Rem cakram

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Close-up rem cakram pada kendaraan
Pada mobil, rem cakram biasanya dipasang pada roda kendaraan

Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor, sepeda.

Pada mobil balap bahan yang digunakan biasanya dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.

Cara Kerja[sunting | sunting sumber]

Rem cakram bekerja dengan metode jepitan pada sebuah piringan.Jepitan kampas rem pada sebuah piringan ini, digerakan oleh piston yang terdapat didalam caliper rem.Saat kita menginjak pedal rem, maka cairan hidrolik akan mengalir dan menekan piston didalam kaliper rem. Piston yang tertekan ini akan bergerak menekan dua buah kampas rem dengan arah saling mendekati secara segaris.Ditengah dua kampas rem terdapat sebuah piringan rem yang terhubung dengan roda. Sehingga gerakan kampas rem yang saling mendekati akan menjepit piringan rem.

Komponen Rem Cakram[sunting | sunting sumber]

Piringan rem[sunting | sunting sumber]

Disc brake atau piringan rem adalah komponen berbentuk lingkaran pipih mirip piringan yang dihubungkan dengan roda kendaraan. Piringan ini terbuat dari besi solid sehingga kuat digunakan untuk bergesekan dengan kampas rem.

Kampas rem[sunting | sunting sumber]

Kampas rem adalah bahan organic yang di tempatkan pada kedua sisi piringan rem. Fungsi kampas rem adalah sebagai media gesek yang akan menghentikan putaran piringan.Sebagai komponen yang bergesekan,maka kampas rem dibuat dari bahan yang memiliki ketahanan panas baik.Dalam artian,bukan bahan yang bersifat konduktor,ini karena gesekan antara kampas rem dan piringan akan menghasilkan panas.

Kaliper rem[sunting | sunting sumber]

Kaliper rem adalah komponen yang berfungsi menggerakan kampas rem untuk menjepit atau lepas dari piringan rem.

Brake caliper[sunting | sunting sumber]

Fungsi brake caliper tidak jauh berbeda dengan master silinder pada rem tromol. Komponen ini akan mengubah tekanan hidraulik menjadi energi gerak berupa tekanan. Kaliper rem juga memiliki dua jenis yaitu fixed caliper dan floating caliper.

Piston[sunting | sunting sumber]

Piston pada rem cakram berbeda dengan piston pada mesin. Dinamakan piston karena berbentuk tabung seperti piston.Fungsinya untuk menekan kampas rem secara merata.Piston pada rem cakram mobil memiliki diameter lebih besar dari pada piston rem cakram sepeda motor.Hal ini dapat dilihat dari dimensi kedua rem ini yang berbeda.Namun keduanya masih memiliki fungsi yang sama.

Piston seal[sunting | sunting sumber]

Piston seal adalah komponen berbahan karet yang memiliki kemampuan sealing untuk mencegah terjadinya kebocoran minyak rem pada caliper.Setiap komponen yang berhubungan dengan cairan, pasti mengandalkan seal untuk mencegah kebocoran.Pada sistem rem cakram,seal ini juga berfungsi untuk mencegah debu untuk masuk kedalam sistem hidraulik rem saat rem bekerja.

Niple bleed[sunting | sunting sumber]

Komponen ini berfungsi untuk membuang kandungan udara didalam sistem hidraulik rem.Udara didalam sistem hidraulik rem akan mengakibatkan tenaga pengereman tidak maksimal. Alasanya, udara dapat dikompresi. Sehingga ketika pedal ditekan, maka tekanan itu akan terkompresi oleh udara didalam sistem hidraulik. Akibatnya rem bisa blong.

Caliper brakcet[sunting | sunting sumber]

Breacket ini tujuanya sebagai pemegang kaliper rem agar tidak bergerak. Pada mobil, kaliper akan dihubungkan ke steering knuckle. Namun bentuk kaliper tidak memungkinkan untuk di hubungkan secara langsung. Sehingga perlu komponen tambahan berupa breacket yang berfungsi menahan kaliper rem.Sementara pada sepeda motor,breacket ini berfungsi untuk mendukung agar kaliper mampu digunakan pada piringan yang biasanya memiliki diameter lebih besar.

Tipe Tipe Rem Cakram[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan jumlah piston,maka ada dua macam tipe kaliper yaitu :

  • Single piston, merupakan kaliper rem yang hanya memiliki satu buah piston untuk menggerakan dua kampas rem.
  • Multi piston, merupakan kaliper rem yang memiliki dua atau lebih piston untuk menggerakan kaliper rem.Biasanya semakin banyak piston semakin tinggi pula permukaan gesek rem.

Jika berdasarkan tipe fluida ada dua macam yaitu :

  • Tipe fixed caliper,tipe ini biasanya memiliki dua atau lebih piston yang terletak disamping kanan dan kiri kampas rem.Saat rem ditekan,maka piston-piston ini saling menjepit.
  • Tipe floating caliper,tipe ini biasanya hanya memiliki satu piston yang terletak di sisi dalam.Namun,posisi kaliper bisa digerakan ke kanan dan kekiri. Sehingga ketika rem ditekan,gerakan piston akan mendorong kaliper untuk bergerak sehingga bisa menjepit kampas.

Kelebihan dan kekurangan rem Cakram[sunting | sunting sumber]

Kelebihan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah kelebihan yang dimiliki oleh rem cakram :

  • Memiliki bentuk yang ringkas sehingga cocok untuk kendaraan kecil
  • Dengan model yang terbuka,membuat pelepasan panas menjadi lebih baik sehingga rem tidak gampang panas.
  • Daya pengereman mencapai 100% karena metode yang digunakan adalah jepitan.
  • Durabilitas juga cukup baik meski kondisi rem basah.

Kekurangan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah kekurangan yang dimiliki oleh rem cakram :

  • Memiliki luas kampas yang lebih kecil sehingga daya pengereman tidak sekuat rem tromol
  • Lebih cepat aus karena metode "jepitan" pada rem cakram membuat penekanan kampas menjadi besar
  • Dengan model terbuka,kaliper berpotensi kemasukan kotoran yang bisa merusak kaliper.
  • Pada beberapa jenis,velg pada roda yang menggunakan rem cakram akan lebih kotor.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]