Barium oksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Barium oksida
NaCl polyhedra.png
Barium oxide.JPG
Nama
Nama lain
Barium monoksida
Barium protoksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor RTECS CQ9800000
Sifat
BaO
Massa molar 153.326 g/mol
Penampilan padat putih
Densitas 5.72 g/cm3, padat
Titik lebur 1923 °C (3493 °F; 2196 K)
Titik didih ~ 2000 °C (3630 °F; 2270 K)
3.48 g/100 mL (20 °C)
90.8 g/100 mL (100 °C)
Bereaksi membentuk Ba(OH)2
Kelarutan Dapat larut dalam etanol, asam mineral yang encer dan alkali; tidak dapat larut dalam aseton dan amonia cair
-29.1·10−6 cm3/mol
Struktur
Kubik, cF8
Fm3m, No. 225
Oktahedral
Termokimia
Entropi molar standar (So) 70 J·mol−1·K−1[1]
Entalpi pembentukan standarfHo) −582 kJ·mol−1[1]
Bahaya
Berbahaya Xn
Frasa-R R20/22
Frasa-S S2, S28
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Barium hidroksida
Barium peroksida
Kation lainnya
Kalsium oksida
Stronsium oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Barium hidroksida (BaO) adalah senyawa higroskopik putih yang tidak mudah terbakar. Senyawa ini memiliki struktur kubik. Senyawa ini digunakan di dalam tabung sinar katoda. Barium hidroksida dapat membahayakan kulit, dan jika ditelan dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan iritasi. Jika ditelan dalam jumlah yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan kematian.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Barium oksida dibuat dengan memanaskan barium karbonat. Senyawa ini juga dapat dibuat dengan mendekomposisi barium nitrat.[2] Senyawa ini seringkali terbentuk dari proses dekomposisi garam barium lainnya.[3]

2Ba + O2 → 2BaO
BaCO3 → BaO + CO2

Keamanan[sunting | sunting sumber]

Barium oksida dapat mengakibatkan iritasi. Jika bersentuhan dengan kulit atau mata juga dapat menyebabkan rasa sakit dan menimbulkan warna merah. Namun, bahan ini lebih berbahaya lagi jika ditelan. Senyawa ini dapat mengakibatkan mual, diare, lumpuh otot, aritmia kardiak, dan dapat mengakibatkan kematian.

Barium oksida sebaiknya tidak dibuang ke alam karena dapat mengancam organisme di air.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles 6th Ed. Houghton Mifflin Company. ISBN 0-618-94690-X. 
  2. ^ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  3. ^ "Compounds of barium: barium (II) oxide". Web Elements. The University of Sheffield. 2007-01-26. Diakses tanggal 2007-02-22. 
  4. ^ "Barium Oxide (ICSC)". IPCS. October 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 February 2007. Diakses tanggal 2007-02-19. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]