Kabupaten Ende

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ende)
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Ende
Lambang Kabupaten Ende.png
Lambang Kabupaten Ende


Moto: -



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende.svg
Peta lokasi Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian 20 Desember 1958
Ibu kota Ende
Pemerintahan
-Bupati Ir. Marselinus Y. W. Petu
APBD
-DAU Rp. 580.052.378.000.-(2013)[1]
Luas 2.067,75 km2
Populasi
-Total 282.154 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 136,45 jiwa/km2
Demografi
-Agama Katolik 73.34%
Islam 24.59%
Kristen Protestan 1.94%
Hindu 0.12%
Budha 0.01%[3]
-Kode area telepon 0381
Pembagian administratif
-Kecamatan 21
-Kelurahan 23
Simbol khas daerah
Situs web http://portal.endekab.go.id/

Kabupaten Ende adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas kabupaten ini ialah 2.067,75 km² dan populasi 282.154 jiwa (2016).[4] Ibukotanya ialah Kota Ende.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Cerita asal mula berdirinya Nua Ende meningkat menjadi Kota Ende hanya samar-samar saja. Dongeng-dongeng yang mengarah kesana tidak sama benar. Fragmen sejarah tidak memberi kejelasan. Karena itu tidak mudah memberikan jawaban atas pertanyaan oleh siapa dan kapan Nua Ende dimulakan. Mitos yang samar-samar perlu diteliti bersampingan dengan fragmen sejarah, agar dua sumber ini bantu membantu dalam usaha mencarikan jawaban yang baik.

Mitos didirikan Nua Ende adalah unsur pra sejarah yang dapat dijadikan sumber penelitian. Dongeng-dongeng yang diteliti ini adalah kutipan dari karangan S.Roos “Iets Over Ende“ dan karangan Van Suchtelen tentang onderafdeling Ende. S.Roos membicarakan antara lain masalah berdirinya Nua Ende dan Tanah Ende B.B.C.M.M. Van Suchtelen Kontroleur onderafdeling Endemengemukan mythos Dori Woi, Kuraro, Jari Jawa. Perbedaan antara S.Roos dan van Suchtelen ialah mythos Kontroleur S.Roos (Sumbi) dibawakan dengan umum saja, sedangkan mythos Van Suchtelen diceritakan dengan diperinci. S.ROOS Tentang Nua Ende ,Tana Ende Walaupun tidak diperinci namun ceritera yang dikemukan Roos amat berharga.

Diceriterakan kepadanya tahun 1872 bahwa kira-kira sepuluh turunan lalu sudah turun dua orang dari langit, Ambu Roru lelaki dan Ambu Mo` do wanita. Mereka kawin dan mendapat lima anak, tiga wanita dua lelaki. Satu wanita menghilang tanpa kembali lagi. Empat anak yang lain melanjutkan turunan Ambu Roru dan Ambu Mo`do Pada suatu hari, Borokanda, Rako Madange, Keto Kuwa bersampan dari Pulau Ende ke Pulau Besar karena mereka memasang bubuk disana, untuk menangkap ikan.Mereka mendapat banyak ikan yang separohnya mereka makan ditempat dan yang sisa mereka bawa ke rumah. Sementara makan itu datang tuan tanah Ambu Nggo`be yang diajak turut makan.Pertemuan mereka membawakan persahabatan.Ambu Nggo`be mengajak orang-orang itu meninggalkan Pulau Ende supaya berdiam dipulau besar. Anak isteri dan harta milik dapat diboyong kemudian. Ambu Nggo`be berikan tanah dengan syarat mereka harus bayar, satu gading dan se utas rantai mas. Bahan warisan itu masih disimpan Kai Kembe seorang turunan lurus Ambu Nggo`be.

Jadi semua syarat dipenuhi dan diselesaikan.Mereka menebang pohon dan semak memulaikan perkembangan yaitu Nua Roja yang kemudian diganti dengan nama Nua Ende. Terjadi kawin mawin antara penduduk asal pulau Ende dan penduduk asli. Maka putera Ambu Roru kawin dengan putera Ambu Nggo`be.Beberapa waktu kemudian datang seorang lelaki dari Modjopahit dengan mengendarai ngambu atau ikan paus. Ia berdiam di Ende dan kawin dengan wanita anak putera ambu Roru dan Ambu Nggo`be .Pun seorang Cina berdiam di Ende dan kawin dengan dari keluarga sama ini. Orang Cina itu bernama Maga Rinu ( Sic Bapak Kapitan Nggo`be ). Dari ceritera ini dapat disimpulkan bahwa Nua Ende dimulaikan oleh Ambu Nggo`be dan bantuan Ambu Roru dari Pulau Ende dan bantuan orang Majapahit serta orang Cina.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sedangkan untuk letak astronomis, kabupaten Ende terletak pada 8°26’24,71” LS – 8°54’25,46” LS dan 121°23’40,44” BT – 122°1’33,3” BT. Wilayah Kabupaten Ende Ini Termasuk Juga Dalam Deretan Jalur Gunung Berapi, Sebut Saja Gunung Berapi Iya Yang Memiliki Ketinggian 637 Mdpl, Di mana Letusan Terakhirnya Terjadi Pada Tahun 1969. Masih Ada Juga Gunung Berapi Mutubusa Yang Memiliki Ketinggian 1.690 Mdpl, Di mana Terakhir Kalinya Tercatat Memuntahkan Lahar Panas Pada Tahun 1938.

Iklim & Curah Hujan[sunting | sunting sumber]

Curah Hujan Di Kabupaten Ende Tercatat Lebih Signifikan Pada Bulan Nopember Hingga Bulan April. Dengan Curah Hujan Rata-Rata Pertahun 2.171 Mm. Perbedaan Amplitudo Suhu Harian Rata-Rata Juga Tidaklah Terlampau Signifikan, Berada Dalam Ambang 6,0 °C. Di mana Suhu Terpanas Pada Siang Hari Adalah 33 °C Dan Suhu Udara Malam Hari Memiliki Suhu Terendah Pada Titik 23 °C. Kelembaban Nisbi Kabupaten Ende Berada Dalam Kisaran Rata-Rata 85 %.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Sumber Utama Pertanian Bagi Masyarakat Kabupaten Ende Adalah Dari Beberapa Mata Air Yang Relatif Bertahan Debit Airnya, Selain Dari Sumber Mata Air Tadahan Lainnya. Beberapa Lokasi Mata Air Ini Antara Lain : Mata Air Wolowona Yaitu Mencapai 200 Lt/Dtk Yang Terdapat Di Kecamatan Ndona Tepatnya Berada Di Desa Onelako, Mata Air Aekemele Dengan Debit 40 Lt/Dtk, Mata Air Moni Dengan Debit 35 Lt/Dtk, Mata Air Aeuri Dan Aewenanda Di Kecamatan Ende Selatan. Jenis Tanah Di Kabupaten Ende Adalah Tanah Mediteran, Latosol, Alluvial, Regosol, Grumosol, Dan Andosol.

Satu Mata Air Bersih lainnya, yang sangat sehat sebab bisa langsung diminum tanpa harus direbus adalah Mata Air "Ae Bhobho", terletak di desa Wolokota kecamatan Ndona. Mata Air ini berdebit mencapai 40Lt/Detik, dan memenuhi kebutuhan dua desa yakni Wolokota dan Reka. Mata Air ini sebenarnya sangat potensiil untuk dikelola sebagai air minum bersih, sebab tidak ada sat kapur sama sekali. Sayangnya, belum dipergunakan secara optimal sebagai salah satu usaha ekonomi. hal ini terutama karena masih sulitnya akses ke desa ini karena belum dihubungkan dengan jalan raya.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Ende yaitu:

Utara Laut Flores
Selatan Laut Sawu
Barat Kabupaten Ngada
Timur Kabupaten Sikka

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Ende[sunting | sunting sumber]

No Bupati Wakil Bupati Periode Jabatan Keterangan
1.
Mauritus Geradus Winokan[note 1]
-
20 Desember 1958 -
10 Juli 1967
-
Hendrikus Antonius Labina[note 4][5]
-
10 Juli 1967[note 5][5] - 2 September 1967[note 6][5]
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati
2.
Haji Hasan Aroeboesman[6].
-
2 September 1967[note 7][5] -
1973
3.
Herman Joseph Gadi Djou, Drs Ekon[7].
-
1973 - 1983
4.
Drs. Johanes Pake Pani
-
1983 - 1993
5.
Letkol. Frans Gadowolo
-
1993 - 1998
6.
Drs. Paulinus Domi Bernadus Gadobani, S.Ag[8]
1998 - 2009
Wakil Bupati Bernadus Gadobani, S.Ag menjabat Tahun 2004-2009
7.
Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si Drs. Achmad Mochdar
2009 - 2014[9]
8.
Ir. Marselinus Y. W. Petu Drs. Djafar H. Achmad, M.M
7 April 2014 - 2019[note 8]
-
Drs. Obaldus Toda, MM
-
14 Februari 2018[10] -
25 Juni 2018[11].
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati [note 9]
-
Ir. Marselinus Y. W. Petu Drs. Djafar H. Achmad, M.M
2019 - 2024[12]
Pelantikan Periode Kedua akan dilaksanakan pada Bulan September 2019.[13].

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende terdiri dari 21 kecamatan, yaitu:

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

Lambang Daerah Kabupaten Ende berbentuk perisai bersisi lima yang mengandung arti sebagai berikut:

  1. Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat
  2. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Warna dan Isi Lambang[sunting | sunting sumber]

Warna lambang terdiri dari warna merah, kuning, hitam dan biru yang diambil dari warna kain tenun rakyat Ende-Lio yang mencerminkan ciri khas kebudayaan rakyat Daerah Tingkat II Ende yang mempunyai arti sebagai berikut:

  1. Merah melambangkan keberanian
  2. Kuning melambangkan keagungan, kekayaan dan kemuliaan
  3. Hitam melambangkan siap demi cita-cita yang luhur serta teguh dan abadi
  4. Biru melambangkan kerukunan, kesetiaan di dalam kekeluargaan

Arti Gambar dalam Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang Daerah Kabupaten Ende berisi:

  1. Lukisan bintang yang berwarna kuning keemasan yang melambangkan keagungan dan kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta yang memberi hidup dan menyinari kehidupan manusia pada umumnya, khususnya rakyat Daerah Tingkat II Ende.
  2. Di bawah lukisan bintang tertulis dengan huruf latin "DAERAH TINGKAT II ENDE".
  3. Rantai yang melingkari lukisan danau Kelimutu melambangkan ikatan kerukunan dan kekeluargaan yang hidup dikalangan rakyat Daerah Kabupaten Ende.
  4. Danau Kelimutu adalah satu-satunya keindahan alam di dunia yang hanya terdapat di Daerah Kabupaten Ende, melambangkan keagungan, kemegahan dan ketenangan hidup rakyatnya dengan tabah dan penuh semangat membangun daerahnya sepanjang masa.
  5. Lukisan padi dan kapas yang terdapat di bawah lukisan danau Kelimutu mengandung arti tujuan kesejahteraan material dan spiritual rakyat Daerah Kabupaten Ende. 14 butir padi dan 12 buah kapas melambangkan 14 Desember, tanggal dan bulan berdirinya Daerah Kabupaten Ende, sedangkan angka 1958 yang terletak di bawah lukisan pohon beringin melambangkan tahun berdirinya Daerah Kabupaten Ende.
  6. Lukisan pohon beringin yang terletak di bawah lukisan padi dan kapas melambangkan persatuan dan kesatuan.
  7. Empat corak garis yang melintang sebagai dari lukisan waran dasar lambang ini yang memberi perisai atau lima bagian, melambangkan rencana pembangunan lima tahun yang terus menerus untuk mencapai cita-cita bangsa seperti yang termaktub dalam sila ke lima dari Pancasila.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Ende hasil registrasi Penduduk akhir tahun 2015 sebanyak 297.292 jiwa yang terdiri atas 154.427 jiwa penduduk perempuan dan 142.865 jiwa penduduk laki-laki. Kepadatan penduduk pada tahun 2015 ini 145 jiwa per kilometer persegi, dengan kepadatan penduduk terpadat terdapat pada Kecamatan Ende Tengah sebesar 3.801 jiwa per km2 dan yang terendah pada Kecamatan Lempembusu Kelisoke dengan kepadatan penduduk-nya 46 jiwa per km2. Jumlah Kepala Keluarga hasil Registrasi Penduduk adalah sebesar 57.550 RT dengan rata-rata penduduk per RT tidak terlalu bervariasi yakni antara 3-6 jiwa per RT pada setiap kecamatan, sedangkan rata-rata penduduk per RT untuk Kabupaten Ende yaitu 4 jiwa per RT.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende memiliki 3 Unit SMA/SMK/MA Negeri, 12 Unit SMA/SMK/MA Swasta, 54 Unit SMP/MTs Negeri, 32 Unit SMP/MTs Swasta, 176 Unit SD/MI Negeri, 156 Unit SD/MI Swasta, 107 Unit Taman Kanak-kanak. Total siswa di Kabupaten Ende mencapai 67.758 Siswa dengan banyaknya tenaga pengajar yaitu 4.541 guru. Berikut beberapa nama sekolah di Kabupaten Ende:

TK/PAUD/RA/KB[sunting | sunting sumber]

  1. TK Negeri Pembina Ende
  2. TK St. Agnes Ende
  3. TK Aisiyah Nangapanda
  4. TK Pelita Hati Bunda Onekore
  5. KB Kasih Ibu Kelimutu
  6. RA Al Hikmah Kelimutu

SD/MI[sunting | sunting sumber]

  1. SD negeri 1 Ende
  2. SD GMID Ende 4
  3. SD Negeri 5 Ende
  4. SD Negeri 2 Wolooja
  5. SD Inpres 10 Ende
  6. SD Inpres 13 Ende
  7. SD Inpres 3 Onekore
  8. SD Inpres 5 Onekore
  9. SD Katholik Aefeo
  10. SD Katholik Kekawi’i

SMP/MTs[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 1 Ende
  2. SMP Negeri 1 Ndona
  3. SMP Negeri 1 Detusoko
  4. SMP Negeri 1 Maukaro
  5. SMP Negeri 1 Maurole
  6. SMP Negeri 3 Wolowaru
  7. SMP Santa Ursula Ende
  8. SMP Katolik Wolowaru
  9. SMP Katolik Maria Goreti Ende
  10. SMP Muhammadiyah Ende
  11. MTs Negeri Ende

SMA/SMK/MA[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Negeri 1 Ende
  2. SMA Negeri 2 Ende
  3. SMK Negeri 1 Ende
  4. SMK Negeri 2 Ende
  5. SMK Negeri 5 Ende
  6. SMA Katolik Syuradikara Ende
  7. SMA Frateran Ndao
  8. SMA Tridarma Ende
  9. SMA Adhyaksa Ende
  10. SMK Yos Sudaros

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

  1. Universitas Flores
  2. Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula
  3. Akademi Bahasa Asing Santa Mary Ende
  4. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Mataram

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende mempunyai 2 Rumah Sakit, 24 Puskesmas, 52 Puskesmas Pembantu dan 6 Balai Pengobatan. Tiga rumah sakit masing-masing adaalh RSUD Ende dan RS St Antonius Jopu. Rencananya akan dibangun rumah salit baru bernama RSU Pratama di Kecamatan Wewaria. Terdapat 443 orang tenaga medis meliputi dokter umu, dokter gigi, bidan, Perawat / SPK, Perawat Gigi, Akademi Perawat maupun Sanitarian (SPPH).

Transportrasi[sunting | sunting sumber]

Untuk melayani mobilisasi angkutan darat di Kabupaten Ende terdapat 130.30 Km jalan nasional, 160.30 Km jalan provinsi, 824.60 Km jalan kabupaten dan 338.70 Km jalan pedesaan. Sementara itu Kabupaten Ende memiliki 5 terminal tipe A dan C yaitu Terminal Ndao, Terminal Rewarangga, Terminal Detusoko, Terminal Maukaro dan Terminal Wolowaru. Sedangkan untuk angkutan udara, Kabupaten Ende mempunyai Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman dengan maskapai |Lion Air dioperasikan oleh Wings Air, Kalstar, |Pelita Air Service dan TransNusa Air Services. Letak Kabupaten Ende yang strategis, yang batas wilayahnya berhubungan langsung dengan dua perairan laut utara dan selatan sehingga terdapat Pelabuhan Barang dan Penumpang, Pelabuhan Pertamina dan Pelabuhan Ikan.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Salah satu stasiun radio yang beroperasi di wilayah ini adalah:

  • 98.1 Delta FM mHz Ende, Rileks dengan 100% Lagu Enak
  • Gomezone FM, 99.7 MHz - Radio Station yang beralamat di Jalan Sudirman No. 28
  • RRI Ende FM 100.50 dan AM 765 kHz , Jalan Durian

Televisi[sunting | sunting sumber]

Siran UHF[sunting | sunting sumber]

Salah satu stasiun televisi yang beroperasi di wilayah ini terbagi menjadi 12 stasiun TV nasional dan beberapa stasiun TV lokal:

Siaran Digital[sunting | sunting sumber]

Untuk Siaran Digital di Kabupaten Ende:

  • Channel 27 Uhf, Isi Siaran: Metro TV, RTV
  • Channel 29 Uhf, Isi Siaran: ANTV, TV One, SportOne
  • Channel 33 Uhf, Isi Siaran: Trans TV, Trans 7, Kompas TV
  • Channel 39 Uhf, Isi Siaran: SCTV, Indosiar, O Channel
  • Channel 41 Uhf, Isi Siaran: RCTI (Sedangkan untuk MNCTV dan GTV direncanakan tgl 24 Februari 2017 mulai mengudara digital di Kabupaten Ende, dan sekitarnya)
  • Channel 45 Uhf, Isi Siaran: TVRI 1 Nasional, TVRI 2 NTT, TVRI 3 Budaya, Dokumenter dan Pendidikan, TVRI 4 Olahraga, Nusantara TV, Inspira TV
  • Channel 49 Uhf, Isi Siaran: LP3M MTI Channel 1-9

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Berbagai tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi antara lain:

  1. Danau Kelimutu, terletak di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende (hanya berjarak 55 km dari Ende atau 100 km dari Maumere)
  2. Kerikil Hijau di Pantai Penggajawa
  3. Museum Bung Karno, berupa sebuah rumah pengasingan Bung Karno oleh Belanda selama 4 tahun (1934-1938)
  4. Monumen Pancasila, sebuah pohon sukun tempat Soekarno merenungkan dan merumuskan dasar-dasar negara Indonesia yang dikemudian hari dikenal dengan nama Pancasila
  5. Pantai Berpasir Putih, tempat kura-kura & penyu bertelur di Kecamatan Wolotopo, 20 km dari Kota Ende
  6. Taman Naungan Bung Karno, terletak di pusat kota Ende, tempat di mana Bung Karno mendapatkan ilham Pancasila. Terdapat patung Bung Karno dari perunggu yang sedang menatap laut.

Penginapan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende telah memiliki beberapa tempat penginapan, yaitu:

  • Anggrek Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Gatot Soebroto, 300 meter dari Bandara, eksklusif, murah dan bersih
  • FLORES, Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Sudirman No. 28
  • FLORES SARE, Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan lintas Ende - Wolowaru
  • MENTARI Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Pahlawan
  • GRAND WISATA Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Kelimutu
  • SAFARI Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Jend. Achmad 700 Meter Dari Bandara Udara
  • IKLAS Hotel yang terletak di Jalan Jend. Achmad Yani 600 Meter Dari Bandara Udara
  • SATAR MESSE Hotel yang terletak di Jalan El-Tari
  • MAKANUL AMNI Hotel yang terletak di Jalan Mahoni

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lebih dikenal dengan nama M. G. Winokan. Meninggal dunia tanggal 10 Juli 1967 dalam jabatan Bupati Ende.
  2. ^ "Bupati Winokan seorang tokoh Katolik. Dia dipilih jadi Bupati dengan dukungan Partai-partai Islam yang minoritas di DPRD Ende, bukan oleh Partai Katolik." (Ben Mboi: Memoar Seorang Dokter, Prajurit, Pamong Praja, Hal. 186).
  3. ^ Dari pencalonan DPRD-GR Kabupaten Ende muncul tiga calon masing-masing: Haji Hasan Aroeboesman, H. A. Labina dan Herman Joseph Gadi Djou, Drs Ekon. Suara terbanyak diperoleh H. A. Labina dengan 8 suara disusul Haji Hasan Aroeboesman 7 suara dan Herman Joseph Gadi Djou, Drs Ekon 2 suara. Hasil pencalonan dikirim ke Menteri Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri kemudian menetapkan Haji Hasan Aroeboesman sebagai Bupati Ende dengan SK No.UP.9/2/11-985 Tanggal 7 Juni 1967.
  4. ^ Tahun 1967 H. A. Labina dipindahkan ke Kabupaten Flores Timur sebagai Koordinator Schap Wilayah Lembata.
  5. ^ Berhubung Bupati M. G. Winokan meninggal dunia dan agar tidak terjadi kekosongan Pimpinan Daerah, Gubernur NTT, El Tari, mengeluarkan SK Gubernur NTT No.53/Des.2/7/35 Tanggal 10 Juli 1967 (mendahului Keputusan Menteri Dalam Negeri) menunjuk H. A. Labina, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, sebagai Pejabat Sementara Bupati Ende.
  6. ^ H. A. Labina diberhentikan sebagai Pejabat Sementara Bupati Ende dengan SK Gubernur NTT No.70/Des.2/8/40 Tanggal 21 Agustus 1967. Efektif menjabat sampai pelantikan Haji Hasan Aroeboesman tanggal 2 September 1967.
  7. ^ Tanggal 2 September 1967 dilantik oleh Gubernur NTT, El Tari.
  8. ^ Bupati Ir. Marselinus Y. W. Petu & Wakil Bupati Drs. Djafar H. Achmad, M.M kembali berpasangan dalam Pilkada Ende 2018 dan mengajukan cuti kampanye. Tanggal 25 Juni 2018 selesai menjalankan cuti dan kembali menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ende.
  9. ^ Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor:131.53 – 220 Tahun 2018 Tentang Penunjukan Pejabat Sementara Bupati Ende.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Kabupaten Ende Dalam Angka 2017". BPS Kabupaten Ende. Diakses tanggal 09 Maret 2018. 
  3. ^ "Banyaknya Pemeluk Agama Dirinci per Kecamatan di Kabupaten Ende 2011". BPS Kabupaten Ende. Diakses tanggal 09 Maret 2018. 
  4. ^ Website Pemerintah Provinsi NTT: Kabupaten Ende
  5. ^ a b c d e f "Biro Administrasi Umum Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi NTT, Memori Gubernur Kepala Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 1958-1972, Jilid I, (Flores: Percetakan Arnoldus Ende, 1972),".
  6. ^ "Raja Haji Hasan Aroeboesman, Raja terakhir Ende (1947-1974); meninggal 1990.". rizkypein.blogspot.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 20:59 WITA.
  7. ^ "BREAKING NEWS: Mantan Bupati Ende, HJ Gadi Djou Meninggal Dunia". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 14:22 WITA.
  8. ^ "Selamat Jalan Pak Mantan Wakil Bupati Ende, Bernardus Gadobani". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 14:09 WITA.
  9. ^ "Aplaus untuk Paket Doa". dionbata.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 20:30 WITA.
  10. ^ "Gubernur Frans Titip Pesan Buat Tiga Pjs Bupati". porosnusantara.co.id. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 12:32 WITA.
  11. ^ "Serah Terima Jabatan Pjs Bupati Ende Kepada Bupati Ende". portal.endekab.go.id. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 14:30 WITA.
  12. ^ "KPU Tetapkan Paket Marsel-Jafar Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ende Terpilih". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 14:25 WITA.
  13. ^ "Marsel Petu Dan Djafar Achmad Dilantik Pada September 2019". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 20:43 WITA.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]