Hidrogen peroksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Hidrogen peroksida
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 7722-84-1
PubChem 784
Nomor EINECS 231-765-0
KEGG D00008
ChEBI 16240
ChemSpider 763
Nomor RTECS MX0900000 (>90% soln.)
MX0887000 (>30% soln.)
SMILES OO
InChI 1/H2O2/c1-2/h1-2H
Sifat
Rumus molekul H2O2
Massa molar 34,0147 g/mol
Penampilan Biru muda terang; tak berwarna dalam larutan
Bau agak tajam
Densitas 1,11 g/cm3 (20 °C, 30% (b/b) larutan )[1]
1,450 g/cm3 (20 °C, murni)
Titik lebur -0,43 °C
Titik didih 150,2 °C
Kelarutan dalam air Bercampur
Kelarutan larut dalam eter, alkohol
tak larut dalam petroleum eter
Tekanan uap 5 mmHg (30 °C)[2]
Keasaman (pKa) 11,75
Indeks bias (nD) 1,4061
Viskositas 1,245 cP (20 °C)
Momen dipol 2,26 D
Termokimia
Entalpi pembentukan standarfHo) −187,80 kJ/mol
Kapasitas kalor (C) 1,267 J/(g·K) (gas)
2,619 J/(g·K) (cair)
Bahaya
Klasifikasi EU Hazard O.svgOksidator (O)
Hazard C.svgKorosif (C)
Hazard X.svgBerbahaya (Xn)
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
3
2
 
Frasa-R R5, R8, R20/22, R35
Frasa-S (S1/2), S17, S26, S28, S36/37/39, S45
Titik nyala Tidak terbakar
Batas imbas kesehatan Amerika Serikat (NIOSH):
LD50 1518 mg/kg[butuh rujukan]
2000 mg/kg (oral, tikus)[3]
LC50 1418 ppm (mencit, 4 jam)[3]
Senyawa terkait
Senyawa terkait Air
Ozon
Hidrazin
Hidrogen disulfida
Dioksigen difluorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi


Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air, yang merupakan oksidator kuat.

Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard pada tahun 1818. Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri, teknologi yang digunakan untuk Hidrogen Peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air, dalam kondisi normal (ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun. Salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Bahan baku[sunting | sunting sumber]

Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.

Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan. Ia tidak meninggalkan residu, hanya air dan oksigen. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya di kombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Karena Hidrogen Peroksida adalah oksidator yang kuat, bahan ini dimanfaatkan manusia sebagai bahan pemutih (bleach), disinfektan, oksidator, dan sebagai bahan bakar roket.

Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai saat ini Indonesia masih melakukan impor untuk menutupi kebutuhan di dalam negeri.

Sebagai Bahan pemutih[sunting | sunting sumber]

Hidrogen Peroksida adalah bahan pemutih yang paling tepat dan efisien untuk tekstil. Hidrogen peroksida dijual bebas, dengan berbagai merek dagang dalam konsentrasi rendah (3-5%) sebagai pembersih luka atau sebagai pemutih gigi (pada konsentrasi terukur). Dalam konsentrasi agak tinggi (misalnya merek dagang Glyroxyl®) dijual sebagai pemutih pakaian dan disinfektan. Penggunaan hidrogen peroksida dalam kosmetika dan makanan tidak dibenarkan karena zat ini mudah bereaksi (oksidan kuat) dan korosif.

Pembersih air[sunting | sunting sumber]

Hidrogen Peroksida juga dipergunakan untuk membersihkan air limbah yang tercemar polusi seperti : Hidrogen Sulfida (H2S), Phenilics, Cyanides, dan unsur lain yang terdapat dalam limbah air

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Easton, M. F.; Mitchell, A. G.; Wynne-Jones, W. F. K. (1952). "The behaviour of mixtures of hydrogen peroxide and water. Part 1.?Determination of the densities of mixtures of hydrogen peroxide and water". Transactions of the Faraday Society 48: 796. doi:10.1039/TF9524800796. 
  2. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama PGCH
  3. ^ a b "Hydrogen peroxide". Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).