Kromium(III) oksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kromium(III) oksida
Cr2o3 gruener farbstoff.jpg
Corundum struct.png
Penanda
Model 3D (JSmol)
3DMet {{{3DMet}}}
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/2Cr.3O YaY
    Key: QDOXWKRWXJOMAK-UHFFFAOYSA-N YaY
  • InChI=1/2Cr.3O/rCr2O3/c3-1-5-2-4
    Key: QDOXWKRWXJOMAK-LUXALHLMAR
  • O=[Cr]O[Cr]=O
Sifat
Cr2O3
Massa molar 151.9904 g/mol
Penampilan Hijau
Densitas 5.22 g/cm3
Titik lebur 2435 °C (4415 °F; 2708 K)
Titik didih 4000 °C (7230 °F; 4270 K)
Tidak dapat larut
Kelarutan dalam Alkohol Tidak dapat larut dalam alkohol, aseton, asam
+1960.0×10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 2.551
Struktur
hexagonal
Termokimia
Entropi molar standar (So) 81 J·mol−1·K−1
Entalpi pembentukan standarfHo) −1128 kJ·mol−1
Bahaya
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 1 mg/m3[1]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 0.5 mg/m3[1]
IDLH (langsung berbahaya)
250 mg/m3[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verifikasi (apa ini YaYN ?)
Referensi

Kromium(III) oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia Cr
2
O
3
. Senyawa ini digunakan sebagai pewarna untuk cat, tinta, atau kaca. Di alam bebas, senyawa ini dapat ditemui dalam mineral eskolait yang langka.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Pannetier dan Binet pertama kali membuat Cr
2
O
3
yang terhidratasi pada tahun 1838 dan kemudian dijual sebagai pewarna.[2] Senyawa ini diperoleh dari mineral kromit, (Fe,Mg)Cr
2
O
4
.

Untuk membuat kromium(III) oksida, natrium dikromat (Na
2
Cr
2
O
7
) dapat direduksi dengan sulfur pada suhu yang tinggi:[3]

Na
2
Cr
2
O
7
+ S → Na
2
SO
4
+ Cr
2
O
3

Kromium(III) oksida juga akan terbentuk dari proses dekomposisi garam kromium (seperti kromium nitrat) atau dekomposisi amonium dikromat secara eksotermik.

Reaksi[sunting | sunting sumber]

Kromium(III) oksida bersifat amfoter. Walaupun tidak dapat larut dalam air, jika bereaksi dengan asam senyawa ini dapat menghasilkan ion kromium yang terhidratasi, [Cr(H
2
O)
6
]3+
, yang dapat bereaksi dengan basa untuk menghasilkan garam [Cr(OH)
6
]3−
.[4] It dissolves in concentrated alkali to yield chromite ions.

Jika dipanaskan dengan aluminium, akan dihasilkan logam kromium dan aluminum oksida:

Cr
2
O
3
+ 2 Al → 2 Cr + Al
2
O
3

Apabila dipanaskan dengan klor, akan dihasilkan kromium(III) klorida dan karbon monoksida:

Cr
2
O
3
+ 3 Cl
2
+ 3 C → 2 CrCl
3
+ 3 CO

Kromat dapat terbentuk dari oksidasi kromium(III) oksida dengan oksida lainnya di dalam lingkungan basa:

2 Cr
2
O
3
+ 4 MO + 3 O
2
→ 4 MCrO
4

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0141". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  2. ^ Eastaugh, Nicholas; Chaplin, Tracey; Siddall, Ruth (2004). The pigment compendium: a dictionary of historical pigments. Butterworth-Heinemann. hlm. 391. ISBN 0-7506-5749-9. 
  3. ^ Gerd Anger, Jost Halstenberg, Klaus Hochgeschwender, Christoph Scherhag, Ulrich Korallus, Herbert Knopf, Peter Schmidt, Manfred Ohlinger, "Chromium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005. doi:10.1002/14356007.a07_067
  4. ^ R. Scholder "Sodium Hexahydroxochromate(III)" in Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Edited by G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 2, 1688ff.