Nikotinamida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Nikotinamida
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 98-92-0
PubChem 936
Nomor EINECS 202-713-4
DrugBank DB02701
KEGG D00036
ChEBI 17154
ChemSpider 911
Kode ATC
SMILES c1cc(cnc1)C(=O)N
InChI 1/C6H6N2O/c7-6(9)5-2-1-3-8- 4-5/h1-4H,(H2,7,9)/f/h7H2
Sifat
Rumus kimia C6H6N2O
Massa molar 122.12 g mol−1
Densitas 1.4463g/cm3
Titik lebur 1.295 °C (2.363 °F)
Titik didih 334 °C (633 °F)
log P -.37
Tekanan uap 1.3*10−4mmHg
Bahaya
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
1
0
 
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Nikotinamida, juga dikenal sebagai niasinamida dan nikotinik amida, adalah suatu amida dari asam nikotinat (vitamin B3 / niasin). Nikotinamida merupakan vitamin yang sangat larut dalam air dan bagian dari kelompok vitamin B. Asan nikotinat, juga dikenal sebagai niasin, diubah menjadi nikotinamida secara in vivo, dan meskipun keduanya mempunyai fungsi yang identik sebagai vitamin, nikotinamida tidak mempunyai efek farmakologi dan toksisitas sama dengan yang dimiliki oleh niasin, yang terjadi insidental dari konversi niasin. Jadi nikotinamida tidak mengurangi kolesterol atau menyebabkan flushing,[1] meskipun nikotinamida lebih toksis pada hati pada dosis melebihi 3 g/hari bagi orang dewasa.[2] Dalam sel, niasin disisipkan ke dalam nikotinamida adenina dinukleotida (NAD) dan nikotinamida adenina dinukleotida fosfat (NADP), meskipun jalur reaksi asam nikotinat amida dan asam nikotinat sangat mirip. NAD+ dan NADP+ adalah koenzim bagi banyak reaksi enzimatik oksidasi-reduksi.[3] Senyawa ini diproduksi melalui aminolisis dalam air dari 3-sianopiridina (nikotinonitril) dan dilanjutkan dengan kristalisasi.

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Nikotinamida dilaporkan meningkatkan daya tahan tikus.[4]

Sumber makanan[sunting | sunting sumber]

Nikotinamida ditemukan dalam jumlah sangat kecil terutama pada daging, ikan, kacang-kacangan, dan jamur, juga dalam jumlah lebih kecil pada sayur-sayuran.

Toksisitas[sunting | sunting sumber]

Nikotinamida tidak mempunyai aksi vasodilator, gastrointestinal, hepatik, dan hipolipidemik yang dimiliki oleh asam nikotinat. Jadi, nikotinamida tidak menunjukkan efek flushing, rasa gatal, dan terbakar pada kulit sebagaimana timbul ketika meminum dosis besar asam nikotinat secara oral. Dosis tinggi nikotinamida masih dianggap sebagai obat dengan potensial toksisitas pada dosis dewasa melebihi 3 g/hari dan tidak dianjurkan untuk digunakan tanpa pengawasan.[2] Secara keseluruhan, jarang menyebabkan efek samping, dan umumnya dianggap aman sebagai aditif makanan dan sebagai komponen pada kosmetik dan obat-obatan.[5]

Status Kompendium[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jacenollo, P. (1992). Niacin versus niacinamide
  2. ^ a b Knip M; Douek IF; Moore WP et al. (2000). "Safety of high-dose nicotinamide: a review". Diabetologia 43 (11): 1337–45. PMID 11126400. doi:10.1007/s001250051536. 
  3. ^ Belenky P; Bogan KL; Brenner C (2007). "NAD+ metabolism in health and disease" (PDF). Trends Biochem. Sci. 32 (1): 12–9. PMID 17161604. doi:10.1016/j.tibs.2006.11.006. Diakses tanggal 2007-12-23. 
  4. ^ Fukuwatari T, Shibata K, Ishihara K, Fushiki T, Sugimoto E (April 2001). "Elevation of blood NAD level after moderate exercise in young women and mice". J. Nutr. Sci. Vitaminol. 47 (2): 177–9. PMID 11508711. doi:10.3177/jnsv.47.177. 
  5. ^ Cosmetic Ingredient Review Expert Panel (2005). "Final report of the safety assessment of niacinamide and niacin". Int. J. Toxicol. 24 Suppl 5: 1–31. PMID 16596767. doi:10.1080/10915810500434183. 
  6. ^ British Pharmacopoeia Commission Secretariat (2009). "Index, BP 2009" (PDF). Diakses tanggal 4 February 2010. 
  7. ^ "Japanese Pharmacopoeia, Fifteenth Edition" (PDF). 2006. Diakses tanggal 4 Februally 2010. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Nootropics