Membran mukosa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Membran mukosa (jamak: mukosae) atau selaput lendir adalah lapisan kulit dalam, yang tertutup pada epitelium, dan terlibat dalam proses absorpsi dan proses sekresi. Membran ini melapisi berbagai rongga tubuh yang memiliki kontak dengan lingkungan luar, dan organ internal. Pada beberapa bagian tubuh, membran mukosa menyatu dengan kulit, misalnya pada lubang hidung, bibir, telinga, daerah kemaluan, dan pada anus. Cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa disebut mukus. Istilah membran mukus merujuk pada daerah-daerah ditemukannya mukus dalam tubuh, dan tidak semua membran mukosa menyekresikan mukus.

Membran mukosa mampu menghasilkan sekresi berupa lendir. Selaput lendir melapisi paru-paru dan sistem pencernaan. Selaput lendir juga ditemukan pada hidung, kelopak mata, dan telinga.[1]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Dalam dunia medis, selaput lendir disebut dengan nama mukosa.[2] Selaput lendir adalah bagian dari lapisan kulit dalam. Selaput lendir berada di dalam epitelium. Selaput lendir berperan penting dalam proses absorpsi dan sekresi tubuh. Selaput lendir berfungsi melapisi rongga-rongga yang terdapat pada tubuh. Selaput lendir juga berfungsi melapisi organ dalam tubuh. Selaput lendir memiliki warna tetap, yaitu merah muda. Selaput lendir sangat licin. Tidak terdapat folikel rambut ataupun kelenjar pada selaput lendir. Selaput lendir terdiri atas 2 lapisan. Lapisan pertama ialah epitel pelapis, dan lapisan kedua ialah lamina propria. Selaput lendir dapat ditemukan pada lubang hidung, bibir, kelopak mata, telinga, kemaluan, dan anus. Selaput lendir mencegah tubuh dari infeksi mikrob.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Chaerunnisa, Syifa. "Biologi Kelas 11 | Perbedaan Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik dan Nonspesifik pada Manusia". blog.ruangguru.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-21. 
  2. ^ "penjelasan tentang selaput lendir". Alodokter. 2019-03-14. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  3. ^ "Perbedaan Antara Kulit dan Mukosa". www.perdoski.id. Diakses tanggal 2020-03-21.