Produk gas Pertamina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mobil pikap yang mengangkut tabung-tabung gas LPG 3 kg

Produk gas Pertamina adalah gas yang diproduksi oleh Pertamina serta anak perusahaannya dalam bentuk beberapa tabung, bahan bakar kendaraan, dan refrigan penyejuk udara.

Elpiji[sunting | sunting sumber]

Liquefied Petroleum Gas (LPG) Pertamina dengan merk Elpiji, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (kilang BBM) dan kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % (dengan perbandingan 3:7) dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan. Nilai kalori yang terkandung di elpiji ini berkisar 21.000 BTU/lb. Elpiji dipasarkan dalam bentuk cair. Volume elpiji dalam bentuk cair ini lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas, untuk berat yang sama. Sifat lainnya, berat jenis elpiji lebih berat dibanding udara, karena butana dalam bentuk gas mempunyai berat jenis dua kali dari berat jenis udara, sedangkan besarnya tekanan uap elpiji cair dalam tabung sekitar 5.0 - 6.2 kg/cm2 (bar)[1]

Elpiji 3 kg[sunting | sunting sumber]

Elpiji 3 kg adalah elpiji bersubsidi yang dikemas dalam tabung 3 kg berwarna hijau muda. Sering kali tabung ini disebut 'tabung melon' oleh masyarakat. Berat tabung kosong ini yaitu seberat 5 kg, sedangkan tabung isi seberat 8 kg.[2]

Tabung ini diproduksi melalui program konversi bahan bakar rumah tangga subsidi minyak tanah gas pada tahun 2007. Peluncuran pertama kali diumumkan oleh Pemerintah Indonesia dan dilakukan oleh Direktorat Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan dasar hukum Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006. Tujuan dari pengalihan minyak tanah ke LPG ini antara lain: diversifikasi pasokan energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah, mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi, efisiensi anggaran pemerintah dalam kaitannya dengan pemberian subsidi, serta menyediakan bahan bakar yang praktis dan bersih untuk rumah tangga dan usaha mikro.[3]

Elpiji 12 kg[sunting | sunting sumber]

Elpiji 12 kg adalah elpiji non-subsidi yang dikemas dalam tabung 12 kg berwarna hijau biru. Produk ini merupakan produk gas yang tertua produksi Pertamina, diluncurkan pada tahun 1968.[4]

Tabung elpiji 12 kg ini dibuat dari plat baja lembaran (steel sheet,plate dan strip for gas silinder) yang digunakan untuk menyimpan gas elpiji dengan kapasitas air 26.2 liter atau butane (BU) seberat 13 kg atau propane (PR) seberat 11 kg dengan tekanan rancang bangun sebesar 18.6 kg/cm2(bar). Sedangkan berat kosong tabung termasuk katupnya adalah 15.1 kg. Kode/marka identitas tabung ini tertera di plat pegangan (handguard) elpiji 12 kg.[1]

Faktor keamanan dari tabung elpiji 12 kg ini adalah dalam proses manufakturnya, tabung mengalami serangkaian pengujian mulai dari ketahanan hidrostatik (uji bocor) dengan tekanan 31 bar,uji kedap udara dengan tekanan udara 18.6 bar dan terakhir uji ketahanan pecah tabung dengan tekanan air sebesar minimal 110 bar. Jadi tabung elpiji 12 kg ini kemampuannya menahan tekanan uap gas elpiji 22 kali lipat lebih besar daripada tekanan gas elpiji itu sendiri yang hanya 5-6 bar. Selain itu,tabung gas Elpiji 12 kg ini sudah memenuhi SNI 19-1452-2001, sedangkan katup/valve juga sudah memenuhi standar SNI 1591-2008[1]

Elpiji 50 kg[sunting | sunting sumber]

Elpiji 12 kg adalah elpiji non-subsidi yang dikemas dalam tabung 50 kg berwarna merah. Gas ini digunakan untuk skala besar seperti di hotel dan mall.

Bright Gas[sunting | sunting sumber]

Bright Gas adalah produk gas elpiji domestik non-subsidi yang diproduksi oleh PT Pertamina (Persero). Produk ini pertama kali diluncurkan pada 15 Mei 2013 di Jakarta. Di awal peluncurannya terdapat 4 varian warna biru, pink, hijau dan ungu.[5][6]

Varian[sunting | sunting sumber]

  • Bright Gas 12 kg: Bright Gas pertama kali diluncurkan dalam tabung 12 kilogram pada tahun 2013, dengan 4 macam warna. Berat tabung kosong untuk model ini yaitu 15 kg, sehingga jika terisi bertambah berat menjadi 27 kg.[2]
  • Bright Gas 5,5 kg: Setelah produk 12 kg diluncurkan model 5,5 kilogram pada tahun 2015, dengan warna pink saja. Berat tabung kosong 7,1 kg dan tabung isi seberat 12,6 kg[7]
  • Bright Gas 3 jg: Hampir sama dengan gas 3 kg bersubsidi, diluncurkan pada tahun 2018 dengan berat tabung kosong 5 kg, sedangkan tabung isi seberat 8 kg. Perbedaannya terletak pada warna dengan fitur bright gas.[8]
  • Bright Gas Can 220 gram: Produk gas dikemas dalam bentuk kaleng dengan isi 220 gram yang praktis digunakan dengan kompor portable yang biasa digunakan di perkemahan. [9]

Fitur[sunting | sunting sumber]

Bright Gas memiliki fitur tambahan dibandingkan dengan Elpiji 12 kg dan Gas 3kg. Pertama, fitur keamanan katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.[7]

Kedua, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan. Fitur ini hampir sama dengan teknologi yang digunakan dalam benang pengaman uang kertas dan dokumen-dokumen berharga lainnya.[7]

Aplikasi Bright Home Service[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2019, Pertamina membuat aplikasi daring untuk pemesanan gas LPG non-Subsidi bernama Bright Home Service. Aplikasi ini untuk mempermudah konsumen membeli gas LPG, selain itu juga untuk menghindari penjualan eceran yang tidak sesuai dengan standar harga Pertamina.[10]

Ease Gas[sunting | sunting sumber]

Ease Gas merupakan produk elpiji kualitas premium. Gas untuk memasak ini dilengkapi dengan teknologi Double Spindle hampir sama dengan Bright Gas sehingga untuk keamanan dalam penggunaaan. Tabung Ease Gas warna emas dengan kualitas baja yang lebih tinggi dar Bright Gas.[11]

Varian
  • Ease Gas 9 kg
  • Ease Gas 14 kg

Musicool[sunting | sunting sumber]

Musicool merupakan refrigeran hidrokarbon yang dapat diaplikasikan langsung untuk menggantikan refrigeran sintetik pada penyejuk udara (AC) dan mesin-mesin pendingin. Refrigan ini dapat mengurangi penggunaan listrik pada pendingin sebanyak 20% dan meningkatka efisiensi.[12][13]

Varian[sunting | sunting sumber]

  • Musicool MC–22: refrigeran hidrokarbon digunakan untuk menggantikan refrigeran sintetik jenis R–22. Tabung berwarna hijau muda dengan ukuran 3 kg, 6 kg dan 45 kg[14]
  • Musicool MC–134: refrigeran hidrokarbon digunakan untuk menggantikan refrigeran sintetik jenis R–134a. Tabung berwarna biru dengan ukuran 3 kg, 6 kg dan 45 kg[15]

Pertamina Envogas[sunting | sunting sumber]

Pertamina Envogas adalah gas alam terkompresi digunakan untuk bahan bakar kendaraan yang diluncurkan pada 18 Desember 2012.[16] Saat ini gas ini banyak digunakan untuk kendaraan umum seperti bus Transjakarta dan bajaj[17]

Pertamina ViGas[sunting | sunting sumber]

Pertamina ViGas adalah produk gas khusus bahan bakar kendaraan atau LGV (Liquified Gas For Vehicle) yang diluncurkan pada tahun 2008.[18] LGV merupakan bahan bakar gas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor yang menggunakan spark ignition engine terdiri dari campuran propane (C3) dan butane (C4).[19] Singkatnya, LGV merupakan LPG untuk kendaraan. Vigas mempunyai oktan lebih dari 98[20][19] dan dapat digunakan pada mobil yang dilengkapi konverter.[21]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Pambudi, Agung (19 September 2014). "Perjalanan LPG 12 Kg & LPG Nonsubsidi". Kompasiana.com. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  2. ^ a b Firmanto, Rudy (17 November 2015). Ambarita, Domu D., ed. "Pertamina Imbau Konsumen Timbang Tabung Sebelum Beli Gas". Tribun Kaltim. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  3. ^ "Konversi Mitan ke Gas" (PDF). Direktorat Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  4. ^ Akhir, Dani Jumadil. "Pertamina: Sejak 1968, Pengguna Elpiji 12 Kg Menengah ke Atas". Okezone.com. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  5. ^ Kusuma, Hendra (15 Mei 2013). "Elpiji 12 Kg Kini Tersedia dalam 4 Warna". Okezone.com. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  6. ^ "Ini Keunggulan Elpiji 12 Kg Khusus untuk Orang Kaya". Detik Finance. 15 Mei 2013. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  7. ^ a b c "Harga Isi Ulang Promo Rp 66 ribu per Tabung, Bright Gas 5.5 Kg Resmi Diluncurkan". Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia. 17 November 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  8. ^ "Pertamina Uji Pasar Bright Gas 3 kg". PT Pertamina Persero. 3 Juli 2018. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  9. ^ "Pertamina Kenalkan Bright Gas Can, LPG Praktis untuk Berkemah". PT Pertamina Persero. 5 April. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  10. ^ "Bright Home Service, Solusi Kekinian Bagi Konsumen Bright Gas". PT Pertamina (Persero). Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  11. ^ "Ease Gas Hadirkan Kenyamanan di Dapur Anda". PT Pertamina (Persero). 25 Maret 2013. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  12. ^ "Musicool: Hydrocarbon Refrigerant Ramah Lingkungan". PT Pertamina (Persero). 27 September 2018. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  13. ^ "About Us: Hematnya Energi, Hijaunya Bumi". Musicool. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  14. ^ "Product Detail: Musicool MC–22". Musicool. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  15. ^ "Product Detail: Musicool MC–134". Musicool. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  16. ^ "SPBG Daan Mogot Siap Suntikkan Envogas". PT Pertamina (Persero). Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  17. ^ Wicaksono, Krisna. "Sepeda Motor Bisa Pakai BBG?". PT Pertamina (Persero). Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  18. ^ Susilo, Joko. "Strategi Bisinis Hijau PT Pertamina" (PDF). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  19. ^ a b "Lebih Jauh Tentang LGV dan CNG". Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. 18 Januari 2012. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  20. ^ "Oktan Lebih Tinggi, Kualitas Vigas Sudah Setara Pertamax Lho". Detik Oto. 24 Juni 2011. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  21. ^ "Makin Diminati, Pertamina Tambah SPB-Vi-Gas". 21 Maret 2016. Diakses tanggal 3 Juni 2020.