Pelita Air Service

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pelita Air Service
Pelita Air (2022 Logo).png
IATA ICAO Kode panggil
IP PAS PELITA
Didirikan1963
PenghubungJakarta Soekarno–Hatta
Armada24
Tujuan8
Perusahaan indukPT Pertamina (Persero)
Kantor pusatIndonesia Jakarta, Indonesia
Situs webhttp://www.pelita-air.com/

PT Pelita Air Service atau biasa disingkat menjadi PAS, adalah anak usaha dari BUMN yaitu PT Pertamina yang berbisnis di bidang penerbangan. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki tiga kantor cabang, yakni di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, dan Bandar Udara Pinang Kampai, serta satu kantor manajemen di Bandar Udara Pondok Cabe. Hingga tanggal 31 Desember 2020, perusahaan ini mengoperasikan 15 unit helikopter dan 9 unit pesawat terbang.[1][2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1963 saat Pertamina mendirikan divisi pelayanan transportasi udara yang diberi nama Pertamina Air Service untuk mendukung mobilitas pegawai. Pada tanggal 24 Januari 1970, divisi tersebut resmi dipisah menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama "PT Pelita Air Service". Perusahaan ini pun menyediakan layanan transportasi udara untuk industri minyak dan gas di Indonesia dengan sistem sewa. Pada tanggal 24 November 1987, perusahaan ini mendirikan PT Indopelita Aircraft Services (IAS) untuk menyediakan jasa pemeliharaan komponen berputar, seperti turbin, kompresor dan pompa, serta layanan umum dan mekanik lapangan. IAS juga menawarkan sistem kontrol digital untuk memantau kinerja peralatan. Pada tahun 2000, perusahaan ini sempat menyediakan layanan penerbangan berjadwal dengan nama "Pelita AirVenture", namun kemudian ditutup pada tahun 2005, karena beratnya kompetisi di sektor penerbangan berjadwal. Pada tahun 2016, perusahaan ini mulai menyediakan jasa pengangkutan bahan bakar minyak. Pada tahun yang sama, perusahaan ini membentuk Strategic Business Unit (SBU) Bandara yang bertugas mengelola bandara-bandara milik Pertamina. Pada tahun 2019, SBU Bandara mulai mengelola tiga bandara milik Pertamina, yakni Bandar Udara Pondok Cabe, Bandar Udara Pinang Kampai, dan Bandar Udara Warukin. Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai menyediakan jasa pengangkutan kargo umum.[1][2] Pada tanggal 28 April 2022, perusahaan ini kembali menyediakan penerbangan berjadwal, yaitu Jakarta ke Denpasar dengan menggunakan Airbus A320-214.[3] Dua bulan kemudian, Pelita Air kembali membuka rute penerbangan berjadwal baru, yakni dari Jakarta ke Yogyakarta dengan menggunakan jenis pesawat yang sama.[4]

Tujuan Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Negara Kota IATA Bandara Catatan Referensi
 Indonesia Banjarmasin Syamsudin Noor International Airport TBD
Cirebon Penggung Airport
Denpasar Ngurah Rai International Airport [5]
Jakarta Halim Perdanakusuma International Airport
Pondok Cabe Airport
Soekarno–Hatta International Airport Main Hub
Makassar Sultan Hasanuddin International Airport TBD
Medan Kualanamu International Airport TBD
Surabaya Juanda International Airport TBD
Yogyakarta Yogyakarta International Airport [6]

Armada[sunting | sunting sumber]

Salah satu Fokker F-28-4000 Fellowship milik Pelita Air

Tidak seperti maskapai penerbangan lain yang mengandalkan pesawat Boeing/Airbus, Pelita Air menggunakan pesawat-pesawat Fokker dan BAe (British Aerospace). Maskapai ini memiliki beberapa pesawat Fokker 28, Fokker 100, RJ-85, dan beberapa helicopter jenis Bell-412,Bell-430,S-76, Super Puma,Puma dan BO-105 untuk layanan komuter. Hingga kini Pelita Air masih dicarter oleh Sekretariat Negara untuk mengurus aktivitas operasional pesawat kepresidenan RI, sebuah Avro RJ-85. 1 pesawat ATR 42-500 (PK-PAX) digunakan untuk keperluan penerbangan PT Badak LNG

Berikut daftar armada Pelita Air yang beroperasi:

Tipe Pesawat Jumlah
Air Tractor AT802 2
Air Tractor AT802A 2
ATR 42-500 1
ATR 72-500 5
Bae AVRO RJ85 1
BELL 412 EP 3
BELL 430 1
BOLKOW BO 105 CB 2
CASA 212-200 2
Sikorsky S76A 1
Sikorsky S76C** 7
Airbus A320-214 2

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Pelita Air Service. Diakses tanggal 14 Desember 2021. 
  2. ^ a b "Tentang Perusahaan". PT Pelita Air Service. Diakses tanggal 14 Desember 2021. 
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama maiden
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama jogja
  5. ^ "Entering The Commercial Segment, Pelita Air Flys First To Bali Today". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-07-16. 
  6. ^ developer, medcom id (2022-06-20). "Pelita Air Layani Penerbangan Rute Bandara Soekarno Hatta-Yogyakarta". medcom.id. Diakses tanggal 2022-07-16. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]