BMW di Formula Satu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari BMW Sauber)
Lompat ke: navigasi, cari

Pabrikan mobil Jerman BMW berlaga di arena Formula Satu sejak musim 1950 sampai yang terakhir 2009. Meskipun tidak penuh ikut selama waktu tersebut, mereka mampu mencatat beberapa hasil yang terbilang lumayan. BMW turun dalam dua kapasitas berbeda yaitu sebagai tim penuh dan sebagai pemasok mesin.

Mitra kerja BMW yang cukup sukses ketika menjadi pemasok mesin adalah tim Williams dan Sauber

Kemitraan bersama Williams[sunting | sunting sumber]

Saat musim 1998 berjalan, Williams menandatangani perjanjian jangka panjang dengan BMW. Pabrikan mobil asal Jerman itu setuju untuk menjadi pemasok mesin dan pengembangan teknis untuk jangka waktu 6 tahun. Sebagai bagian dari perjanjian dengan BMW, Williams wajib memasang setidaknya satu pembalap Jerman dalam tim, dan Ralf Schumacher menjadi pilihan logis saat itu. Pada tahun 1999, tim mulai mencoba mobil dengan mesin BMW dalam sebuah pengujian di Paul Ricard, dalam rangka persiapan untuk debut pada tahun 2000. Williams sendiri kemudian mulai memantau bakat-bakat muda, salah satunya adalah pembalap Kolombia Juan Pablo Montoya yang sedianya akan masuk ke tim sebagai pembalap kedua. Sayangnya Montoya malah terburu-buru hengkang ke ChampCar dan sebagai gantinya Frank merekrut calon juara dunia 2009, Jenson Button sebagai pembalap kedua untuk menemani Ralf Schumacher.

Di musim pertama BMW bersama Williams pada tahun 2000, tim belum memperoleh satu kemenangan pun. Tetapi kemajuan berarti mulai terlihat saat mereka berhasil naik podium tiga kali yang kesemuanya diraih oleh Ralf Schumacher. Williams kembali naik ke posisi ketiga dalam kejuaraan konstruktor, dengan 36 poin. Ralf Schumacher sendiri berada di posisi kelima dalam klasemen pembalap, sementara Button, dalam musim debutnya berhasil berada di posisi delapan klasemen.

Jenson Button pada tahun 2001 pindah ke Benetton-Renault karena kedatangan Montoya di tim Williams. Mobil FW23 berhasil memenangkan empat balapan, tiga oleh Ralf Schumacher di Imola, Montreal, dan balapan di rumahnya di Grand Prix Jerman. Rekan setimnya, Juan Pablo Montoya, memenangi balapan sekali di Monza. Hasil gemilang tersebut masih belum mampu mendongkrak tim Williams yang masih harus puas di posisi ketiga klasemen konstruktor.

Untuk tahun 2002, Williams mempertahankan duet pembalap mereka. Secara keseluruhan tim hanya memenangkan satu balapan saja, yaitu di Malaysia, sebagai salah satu dari hanya dua balapan yang tidak dimenangkan oleh Ferrari pada tahun dominasi Michael Schumacher dan Rubens Barrichello.[1] Williams hanya naik satu posisi dalam klasemen konstruktor yaitu di posisi runner-up. Juan Montoya sendiri hanya mampu meraih peringkat ketiga dalam klasemen pembalap, delapan poin di depan Ralf Schumacher, yang berada di urutan keempat.

Musim 2003 menjadi puncak sukses dari tim BMW-Williams. Selama pra-musim, Frank Williams sangat yakin bahwa mobil FW25 akan menjadi salah satu penantang gelar juara dunia.[2] Tim memenangkan empat balapan, Montoya menang dua kali di Monaco dan Jerman, sementara Ralf Schumacher menang di Nürburgring dan di Magny-Cours. Montoya bahkan sempat masuk ke dalam kandidat juara dunia. Namun pembalap Kolombia akhirnya harus puas di P3 klasemen, 11 poin di belakang Michael Schumacher, sedangkan Ralf Schumacher hanya mampu berada di posisi kelima klasemen. Williams sendiri masih berada di posisi kedua dalam klasemen konstruktor, dua poin di depan McLaren.

Ralf Schumacher, pembalap Willams dari tahun 1999-2004.

Pada awal musim 2004, Juan Pablo Montoya mengejutkan publik bahwa ia akan memperkuat McLaren mulai musim 2005. Tim Williams memperkenalkan sebuah desain radikal di musim 2004 yaitu desain-kerucut hidung radikal, yang dikenal sebagai "Hidung-Walrus", yang ternyata saat praktiknya di trek hidung ini terbukti tidak kompetitif dan digantikan oleh desain hidung konvensional di paruh kedua musim. Ferrari untuk ketiga kalinya dalam tiga musim berturut-turut kembali mendominasi musim dengan menang 15 dari 18 balapan, Williams hanya memenangi satu balapan saja di balapan terakhir di Brasil di mana Juan Pablo Montoya memenangkan lomba setelah mengalahkan posisi kedua yang diduduki Kimi Raikkonen. Williams mengakhiri musim 2004 dengan berada di posisi keempat, mencetak 88 poin dan meraih posisi podium enam kali.

Untuk musim 2005, Ralf Schumacher pindah ke Toyota sedangkan Juan Montoya pindah ke McLaren. Williams lantas mengontrak pembalap Australia Mark Webber dan Nick Heidfeld dari Jerman.[3][4] Awalnya Jenson Button diklaim telah bergabung dengan Williams untuk 2005, tetapi sebuah keputusan dari Badan Hukum FIA berhasil membuat Jense tetap duduk di kursi BAR karena Jense dianggap melanggar kontrak kerja dengan BAR.[5][6] Nick Heidfeld bersaing dengan test driver Brasil Antônio Pizzonia untuk kursi balap kedua selama Desember 2004 dan Januari 2005, dan Heidfeld akhirnya terpilih karena BMW masih tetap menginginkan agar ada satu pembalap Jerman dalam tim.[7] Pizzonia akhirnya harus puas sebagai test driver bagi tim selama musim 2005. Sementara itu, Button secara aklamasi menandatangani kontrak sebagai pembalap Williams untuk musim 2006.

Selama musim F1 tahun 2004 dan 2005, BMW Motorsport dan DR. Mario Theissen mengkritik ketidakmampuan tim WilliamsF1 untuk menciptakan paket mobil yang mampu memenangkan kejuaraan konstruktor, atau bahkan beberapa kemenangan dalam satu musim.[8] Williams, di sisi lain, menyalahkan BMW karena tidak mampu membuat sebuah mesin yang cukup bagus.[9] Kegagalan Williams mendatangkan Jenson Button dari BAR disinyalir juga menjadi awal masalah Frank vs. BMW. Meskipun Frank Williams memakai Nick Heidfeld sebagai pembalap kedua diduga demi tuntutan komersial, Frank tetap menyukai pembalap tes mereka Antonio Pizzonia. Puncak dari perang Williams vs. BMW adalah hengkangnya BMW dari tim yang kemudian memilih untuk membeli Sauber dan meluncurkan ulang tim dengan nama BMW-Sauber.[10] Williams sebenarnya bisa memilih untuk melanjutkan kontrak dengan mesin BMW pada tahun 2006, meskipun pada kenyataannya produsen mesin Jerman tersebut hendak membentuk tim sendiri. Pada akhirnya, WilliamsF1 memilih mesin V8 Cosworth untuk 2006.

Periode 2000-2005 Williams kembali membentuk image lama dengan pulas mobil tim yang berwarna biru-putih. BMW juga menetapkan bahwa seluruh sponsor yang hendak memasang iklan di atas mobil Williams wajib mewarnai logo sponsornya dengan warna biru dan putih. Williams menjadi tim besar yang mempelopori penghapusan iklan sponsor rokok sejak tahun 2000 dan mendukung perusahaan-perusahaan teknologi informasi sebagai sponsor utama tim, salah satunya Compaq. Sponsor tersebut berlangsung sampai akuisisi Compaq oleh Hewlett-Packard. Pada GP Inggris 2002, tim memulai debut sponsor Hewlett-Packard. Setelah datang beragam keluhan tentang logo HP pada sayap belakang yang dinilai kurang efektif karena tidak terlihat oleh fans baik di sirkuit maupun di layar TV, maka pada tahun 2003 dengan Williams menggantinya dengan slogan HP: "Invent".

Kemitraan bersama Sauber[sunting | sunting sumber]

Nick Heidfeld meraih podium perdana untuk tim BMW Sauber di Hongaria 2006.
Robert Kubica meraih kemenangan perdana untuk BMW di Kanada 2008.
Robert Kubica di musim 2009, musim terakhir bagi BMW sekaligus mengecewakan bagi tim.

Sebuah tim baru dengan wajah lama meluncur di arena Formula 1 musim 2006.[11] Tim tersebut bernama BMW Sauber yang merupakan hasil akusisi dari tim Sauber yang oleh pabrikan BMW mereka beli pada pertengahan 2005 dari tangan Peter Sauber, dan kemudian tetap mempertahankan Peter sebagai konsultan tim. Bos tim ini adalah DR. Mario Theissen. Tim ini berlaga di F1 selama empat musim dari 2006 sampai 2009.

Di musim perdana mereka di 2006, Sauber memasangkan duet Nick Heidfeld dengan Jacques Villeneuve. Heidfeld tampil cukup impresif di 2006 dan sekaligus membuktikan bahwa mobil Sauber merupakan mobil yang cukup baik dan konsisten. Ia lantas memberikan podium kepada tim di Hongaria saat finis ketiga. Sementara penampilan Villeneuve cenderung labil dan sesaat sesudah tampil buruk di Jerman, JV akhirnya dipecat oleh tim. Tim lantas menarik Robert Kubica sebagai pembalap sampai akhir musim.[12][13][14] Kubica lantas tampil luar biasa di Italia saat ia finis keenam. Di akhir musim BMW Sauber berhasil finis P5 dengan 36 angka.

Musim 2007 tim masih mempertahankan Heidfeld dan Kubica. Heidfeld langsung memberikan hasil bagus dengan tiga kali finis P4 di tiga balapan awal musim. Kubica lantas menjawab tantangan tim dengan finish P4 di Spanyol sebelum kemudian ia mengalami kecelakaan parah di Kanada dan kemudian posisinya digantikan Sebastian Vettel untuk GP AS.[15] Di pertengahan musim, Heidfeld kembali meraih podium saat ia finis ketiga di Hongaria. Kemudian sehubungan dengan didiskualifikasinya McLaren dari klasemen konstruktor musim 2007 akibat kasus spygate, Sauber naik ke P2 konstruktor dengan raihan 101 poin.

Musim 2008 Sauber tampil sebagai salah satu tim top di arena F1.[16] Heidfeld berhasil finish kedua di Australia disusul Kubica yang finish P2 di Malaysia dan P3 di Bahrain. Kubica kemudian kembali finish P2 di Monako. Selanjutnya di balapan Kanada, dua pesaing Sauber yaitu Ferrari dan McLaren mengalami masalah saat pitstop ketika Lewis Hamilton menyundul bagian ekor mobil Kimi Raikkonen di pitlane dan menyebabkan keduanya tersingkir. Setelah itu duet Kubica dan Heidfeld tidak terbendung lagi untuk menguasai puncak pimpinan lomba sampai finish dengan hasil maksimal yaitu 1-2. Kubica kemudian tampil konsisten dan sempat menjadi kandidat juara dunia 2008 sebelum akhirnya kandas setelah mengalami balapan buruk di Cina. Tim Sauber kemudian menutup musim 2008 dengan finish di P3 klasemen dengan 135 poin.

Musim 2009 Sauber mengalami kemunduran.[17] Heidfeld berhasil meraih P2 di Malaysia dalam kondisi hujan lebat. Namun sampai pertengahan musim, baik Heidfeld dan Kubica gagal membawa Sauber berprestasi seperti musim 2008, yang dinilai sebagai akibat dari kesalahan tim dalam memahami dampak regulasi baru. Kebangkitan Sauber kemudian diawali di Belgia saat Kubica dan Heidfeld berhasil finish P4 dan P5. Kemudian di Brazil, Kubica kembali tampil cemerlang dengan menduduki P2 saat lomba. Sauber mengakhiri musim 2009 dengan berada di P6 klasemen dengan 36 poin.

Sebagai perwujudan dari rapat direksi BMW pada bulan Juli, manajemen tim memutuskan untuk mengundurkan diri dari arena F1 mulai musim 2010.[18] Selanjutnya selama beberapa bulan tim santer diberitakan akan dibeli oleh beberapa peminat, salah satunya Qadbak Investments Limited. Namun kemudian proposal Qadbak ditolak oleh BMW, dan hal ini berhasil dimanfaatkan oleh pendiri Sauber yaitu Peter Sauber sendiri untuk kembali mengambil alih tim. Masalah sempat datang saat Lotus Racing berhasil mendapatkan slot ke-13 (terakhir) untuk peserta F1 2010, namun seiring dengan mundurnya Toyota F1 pada November 2009, Sauber akhirnya kembali bisa berlaga di arena F1 untuk musim 2010.[19][20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schumacher paints F1 red . Akses 13 Juli 2006.
  2. ^ Williams launch new car . Akses: 13 Juli 2006.
  3. ^ Webber signs to BMW WilliamsF1 . Akses: 13 Juli 2006.
  4. ^ BMW sign Heidfeld for new F1 team . Akses 13 Juli 2006.
  5. ^ Williams firm on Button [1]. Akses: 13 Juli 2006.
  6. ^ Williams: BAR can have Button but... . Akses: 13 Juli 2006.
  7. ^ Williams give Heidfeld more time . Akses: 13 Juli 2006.
  8. ^ BMW: Williams must improve . Akses: 13 Juli 2006.
  9. ^ Williams criticises partner BMW . Akses: 27 Juli 2006.
  10. ^ BMW buys Sauber to form own team . Akses: 13 Juli 2006.
  11. ^ "BMW nets Intel sponsorship". BBC Sport. BBC. 15 December 2005. Diakses tanggal 14 April 2008. 
  12. ^ "Villeneuve sets Magny Cours pace". BBC Sport. BBC. 15 July 2006. Diakses tanggal 14 April 2008. 
  13. ^ 2006 Hungarian Grand Prix f1.warnerleach.co.uk Retrieved 2 February 2007.
  14. ^ "It's the end of the road for Villeneuve". The Times. London: News Corporation. 7 August 2006. Diakses tanggal 2008-04-15. 
  15. ^ "Kubica escapes injury after crash". BBC Sport. BBC. 10 June 2007. Diakses tanggal 10 June 2007. 
  16. ^ "Heidfeld and Kubica stay at BMW". BBC News. 21 August 2007. Diakses tanggal 2007-08-21. 
  17. ^ "Kubica and Heidfeld stay with BMW". BBC Sport. BBC. 2008-10-06. Diakses tanggal 2010-10-01. 
  18. ^ Noble, Jonathan (29 July 2009). "BMW will quit F1 at the end of 2009". autosport.com. Haymarket. Diakses tanggal 2009-07-29. 
  19. ^ "BMW F1 team secures Swiss buyer". BBC Sport. BBC. 2009-09-15. Diakses tanggal 2010-10-01. 
  20. ^ Noble, Jonathan. "BMW expects team to race in 2010". autosport.com. Haymarket Publications. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]