Kontroversi yang melibatkan Michael Schumacher

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Michael Schumacher pada tahun 2007.

Michael Schumacher merupakan seorang mantan pembalap mobil profesional asal Jerman yang tujuh kali merebut gelar juara dunia Formula Satu yaitu pada 1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003 dan 2004.[1] Ia berkarier di ajang F1 dalam dua kesempatan berbeda yaitu pada periode musim 1991 sampai 2006 dan periode 2010 sampai 2012 dan pernah bergabung dengan tim Jordan, Benetton, Ferrari dan Mercedes.[2][3]

Dalam perjalanan karier balapannya yang cukup panjang, Schumi sering terlibat dalam beberapa insiden perlombaan yang beberapa di antaranya berakhir dengan kontroversi.[4] Berikut ini adalah beberapa kasus kontroversial yang melibatkan Schumi sampai yang terakhir terjadi saat ia memepet Rubens Barrichello ke dinding pit pada GP Hongaria 2010.

Rivalitas[sunting | sunting sumber]

Melawan Mika Hakkinen[sunting | sunting sumber]

Benih-benih persaingan dengan Mika Hakkinen telah dimulai Schumi sejak mereka pertama bertemu dalam berlombaan Formula 3 Grand Prix Makau pada tahun 1990.[5] Saat itu Mika menempati pole position dan Schumi duduk di P2.[5] Saat balapan mereka bersaing secara ketat, dan Schumi kemudian mencoba melakukan manuver kepada Mika dengan menyerudukkan moncong mobilnya ke bagian ekor mobil Mika, sehingga Mika terpental ke dinding dan tersingkir.[6]

Seusai lomba yang dimenangi Schumi itu, Schumi mengaku bahwa ia tidak sengaja melakukannya dan kemudian meminta maaf kepada Mika atas insiden tersebut.[5] Namun 14 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004, secara mengejutkan Schumi berujar bahwa ia sengaja menggiring Mika ke dinding dalam balapan tersebut supaya ia bisa menang di F3 Macau.[6] Menanggapi hal itu Mika lantas menjawab:

Melawan Damon Hill[sunting | sunting sumber]

Pertarungan Schumi vs. Damon Hill dimulai sejak pertengahan musim balap 1994. Di GP Inggris, Schumi marah pada saat sesi latihan bebas karena "diacungi jari tengah" oleh Damon Hill, ketika Hill sedang berada di pitwall dan Schumi keluar dari garasi Benetton.[8] Saat sesi pemanasan sebelum start, Schumi dan Hill sama-sama keluar dari garasi mereka masing-masing, lalu secara kasar Schumi menggasak dan menyalip Hill.[9] Langsung panitia mengibarkan bendera hitam (tanda diskualifikasi dari lomba) untuk Schumi. Schumi malah tetap ngebut, dan akhirnya oleh panitia ia dikenai hukuman tambahan: dilarang tampil dalam dua balapan.[9] Sementara itu, tim Benetton terkena denda setelah terbukti lalai tidak mampu mengontrol emosi pembalapnya, dan Flavio Briatore (bos tim Benetton) dilarang tampil dalam lima balapan setelah melontarkan kata-kata kotor pada steward balapan. Damon Hill sendiri kemudian didenda 25.000 poundsterling karena mengacungkan jari tengah di hadapan orang banyak.[8] Persaingannya dengan Hill sendiri mencapai klimaksnya di Adelaide (lihat di bawah).

Di musim balap 1995, tercatat tiga kali Schumi dan Hill saling bersitegang. Dua di antaranya terjadi di Inggris[10] dan Italia.[11] Dalam dua lomba tersebut Schumi dan Hill saling bertabrakan, dan nyaris saja keduanya berkelahi karena saling mempertahankan argumen. Kemudian di Belgia, Schumi, yang memaksakan diri untuk start dengan ban kering di tengah cuaca Belgia yang basah akibat hujan deras, secara tiba-tiba zig-zag dan memblok Hill di lap 19 dan menyebabkan keduanya bersenggolan di tikungan Las Combes.[12] Hill kemudian terkena penalti 10 detik setelah dinilai mencoba menabrak Schumi di trek basah.[13] Sementara itu Schumi sempat dikenai penalti larangan membalap untuk satu lomba sebelum kemudian ia melakukan banding dan hukuman tersebut dibatalkan.[14]

Pada Desember 2017 atau bertepatan dengan empat tahun kecelakaan ski yang menimpa Schumi yang berujung pada koma, Hill mengingat kembali persaingan kerasnya dengan Schumi dan memilih untuk memaafkan seluruh tindakan Schumi yang pernah merugikan dirinya. Hill merasa tidak etis untuk terus menerus menganggap Schumi sebagai "musuh" dengan kondisi Schumi yang koma.[15]

Perebutan gelar juara dunia[sunting | sunting sumber]

Hill (kiri) dan Schumacher (kanan) saling sikut dan akhirnya bertabrakan di tikungan Flinders Street dalam GP Australia 1994.

Australia 1994[sunting | sunting sumber]

Pada GP Australia 1994 di sirkuit Adelaide, yang merupakan balapan terakhir musim 1994, Schumi memimpin satu poin atas Damon Hill di klasemen.[16] Schumi lantas memimpin balapan, dan kemudian Hill menguntit secara ketat di belakangnya. Di lap 35, Schumi melakukan manuver aneh dengan menabrakkan mobilnya ke dinding, sehingga menyebabkan mobilnya oleng dan mengambang ke atas. Tidak diketahui secara pasti apakah mobil Schumi saat itu rusak atau tidak. Schumi lantas kembali ke trek dan memimpin. Di tikungan selanjutnya, ketika Hill mencoba mengambil kesempatan untuk menyalip, Schumi menghalanginya dan akhirnya Hill yang tidak bisa menghindar kemudian menabrak Schumi, menyebabkan mobil Schumi terbang, dan akhirnya suspensi depannya rusak sehingga ia tersingkir.[17][18] Tak lama berselang, Hill juga tersingkir, dan menghasilkan gelar juara dunia pertama untuk Schumi.[19][20]

Segera sesudah hal tersebut terjadi, beberapa pengamat F1 mulai mempermasalahkan hal ini. Jurnalis F1 ternama, Alan Henry, menyebut tindakan Schumi tersebut mirip Ayrton Senna, dan ia melakukan ini demi gelar.[21] Tapi komentator F1 resmi BBC saat itu, Murray Walker, percaya bahwa Schumi sengaja berbuat seperti itu untuk mempertahankan poin.[22] Tim Williams lantas memilih untuk diam ketimbang mengadukannya kepada FIA. Patrick Head menegaskan bahwa ia dan timnya (WilliamsF1) diam karena di 1994 Williams sudah mengalami hal menyedihkan dengan tewasnya Ayrton Senna. "Kalau saja Senna tidak tewas, kami mungkin akan protes," ujar Head.[23] Sampai saat ini pun, masih banyak pengamat F1 yang percaya bahwa memang Schumi akan mencelakakan Hill di Adelaide 1994.[24]

Eropa/Jerez 1997[sunting | sunting sumber]

Michael Schumacher (merah) dan Jacques Villeneuve (biru) dalam momen ketika terjadi insiden di tikungan Dry Sack dalam GP Eropa 1997 di Jerez, Spanyol.

Cerita yang sama namun sedikit berbeda terjadi di GP Eropa 1997 di Jerez. Sama halnya dengan GP Australia 1994, GP Eropa 1997 ini adalah balapan penutup musim. Lagi-lagi Schumi bertarung untuk gelar juara dunia melawan tim yang sama (Williams), namun dengan pembalap yang berbeda (Jacques Villeneuve). Dan lagi-lagi selisih poin Schumi dengan pembalap di bawahnya hanya 1.[25] Di sesi kualifikasi, Villeneuve dan Schumi mencatat waktu yang sama, dan kemudian Villeneuve dinyatakan sebagai pemegang pole position.[26][27]

Saat balapan berjalan, Villeneuve sempat geram ketika salah satu pembalap Sauber yaitu Norberto Fontana menghalang-halanginya.[28] Sebelumnya di sesi latihan bebas, Jean Todt dicurigai telah mendatangi garasi Sauber yang saat itu memakai mesin pasokan Ferrari. Ditengarai bahwa Todt memaksa Peter Sauber agar pembalapnya mau membantu Schumi untuk mengejar gelar dunia.[28] Villeneuve lantas berhasil menyalip Fontana dan target selanjutnya adalah Schumi. Di lap 48, JV menyalip Schumi di tikungan Dry Sack. Schumi lantas balas menabrak sidepod Williams Villeneuve, yang justru mengakibatkan Ferrari Schumi tak bisa melanjutkan lomba. Sementara itu Villeneuve yang mengalami sidepod rusak ternyata masih bisa jalan terus, dan walaupun hanya finish di posisi ketiga, raihan poin Villeneuve sudah cukup untuk meraih gelar juara dunia.[29][30][31]

Dua minggu sesudah lomba, FIA yang menerima protes dari tim Williams tentang insiden Schumi tersebut akhirnya memutuskan bahwa Schumi bersalah dan sebagai hukumannya Schumi terpaksa harus didiskualifikasi dari kejuaraan musim 1997.[32] FIA menyatakan bahwa insiden Schumi melawan Villeneuve adalah sangat berbahaya, walaupun mungkin Schumi tidak sengaja melakukannya.[33] Sampai saat ini, Schumi menjadi satu-satunya pembalap yang terdiskualifikasi dari kejuaraan.[34] Schumi lantas menerima hukuman dari FIA tersebut tanpa melakukan banding.[35][36]

Musim 2006, ketika Schumi kembali membuat kontroversi di Monako, Villeneuve yang saat itu masih membela tim BMW Sauber berujar:

Aksi Schumi yang coba menyingkirkan Villeneuve dari arena membuatnya sempat tidak disukai oleh publik tanah airnya Jerman dan negara asal Ferrari, Italia.[38]

Team Order[sunting | sunting sumber]

Secara sejarah, team order merupakan suatu hal yang biasa terjadi dalam dunia F1, ketika salah satu pembalap berkorban untuk membantu rekan setimnya.[39] Tetapi ketika Schumi turun di F1 bersama tim Benetton dan Ferrari, secara menyimpang ia mengubah team order menjadi kegiatan rutin, karena siapa pun yang menjadi pembalap rekan setim Schumi, ia harus mengalah kepada Sang Raja. Pengecualian hanya diberikan di dua GP terakhir musim 1999 karena saat itu Schumi secara sukarela (walaupun sampai saat ini Eddie Irvine menyatakan tidak) membantu rekan setimnya Eddie Irvine untuk meraih gelar juara dunia.[40]

Kasus team order terbesar Ferrari adalah di tiga GP Austria berurutan (2000, 2001, dan 2002) dan di GP Amerika Serikat 2002.

Austria 2000-02[sunting | sunting sumber]

Di GP Austria 2000, duet McLaren menguasai sesi kualifikasi, dan Schumi duduk di posisi empat di belakang rekan setimnya, Rubens Barrichello.[41] Selepas start lomba, Barrichello melambat saat masuk ke Tikungan 1, dengan maksud untuk memberikan jalan kepada Schumi. Sayangnya, Schumi salah pengertian karena ia juga ikut-ikutan melambat. Sebagai akibatnya, Schumi akhirnya diseruduk Ricardo Zonta (B.A.R) dan Giancarlo Fisichella (Benetton).[41] Schumi kemudian melintir, dan ia kemudian malah melentangkan mobil ke tengah trek dengan harapan agar keluar bendera merah dan balapan dihentikan. Tak lama berselang, FIA bertindak dengan mengeluarkan safety car. Schumi tampak kecewa karena yang keluar ternyata tidak sesuai harapannya.[41] Beberapa jurnalis F1 kemudian mendeskripsikan kasus GP Austria ini sebagai team order yang gagal, karena Rubens Barrichello masih belum paham dengan tim Ferrari yang baru ia bela pada tahun 2000.[42] Sebagian lagi menyatakan bahwa ini adalah salah satu upaya Schumi untuk mencoba mengecoh panitia pengawas lomba (steward) agar bisa me-restart balapan.[43]

Ferrari kemudian melakukan team order di GP Austria 2001. Karena poin Schumi dan David Coulthard hanya berselisih empat angka dan Coulthard berhasil tampil sebagai pemenang lomba, Jean Todt lantas memerintahkan Barrichello mengalah di tikungan akhir sebelum finis demi bonus dua angka untuk Schumi.[41] Kali ini Barrichello menerima permintaan Todt. Diindikasikan bahwa Barrichello menerima perintah tersebut karena ia diancam akan dipecat dari tim Ferrari di akhir 2001.[44]

Team Order: Rubens Barrichello memberikan kemenangannya bagi Schumi di akhir GP Austria 2002.

Di GP Austria 2002, giliran Barrichello yang meraja di A1-Ring. Barrichello kemudian berhasil meraih pole position, dan dominan memimpin lomba sejak start. Kembali lagi di 100 meter jelang finish, Barrichello diminta Jean Todt untuk mengalah, dan akhirnya Schumi menang.[41][45] Ketika duet Ferrari naik podium, penonton begitu kecewa dan mencemooh Schumi dan Barrichello saat menaiki podium. Mereka lantas menyebut bahwa Schumi tidak perlu dihadiahi untuk kemenangannya. Keadaan makin kacau saat Schumi mendorong Barrichello naik ke tangga podium tertinggi. Kanselir Austria memberikan piala kemenangan kepada Schumi, dan setelah itu Schumi malah memberikannya kepada Barrichello, yang kemudian dinilai oleh FIA dan Bernie Ecclestone sebagai tindakan memalukan dan melecehkan kanselir Austria sebagai kepala pemerintahan suatu negara. Atas insiden Austria tersebut, FIA "menghadiahi" Schumi dan Ferrari dengan denda sebesar satu juta dollar AS.[46][47] Di akhir musim 2002, FIA juga bahkan mengeluarkan aturan baru bahwa team order dilarang sejak musim 2003.

Peraturan larangan team order di F1 kemudian dihapuskan di musim 2011 (musim kedua Schumi aktif membalap kembali di arena F1) setelah FIA mengaku kesulitan memantau trik kreatif dan kode-kode halus yang kerap digunakan tim untuk melakukan team order selama larangan tersebut berlaku.[48]

Amerika Serikat 2002[sunting | sunting sumber]

Sekali lagi Schumi membuat kontroversi. Tanpa sepengetahuan Barrichello dan timnya sendiri, Schumi yang saat itu sedang memimpin secara tiba-tiba memperlambat mobilnya di akhir lap terakhir sehingga akhirnya Barrichello jadi juara.[49] Awalnya Schumi berencana untuk membuat formasi finish yang bagus, sayangnya hal itu gagal, dan untuk menutupi rasa malunya, Schumi menuturkan pada pers bahwa kemenangan Barrichello tersebut merupakan "balas jasa" atas tindakannya di Austria. Kembali Schumi dicemooh, bahkan ia pun berperan besar atas menurunnya minat masyarakat AS menonton F1 akibat tindakan tersebut. Melihat hal ini, legenda balap NASCAR, Richard Petty, berujar:

Gaya membalap berbahaya[sunting | sunting sumber]

Saat membalap bersama tim Sauber di Sportscar World Championship musim 1991, Michael Schumacher sempat terlibat dalam insiden serius dengan Derek Warwick dalam lomba 430 km of Nürburgring. Ketika sedang melakukan lap tercepat untuk pencatatan waktu di babak kualifikasi, Schumacher bertemu Jaguar milik Warwick yang sedang melakukan lap pendinginan sehingga Schumi kehilangan banyak waktu. Sebagai pembalasan karena menghalangi jalannya, Schumacher yang emosi kemudian membelokkan mobilnya ke mobil Warwick dengan menabrak hidung dan roda depannya. Marah oleh sikap Schumi, Warwick kemudian masuk ke pit Sauber dan kemudian mengejar Schumi yang mencoba melarikan diri dari area pit. Warwick lantas berhasil mencegat Schumi untuk kemudian meminta penjelasannya dan nyaris terlibat perkelahian sebelum dipisahkan oleh Jochen Mass.[51]

Pada GP Hongaria 2010, karena khawatir posisinya diambil alih Rubens Barrichello, Schumi memepet pembalap Brazil tersebut ke sisi tembok pit di area garis start-finis dalam kecepatan 290 km/j. Menurut Barrichello, aksi Schumi tersebut bisa membahayakan dirinya.[52] Pengawas lomba seusai balapan kemudian menghukum Schumi dengan penalti turun posisi 10 grid di balapan selanjutnya di GP Belgia.[53] Tanpa melakukan protes, Schumi dan Mercedes menerima hukuman tersebut dan meminta maaf kepada publik dan Barrichello.[54][55][56][57]

Insiden lain[sunting | sunting sumber]

Di musim 1994 muncul kecurigaan kecurangan yang dilakukan oleh tim Benetton (yang akhirnya ditemukan telah bertanggung jawab atas beberapa pelanggaran teknis selama musim berjalan) melalui penyelidikan dan dugaan dari Ayrton Senna saat itu. Senna yang tersingkir selepas start di lomba GP Pasifik memilih untuk mengamati dan menonton jalannya lomba dari pinggir trek dan ia tertarik dengan suara mesin yang tidak biasanya dari mobil tim Benetton.[58] Schumi tampil sebagai pemenang di lomba GP Pasifik ini. FIA kemudian mengeluarkan siaran pers yang menetapkan tindakan yang diperlukan untuk mengambil keputusan sebelum GP Jerman, mengingat bahwa berbagai mobil ditemukan memiliki sistem manajemen mesin canggih yang meniru sistem peluncuran dan kontrol traksi.[59][60]

Pada GP Brazil 1995, Schumi dan David Coulthard dari tim Williams terkena diskualifikasi akibat memakai bahan bakar ilegal.[61] Pengadilan FIA kemudian memutuskan bahwa kemenangan yang diraih Schumi tetap sah, tetapi baik Benetton dan Williams tidak dicatatkan poinnya dalam klasemen.[62] Di musim 1995 sendiri, baik Williams dan Benetton menggunakan mesin yang sama dari pabrikan Renault dan bahan bakar yang sama dari Elf, di mana Elf sendirilah yang secara teknis harusnya disalahkan karena membawa bahan bakar yang salah bagi kedua tim mitranya.[61]

Grand Prix F1 Kanada 1998 membuat Schumi dijuluki "pembalap berbahaya" karena ia, yang baru saja keluar dari pitlane, secara tiba-tiba menyeruduk Heinz-Harald Frentzen sampai Frentzen koprol keluar trek dan kemudian tersingkir.[63] Schumi kemudian terkena penalti 10 detik. Tetapi ia berhasil bangkit dan kemudian memenangi lomba.[63] Dalam konferensi pers usai lomba, Schumi ironisnya malah meminjam perkataan Hill yang pernah diungkapkan kepadanya di Australia 1994: "Jika kamu ingin membunuh saya, carilah jalan yang lain!", yang kemudian didefinisikan oleh para pengamat F1 sebagai ungkapan kepura-puraan dari Schumi yang malu atas tindakannya tersebut.[64]

Schumi saat bertarung dengan David Coulthard di GP Inggris 1998.

Dua lap jelang akhir GP Inggris 1998, Schumi memimpin lomba, dan ia dijatuhi stop & go penalty karena menyalip Alexander Wurz di lap 43.[65] Penalti tersebut harusnya diberikan lewat papan pengumuman dari steward. Namun yang terjadi malah steward mengumumkannya kepada Schumi melalui tim Ferrari hanya beberapa lap menjelang finish (jarak balapan GP Inggris saat itu adalah 65 lap). Tim Ferrari lantas bingung: apakah akan memanggil Schumi masuk pit, ataukah penalti tersebut akan diberikan dengan cara menambah catatan waktu Schumi setelah lomba?[65] Peraturan menyatakan bahwa seorang pembalap harus menjalani stop & go penalty dalam waktu maksimal tiga lap seusai diterimanya hukuman itu dari papan pemberitahuan steward.[65] Schumi lantas dipanggil masuk ke pitstop. Secara kebetulan, lap yang ia masuki tersebut adalah lap terakhir, sementara pitbox Ferrari terletak pas setelah garis start/finish. Schumi lantas dinyatakan sebagai pemenang GP Inggris, walaupun steward menambah waktu tempuhnya sebanyak 10 detik. Namun dua jam sesudah lomba, steward mencabut penalti tersebut dengan alasan "ada yang kurang jelas".[65] FIA lantas kemudian turun tangan dalam hal ini, dan memutuskan bahwa di kemudian hari jika ada pembalap yang menjalani hukuman di pit pada lap terakhir sementara ia memenangi lomba, kemenangannya akan dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, kemenangan Schumi di GP Inggris 1998 adalah kemenangan terakhir seorang pembalap di dalam pit lane.[66][67]

Di musim yang sama, di GP Belgia 1998, setelah Schumi dan DC tersingkir akibat bertabrakan di Les Combes, Schumi melabrak masuk ke garasi McLaren untuk mencari Coulthard.[68] Dengan memakai ungkapan yang sama seperti yang Hill katakan pada Schumi di 1994, Schumi menuduh DC mencoba membunuhnya. Penonton TV di seluruh dunia kemudian disuguhi adegan perang mulut dan nyaris baku pukul dari Schumi dan DC, namun untungnya para mekanik Ferrari dan McLaren bisa memisahkan keduanya.[69]

Pada sesi kualifikasi untuk GP Monako 2006, Schumi secara tiba-tiba menghentikan mobilnya di tikungan Rascasse dan melentangkan mobilnya di tengah trek untuk menghalangi laju Fernando Alonso, yang saat itu tengah mencatat lap pencatatan waktu. Schumi lantas menerangkan bahwa ia mengalami masalah pengereman dan pembelokan sehingga kesulitan mengendalikan mobilnya.[70] Sementara Alonso yakin bahwa ia bisa meraih pole kalau saja Schumi tidak melakukan aksi tersebut.[71] Malam harinya seusai kualifikasi, FIA berkesimpulan bahwa tindakan Schumi tersebut memang disengaja, dan hasilnya ia terkena hukuman harus start dari posisi paling buncit (posisi ke-20).[72]

Pada lap terakhir lomba GP Monako 2010, ketika safety car baru saja masuk pit, Schumi dengan nekat memepet dan menyalip Fernando Alonso. Seusai lomba pengawas lomba kemudian menyelidiki adanya kejanggalan pada aksi menyalip Schumi.[73] Sesuai peraturan, sekalipun lampu telah hijau, pembalap hanya diperbolehkan menyalip saat semua mobil telah melindas garis start/finish. Sebagai akibatnya, Schumi kemudian dikenai hukuman tambahan waktu lomba selama 20 detik.[74]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Hall of Fame - World Champions: Michael Schumacher". The Official Formula 1 Website. 2006. Diakses tanggal 2006-10-05. 
  2. ^ "It's official: Schumi to retire". ITV. 2006-09-11. Diakses tanggal 2006-10-24.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan)
  3. ^ "Michael Schumacher to retire from Formula 1 at end of season". BBC Sport. 4 October 2012. Diakses tanggal 4 January 2014. 
  4. ^ Molinaro, John F. (2006-09-12). "Top 10 Michael Schumacher Moments". CBC Sports. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-01-03. Diakses tanggal 2006-11-03. 
  5. ^ a b c Mika Hakkinen versus Michael Schumacher at Macau 1990, Red Bull. Diakses 21 Maret 2018.
  6. ^ a b Hilton, Christopher (2006). Michael Schumacher: The whole story. Haynes. hlm. pp.55–57. ISBN 1-84425-008-3. 
  7. ^ Majalah F1 Racing – November 2004 – Mika Mau Kembali? – halaman 44-50.
  8. ^ a b British Grand Prix: Hill wins 1994 race after Schumacher's black flag, Murray Walker (BBC Sport). Diakses 22 Maret 2018
  9. ^ a b Do you remember… when Schumacher and Hill collided at Silverstone, Formula Satu. Diakses 22 Maret 2018
  10. ^ Hill and Schumacher hit boiling point | The Independent
  11. ^ GRAND PRIX RESULTS: ITALIAN GP, 1995, Grand Prix. Diakses 22 Maret 2018
  12. ^ A look back at Belgium: 1995, F1 Today. Diakses 22 Maret 2018.
  13. ^ Michael Schumacher's 25 Best and Most Infamous F1 Moments
  14. ^ "Schumacher in trouble again". GrandPrix.com. 28 August 1995. Diakses tanggal 15 December 2006. 
  15. ^ Michael Schumacher 'forgiven' by Damon Hill, Express.co.uk. Diakses 22 Maret 2018
  16. ^ Kopu, Ville. "Schumacher 500: Has the King Lost His Crown?". AutoSport. Diakses tanggal 2006-10-24.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  17. ^ Henry, Alan (1996). Wheel to Wheel: Great Duels of Formula One Racing. Weidenfeld Nicolson Illustrated. hlm. 117. ISBN 0-7538-0522-7. 
  18. ^ Motor Sport, January 2007, p.43
  19. ^ Majalah F1 Racing - Mei 2005 – Ketika Schumi Tersungkur – halaman 50
  20. ^ "Classic F1 - Australian Grand Prix 1994". BBC. 23 March 2009. Diakses tanggal 2009-03-24.  Coverage of the collision occurs between 02:14 and 03:30.
  21. ^ Henry, Alan (1998) [1996]. Wheel to Wheel: Great Duels of Formula One Racing. Weidenfeld Nicolson Illustrated. hlm. 117. ISBN 0-7538-0522-7. 
  22. ^ "Now we are 76...: Murray Walker". www.grandprix.com. 1999-10-18. Diakses tanggal 2007-11-30. 
  23. ^ Majalah F1 Racing – Juli 2006 – Bagaimana Nasib Schumi Selanjutnya? – halaman 59.
  24. ^ Tremayne, David (1999). The Concise Encyclopedia of Formula 1. Parragon Publishing. hlm. pp.194. ISBN 1-40541-645-9.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  25. ^ "F1 Points Tables - 1997". crash.net. Crash Media Group. Diakses tanggal 12 January 2016. 
  26. ^ "The Art of Timing". Atlas F1. 10 February 1999. 
  27. ^ Henry, Alan (ed) Autocourse 1997-1998 p.239 Hazleton Publishing ISBN 1-874557-47-0
  28. ^ a b "The truth will out?". www.grandprix.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 October 2006. Diakses tanggal 29 October 2006. 
  29. ^ Majalah F1 Racing - Mei 2005 – Ketika Schumi Tersungkur – halaman 51
  30. ^ Majalah F1 Racing – Juli 2006 – Bagaimana Nasib Schumi Selanjutnya? – halaman 60-61.
  31. ^ "The lost honor of Michael Schumacher". GrandPrix.com. 1997-11-03. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  32. ^ "Schumacher loses championship runner-up crown". BBC News. 11 November 1997. Diakses tanggal 28 October 2006. 
  33. ^ Thompson, Jack (12 November 1997). "Schumacher Gets Slap on Wrist". Chicago Tribune. Diakses tanggal 28 May 2014. 
  34. ^ "Calling time on a career". itv-f1.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 March 2008. Diakses tanggal 15 December 2007. 
  35. ^ "FIA World Motor Sport Council - 11 November 1997" (PDF). FIA. 1997-11-11. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2005-03-02. Diakses tanggal 2006-10-29. 
  36. ^ Tremayne, David (1999). The Concise Encyclopedia of Formula 1. hlm. pp.195. ISBN 1-40541-645-9.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  37. ^ Majalah F1 Racing – September 2006 – Serangan Villeneuve – halaman 44-49.
  38. ^ "The lost honor of Michael Schumacher". GrandPrix.com. 1997-11-03. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  39. ^ "Rivalry fuels McRae in his title pursuit". The Independent. 3 November 1995. Diakses tanggal 16 March 2018. 
  40. ^ "Grand Prix Results: Malaysian GP, 1999". GrandPrix.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 February 2008. Diakses tanggal 21 February 2008. 
  41. ^ a b c d e F1 AUSTRIAN GP MEMORIES: Ferrari duo Michael Schumacher and Rubens Barrichello land in hot water, while Elio de Angelis wins by just half-a-tenth in our latest Grand Prix picture special, Daily Mail. Diakses 22 Maret 2018
  42. ^ GRAND PRIX RESULTS: AUSTRIAN GP, 2000, Grand Prix. Diakses 22 Maret 2018
  43. ^ The Cooper Files: The day Michael Schumacher cried, Adam Cooper. Diakses 22 Maret 2018
  44. ^ Majalah F1 Racing – Desember 2001 – Nasib Rubinho Tahun 2002 – halaman 100-105.
  45. ^ "Schumacher Rampok Kemenangan Barrichello". BBC Sport. 2002-05-12. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  46. ^ Majalah F1 Racing Indonesia Juni 2002, Pitpass: Ketika Bendera Finish Dikibarkan, Masalah di Mulai – halaman 20
  47. ^ "Record fine for Turks". Reuters. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  48. ^ "F1 chiefs drop the ban on team orders in new rules". BBC Sport. 10 December 2010. Diakses tanggal 27 January 2011. 
  49. ^ Majalah F1 Racing Indonesia November 2002, Pitpass: Formasi Gagal Ferrari – halaman 30
  50. ^ Legard, Jonathan (2002-09-30). "Ferrari's own goal". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 2009-02-28. 
  51. ^ Watkins, Gary (February 2005). "Schumacher at Sauber". Autosport. Diakses tanggal 17 December 2012. 
  52. ^ "Rubens fumes at 'dangerous' Schumacher move". ESPN F1. 1 August 2010. Diakses tanggal 27 January 2011. 
  53. ^ Rae, Richard (2010-08-01). "Schumacher punished for dangerous move on Barrichello". BBC Sport. BBC. Diakses tanggal 2010-08-02. 
  54. ^ "Michael Schumacher defended by Ross Brawn after Rubens Barrichello near-miss". The Daily Telegraph. UK. 2 August 2010. Diakses tanggal 27 January 2011. 
  55. ^ "Schumacher apologises to Barrichello". ESPN F1. 2 August 2010. Diakses tanggal 27 January 2011. 
  56. ^ "Mercedes GP leave Budapest empty handed". F1Technical.net. 1 August 2010. Diakses tanggal 27 January 2011. 
  57. ^ "Schumacher lucky not to be disqualified – Warwick". ESPN. 3 August 2010. Diakses tanggal 17 December 2012. 
  58. ^ The Last Teammate (1994 San Marino Grand Prix's 20th Anniversary documentary) @ 8'25". SkySportsF1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 May 2014. Diakses tanggal 2 May 2014. 
  59. ^ "Interview with Max Mosley". 8 May 1994. Diakses tanggal 14 November 2015. 
  60. ^ "Engine management software FIA press release". 8 May 1994. Diakses tanggal 14 November 2015. 
  61. ^ a b "Exclusion of Car.1 (Schumacher / Benetton) and Car No. 6 (Coulthard / Williams) from the results of the Brazilian Grand Prix" (PDF). fia.com. Fédération Internationale de l'Automobile. 1995-03-29. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal March 2, 2005. Diakses tanggal 2009-04-11. 
  62. ^ Schumacher and Coulthard disqualified, Independent.co.uk. Diakses 22 Maret 2018
  63. ^ a b Motor Racing: Frentzen ire turns heat on Schumacher, Independent.co.uk. Diakses 22 Maret 2018
  64. ^ "1998 Canadian Grand Prix". Diakses tanggal 2009-07-01.  Teks "publisher grandprix.com" akan diabaikan (bantuan)
  65. ^ a b c d British GP 1998: You can't end a race with a pause, Superlicence.com. Diakses 22 Maret 2018
  66. ^ Bonus Suplemen F1 Racing Indonesia Maret 2004 – Preview Season 2004 (dalam bentuk CD)
  67. ^ "British Grand Prix Review". AutoSport. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  68. ^ "Video from Schuey vs. DC".  Parameter |site= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  69. ^ "Crash was my fault, Coulthard admits". Reuters. 2003-06-07. Diakses tanggal 2006-09-28. 
  70. ^ "Schumacher is stripped of pole". The Official Formula 1 Website. 2006-05-27. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  71. ^ "Post-qualifying press conference - Monaco". The Official Formula 1 Website. 2006-05-27. Diakses tanggal 2006-10-24. 
  72. ^ Majalah F1 Racing – Juli 2006 – Bagaimana Nasib Schumi Selanjutnya? – halaman 49-56.
  73. ^ "Michael Schumacher penalised for late-race pass". BBC Sport. BBC. 16 May 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 May 2010. Diakses tanggal 16 May 2010. 
  74. ^ Elizalde, Pablo (2010-05-16). "Mercedes appeals stewards decision". autosport.com. Haymarket Publications. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 May 2010. Diakses tanggal 2010-05-16. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]