan kemudian Giancarlo Fisichella sampai akhir musim 2009.[214]

Perayaan ulang tahun ke-50[sunting | sunting sumber]

Sebagai wujud penghargaan dan juga untuk mengenang karier Michael Schumacher, tim Ferrari membuka sebuah pameran khusus di Maranello yang didedikasikan untuk Schumi yang juga bertepatan dengan ulang tahun emas ke-50 Schumi pada tahun 2019. Ferrari menganggap Schumi sebagai pembalap paling sukses dalam sejarah tim Kuda Jingkrak.[215]

2010–2012: Mercedes Grand Prix[sunting | sunting sumber]

Membalap kembali[sunting | sunting sumber]

Schumi di Kanada 2010.

Akhir musim 2009 nama Schumi kembali disebut-sebut akan kembali ke ajang F1 untuk musim 2010, namun kali ini bukan dengan tim Ferrari, melainkan dengan tim Mercedes GP yang dikomandani oleh teman karibnya, Ross Brawn.[216] Eddie Jordan kemudian sempat berujar bahwa 75% Schumi akan kembali di 2010[217], dan kemudian Presiden Ferrari Luca Montezemolo menyatakan bahwa tim Ferrari mengikhlaskan Schumi kembali ke F1 walaupun bukan dengan tim Ferrari. Setelah lama menjadi spekulasi, akhirnya didapatkan kepastian bahwa Schumi akan kembali ke F1 pada 2010 bersama tim Mercedes[218], dan ia akan bertandem bersama Nico Rosberg.[219] Schumi sendiri dikontrak oleh tim Mercedes GP selama tiga musim dari 2010 sampai akhir 2012.

Pada balapan comeback pertamanya di Bahrain Schumi harus puas dikalahkan rekan setimnya sendiri Nico Rosberg yang mampu finish satu posisi di atas Schumi di posisi kelima. Selanjutnya di beberapa balapan, Schumi tampil angin-anginan dan kalah jauh dibandingkan Rosberg yang mampu meraih dua kali podium berurutan di Malaysia dan China. Melihat hal ini, mantan pembalap F1 Stirling Moss mengkritik penampilan Schumi yang ia nilai sudah menjadi bagian masa lalu.[220] Meski disisi lain mantan rival Schumi Damon Hill tetap berupaya mendukung agar Schumi tidak menyerah meski mengawali musim dengan buruk.[221] Di musim 2010 tersebut, Schumi juga sempat mengundang kontroversi besar. Yang pertama adalah saat ia menyalip Fernando Alonso secara ilegal di Monako yang berujung pada penalti penambahan waktu balapan Schumi sebanyak 20 detik[222] dan yang paling heboh adalah saat ia memepet dan mencoba mencelakakan Rubens Barrichello di Hongaria yang berujung pada penalti turun posisi 10 grid di Belgia.[223][224] Meskipun tampil biasa saja sepanjang musim 2010 dan kerap kali disarankan untuk mengundurkan diri saja dari F1 oleh Damon Hill dan Alain Prost, dan bahkan sempat digosipkan akan digantikan oleh Adrian Sutil atau Kimi Raikkonen untuk musim 2011, Schumi memastikan ia akan tetap membalap untuk tahun 2011 dan mengklaim ia akan menjadi penantang gelar serius pada tahun tersebut.[225] Schumi harus puas finish di P9 klasemen dengan 72 poin, dan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah kariernya, Schumi gagal membukukan satu kemenangan, podium, lap tercepat, dan bahkan juga pole position di musim 2010. Setelah musim berakhir, Jenson Button, pembalap yang digantikan Schumi di tim Mercedes, menuturkan bahwa kesulitan Schumi ada kaitannya dengan desain mobil Mercedes yang berbasis input dari Button (saat masih memperkuat Brawn GP di musim 2009) yang gaya membalapnya berbeda jauh dengan Schumi.[226]

Michael Schumacher melawan Kamui Kobayashi di GP Malaysia 2011.

Musim 2011 kembali menjadi musim penuh perjuangan bagi Schumi setelah dirinya gagal finish di Australia akibat terlibat insiden.[227] Ia lantas berhasil finish kesembilan di Malaysia dan kemudian berlanjut dengan finish posisi delapan di Cina di mana ia sempat bertarung keras dengan Fernando Alonso di pertengahan lomba.[228] Schumi sempat menunjukan kemajuan di Kanada saat ia naik ke posisi kedua selama beberapa lap sebelum akhirnya kandas karena kelemahan pada mobilnya.[229] Memasuki pertengahan musim, desakan agar Schumi mengundurkan diri kembali muncul namun Schumi masih tetap fokus dan berkata bahwa ia ingin tetap membalap di F1 selama mungkin. Pada GP Belgia yang menjadi event spesial "20 Tahun Keikursertaannya di F1"[230], Schumi menunjukan penampilan terbaiknya saat berhasil naik dari posisi belakang menuju posisi kelima di akhir balapan.[231] Di Italia Schumi sekali lagi menunjukan apa yang seharusnya Mercedes GP keluarkan di musim 2011 saat menahan Lewis Hamilton di sepertiga awal lomba dan finish di posisi kelima saat balapan berakhir. Sementara di Singapura, Schumi harus rela tersingkir dari lomba usai bertabrakan dengan Sergio Perez. Pada balapan selanjutnya di Jepang, Schumi sempat memimpin lomba selama tiga lap, yang merupakan lap pertama yang ia pimpin sejak Jepang 2006 sekaligus menjadi pembalap tertua setelah Jack Brabham yang melakukannya di 1970.[232] Ironisnya di Korea, Schumi lagi-lagi apes setelah dirinya diseruduk Vitaly Petrov.[233] Usai finis kelima dan ketujuh di India dan Abu Dhabi serta tampil buruk di Brasil setelah diseruduk Bruno Senna, Schumi finis di peringkat delapan klasemen 2011 dengan 76 poin.[234]

Perjuangan terakhir dan pensiun lagi[sunting | sunting sumber]

Schumi saat melakukan kualifikasi di GP Monako 2012.

Pada musim 2012 Schumi mengawali musim dengan baik saat ia start dari posisi empat di Australia.[235] Saat balapan berlangsung ia sempat naik ke posisi 3 sebelum akhirnya kandas akibat gangguan girboks.[236] Schumi start ketiga di Malaysia dan kedua di Cina tetapi hanya mampu membawa satu poin saja dari dua balapan tersebut tepatnya ketika ia finis kesepuluh di Malaysia.[237] Usai gagal di Bahrain,[238] Schumi kembali mengalami nasib nahas di Spanyol saat ia terlibat insiden dengan Bruno Senna dan menerima penalti turun posisi di Monako.[239] GP Monako seharusnya bisa menjadi kesempatan baik Schumi untuk meraih poin setelah berhasil meraih pole di kualifikasi sebelum kemudian ia turun posisi akibat penalti yang ia terima di Spanyol.[240] Kesialan Schumi berlanjut di Kanada saat ia tersingkir dari lomba akibat DRS yang macet.[241]

Pada GP Eropa, Schumi berhasil bangkit secara menakjubkan dan mampu meraih posisi finis ketiga usai Pastor Maldonado dan Lewis Hamilton bertabrakan.[242] Ia sebenarnya terancam terkena penalti karena dugaan menggunakan DRS di daerah ilegal saat melawan Mark Webber yang finis di posisi keempat. Dalam usia 43 tahun dan 173 hari, Schumi menjadi pembalap tertua setelah Jack Brabham yang finis di posisi kedua GP Inggris 1970. Schumi juga mencetak lap tercepat ke-77-nya di GP Jerman di Hockenheim.[243] Pada GP Belgia ia menjadi pembalap kedua setelah mantan rekan setimnya Rubens Barrichello yang mampu mencatatkan jumlah partisipasi dalam lomba F1 sebanyak 300 kali.[244] Ia finis ketujuh di lomba tersebut.[245]

Pada tanggal 28 September 2012 diumumkan bahwa Lewis Hamilton akan menggantikan posisi Schumi di tim Mercedes GP mulai musim 2013.[246] Berselang sepekan kemudian, Schumi akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari ajang F1 di akhir musim 2012 saat lomba F1 memasuki seri Jepang.[247] Pada GP Brasil, Schumi mengakhiri karier F1-nya dengan meraih posisi ketujuh. Secara keseluruhan, Schumi berada di posisi ke-13 klasemen akhir musim 2012.[248]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Desain Helm[sunting | sunting sumber]

Michael Schumacher dengan kerjasama bersama Schuberth, membantu mengembangkan helm karbon ringan pertama. Pada tahun 2004 sebuah purwarupa helm diuji secara publik dengan dilindas oleh sebuah tank dan helm tersebut bertahan utuh.[249] Helm pengembangan Schumi dan Schuberth ini dirancang untuk menjaga kepala pengemudi tetap dingin dengan menyalurkan aliran udara langsung melalui lima puluh lubang kecil.[250]

Helm asli Schumi saat memulai karier profesionalnya memakai corak warna bendera Jerman dengan tambahan elemen stiker sponsor. Pada bagian atasnya diwarnai dengan lingkaran biru dengan elemen bintang atau asteroid warna putih.[251] Sejak GP Monako 2000 dan untuk membedakan warna helmnya dari Rubens Barrichello, Schumi mengubah warna biru di atas helm dan beberapa area putih di sekeliling helm menjadi merah.[252] Untuk lomba Grand Prix Brasil tahun 2006 (yang pada saat itu diyakini menjadi perlombaan F1 terakhirnya), ia mengenakan helm serba merah dengan elemen tulisan kecil berisikan 91 lomba F1 yang pernah ia menangi.[253]

Pada GP Belgia 2011 yang menjadi peringatan tahun ke-20 Schumi di F1, ia mengenakan helm berwarna emas. Helm tersebut desainnya sama dengan helm yang biasa ia pakai namun ditambahi dengan elemen tulisan tahun saat Schumi meraih gelar juara dunia.[254] Setahun kemudian di GP Belgia 2012 yang penampilan Grand Prix ke-300 untuk Schumi, ia mengenakan helm khusus berdaun platinum dengan berisikan tulisan terkait prestasi yang pernah ia raih.[255]

Kehidupan di luar trek balap[sunting | sunting sumber]

Kegiatan bisnis[sunting | sunting sumber]

Pada Juni 2003 Michael Schumacher meluncurkan kartu kredit edisi spesial dirinya yang didukung oleh Deutsche Vermogensberatung. Dengan hanya membayar iuran tetap sebanyak 100 ribu Euro, penggemar Schumi sudah bisa berbelanja memakai kartu kredit tersebut.[256] Hal ini kemudian ditiru oleh mantan rivalnya, Jacques Villeneuve, yang meluncurkan kartu kredit sejenis di kawasan Kanada pada Agustus 2004.[257]

Pada bulan Desember 2007, Schumi dikabarkan akan membangun tujuh buah gedung pencakar langit di tujuh negara berbeda (masing-masing satu) untuk mengenang prestasinya sebagai juara dunia F1 tujuh kali. Gedung itu bernama lengkap "Michael Schumacher World Champion Towers".[258] Selain dipakai untuk perkantoran, gedung ini juga akan dipersiapkan untuk dipakai sebagai apartemen dan gelanggang olahraga mewah. Gedung yang pertama sudah dibangun di Abu Dhabi, dan akan disusul di enam negara lain seperti Monaco, Singapura, Turki, Jerman, Italia, dan Cina.[259] Ide pembangunan gedung ini berasal dari PNYG, sebuah perusahaan properti yang dimiliki oleh Joachim Swensson, yang juga merupakan teman baik Schumi.[260]

Schumi bersama istrinya memiliki dan menjalankan usaha bisnis peternakan kuda. Diketahui ia memiliki peternakan ini di dua lokasi yaitu di Texas, Amerika Serikat[261] dan di kediaman pribadi mereka di Swiss.[262]

Penampilan dalam olahraga lain[sunting | sunting sumber]

Sepak bola[sunting | sunting sumber]

Sejak masih anak-anak Michael Schumacher menyukai dan sering bermain sepak bola. Lokasi rumah Schumi dan Ralf kecil yang tidak jauh dari markas FC Köln membuat kakak beradik ini bisa dengan leluasa belajar sepak bola.[263] Salah satu pemain sepak bola yang menjadi instruktur bagi Schumi adalah pemain timnas Jerman sekaligus kiper FC Koln Toni Schumacher.[264] Pada awal mulanya, Schumi lebih banyak bermain pada posisi kiper sebelum kemudian perlahan-lahan beralih posisi menjadi seorang penyerang.[264]

Schumi dan Rubens Barrichello sempat hadir dalam pertandingan final Liga Champions musim 2002-03 antara AC Milan vs. Juventus di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris. Mereka berdua muncul sebagai duta untuk Juventus yang juga merupakan salah satu anak perusahaan FIAT yang juga membawahi tim Ferrari.[264]

Schumi sempat berkoordinasi beberapa pemain sepak bola profesional seperti Ronaldo, Zinedine Zidane dan David Beckham untuk mengadakan sebuah pertandingan sepakbola amal untuk membantu Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan kesebelasan yang diisi oleh para atlet lintas cabang seperti Rafael Nadal (tenis) dan Carlos Sainz (pereli WRC) pada tahun 2004.[265] Turun sebagai pelatih dalam pertandingan amal tersebut adalah Marcello Lippi dan Luis Fernández.[265]

Schumi juga aktif dan sering tampil dalam pertandingan sepak bola amal tahunan yang diselenggarakan di Monako.[266] Dalam kesebelasan yang bernama Nazionale Piloti, Schumi bergabung bersama sesama rekan pembalap F1 diantaranya Felipe Massa, Giancarlo Fisichella dan Nico Rosberg untuk melawan kesebelasan gabungan atlet lintas cabang yang tinggal di Monako diantaranya seperti Max Biaggi dan Dirk Nowitzki.[267]

Schumi berteman dekat dengan beberapa pesepakbola dunia. Ia pernah berlatih di kamp pelatihan Juventus di Vinovo bersama Alessandro Del Piero.[268] Ia juga berteman dekat dengan Ronaldo dan Zinedine Zidane dengan kedua pesepakbola tersebut yang diajak menjajal mobil balap GT milik Ferrari.[269][270]

Schumi pernah menjadi pemain klub sepakbola Divisi 2 Liga Super Swiss, FC Echichens dan sempat tampil dalam beberapa pertandingan klub tersebut.[271]

Pada tahun 2008, Swiss Football Association menunjuk Schumi, yang sudah lama tinggal menetap di Swiss, sebagai duta besar negara untuk acara Piala Eropa 2008.[272]

Balap motor[sunting | sunting sumber]

Pada bulan April 2008, Michael Schumacher sempat mencoba motor MotoGP Ducati Desmosedici di sirkuit Jerez, Spanyol.[273] Kemudian di bulan Mei, Schumi turun di ajang balapan Superbike di sirkuit Oschersleben.[274] Sebelumnya, agar tidak menarik perhatian massa, ia memakai nama samaran Marcel Niederhausen.[275] Tetapi niatnya itu tidak jadi dilaksanakan karena ada alasan dari pihak asuransi. Akhirnya ia tetap turun dengan menggunakan nama Michael Schumacher.[276] Fans dan media kemudian berbondong-bondong memenuhi sirkuit yang berada di bagian Jerman Timur tersebut. Sialnya ketika balapan Schumi malah terjatuh namun beruntung ia tidak cedera sedikit pun.[277][278] Schumi lantas menjelaskan kepada media bahwa ia hanya coba-coba saja turun di balap motor serta tidak ada rencana untuk beralih profesi menjadi pembalap motor.[279]

Race of Champions[sunting | sunting sumber]

Michael Schumacher dalam Race of Champions 2007.

Michael Schumacher berpartisipasi dalam tujuh gelaran acara Race of Champions yaitu pada 2004, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011 dan 2012.[280] Dalam kategori individual ia meraih dua kali posisi runner-up yaitu pada 2004 dan 2007 dimana dalam dua kesempatan tersebut ia dikalahkan oleh pembalap DTM Mattias Ekström.[281][282] Beberapa pembalap lain yang sempat mengalahkan Schumi dalam kategori individual adalah Heikki Kovalainen pada tahun 2004[283] dan pembalap NASCAR Carl Edwards di edisi 2010.[284]

Dalam kategori tim, Schumi merupakan juara enam kali Nations Cup untuk tim Jerman.[280] Ia meraihnya dengan bermitra bersama Sebastian Vettel.[285] Duet Schumi dan Vettel berjaya di kategori Nations Cup selama enam tahun beruntun dari edisi 2007 sampai 2012.[286]

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Pertama kali Michael Schumacher muncul di dunia film adalah saat ia tampil menjadi pengisi suara tamu dalam film animasi Cars produksi Walt Disney dan Pixar Studios.[287] Di mana sesi pengambilan suara Schumi, Alonso, dan Montoya diambil disela-sela menjelang GP Amerika Serikat 2006. Dalam film tersebut, ketiga pembalap tadi bertemu dengan kompatriot mereka dari ajang NASCAR seperti Dale Earnhardt Junior, Richard Petty dan Darrell Waltrip serta Mario Andretti dari ajang CART.[287]

Kemudian Schumi tampil lagi dalam film, namun kali ini bukan dalam film kartun, melainkan dalam film live-action yang diambil dari komik terkenal dari Prancis, Asterix dan Obelix.[288] Film itu dibuat tahun 2008 dengan judul: Asterix and Obelix at the Olympic Games (fr: Astérix aux Jeux Olympiquess). Dalam film ini Schumi tampil bersama beberapa bintang asal Prancis seperti Zinedine Zidane dan mantan bosnya di Ferrari, Jean Todt.[288] Muncul pula dalam film tersebut aktor Belgia, Jean Claude Van Damme.

Pada tahun 2019, bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-50, pihak keluarga Schumi mengumumkan pemberian izin untuk produksi film dokumenter resmi yang diberi judul Schumacher.[289] Film ini disutradarai oleh Michael Wech dan Hanns-Bruno Kammertoens dan menampilkan wawancara dengan ayah Michael, Rolf, istrinya, Corinna, kedua anaknya, Gina dan Mick serta orang-orang lain yang berperan penting dalam karier sang legenda.[290] Sejumlah arsip rekaman yang belum pernah terlihat sebelumnya juga untuk kali pertama akan ditampilkan. Film ini akan dirilis pada Desember 2019.[291]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Pada 21 Juni 2009, Michael Schumacher muncul di program otomotif BBC Top Gear sebagai The Stig. Pembawa acara Jeremy Clarkson kemudian mengisyaratkan dalam program bahwa Schumi bukan The Stig yang biasa muncul disusul kemudian oleh konfirmasi serupa dari pihak BBC.[292] Schumi bersedia menjadi The Stig karena pada kesempatan itu karena Ferrari tidak mengizinkan orang lain untuk mengendarai mobil Ferrari FXX warna hitam yang ditampilkan dalam acara itu.[293]

Masih dalam acara yang sama, Schumi menuturkan soal mobil pribadinya yang biasa dipakai sehari-hari antara lain Fiat 500 Abarth dan sebuah Fiat Croma yang dipakai oleh keluarganya.[294]

Permainan video[sunting | sunting sumber]

Michael Schumacher memberikan lisensi izin penggunaan namanya untuk dua judul permainan video yaitu Michael Schumacher Racing World Kart 2002 yang dirilis untuk konsol PlayStation pada 18 September 2002[295] dan Michael Schumacher World Tour Kart 2004 yang dirilis khusus untuk komputer pada 22 April 2004.[296]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Seri Tim Balapan Menang Pole F/Lap Podium Poin Klasemen
1988 Formula Ford Eropa 1600 Eufra Racing 4 1 1 0 3 50 Posisi 2
Formula Ford Eropa 1600 7 3 0 0 5 124 Posisi 6
Formula König Hoecker Sportwagenservice 10 9 1 1 10 192 Juara
1989 Formula 3 Jerman WTS Racing 12 2 2 0 7 163 Posisi 3
European Formula Three Cup 1 0 0 0 0 N/A NC
Grand Prix Makau 1 0 0 0 0 N/A NC
1990 World Sportscar Championship Team Sauber Mercedes 3 1 0 1 3 21 Posisi 5
Formula 3 Jerman WTS Racing 11 5 6 4 7 148 Juara
European Formula Three Cup 1 0 1 1 0 N/A NC
Grand Prix Makau 1 1 0 0 0 N/A Juara
1991 Formula Satu Team 7UP Jordan 1 0 0 0 0 0 Posisi 14
Camel Benetton Ford 5 0 0 0 0 4
World Sportscar Championship Team Sauber Mercedes 8 1 0 2 2 43 Posisi 9
Deutsche Tourenwagen Meisterschaft Zakspeed Mercedes 4 0 0 0 0 0 NC
Formula 3000 Jepang Team Le Mans 1 0 0 0 1 6 Posisi 12
1992 Formula Satu Camel Benetton Ford 16 1 0 2 8 53 Posisi 3
1993 Formula Satu Camel Benetton Ford 16 1 0 5 9 52 Posisi 4
1994 Formula Satu Mild Seven Benetton Ford 14 8 6 8 10 92 Juara Dunia
1995 Formula Satu Mild Seven Benetton Renault 17 9 4 8 11 102 Juara Dunia
1996 Formula Satu Scuderia Ferrari S.p.A. 16 3 4 2 8 59 Posisi 3
1997 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 17 5 3 3 8 78 Diskualifikasi
1998 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 16 6 3 6 11 86 Posisi 2
1999 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 10 2 3 5 6 44 Posisi 5
2000 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 17 9 9 2 12 108 Juara Dunia
2001 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 17 9 11 3 14 123 Juara Dunia
2002 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 17 11 7 7 17 144 Juara Dunia
2003 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 16 6 5 5 9 93 Juara Dunia
2004 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 18 13 8 10 15 148 Juara Dunia
2005 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 19 1 1 3 5 62 Posisi 3
2006 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 18 7 4 7 12 121 Posisi 2
2007 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro Pembalap tes
2008 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro Pembalap tes
2009 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro Pembalap tes
2010 Formula Satu Mercedes GP Petronas 19 0 0 0 0 72 Posisi 9
2011 Formula Satu Mercedes GP Petronas 19 0 0 0 0 76 Posisi 8
2012 Formula Satu Mercedes AMG Petronas 20 0 0 1 1 49 Posisi 13

Hasil perlombaan Formula Satu[sunting | sunting sumber]

(Kunci) (Lomba yang ditebalkan mengindikasikan pole position; Lomba yang dimiringkan mengindikasikan lap tercepat.)

Tahun Tim Sasis Mesin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 WDC Poin
1991 Team 7UP Jordan Jordan 191 Ford HBB 4 3.5 V8 USA BRA SMR MON CAN MEX FRA GBR GER HUN BEL
Ret
Ke-14 4
Camel Benetton Ford Benetton B191 Ford HBA 5 3.5 V8 ITA
5
POR
6
ESP
6
JPN
Ret
AUS
Ret
1992 Camel Benetton Ford Benetton B191B Ford HB 3.5 V8 RSA
4
MEX
3
BRA
3
Ke-3 53
Benetton B192 ESP
2
SMR
Ret
MON
4
CAN
2
FRA
Ret
GBR
4
GER
3
HUN
Ret
BEL
1
ITA
3
POR
7
JPN
Ret
AUS
2
1993 Camel Benetton Ford Benetton B193 Ford HB 3.5 V8 RSA
Ret
BRA
3
Ke-4 52
Benetton B193B EUR
Ret
SMR
2
ESP
3
MON
Ret
CAN
2
FRA
3
GBR
2
GER
2
HUN
Ret
BEL
2
ITA
Ret
POR
1
JPN
Ret
AUS
Ret
1994 Mild Seven Benetton Ford Benetton B194 Ford Zetec-R 3.5 V8 BRA
1
PAC
1
SMR
1
MON
1
ESP
2
CAN
1
FRA
1
GBR
DSQ
GER
Ret
HUN
1
BEL
DSQ
ITA POR EUR
1
JPN
2
AUS
Ret
Juara 92
1995 Mild Seven Benetton Renault Benetton B195 Renault RS7 3.0 V10 BRA
1
ARG
3
SMR
Ret
ESP
1
MON
1
CAN
5
FRA
1
GBR
Ret
GER
1
HUN
11
BEL
1
ITA
Ret
POR
2
EUR
1
PAC
1
JPN
1
AUS
Ret
Juara 102
1996 Scuderia Ferrari S.p.A. Ferrari F310 Ferrari 046 3.0 V10 AUS
Ret
BRA
3
ARG
Ret
EUR
2
SMR
2
MON
Ret
ESP
1
CAN
Ret
FRA
DNS
GBR
Ret
GER
4
HUN
9
BEL
1
ITA
1
POR
3
JPN
2
Ke-3 59
1997 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F310B Ferrari 046/2 3.0 V10 AUS
2
BRA
5
ARG
Ret
SMR
2
MON
1
ESP
4
CAN
1
FRA
1
GBR
Ret
GER
2
HUN
4
BEL
1
ITA
6
AUT
6
LUX
Ret
JPN
1
EUR
Ret
DSQ‡ 78
1998 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F300 Ferrari 047 3.0 V10 AUS
Ret
BRA
3
ARG
1
SMR
2
ESP
3
MON
10
CAN
1
FRA
1
GBR
1
AUT
3
GER
5
HUN
1
BEL
Ret
ITA
1
LUX
2
JPN
Ret
Ke-2 86
1999 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F399 Ferrari 048 3.0 V10 AUS
8
BRA
2
SMR
1
MON
1
ESP
3
CAN
Ret
FRA
5
GBR
DNS
AUT GER HUN BEL ITA EUR MAL
2
JPN
2
Ke-5 44
2000 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F1-2000 Ferrari 049 3.0 V10 AUS
1
BRA
1
SMR
1
GBR
3
ESP
5
EUR
1
MON
Ret
CAN
1
FRA
Ret
AUT
Ret
GER
Ret
HUN
2
BEL
2
ITA
1
USA
1
JPN
1
MAL
1
Juara 108
2001 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F2001 Ferrari 050 3.0 V10 AUS
1
MAL
1
BRA
2
SMR
Ret
ESP
1
AUT
2
MON
1
CAN
2
EUR
1
FRA
1
GBR
2
GER
Ret
HUN
1
BEL
1
ITA
4
USA
2
JPN
1
Juara 123
2002 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F2001 Ferrari 050 3.0 V10 AUS
1
MAL
3
Juara 144
Ferrari F2002 Ferrari 051 3.0 V10 BRA
1
SMR
1
ESP
1
AUT
1
MON
2
CAN
1
EUR
2
GBR
1
FRA
1
GER
1
HUN
2
BEL
1
ITA
2
USA
2
JPN
1
2003 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F2002 Ferrari 051 3.0 V10 AUS
4
MAL
6
BRA
Ret
SMR
1
Juara 93
Ferrari F2003-GA Ferrari 052 3.0 V10 ESP
1
AUT
1
MON
3
CAN
1
EUR
5
FRA
3
GBR
4
GER
7
HUN
8
ITA
1
USA
1
JPN
8
2004 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F2004 Ferrari 053 3.0 V10 AUS
1
MAL
1
BHR
1
SMR
1
ESP
1
MON
Ret
EUR
1
CAN
1
USA
1
FRA
1
GBR
1
GER
1
HUN
1
BEL
2
ITA
2
CHN
12
JPN
1
BRA
7
Juara 148
2005 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari F2004M Ferrari 053 3.0 V10 AUS
Ret
MAL
7
Ke-3 62
Ferrari F2005 Ferrari 055 3.0 V10 BHR
Ret
SMR
2
ESP
Ret
MON
7
EUR
5
CAN
2
USA
1
FRA
3
GBR
6
GER
5
HUN
2
TUR
Ret
ITA
10
BEL
Ret
BRA
4
JPN
7
CHN
Ret
2006 Scuderia Ferrari Marlboro Ferrari 248 F1 Ferrari 056 2.4 V8 BHR
2
MAL
6
AUS
Ret
SMR
1
EUR
1
ESP
2
MON
5
GBR
2
CAN
2
USA
1
FRA
1
GER
1
HUN
8
TUR
3
ITA
1
CHN
1
JPN
Ret
BRA
4
Ke-2 121
2010 Mercedes Petronas Mercedes Mercedes MGP W01 Mercedes FO 108X 2.4 V8 BHR
6
AUS
10
MAL
Ret
CHN
10
ESP
4
MON
12
TUR
4
CAN
11
EUR
15
GBR
9
GER
9
HUN
11
BEL
7
ITA
9
SIN
13
JPN
6
KOR
4
BRA
7
ABU
Ret
Ke-9 72
2011 Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes MGP W02 Mercedes FO 108Y 2.4 V8 AUS
Ret
MAL
9
CHN
8
TUR
12
ESP
6
MON
Ret
CAN
4
EUR
17
GBR
9
GER
8
HUN
Ret
BEL
5
ITA
5
SIN
Ret
JPN
6
KOR
Ret
IND
5
ABU
7
BRA
15
Ke-8 76
2012 Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes F1 W03 Mercedes FO 108Z 2.4 V8 AUS
Ret
MAL
10
CHN
Ret
BHR
10
ESP
Ret
MON
Ret
CAN
Ret
EUR
3
GBR
7
GER
7
HUN
Ret
BEL
7
ITA
6
SIN
Ret
JPN
11
KOR
13
IND
22
ABU
11
USA
16
BRA
7
Ke-13 49

Schumi terkena diskualifikasi dari klasemen musim 1997 dikarenakan gaya membalap berbahaya di lomba GP Eropa 1997, saat ia mencoba menyingkirkan Jacques Villeneuve. Poin yang ia raih di musim tersebut, jika tidak didiskualifikasi, akan menempatkannya di urutan kedua klasemen pembalap.[120]
Pembalap tidak masuk finis dalam lomba, tetapi dianggap "finis" karena sudah menempuh 90% dari jarak perlombaan.

Daftar kemenangan[sunting | sunting sumber]

Rekor Formula Satu[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah rekor-rekor di ajang Formula Satu yang dipegang oleh Michael Schumacher:

Rekor Tanggal dicapai Rekor saat ini
Juara dunia terbanyak 2003 7
Juara dunia konsekutif 20002004 5
Lomba tersisa di musim berjalan saat menjadi juara dunia 2002 6
Kemenangan lomba terbanyak[297] Grand Prix Belgia 2001 91
Kemenangan terbanyak dalam satu musim berjalan 2004[N 1] 13
Kemenangan terbanyak bersama satu tim[298] Grand Prix Brasil 2002 72
Posisi pole terbanyak dalam lomba yang sama Jepang 19941995, 19982002, 2004[N 2] 8
Menang terbanyak dalam satu lomba yang sama Prancis 19941995, 19971998, 20012002, 2004, 2006 8
Musim dengan kemenangan lomba 19922006 15
Musim konsekutif dengan kemenangan lomba 19922006 15
Finis kedua terbanyak[299] Grand Prix Italia 2004 43
Finis pertama atau kedua secara konsekutif Brasil 2002Jepang 2002 15
Podium terbanyak Grand Prix Inggris 2002 155
Podium terbanyak dalam satu musim 2002[N 3] 17
Podium konsekutif terbanyak Grand Prix Amerika Serikat 2001Grand Prix Jepang 2002 19
Lomba terbanyak dengan finis di posisi poin Grand Prix Italia 2001 221
Lomba terbanyak yang dipimpin Grand Prix Belgia 2001 142
Lap terbanyak saat memimpin Grand Prix Prancis 2001 5,111
Total jarak memimpin lomba (km) Grand Prix Prancis 2001 24,148
Lap tercepat terbanyak Grand Prix Australia 2001 77
Lap tercepat terbanyak dalam satu musim 2004[N 4] 10
Hat-trik terbanyak (pole, menang dan lap tercepat) Grand Prix Jepang 2002 22
Hat-trik terbanyak dalam satu musim[300] 2004[N 5] 5
Lomba terbanyak dengan satu konstruktor Grand Prix Eropa 2005 181

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tikungan Schumacher di Nürburgring pada tahun 2007.

Dalam perjalanan kariernya yang panjang dan penuh warna, Michael Schumacher mendapat banyak penghargaan individual. Pada bulan April 2002, atas kontribusinya untuk olahraga dan kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran akan pendidikan anak, Schumi dinobatkan sebagai salah satu juara UNESCO untuk olahraga, bergabung dengan delapan figur publik olahraga lainnya termasuk Pelé, Sergey Bubka dan Justine Henin.[44] Ia memenangkan penghargaan Laureus World Sportsman of the Year dua kali yaitu pada 2002 dan 2004 untuk penampilannya di F1 masing-masing di musim 2001 dan 2003. Schumi juga menerima nominasi untuk penghargaan tahun 2001, 2003, 2005 dan 2007.[301] Ia mencatatkan diri sebagai penerima nominasi terbanyak kedua bersama petenis Roger Federer yang menerima total enam nominasi dan hanya kalah dari pegolf Tiger Woods yang telah dinominasikan sebanyak tujuh kali. Ia juga memegang rekor sebagai atlet olahraga balap yang mendapat nominasi lebih dari satu kali (Fernando Alonso telah dinominasikan hanya dua kali, Sebastian Vettel tiga kali dan Valentino Rossi lima kali) sekaligus menjadi pemenang penghargaan dari kalangan insan olahraga balap lebih dari satu kali.[302]

Untuk menghormati karier balap Schumi dan usahanya untuk meningkatkan keselamatan dan olahraga, ia dianugerahi FIA Gold Medal for Motor Sport pada tahun 2006.[303] Pada tahun 2007 sebagai pengakuan atas kontribusinya untuk balapan Formula Satu, sirkuit balap Nürburgring mengubah nama tikungan ke-8 dan ke-9 (Audi dan Shell Kurves) sebagai Schumacher S.[304] Berselang sebulan kemudian ia mempresentasikan Tim A1 Jerman dengan Piala Dunia A1 di upacara penghargaan A1GP World Cup of Motorsport musim 2007.[305] Schumi juga dinominasikan untuk Penghargaan Pangeran of Asturias untuk Olahraga tahun 2007, yang ia menangkan baik untuk pengakuan atas prestasinya di ajang olahraga dan untuk catatan kemanusiaannya.[306][307]

Pada 30 April 2010, Schumi mendapat gelar kehormatan Légion d'honneur dari Perdana Menteri Prancis François Fillon.[308]

Pada 13 November 2014, Schumacher dianugerahi Trofi Milenium dalam acara Bambi Awards.[309]

Tahun Nama penghargaan Keterangan
1992 ADAC Motorsports Personality of the Year
1993 AvD Sports Award
Golden Steering Wheel Award Dari harian Bild am Sonntag
1994 Bambi Award
Golden 1 ARD Sports Gala
1995 Golden Camera Award Dari majalah Hörzu
Golden 1 ARD Sports Gala
German Sports Personality of the Year
1997 Silver Laurel Award
Golden Lion Award Dari saluran televisi RTL
2000 Driver of the Year Dari majalah F1 Racing[310]
Man of the Year
2001 World Sport Award
Juara dari Para Juara Dari majalah L'Equipe
Warga Kota Teladan Dari wali kota Modena
European Sports Personality of the Year
Qualifier of the Year Dari majalah F1 Racing[311]
Driver of the Year
Man of the Year
2002 Juara Sejati Olahraga Dunia Dari UNESCO
World Sports Personality of the Year
European Sports Personality of the Year
Driver of the Year Dari majalah F1 Racing[312]
Man of the Year
2003 Lorenzo Bandini Trophy
Juara dari Para Juara Dari majalah L'Equipe
Duta Besar Kehormatan Untuk negara San Marino[313][314]
Man of the Year Dari majalah F1 Racing[315]
European Sports Personality of the Year
2004 Sports Personality of the Century Dari ZDF
Juara dari Para Juara Dari majalah L'Equipe
German Sports Personality of the Year
World Sports Personality of the Year
Qualifier of the Year Dari majalah F1 Racing[316]
Driver of the Year
Man of the Year
2006 Warga Kota Teladan Dari wali kota Maranello
Driver of the Year Dari majalah F1 Racing[317]
Man of the Year
2007 Prince of Asturias Award Kategori olahraga
German TV Prize Kategori Penghargaan Khusus
2010 Knighthood in the Legion of Honour Dari Pemerintah Prancis
Sumber: [318]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rekor berbagi dengan Sebastian Vettel (2013).
  2. ^ Rekor berbagi dengan Ayrton Senna, yang meraih delapan kali posisi pole di San Marino.
  3. ^ Rekor berbagi dengan Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton meskipun Schumi mencatatnya dengan lomba yang lebih sedikit dalam musim berjalan (2002).
  4. ^ Rekor berbagi dengan Kimi Räikkönen (2005 dan 2008).
  5. ^ Rekor berbagi dengan Alberto Ascari pada musim 1952.

Situs web dan jurnal lainnya[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Notable Names Database (NNDB). Diakses pada 22 Agustus 2010
  2. ^ "Alonso ahead of Schumi". News24. 2006-10-21. Diakses tanggal 2006-10-22. 
  3. ^ Tremayne, David (2006-10-22). "Schuey exit promises many twists and turns". The Independent. Diakses tanggal 2006-10-22. 
  4. ^ "Schu brought down to earth". ITV. 2006-10-11. Diakses tanggal 2006-10-14. 
  5. ^ a b c "Hall of Fame - World Champions: Michael Schumacher". The Official Formula 1 Website. 2006. Diakses tanggal 2006-10-05. 
  6. ^ Jochen Rindt, yang lahir di Jerman, turun dan menjuarai Kejuaraan Dunia Formula Satu dengan paspor negara Austria.
  7. ^ "Michael Schumacher - the end of an era". The Official Formula 1 Website. 2006-09-10. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  8. ^ "Schumacher tops F1 supporter poll". BBC Sport. 2006-09-27. Diakses tanggal 2006-10-25. 
  9. ^ Who is your Driver of the Decade? ESPN. Diakses 1 Agustus 2018.
  10. ^ World Rally Championship: dari Satu Sebastien ke Sebastien Lainnya. Kumparan. Diakses 1 Januari 2019.
  11. ^ Canadian Grand Prix: Ralf leads home Schumacher double. Telegraph. Diakses 1 Maret 2018.
  12. ^ Duff, Alex (10 September 2006). "Schumacher, Seven-Time Champion, to Quit Formula One (Update1)". Bloomberg. Diakses tanggal 18 January 2007. 
  13. ^ "Calling time on a career". itv-f1.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 March 2008. Diakses tanggal 15 December 2007. 
  14. ^ a b c Feature | Michael Schumacher: Tribute to a Formula One legend. Drive Tribe. Diakses 1 Maret 2019.
  15. ^ a b Schumacher almost wasn't signed, reveals Briatore. GP Fans. Diakses 1 Januari 2019.
  16. ^ "It's official: Schumi to retire". ITV. 2006-09-11. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  17. ^ Schumi Batal Comeback! Detik Sport. Diakses 1 Januari 2010.
  18. ^ Musolino, Adrian (24 December 2009). "Schumacher returns for a legacy or misery". The Roar. Diakses tanggal 24 December 2009. 
  19. ^ "Michael Schumacher to retire from Formula 1 at end of season". BBC Sport. 4 October 2012. Diakses tanggal 4 January 2014. 
  20. ^ "Schumacher mourns mother on winner's podium". The Guardian. 21 April 2005. Diakses tanggal 1 Maret 2019. 
  21. ^ "Kisah Schumacher: Akrabi Dunia Balap Sejak Umur 9 Tahun". Liputan 6. Diakses tanggal 1 Maret 2019. 
  22. ^ "Menanti Kado 'Keajaiban' di Ulang Tahun Ke-49 Schumacher". CNN Indonesia. Diakses tanggal 1 Februari 2019. 
  23. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Juli 2000, artikel: Special The Schumachers – halaman 34-40
  24. ^ "Michael Schumacher drives taxi in airport dash". The Telegraph. Diakses tanggal 1 Januari 2019. 
  25. ^ "Germany's fastest taxi driver: Michael Schumacher". SMH.com. Diakses tanggal 1 Juni 2017. 
  26. ^ "Watch: Mika Hakkinen on stage at the Autosport Awards". Motorsport Network. Diakses tanggal 1 Januari 2019. 
  27. ^ Tabloid Media Olahraga GO, edisi 15 April 2003, kolom: Celoteh Schumi - halaman 4
  28. ^ a b "Gina-Maria Schumacher Pewaris Bakat Sang Maestro". Sindo News. Diakses tanggal 1 Januari 2019. 
  29. ^ "Schumachers in show of sympathy for Frentzen". The Guardian. Diakses tanggal 1 Januari 2018. 
  30. ^ Holt, Sarah (2006-10-22). "Who is the real Schumacher?". BBC Sport. Diakses tanggal 2006-10-22. 
  31. ^ "Mick Schumacher joins the FDA". 19 January 2019. Diakses tanggal 29 January 2019. 
  32. ^ I Did It My Way, Schumacher Says After Brazilian Swan Song. Diakses 1 Maret 2019.
  33. ^ Michael Schumacher: the biker . Top Gear. Diakses 1 Maret 2019.
  34. ^ Buku Pintar: Seri Senior edisi 45 tahun 2013 halaman 259, artikel: 100 Top Selebriti Dunia
  35. ^ "The Celebrity 100". Forbes.com. 2005. Diakses tanggal 2006-10-25. 
  36. ^ Schumacher comes full circle with Mercedes. Sarah Holt - BBC Sport. Diakses 1 Januari 2019.
  37. ^ Schumacher: I could not work with Dennis. Autosport. Diakses 1 Januari 2019.
  38. ^ DVAG stages spectacular showcase about Michael. Situs resmi Michael Schumacher. Diakses 1 Januari 2019.
  39. ^ Dekra läßt Vertrag mit Michael Schumacher auslaufen. New Business (dalam Bahasa Jerman). Diakses 1 Januari 2018.
  40. ^ "MOT: Schumacher slaps $11.9 m price on his head". AAP Sports News. 1999-11-11. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-03. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  41. ^ "Schumacher's sponsor extends contract". F1Racing.net. 2005-08-31. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  42. ^ OMEGA Ambassadors & World Champs Meet - Michael Schumacher and Ian Thorpe. Diakses 1 Januari 2017.
  43. ^ L'Oreal signs Michael Schumacher. Diakses 1 Februari 2018.
  44. ^ a b "Michael Schumacher, a UNESCO champion". UNESCO. 2002. Diakses tanggal 2006-10-25. 
  45. ^ "The Best-Paid Athletes". Forbes. 24 June 2004. Diakses tanggal 8 August 2009. 
  46. ^ Reid, Angus (11 July 2006). "Sports: How Big Is Too Big?". Mediacheck. thetyee.ca. Diakses tanggal 24 October 2006.  Forbes magazine has not yet included him on its billionaires list. More recently, other sources have estimated his net worth in 2006 somewhat lower, www.f1i.com reported that it 'surpassed $800M'."Retired Schu to earn $26 m in 2007 – report". f1i.com. 18 September 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 May 2007. Diakses tanggal 23 January 2007. 
  47. ^ "Schumacher donates $10 m relief aid". CNN. 4 January 2005. Diakses tanggal 24 October 2006. 
  48. ^ McAllister, Mike (11 November 2005). "My Sportsman: Michael Schumacher". 2005 Sportsman of the Year. Diakses tanggal 25 October 2006. 
  49. ^ "Schumacher's bodyguard died in tsunami". Diakses tanggal 9 September 2014. 
  50. ^ "Michael Schumacher's Skiing Accident in Méribel – Locations". Diakses tanggal 24 February 2014. 
  51. ^ Noble, Jonathan (30 December 2013). "Helmet helped protect Michael Schumacher in skiing accident". Autosport. Haymarket Publishing. Diakses tanggal 30 December 2013. 
  52. ^ "Michael Schumacher 'still in wake-up phase'". CNN. 7 March 2014. Diakses tanggal 16 March 2014. 
  53. ^ Noble, Jonathan (30 December 2013). "Doctors say Michael Schumacher's condition 'extremely serious'". Autosport. Haymarket Publishing. Diakses tanggal 30 December 2013. 
  54. ^ "Schumacher has 'conscious moments' – agent". BBC News. 4 April 2014. Diakses tanggal 4 April 2014. 
  55. ^ Mackay, Don; Robson, Steve (2014-06-13). "Michael Schumacher moved from intensive care to rehab ward as chances of full recovery fade". Mirror.co.uk. Diakses tanggal 2014-06-14. 
  56. ^ Schmuck, Pascal; Nicollier, Marie (16 June 2014). "Schumacher entre les mains des neurologues du CHUV". 24 Heures (dalam bahasa French). Diakses tanggal 21 August 2014. 
  57. ^ "Michael Schumacher: 'paralysed and in a wheelchair'". The Telegraph. Diakses tanggal 19 November 2014. 
  58. ^ Manalo, Komfie (26 May 2015). "Michael Schumacher Latest Health Update: F1 Racing Superstar Improving 17 Months After Ski Accident". Diakses tanggal May 27, 2015. 
  59. ^ Coppinger, Mike. "Lawyer refutes report, says Michael Schumacher 'cannot walk' or stand". USA Today. Diakses tanggal 21 September 2016. 
  60. ^ "Michael Schumacher 'cannot walk', German court hears". BBC News. 19 September 2016. Diakses tanggal 21 September 2016. 
  61. ^ "Five Years On: What is Michael Schumacher's Condition?". gpfans. 29 December 2018. Diakses tanggal 9 Maret 2019. 
  62. ^ "The Beginning". mschumacher.com. Crash.net. 2006. Diakses tanggal 2007-04-23. 
  63. ^ 5 Fakta Tentang Michael Schumacher, Legenda F1 yang Masih Berjuang Pulih. Indosport. Diakses 1 Januari 2019.
  64. ^ a b Data dan Fakta Michael Schumacher. Detik Sport. Diakses 1 Januari 2019.
  65. ^ a b c Michael Schumacher - A Brief Biography. Diakses 1 Maret 2019.
  66. ^ Klasemen musim 1988 - Formula Koenig. Driver Database. Diakses 1 Maret 2019.
  67. ^ a b Domenjoz, Luc (2002). Michael Schumacher : Rise of a genius. Parragon. hlm. pp. 10–12, 170–171. ISBN 0-75259-228-9. 
  68. ^ Profil Mika Salo. ESPN. Diakses 1 Maret 2019.
  69. ^ a b c d Menjadi Michael Schumacher: Pebalap Tanpa Titik Lemah. CNN Indonesia. Diakses 1 Maret 2019.
  70. ^ Mika Hakkinen versus Michael Schumacher at Macau 1990, Red Bull. Diakses 21 Maret 2018.
  71. ^ Majalah F1 Racing – November 2004 – Mika Mau Kembali? – halaman 44-50.
  72. ^ Hilton, Christopher (2006). Michael Schumacher: The whole story. Haynes. hlm. pp.55–57. ISBN 1-84425-008-3. 
  73. ^ Hilton, Christopher (2006). Michael Schumacher: The whole story. Haynes. hlm. pp.48–53. ISBN 1-84425-008-3. 
  74. ^ "Cabbie opens door for speedy German". 18 October 2006. Diakses tanggal 27 August 2016. 
  75. ^ a b Collings, Timothy (2004). The Piranha Club. Virgin Books. hlm. p.17. ISBN 0-7535-0965-2. 
  76. ^ "1991 Belgian Grand Prix". Results Archive. The Official Formula 1 Website. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  77. ^ Collings, Timothy (2007). "Welcome to the Piranha Club". The Piranha Club. Virgin Books. ISBN 1-8522-7907-9. 
  78. ^ Domenjoz, Luc (2006) [2002]. Michael Schumacher : Rise of a genius. Parragon. hlm. 38. ISBN 0-7525-9228-9. 
  79. ^ Hilton, Christopher (2003). Michael Schumacher : The greatest of all. Haynes. hlm. pp.131–132. ISBN 1-84425-044-X. 
  80. ^ Hardcastle, Jonathon. "Michael Schumacher". Diakses tanggal 2007-07-12. 
  81. ^ "Schumacher races to victory". BBC Sport. 2001-03-18. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  82. ^ "Michael Schumacher - Master of the F1 Circuit". Auto Racing. Diakses tanggal 2007-07-12. 
  83. ^ "Grand Prix Results: Monaco GP, 1993". Grand Prix Encyclopedia. GrandPrix.com. Diakses tanggal 2006-11-06. . Benetton first raced traction control at the 1993 Monaco Grand Prix, having introduced active suspension at the 1993 European Grand Prix (Domenjoz (2002) p. 40). Williams had first raced an active system in 1987 and used it throughout 1992,(Autocourse (1992) p.50) while McLaren and Ferrari both introduced active cars in the final races of the 1992 season.(Autocourse (1992) pp.42 & 80)
  84. ^ "1994 Brazilian Grand Prix". formula1.com. Diakses tanggal 1 August 2018. 
  85. ^ "Grand Prix Results: Pacific GP, 1994". GrandPrix.com. Inside F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 September 2008. Diakses tanggal 28 August 2008. 
  86. ^ "1994 San Marino Grand Prix". Formula1.com. Formula One Administration. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 June 2011. Diakses tanggal 22 June 2011. 
  87. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Mei 2001, artikel: Mengenang Ayrton Senna, halaman 86-91
  88. ^ "1994 Monaco Grand Prix". formula1.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 November 2014. Diakses tanggal 23 December 2015. 
  89. ^ British Grand Prix: Hill wins 1994 race after Schumacher's black flag, Murray Walker (BBC Sport). Diakses 22 Maret 2018
  90. ^ Do you remember… when Schumacher and Hill collided at Silverstone, Formula Satu. Diakses 22 Maret 2018
  91. ^ "Schumacher 500: Has the King Lost His Crown?". AutoSport. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  92. ^ "Now we are 76...: Murray Walker". www.grandprix.com. 1999-10-18. Diakses tanggal 2007-11-30. 
  93. ^ The other man of Benetton. Independent. Diakses 1 Januari 2019.
  94. ^ A look back at Belgium: 1995, F1 Today. Diakses 22 Maret 2018.
  95. ^ Michael Schumacher's 25 Best and Most Infamous F1 Moments
  96. ^ "Schumacher in trouble again". GrandPrix.com. 28 August 1995. Diakses tanggal 15 December 2006. 
  97. ^ 1995 Canadian GP - The day Alesi scored his maiden F1 win. Motorsport Network. Diakses 1 Januari 2019.
  98. ^ Do you remember… Alesi’s one and only Grand Prix win in Canada. Situs resmi Formula Satu. Diakses 1 Januari 2019.
  99. ^ Cooper, Steve (Agustus 2007). "McLaren dream team turns into nightmare". Autosport. 189 (6): pp.6–8. 
  100. ^ Schumacher signs for Ferrari. Motorsport Network. Diakses 1 Januari 2018.
  101. ^ Irvine to partner Schumacher at Ferrari. Independent. Diakses 1 Januari 2019.
  102. ^ Bewers, Matthew. "Ross Brawn Profile". theScuderia.net. 
  103. ^ "Schumacher confirms retirement". MSN Cars. 2006-09-11. Diakses tanggal 2006-09-28. 
  104. ^ Benson, Andrew (2006-10-18). "Schumacher 'made Ferrari great'". BBC Sport. Diakses tanggal 2006-11-06. 
  105. ^ "Ferrari: Formula 1's Most Successful Team Enters a New Era". about.com. Diakses tanggal 2007-06-12. 
  106. ^ Fiorano anniversary recalls F1 legend of Michael Schumacher and Ferrari. The Guardian. Diakses 1 Mei 2017.
  107. ^ Spanish Grand Prix: Why Michael Schumacher's epic 1996 win matters. BBC Sport. Andrew Benson. Diakses 1 Januari 2019.
  108. ^ "Grand Prix Results: French GP, 1996". Grandprix.com. Diakses tanggal 18 April 2013. 
  109. ^ Michael Schumacher's second win with Ferrari. Situs resmi tim Ferrari. Diakses 1 Januari 2019.
  110. ^ Michael Schumacher wins Italian GP for first time. Situs resmi tim Ferrari. Diakses 1 Januari 2019.
  111. ^ Legends: Damon Hill’s 1996 championship season. Red Bull. Diakses 1 Januari 2019.
  112. ^ "Schumacher wins Monaco Grand Prix". Boca Raton News. 12 May 1997. hlm. 2C. 
  113. ^ "GRAND PRIX RESULTS: CANADIAN GP, 1997". www.grandprix.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-09. Diakses tanggal 8 October 2007. 
  114. ^ "1997 French Grand Prix". formula1.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 October 2014. Diakses tanggal 24 December 2015. 
  115. ^ Collantine, Keith (24 August 2017). "Schumacher capitalises as Williams get it wrong in the rain again". F1 Fanatic. Diakses tanggal 26 October 2017. 
  116. ^ "Villeneuve in trouble". GrandPrix.com. 1997-10-13. Diakses tanggal 2008-05-09. 
  117. ^ "Williams drops its appeal". GrandPrix.com. 1997-10-20. Diakses tanggal 2008-05-09. 
  118. ^ "Grand Prix Results: Luxembourg GP, 1997". Grandprix.com. Diakses tanggal 11 December 2013. 
  119. ^ Benson, Andrew (2006-05-28). "Schumacher's chequered history". BBC Sport. Diakses tanggal 2006-11-08. 
  120. ^ a b "FIA World Motor Sport Council - 11 November 1997" (PDF). FIA. 1997-11-11. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2005-03-02. Diakses tanggal 2006-10-29. 
  121. ^ "The lost honor of Michael Schumacher". GrandPrix.com. 1997-11-03. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  122. ^ McLaren MP4/13 - McLaren Heritage. Situs resmi McLaren. Diakses 1 Januari 2017.
  123. ^ Italian GP 1998. – Schumacher leads Irvine in Ferrari 1-2 in Monza! Maximum F1. Diakses 1 Februari 2019.
  124. ^ "Mika wins as Schu let down by puncture". BBC News. 2 November 1998. Diakses tanggal 15 July 2015. 
  125. ^ Lindsay, Alasdair. "Classic British Grand Prix: 1998". The Checkered Flag. Diakses tanggal 10 July 2018. 
  126. ^ "Crash was my fault, Coulthard admits". Sydney Morning Herald. Reuters. 7 June 2003. Diakses tanggal 28 September 2006. 
  127. ^ Lupini, Michele (2 May 1999). "Grand Prix of San Marino Review". Autosport. 
  128. ^ "gp de mônaco 1999 (Monaco Grand Prix 1999) 8/8". Diakses tanggal 5 April 2016 – via YouTube.  3:06
  129. ^ "Schumacher out of action". GrandPrix.com. 1999-07-12. Diakses tanggal 2006-10-25. 
  130. ^ 1999 British GP – Schumacher breaks leg after rear brake failure. Max F1. Diakses 1 Maret 2019.
  131. ^ Michael Schumacher speaks of near-death experience at Silverstone. Telegraph. Diakses 1 Maret 2018.
  132. ^ Salo replaces Schumacher. Irish Times. Diakses 4 Maret 2019.
  133. ^ Do you remember... Schumacher’s stunning Malaysia comeback. Situs resmi Formula Satu. Diakses 1 Maret 2019.
  134. ^ "DRIVERS: MICHAEL SCHUMACHER". www.grandprix.com. Diakses tanggal 2006-11-30. 
  135. ^ Suzuka 1999. – Hakkinen wins Japanese GP and second F1 title. Max F1. Diakses 1 Maret 2019.
  136. ^ Barrichello Joins Ferrari. Motorsport. Diakses 1 Januari 2017.
  137. ^ "2000 Ferrari F1-2000 | Conceptcarz.com". conceptcarz.com. Diakses tanggal 2015-11-19. 
  138. ^ "GRAND PRIX RESULTS: AUSTRALIAN GP, 2000". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 June 2008. Diakses tanggal 5 June 2008. 
  139. ^ "GRAND PRIX RESULTS: BRAZILIAN GP, 2000". GrandPrix.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 June 2011. Diakses tanggal 10 June 2011. 
  140. ^ F1 Racing. May 2000.
  141. ^ "Lap-by-Lap: Grand Prix of Austria 2000". Gale Force F1. 16 July 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 January 2005. Diakses tanggal 14 March 2015. 
  142. ^ "Race Facts". FIA.com. Fédération Internationale de l'Automobile. 30 July 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 June 2001. Diakses tanggal 26 March 2015. 
  143. ^ "Lap-by-Lap: Grand Prix of Hungary 2000". Gale Force F1. 13 August 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 July 2002. Diakses tanggal 28 February 2015. 
  144. ^ Roebuck, Nigel (19 August 2013). "I was there when... 2000 Belgian GP". MotorSport. Motor Sport Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 August 2013. Diakses tanggal 13 February 2015. 
  145. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Oktober 2000, Pitpass: Sehat ala Schumi – halaman 22
  146. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2000, artikel: I Had a Dream – halaman 34-42
  147. ^ Benson, Andrew (2004-04-21). "A death that shocked the world". BBC. Diakses tanggal 2007-04-21. 
  148. ^ Knight, Ben (7 November 2003). "Doctors found guilty of misconduct". PM. Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 8 October 2011. 
  149. ^ "2001 Malaysian Grand Prix". Formula1.com. Formula1.com Limited. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 October 2014. Diakses tanggal 26 December 2015. 
  150. ^ "Post-Race Press Conference - Spanish GP". Atlas F1. 29 April 2001. Diakses tanggal 9 July 2014. 
  151. ^ Spurgeon, Brad (30 April 2001). "Schumacher Inherits Victory on Final Lap : McLaren's Disasters Hand Ferrari Victory". The New York Times. Diakses tanggal 9 July 2014. 
  152. ^ "2001 Hungarian Grand Prix". Formula1.com. Formula1.com Limited. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 October 2014. Diakses tanggal 26 December 2015. 
  153. ^ "Send your tributes to Schumacher". BBC. Diakses tanggal 2007-02-03. 
  154. ^ "Montoya's first win mature but muted". The Guardian. 17 December 2001. Diakses tanggal 30 May 2016. 
  155. ^ Melbourne Grand Prix: Five memorable moments in Melbourne's Formula One history. ABC News. Diakses 1 Januari 2019.
  156. ^ "Schumacher to use F2002 in Brazil". GrandPrix.com. Inside F1. 24 March 2002. Diakses tanggal 27 June 2014. 
  157. ^ Brazilian GP 2002 - Michael gives F2002 debut win. Crash.net. Diakses 10 Maret 2017.
  158. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Mei 2002, artikel: Laporan GP Brazil – halaman 103-107
  159. ^ Schumacher wins San Marino GP going away. CBC News. Diakses 17 Agustus 2015.
  160. ^ "Schumacher Rampok Kemenangan Barrichello". BBC Sport. 2002-05-12. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  161. ^ Majalah F1 Racing Indonesia September 2002, artikel: Lima Kali! – halaman 34-39
  162. ^ Molinaro, John C. (12 September 2006). "Top 10 Michael Schumacher moments". CBC Sports. Canadian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 6 January 2012. 
  163. ^ Majalah F1 Racing Indonesia November 2002, Pitpass: Formasi Gagal Ferrari – halaman 30
  164. ^ Barrichello: I was told to consider my contract... Crash.net. Diakses 19 April 2016.
  165. ^ 2003 Japanese GP – Schumacher wins sixth drivers’ championship! Max F1. Diakses 11 Januari 2016.
  166. ^ "Coulthard takes Melbourne thriller". BBC Sport. 2003-03-09. Diakses tanggal 2006-11-03. 
  167. ^ "Raikkonen claims maiden win". BBC Sport. 2003-03-23. Diakses tanggal 2006-11-03. 
  168. ^ "Raikkonen wins chaotic race". BBC Sport. 2003-04-06. Diakses tanggal 2006-11-03. 
  169. ^ Williams, Richard (21 April 2003). "Schumacher mourns mother on winner's podium". The Guardian (Guardian Media Group). Diakses tanggal 5 May 2014. 
  170. ^ "San Marino GP - Sunday - Race Notes". GrandPrix.com. 20 April 2003. Diakses tanggal 5 May 2014. 
  171. ^ "Schumachers excused formalities after mother's death". formula1.com (Formula One World Championship Limited). 20 April 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 May 2014. Diakses tanggal 26 December 2015. 
  172. ^ "Deciding the World Championship". grandprix.com. 7 October 2003. Diakses tanggal 6 May 2013. 
  173. ^ Japanese GP 2003 - Rubens wins, title for Michael, Crash.net. Diakses 1 Januari 2018.
  174. ^ I predict a riot: Schumi’s drunken Japanese rampage. WTF F1. Diakses 19 April 2017.
  175. ^ 4 Mobil F1 Terbaik Ferrari Sepanjang Masa. Bola.net. Diakses 16 April 2018.
  176. ^ Montoya dan Schumacher bertabrakan di terowongan, GP Update. Diakses 1 Juli 2010.
  177. ^ Hungary 2004: Ferrari 1-2 seals constructors! Crash.net. Diakses 19 Agustus 2016.
  178. ^ Schumacher seals title as Belgian spa revives Formula One. Independent. David Treymayne. Diakses 10 April 2014.
  179. ^ Michael Schumacher takes 7th World Drivers' title. Situs resmi tim Ferrari. Diakses 10 Januari 2019.
  180. ^ "A tribute to Michael Schumacher". f1technical.net. 2006. Diakses tanggal 2007-12-01. 
  181. ^ Michael Schumacher first over line in 2004 Japanese GP. Situs resmi tim Ferrari. Diakses 30 Desember 2018.
  182. ^ Blundell`s view: 2005 F1 season review - Pt.1. Crash.net. Diakses 10 Agustus 2018.
  183. ^ Ferrari F2005 to race in Bahrain. Motorsport Network. Diakses 10 April 2017.
  184. ^ 2005 San Marino Grand Prix. Motorsport Magazine. Diakses 1 Januari 2019.
  185. ^ "Schumacher takes hollow USGP victory". Crash.net. 2005-06-19. Diakses tanggal 2007-06-19. 
  186. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Oktober 2005, artikel: Ferrari Change? – halaman 44-50
  187. ^ Massa akhirnya jadi pindah ke tim Ferrari. TSN.ca. Diakses 1 April 2017.
  188. ^ "FIA announce rule changes for 2005 and 2006". The Official Formula 1 Website. 2004-10-22. Diakses tanggal 2007-04-13. 
  189. ^ "Unbeatable Schumi sets new pole record". GPUpdate.net. 22 April 2006. 
  190. ^ "Schumacher is stripped of pole". Formula One official site. 2006-05-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-30. 
  191. ^ "Alonso's Renault Engine blew in spectacular fashion". Motorsport.com. 10 September 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 September 2007. Diakses tanggal 1 August 2007. 
  192. ^ a b Ferrari S.p.A. (2006-09-10). Michael Schumacher will retire from race driving at the end of the 2006 World Championship. (PDF). Siaran pers. Diakses pada 2006-10-24.
  193. ^ Tabloid Bola edisi 12 Oktober 2006, artikel: Schumi Mengundurkan Diri dari F1 – halaman 4
  194. ^ a b Zanca, Salvatore (1 October 2006). "Alonso has trouble with his front tires". The Washington Post. Diakses tanggal 1 August 2007. 
  195. ^ Henry, Alan (9 October 2006). "Formula One: Engine failure ruins Schumacher's dream". the Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 March 2018. 
  196. ^ We Should Admire the 2006 Brazilian Grand Prix. Bleacher Report. Diakses 10 Juni 2018.
  197. ^ "Schumacher suffers in qualifying". BBC Sport. 2006-10-21. Diakses tanggal 2007-08-01. 
  198. ^ "Fisi did cause Schu puncture". itv.com/f1. 2006-10-23. Diakses tanggal 2006-10-23. 
  199. ^ "Superb Schumi signs off in style". BBC Sport. 2006-10-22. Diakses tanggal 2006-11-03. 
  200. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2006, artikel: One for the Road – halaman 81-83
  201. ^ Tabloid Bola edisi 24 Oktober 2006, artikel: Laporan GP Brazil: Aksi Pamungkas Schumi – halaman 4-5
  202. ^ "Schumacher concedes title to Alonso". Autosport. 8 October 2006. 
  203. ^ "Schumacher to help Ferrari select drivers". autosport.com. 2007-10-29. Diakses tanggal 2007-11-30. 
  204. ^ Grapevine: Schumacher honoured by Maranello. Autosport. Diakses 1 Januari 2016.
  205. ^ Schumacher made honorary citizen of Maranello. Motorsport Network. Diakses 1 April 2018.
  206. ^ Majalah F1 Racing Indonesia September 2008, artikel: Senjata Rahasia Ferrari – halaman 48-49
  207. ^ Schumacher and Ferrari: The Launch of F1's Greatest Partnership. Vice Sport. Diakses 1 Januari 2019.
  208. ^ New Michael Schumacher exhibition unveiled in Germany. Autosport. Diakses 1 Januari 2019.
  209. ^ "Manager rules out Schumi F1 return". F1 ITV. 28 July 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 July 2009. Diakses tanggal 29 July 2009. 
  210. ^ "Lealdade custa caro: Schumi ganhará cerca de R$ 8,5 milhões por corrida" (dalam bahasa Portuguese). Globo. 29 July 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 August 2009. Diakses tanggal 30 July 2009. 
  211. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Agustus 2009, Pitpass: Schumi kembali ke F1 – halaman 28
  212. ^ Kabar 9 tvOne – Mantan Juara Dunia F1 Michael Schumacher Kembali Akan Membalap30 Juli 2009, http://www.tvone.co.id
  213. ^ "Schumacher cancels F1 return". carthuasiast.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 August 2009. Diakses tanggal 12 August 2009. 
  214. ^ Noble, Jonathan (3 September 2009). "Fisichella: Ferrari drive a dream for me". autosport.com. Haymarket Publishing. Diakses tanggal 27 November 2016. 
  215. ^ "Schumacher at 50 - plans to honour a sporting icon". RTE.ie (dalam bahasa Inggris). 2018-12-27. 
  216. ^ Schumi sangat mungkin kembali, Fajar Online URL diakses: 20 Desember 2009.
  217. ^ "Mercedes want Michael Schumacher to drive in F1 team". BBC Sport. 20 November 2009. Diakses tanggal 20 November 2009. 
  218. ^ Montezemolo pastikan Schumi kembali ke F1 tahun 2010, VivaNews URL diakses: 20 Desember 2009.
  219. ^ Mercedes F1 2010 Preview, Telegraph. Diakses 15 Februari 2018.
  220. ^ "Schumacher is 'past it' – Moss". ESPN F1. 27 April 2010. Diakses tanggal 25 August 2011. 
  221. ^ "Damon Hill: Never, Ever, Ever, Ever Write Off Schumacher". The Black Stuff. The Media Halls. 8 July 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 March 2012. Diakses tanggal 25 August 2011. 
  222. ^ "FIA To Clarify Safety Car Regulations". GrandPrix.com. 20 May 2010. Diakses tanggal 27 May 2010. 
  223. ^ Lalor, Peter (4 August 2010). "Michael Schumacher Admits His Move Against Rubens Barrichello was Wrong". The Australian. News Limited. Diakses tanggal 7 August 2010. 
  224. ^ Brundle, Martin (2 August 2010). "Schumacher right to say sorry". BBC Sport. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 August 2010. Diakses tanggal 5 August 2010. 
  225. ^ I'm not replacing Schuey! Sutil rubbishes reports he's in line for 2011 Mercedes seat . Daily Mail. Diakses 1 Agustus 2018.
  226. ^ "Schumacher's car designed for me – Button". WorldCarFans. Black Falcon Media Group. 28 July 2010. Diakses tanggal 13 December 2010. 
  227. ^ Holt, Sarah (27 March 2011). "Sebastian Vettel beats Lewis Hamilton in Australian GP". BBC Sport. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 5, 2012. Diakses tanggal 27 March 2011. 
  228. ^ Holt, Sarah (17 April 2011). "Lewis Hamilton storms to China victory over Red Bulls". BBC Sport. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 5, 2012. Diakses tanggal 17 April 2011. 
  229. ^ "2011 Canadian GP review: Button bounces back to win". F1 Fanatic. 12 June 2011. Diakses tanggal 25 January 2017. 
  230. ^ Noble, Jonathan (29 August 2011). "Behind the scenes at Spa". Autosport. Haymarket Publications. Diakses tanggal 30 August 2011. Helmet supplier Schuberth provided him with a special 21-carat gold plated helmet, which he wore as a special one-off for the weekend. 
  231. ^ Benson, Andrew (28 August 2011). "Sebastian Vettel storms to Belgian victory". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 29 August 2011. 
  232. ^ Sheringham, Sam (9 October 2011). "Japanese Grand Prix as it happened". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 10 October 2011. Lap 40: This is the first time Schuey has led a race since the Japanese GP in 2006. 
  233. ^ Holt, Sarah (16 October 2011). "Sebastian Vettel wins Korean Grand Prix from Lewis Hamilton". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 16 October 2011. 
  234. ^ "Webber fastest for Red Bull at Interlagos". Formula1.com. Formula One Administration. 25 November 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 November 2011. Diakses tanggal 25 November 2011. 
  235. ^ "Schumacher hails 'huge step forward' for Mercedes". Crash.net. Crash Media Group. 17 March 2012. Diakses tanggal 17 March 2012. 
  236. ^ "Brawn upbeat despite Melbourne failure". Google News. Google Inc. Press Association. 18 March 2012. Diakses tanggal 18 March 2012. 
  237. ^ "Hamilton beats Button to Sepang pole". Formula1.com. Formula One Administration. 24 March 2012. Diakses tanggal 24 March 2012. 
  238. ^ "Pits of despair for Hamilton as Vettel holds off Raikkonen for first win of season in troubled Bahrain". Daily Mail. 22 April 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 April 2012. Diakses tanggal 26 April 2012. 
  239. ^ Benson, Andrew (13 May 2012). "Michael Schumacher penalised for Bruno Senna clash". BBC. Diakses tanggal 2012-05-29. 
  240. ^ "FIA post-qualifying press conference – Monaco". Formula One. 26 May 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 May 2012. Diakses tanggal 1 June 2012. 
  241. ^ Tremayne, David (11 June 2012). "Lewis Hamilton makes it lucky number seven as he cuts a dash to victory in Canada". The Independent. Independent Print Limited. Diakses tanggal 11 June 2012. 
  242. ^ "Schumacher 'happy' to quieten detractors". The Press Association. Diakses tanggal June 25, 2012. 
  243. ^ "Conclusions from the German GP". Sky Sports. BSkyB. 23 July 2012. Diakses tanggal 24 July 2012. 
  244. ^ Schumacher 300 Kali. Kompas. Diakses 1 Januari 2017.
  245. ^ Collantine, Keith (2 September 2012). "Button storms to Spa win after first-lap shunt". F1 Fanatic. Keith Collantine. Diakses tanggal 2 September 2012. 
  246. ^ Benson, Andrew (28 September 2012). "Lewis Hamilton to leave McLaren after signing Mercedes contract". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 28 September 2012. 
  247. ^ Michael Schumacher Pensiun Lagi, Adam Cooper F1 Blog
  248. ^ Cary, Tom. "Michael Schumacher prepares for a second Formula One retirement before riding off into the sunset". telegraph.co.uk. Diakses tanggal 11 March 2015. 
  249. ^ "Even a tank can't halt schu now". JEC Composites. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 January 2007. Diakses tanggal 8 November 2006. 
  250. ^ "Michael Schumacher Helmet Profile". theprancinghorse.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 December 2006. Diakses tanggal 10 February 2007. 
  251. ^ "Gallery: Michael Schumacher's F1 helmets". Motorsport.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 March 2018. Diakses tanggal 22 March 2018. 
  252. ^ "Michael Schumacher Biography". mschumacher.com. Diakses tanggal 25 October 2006. 
  253. ^ "Michael's winning helmet". PitPass. 21 October 2006. Diakses tanggal 7 November 2006. 
  254. ^ Noble, Jonathan (29 August 2011). "Behind the scenes at Spa". Autosport. Haymarket Publications. Diakses tanggal 30 August 2011. Helmet supplier Schuberth provided him with a special 21-carat gold plated helmet, which he wore as a special one-off for the weekend. 
  255. ^ "Michael Schumacher 2012 300TH GP Commemorative F1 Replic". www.cmhelmets.com. 
  256. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Juli 2003, pitpass: Schumi Masuk Dunia Keuangan – halaman 32
  257. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Oktober 2004, artikel: JV Kembali! – halaman 76
  258. ^ Michael Schumacher World Champion Tower by LAVA. Dezeen. Diakses 1 Januari 2019.
  259. ^ 10 less known facts about Michael Schumacher. Scuderia Fans. Diakses 1 Januari 2019.
  260. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Oktober 2008, Pitpass: Schumacher Membangun Gedung Pencakar Langit Mewah – halaman 16-17
  261. ^ "home :: CS Ranch". cs-ranch.com. Diakses tanggal 7 April 2017. 
  262. ^ "Home :: CS Ranch". cs-ranch.eu. Diakses tanggal 7 April 2017. 
  263. ^ https://www.fifa.com/worldcup/news/michael-schumacher-great-football-fan-74398. Situs resmi FIFA. Diakses 2 Maret 2019.
  264. ^ a b c Sepak Bola, 'Cinta' Kedua Michael Schumacher. CNN Indonesia. Diakses 2 Maret 2019.
  265. ^ a b "FIFA Fair Play: Playing for a better world". FIFA. 16 December 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2006. Diakses tanggal 25 October 2006. 
  266. ^ F1 drivers 'miss' Schumacher at football game. Motorsport Network. Diakses 2 Maret 2019.
  267. ^ Apa Itu Nazionale Piloti?. Football Tribe. Diakses 2 Maret 2019.
  268. ^ Schumacher in coma, l’urlo di Del Piero: “Forza Campione!” Calcio Web. Diakses 2 Maret 2019.
  269. ^ SCHUMACHER SUPPORTS RONALDO:"YOU WILL SCORE FOR ME AND BARRICHELLO". Situs resmi Inter Milan. Diakses 2 Maret 2019.
  270. ^ Michael takes Zinedine Zidane for a drive in his @Ferrari FXX around the circuit in Magny-Cours on 30/6/07 #TeamMichael #KeepFighting. Akun Twitter @Schumacher. Diakses 2 Maret 2019.
  271. ^ Sarah Holt. "Sarah Holt's Blog: F1 drivers banter over World Cup". BBC. Diakses tanggal 2010-05-29. 
  272. ^ "Schumacher becomes Swiss football ambassador". GPUpdate.net. 16 April 2007. Diakses tanggal 1 February 2011. 
  273. ^ Schumacher back on a MotoGP bike! Crash.net. Diakses 1 Januari 2019.
  274. ^ Schumacher begeistert auch auf dem Motorrad. Welt.de (dalam Bahasa Jerman). Diakses 1 Januari 2019.
  275. ^ Kisah Schumi Sang Penyamar. Detik.com. Diakses 1 Januari 2019.
  276. ^ Michael Schumacher o... ¿Marcel Niederhausen?. Diakses 1 Januari 2018.
  277. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Juli 2008, Pitpass: Schumi Jatuh dari Motor! – halaman 28
  278. ^ Schumacher slips up in Superbike race www.itv-f1.com Retrieved 5 July 2008
  279. ^ Motorcycle Sport and leisure magazine, Nov 2008 (interview with Randy Mamola)
  280. ^ a b Michael Schumacher. Race of Champions. Diakses 1 Juni 2018.
  281. ^ Mattias Ekstrom wins Race of Champions, Audi summary. Motorsport Network. Diakses 1 Januari 2019.
  282. ^ Ekstrom Bests Schumacher, Wins Race of Champions. Jalopnik. Diakses 1 Mei 2018.
  283. ^ Kovalainen stuns competition in Race of Champions. Motorsport Network. Diakses 1 Agustus 2010.
  284. ^ Edwards beating Schumacher. Car Throttle. Diakses 1 Maret 2017.
  285. ^ Jerman Juara, Schumi Tidak. Detik Sport. Diakses 12 April 2018.
  286. ^ ROC: Vettel shocks the regulars. Crash.net. Diakses 1 Januari 2019.
  287. ^ a b Six of the Best: Unlikely F1 Movie Cameos, Red Bull. Diakses 11 Februari 2018.
  288. ^ a b Asterix at the Olympic Games: Bertemu Schumacher dan Zidane, Kompas. Diakses 1 Februari 2017
  289. ^ Keluarga Michael Schumacher Siap Bersuara Melalui Film Dokumenter. Bola Sport. Diakses 31 Mei 2019.
  290. ^ Film dokumenter Schumacher siap tayang tahun ini. Motorsport Network. Diakses 31 Mei 2019.
  291. ^ Dari Festival Film Cannes 2019: Inilah Film Michael Schumacher!. Suara.com. Diakses 31 Mei 2019.
  292. ^ "Schumacher 'revealed' as the Stig". BBC Online. 21 June 2009. Diakses tanggal 22 June 2009. 
  293. ^ "F1 : Schumacher completes a stint as Top Gear Stig - SCHUMACHER - F1-Live.com". En.f1-live.com. Diakses tanggal 8 August 2009. 
  294. ^ "Series 13, Episode 1". Top Gear. 12 June 2009. BBC Two. 
  295. ^ Michael Schumacher Racing World Kart 2002 at GameSpot
  296. ^ Michael Schumacher World Tour Kart 2004. Game Pressure. Diakses 1 Maret 2019.
  297. ^ "Most total wins". ESPN. Diakses tanggal 13 May 2015. 
  298. ^ "Most wins with 1 team". Stats F1. Diakses tanggal 13 May 2015. 
  299. ^ "Most second places". Stats F1. Diakses tanggal 26 August 2017. 
  300. ^ "5 hat tricks in a season". ESPN. Diakses tanggal 13 May 2015. 
  301. ^ "Michael Schumacher". Laureus. Laureus World Sport Awards Limited. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 September 2007. Diakses tanggal 18 April 2007. 
  302. ^ "Winners". Diakses tanggal 11 August 2015. 
  303. ^ "Schumacher honoured by the FIA". The Official Formula 1 Website. 11 December 2006. Diakses tanggal 15 December 2006. 
  304. ^ "Schumacher honoured by having a corner named after him at Nurburgring". Formula One. 21 July 2007. Diakses tanggal 21 July 2007. 
  305. ^ "Michael Schumacher honours team Germany's A1GP success". f1.automoto365.com. A1GP. 1 May 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 7 May 2007. 
  306. ^ "Prince of Asturias Awards' Michael Schumacher page". Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 July 2008. 
  307. ^ "Asturias Jury report". Fundación Princesa de Asturias. 5 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 July 2008. 
  308. ^ "Légion d'honneur for Shumacher". Suara Rusia. 30 April 2010. Diakses tanggal 3 May 2010. 
  309. ^ "Ariana Grande, U2 Among Winners at 2014 Bambi Awards". U2 Station. 14 November 2014. Diakses tanggal 15 November 2014. 
  310. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2000, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2000 – halaman 62-65
  311. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2001, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2001 – halaman 44-45, 48-49, dan 52-53
  312. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2002, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2002 – halaman 44 dan 49
  313. ^ "Diplomatic and Consular Representations of San Marino at large". Secretariat of State for Foreign and Political Affairs (San Marino). Diakses tanggal 17 March 2010. 
  314. ^ "Schumacher appointed ambassador of San Marino". Motorsport.com. 2 September 2003. Diakses tanggal 17 March 2010. 
  315. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Januari 2004, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2003 – halaman 59
  316. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2004, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2004 – halaman 50-51 dan 55
  317. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Desember 2006, artikel: Laporan Khusus: Man of the Year 2006 – halaman 52-53
  318. ^ Amazing facts about Michael Schumacher, News for Delhi. Diakses 18 Februari 2018.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]