Piridoksina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Piridoksina[1]
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 65-23-6
PubChem 1054
SMILES CC1=NC=C(C(=C1O)CO)CO
Sifat
Rumus molekul C8H11NO3
Massa molar 169,18 g/mol
Titik lebur 159-162 °C
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Piridoksina (vitamin B6) termasuk dalam kelompok vitamin B kompleks. Senyawa ini bersifat larut dalam air dan berperan sebagai koenzim untuk membantu memperlancar proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berujung pada pelepasan energi.[2] Vitamin ini juga berperan vital dalam metabolisme asam amino dan sistem imun tubuh.[butuh rujukan] Terdapat 6 bentuk umum yang sering dijumpai, yaitu piridoksal (PL), piridoksina (PN), piridoksamine (PM), piridoksal 5'-fosfat (PLP), piridoksin 5'-fosfat (PNP), dan pridoksamin 5'-fosfat (PNP).[3] Sumber utama vitamin ini adalah sayur-sayuran.[3]

Peranan bagi tubuh[sunting | sunting sumber]

Piridoksina berperan sangat penting dalam metabolisme asam amino di dalam tubuh.[butuh rujukan] Dengan bantuan piridoksina, asam amino dapat diserap tubuh di usus penyerapan dan digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh.[2] Vitamin ini juga turut bekerja dalam pemecahan protein dan sintesis asam amino.[butuh rujukan] Selain itu, pembentukan senyawa histamin, serotonin, dopamin, dan adrenalin juga sangat tergantung pada keberadaan vitamin ini.[butuh rujukan] Serotonin yang dibentuk akan digunakan untuk menjaga sistem imun yang baik.[3] Piridoksina juga mampu menyembuhkan PMS pada wanita.[4][5]

Nilai kesehatan[sunting | sunting sumber]

Peranan penting piridoksina telah membawa vitamin ini untuk dikonsumsi sebagai suplemen untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga untuk membantu penyembuhan suatu penyakit.[3] Beberapa penyakit terkait dengan metabolisme asam amino, seperti penyakit jantung dan struk, dapat dipulihkan dengan lebih cepat dengan asupan vitamin ini, terutama bila dikombinasikan dengan asam folat dan vitamin B12.[2] Penyakit lainnya yang dapat dibantu pemulihannya adalah anemia, gangguan saraf, dermatitis, kolesterol, dan batu ginjal.[3][6]

Bunga matahari, salah satu tanaman dengan kandungan senyawa piridoksina yang tinggi.

Konsumsi[sunting | sunting sumber]

Konsumsi vitamin B6 yang cukup akan sangat membantu tubuh menjalankan fungsi dan metabolisme yang baik.[butuh rujukan] Peranannya yang besar menjadikan vitamin ini bersifat esensial bagi tubuh manusia.[3] Bila tidak terpenuhi maka tubuh akan mengalami berbagai gangguan kesehatan.[7] Beberapa makanan yang dapat digunakan sebagai sumber vitamin ini adalah biji bunga matahari,ikan, telur, daging, gandum, roti, sereal, sayur bayam, wortel, dan buah pisang.[3] Karena bersifat sensitif cahaya dan panas, vitamin B6 seringkali rusak selama proses pemasakan.[2]

Defisiensi[sunting | sunting sumber]

Defisiensi piridoksina pada umumnya jarang terjadi karena vitamin ini tersebar di banyak sumber makanan.[butuh rujukan] Jika terjadi kasus defisiensi, hal ini biasanya dikarenakan oleh adanya gangguan sistem penyerapan nutrisi di saluran pencernaan.[3] Kejadian ini banyak terjadi pada pecandu alkohol.[butuh rujukan] Mekanisme lain yang dapat terjadi adalah bila penderita banyak mengonsumsi obat tertentu, seperti isoniazid, hidrolazin, dan penisilamin yang mampu menonaktifkan kerja vitamin ini.[3] Gejala yang ditimbulkan antara lain dermatitis, bibir pecah-pecah, peradangan mulut, sirosis, dan insomnia.[3][8][9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pyridoxine dari Sigma-Aldrich
  2. ^ a b c d Lieberman S, Burning N. 2007. The Real Vitamin and Mineral Book: The Definitive Guide to Designing Your PErsonal Trainning Program. Ed ke-4. Penguin Group: AS.
  3. ^ a b c d e f g h i j Vitamins & Health Supplements Guide. 2006. Diakses pada 13 Mei 2010.
  4. ^ Abraham, G.E., and Hargrove J. "Effect of vitamin B6 on premenstrual (PMS) symptomatology in women with premenstrual tension syndromes: A double-blind crossover study." Infertility. 1980, 3:155.
  5. ^ Taylor D. 1999. Effectiveness of professional-peer group treatment: Symptom management for women with PMS. Res Nursing Health 22(6): 496-511.
  6. ^ Bottomley SS, Brandenburg MA, Healey HM, May BK. 2006. 5-Aminolevulinate synthase in sideroblastic anemias: mRNA and enzyme activity levels in bone marrow cells. Am J Hematol 41(2):76-83.
  7. ^ Kelly A, Stanley CA. 2001. Disorders of glutamate metabolism. J Ol7(4):287-295.
  8. ^ Cherniack EP. 2006. The use of alternative medicine for the treatment of insomnia in the elderly. Psychogeriatrics 6(1):21-30.
  9. ^ Henderson JM, Scott SS, Merrill AH, Hollins B, Kutner MH. 2005. Vitamin B6 repletion in cirrhosis with oral pyridoxine: Failure to improve amino acid metabolism. Hepatol 9(4):582-588.