Butana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
n-Butana
skeletal structure of the butane molecule
displayed structure of the butane molecule
ball-and-stick model of the butane molecule
space-filling model of the butane molecule
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
butane
Penanda
3D model (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.003.136
Nomor E E943a (pelapis, ...)
KEGG
UNII
Sifat
C4H10
Massa molar 58,12 g·mol−1
Penampilan Gas tidak berwarna
Densitas 2.48 kg/m3, gas (15 °C, 1 atm)
600 kg/m3, cairan (0 °C, 1 atm)
Titik lebur −138.4 °C (135.4 K)
Titik didih −0.5 °C (272.6 K)
6.1 mg/100 ml (20 °C)
Bahaya
Klasifikasi EU {{{value}}}
Titik nyala −60 °C
Ambang ledakan 1.8 – 8.4% [1]
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Butana, juga disebut n-butana, adalah alkana rantai lurus dengan empat atom karbon CH3CH2CH2CH3. Butana juga digunakan sebagai istilah kolektif untuk n-butana dan satu-satunya isomernya, isobutana (disebut juga metilpropana), CH(CH3)3. Butana sangat mudah terbakar, tidak berwarna, dan merupakan gas yang mudah dicairkan. Nama butana diturunkan dari nama asam butirat.

Isomer[sunting | sunting sumber]

Nama angkutan umum normal butana
butana tak bercabang
n-butana
isobutana
i-butana
Nama X-PAC butana metil propana
Gambar
molekul
Butan Lewis.svg Isobutane 1.svg
Diagram
kerangka
Butane simple.svg I-Butane-2D-Skeletal.svg

Reaksi[sunting | sunting sumber]

Ketika oksigen tersedia dalam jumlah yang melimpah, maka butana akan terbakar dan membentuk karbon dioksida dan uap air. Sedangkan, apabila oksigen jumlahnya terbatas, maka akan terbentuk karbon monoksida.

2 C4H10 + 13 O2 → 8 CO2 + 10 H2O

n-Butana juga dipakai sebagai bahan baku dalam proses katalis DuPont untuk membentuk maleat anhidrat:

2 CH3CH2CH2CH3 + 7 O2 → 2 C2H2(CO)2O + 8 H2O

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]