Lompat ke isi

Tretinoin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tretinoin
Data klinis
PengucapanSee pronunciation note
Nama dagangRetin-a, Avita, Renova, Tracne, Vitacid
Nama lainATRA
AHFS/Drugs.commonograph
Topical monograph
MedlinePlusa608032
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: X (Oral), D (Topikal) [1]
    Rute
    pemberian
    Topikal, Oral
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Pengikatan protein> 95%
    Waktu paruh eliminasi0.5–2 hours
    Pengenal
    • (2E,4E,6E,8E)-3,7-Dimethyl-9-(2,6,6-trimethylcyclohexen-1-yl)nona-2,4,6,8-tetraenoic acid
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.005.573 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC20H28O2
    Massa molar300,44 g·mol−1
    Model 3D (JSmol)
    Titik leleh180 °C (356 °F)
    • CC1=C(C(CCC1)(C)C)C=CC(=CC=CC(=CC(=O)O)C)C
    • InChI=1S/C20H28O2/c1-15(8-6-9-16(2)14-19(21)22)11-12-18-17(3)10-7-13-20(18,4)5/h6,8-9,11-12,14H,7,10,13H2,1-5H3,(H,21,22)/b9-6+,12-11+,15-8+,16-14+ checkY
    • Key:SHGAZHPCJJPHSC-YCNIQYBTSA-N checkY
      (verify)

    Tretinoin, yang juga dikenal sebagai asam retinoat all-trans (ATRA), adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jerawat dan leukemia promielositik akut.[5][6][7] Untuk jerawat, obat ini dioleskan ke kulit sebagai krim, gel atau salep.[7] Untuk leukemia, obat ini diminum selama tiga bulan.[5] Tretinoin topikal juga merupakan terapi retinoid yang paling banyak diteliti dalam penggunaannya mengobati penuaan kulit.[8]

    Efek samping saat memakai krim tretinoin adalah kemerahan kulit, pengelupasan, dan sensitivitas terhadap matahari.[7] Bila digunakan secara oral, efek samping termasuk sesak napas, sakit kepala, mati rasa, depresi, kekeringan kulit, gatal-gatal, rambut rontok, muntah-muntah, nyeri otot, dan masalah penglihatan.[5] Efek samping parah lainnya termasuk peningkatan jumlah sel darah putih dan penggumpalan darah.[5] Penggunaan selama kehamilan tidak direkomendasikan karena ada risiko kelainan bawaan.[5][9] Tretinoin termasuk keluarga obat retinoid.[6]

    Tretinoin dipatenkan pada tahun 1957, dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1962.[10] Obat ini termasuk dalam daftar obat esential yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia.[11] Tretinoin tersedia sebagai obat generik.[12] Pada tahun 2020, ini adalah obat yang paling sering diresepkan ke-230 di Amerika Serikat, dengan lebih dari 2 juta resep.[13][14]

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. "Tretinoin topical Use During Pregnancy". Drugs.com. 1 July 2019. Diakses tanggal 16 January 2020.
    2. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama OralLabel
    3. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama TopicalLabel
    4. https://www.ema.europa.eu/documents/psusa/tretinoin-oral-formulations-list-nationally-authorised-medicinal-products-psusa/00003015/202203_en.pdf Artikel dengan URL mentah untuk kutipan December 2022[URL PDF mentah]
    5. 1 2 3 4 5 "Tretinoin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
    6. 1 2 Tivnan A (2016). Resistance to Targeted Therapies Against Adult Brain Cancers. Springer. hlm. 123. ISBN 978-3-319-46505-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2017.
    7. 1 2 3 British national formulary : BNF 69 (Edisi 69). British Medical Association. 2015. hlm. 627, 821–822. ISBN 978-0-85711-156-2.
    8. "Retinoids, topical". American Osteopathic College of Dermatology.
    9. "Tretinoin (Vesanoid) Use During Pregnancy". Drugs.com. 25 July 2019. Diakses tanggal 16 January 2020.
    10. Fischer J, Ganellin CR (2006). Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. hlm. 476. ISBN 978-3-527-60749-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2017.
    11. World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
    12. "Tretinoin topical". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 May 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
    13. "The Top 300 of 2020". ClinCalc. Diakses tanggal 7 October 2022.
    14. "Tretinoin – Drug Usage Statistics". ClinCalc. Diakses tanggal 7 October 2022.