Kereta Api Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kereta Api Indonesia (KAI)
PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Logo

Kereta api indonesia.jpg
Wilayah Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung
Tahun beroperasi 28 September 1945
Pendahulu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
Staatsspoorwegen
Djawatan Kereta Api
Perusahaan Negara Kereta Api
Perusahaan Jawatan Kereta Api
Perusahaan Umum Kereta Api
PT Kereta Api (Persero)
Pendiri Ismangil dkk. (Tokoh AMKA)
Lebar sepur 1,435 mm (4 ft 8+12 in) (lebar sepur standar)
1.067 mm (3 ft 6 in) (lebar sepur utama)
750 mm (2 ft 5+12 in)
Panjang 5.042 kilometer
Kantor pusat Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1, Bandung, 40117, Indonesia
Pemilik Pemerintah Indonesia
Slogan Anda adalah Prioritas Kami
Pendapatan Rp6.966.237.422.231,00 (2012)
Laba usaha Rp1.941.441.208.165,00 (2012)
Laba bersih Rp697.639.125.105,00 (2012)
Anak perusahaan Lihat pula: Daftar anak perusahaan Kereta Api Indonesia
Tokoh penting Ismangil dkk.
Ignasius Jonan (Dirut/CEO)
Situs web Situs web resmi KAI

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (disingkat KAI atau PT KAI) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT Kereta Api Indonesia meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992[1] yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 2008 PT Kereta Api Indonesia melakukan pemisahan Divisi Jabodetabek menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk mengelola kereta api penglaju di daerah Jakarta dan sekitarnya. selama tahun 2008 jumlah penumpang melebihi 197 juta.[2]

Pemberlakuan UU Perkeretaapian No. 23/2007 secara hukum mengakhiri monopoli PT Kereta Api Indonesia dalam mengoperasikan kereta api di Indonesia.[3]

Pada tanggal 28 September 2011, bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-66, KAI meluncurkan logo baru.[4]

Kereta api Argo Bromo Anggrek, salah satu rangkaian kereta api cepat yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pra-kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 1864, kereta api (KA) pertama di Indonesia lahir. Pembangunan diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan rute Kemijen-Tanggung. Pencangkulan tanah pertama dilakukan di Desa Kemijen dan diresmikan oleh Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele. Namun jalur ini dibuka tiga tahun berikutnya, 10 Agustus 1867. Hingga tahun 1873 tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Solo, dan Yogyakarta sudah berhasil dihubungkan.[5][6][7]

Masa politik kolonial liberal rupanya mengakibatkan Pemerintah Belanda enggan mendirikan perusahaannya dan justru memberikan kesempatan luas bagi perusahaan-perusahaan (KA) swasta. Namun sayangnya, perusahaan swasta itu tidak memberikan keuntungan berarti (apalagi NIS masih membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kolonial), maka Departemen Urusan Koloni mendirikan operator KA lain, Staatsspoorwegen, yang membentang dari Buitenzorg hingga Surabaya. Pertama dibangun di kedua ujungnya, jalur pertama di Surabaya dibuka pada tanggal 16 Mei 1878 dan terhubung pada tahun 1894.

Selain itu, muncul juga lima belas operator KA swasta di Jawa yang menamakan dirinya sebagai "perusahaan trem uap", namun meskipun namanya demikian, perusahaan itu sudah dapat dianggap sebagai operator KA regional.

Sebagai perusahaan kolonial, sebagian besar jalur KA di Indonesia mempunyai dua tujuan: ekonomis dan strategis. Nyatanya, syarat bantuan keuangan NIS antara lain membangun rel KA ke Ambarawa, yang memiliki benteng bernama Willem I (yang diambil dari nama Raja Belanda). Jalur KA negara pertama dibangun melalui pegunungan selatan Jawa, selain daerah datar di wilayah utara Jawa, untuk alasan strategis sama. Jalur KA negara di Jawa menghubungkan Anyer (lintas barat) menuju Banyuwangi (lintas timur).

Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh, menghubungkan Banda Aceh hingga Pelabuhan Uleelhee, dengan lebar sepur 1.067 mm, yang digunakan untuk keperluan militer. Kemudian, lebar sepur yang sebelumnya 1.067 mm kemudian diganti menjadi 750 mm membentang ke selatan. Jalur ini kemudian berpindah kepemilikan dari Departemen Urusan Perang kepada Departemen Urusan Koloni tanggal 1 Januari 1916 menyusul perdamaian relatif di Aceh.

Ada pula jalur kereta api di Ranah Minangkabau (dibangun pada tahun 1891-1894) dan Sumatera Selatan (dibangun tahun 1914-1932). Kedua jalur ini digunakan untuk melintas layanan KA batu bara dari pertambangan bawah tanah menuju pelabuhan.

Di Sumatera Utara, ada perusahaan KA bernama Deli Spoorweg Maatschappij yang banyak mengangkut karet dan tembakau di daerah Deli.

Pembangunan jalur kereta api juga dilangsungkan di Sulawesi Selatan pada bulan Juli 1922 hingga 1930; sebagai bagian dari proyek besar-besaran pembangunan jalur rel di Kalimantan dan Sulawesi, menggabungkan sistem rel KA di Sumatera, serta elektrifikasi jalur KA utama di Jawa. Namun Depresi Besar telah membatalkan upaya ini. Meskipun tidak sempat dibangun, studi pembangunan jalur KA di Kalimantan, Bali, dan Lombok telah selesai dilakukan.

Semasa pendudukan Jepang, seluruh jalur KA (bahkan yang terpisah sekali pun) dikelola sebagai satu kesatuan. Sementara itu, di Sumatera, juga dikelola oleh cabang-cabang Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang, secara terpisah.

Pendudukan Jepang akhirnya mengubah lebar sepur 1.435 mm di Jawa menjadi 1.067 mm, sebagai penyelesaian masalah lebar sepur ganda. Ini bukanlah "permasalahan nyata" karena tidak banyak perubahan materiil di kedua sistem itu, banyak rel 1.435 mm dipasangi rel ketiga pada tahun 1940, menghasilkan rel dengan lebar sepur campuran.

Pasca-kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.

Pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berhak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).

Kecuali DKA, ada operator KA lain yaitu Kereta Api Soematra Oetara Negara Repoeblik Indonesia dan Kereta Api Negara Repoeblik Indonesia, yang semuanya beroperasi di Sumatera.

Nama DKA pun berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA),[8] semasa Orde Lama. Lalu, pada tanggal 15 September 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA, Perjanka)[9]. Kemudian, pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka)[10], dan semenjak tanggal 1 Juni 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero) (PT KA)[11]. Pada bulan Mei 2010, nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI)[12], hingga saat ini.

[sunting | sunting sumber]

Keterangan

  • PT KAI juga menggunakan logo Wahana Daya Pertiwi pada seragam pegawai KAI.

Makna logo

  • 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
  • 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
  • 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Jalur[sunting | sunting sumber]

Stasiun Gambir Jakarta difoto dari udara.

PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan kereta api di wilayah provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung serta semua provinsi di Jawa.

Jalur-jalur utama ini menghubungkan kota Medan dengan Rantauprapat, Padang dengan Pariaman, Bandar Lampung dengan Lubuklinggau dan Palembang, Jakarta dengan Surabaya melalui Semarang maupun Yogyakarta, dan Surabaya dan Malang dan Banyuwangi.

Panjang keseluruhan jalur kereta api di Indonesia adalah 7583 kilometer. Lebih dari 2500 kilometer jalur telah ditutup, sebagian besarnya adalah jalur cabang yang dianggap tidak menguntungkan bila tetap dipergunakan. Pada saat ini (2008) Departemen Perhubungan sedang melakukan pembangunan jalur ganda di Pulau Jawa, yang diharapkan akan selesai pada tahun 2025. Jalur yang sudah diselesaikan adalah Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya, Cikampek-Purwakarta, Purwokerto-Larangan, dan Kutoarjo-Yogyakarta-Surakarta. Pada saat ini jalur Kutoarjo-Kroya dan Kroya-Purwokerto sedang dikerjakan.

Layanan[sunting | sunting sumber]

PT Kereta Api Indonesia memberikan layanan kereta api penumpang dan barang. Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur.

Kereta penumpang[sunting | sunting sumber]

Kapasitas angkut penumpang yang disediakan PT Kereta Api Indonesia di Jawa dan Sumatera adalah sebanyak 106.638 tempat duduk per hari dengan rasio kelas eksekutif (15%), bisnis (27%), dan ekonomi (59%). Bila tempat duduk dikaitkan dengan jarak tempuh, maka total kapasitas melambung menjadi sebanyak 41.528.450 tempat duduk per kilometer per hari dengan rasio kelas eksekutif (17%), kelas bisnis (25%), dan kelas ekonomi (58%).

Kelas Eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kereta Eksekutif Go Green yang sering dipakai Argo Bromo Anggrek sekarang.

Kelas Argo adalah kelas layanan tertinggi PT Kereta Api Indonesia, yaitu dengan kereta penumpang berkapasitas 50/52 orang per kereta. Layanan yang disediakan adalah tempat duduk yang bisa diatur, pendingin udara, hiburan audio visual dan layanan makanan.

Rangkaian kereta api jenis ini mulai diluncurkan pada tanggal 31 Juli 1995 untuk memperingati 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada awalnya hanya dua kereta api yang dioperasikan, yaitu Argo Bromo yang melayani rute GambirSurabaya Pasar Turi dan Argo Gede yang melayani rute GambirBandung. Saat ini, kereta api Argo Bromo telah digantikan dengan Argo Anggrek dan KA Argo Gede juga telah diberhentikan pengoprasiannya.

Kereta api kelas Argo lainnya adalah:

Bagian dalam kereta eksekutif Pesawat buatan INKA.

Kelas Satwa adalah Kereta sekelas Argo tetapi bukan argo seperti Kereta di bawah ini

Kelas Campuran[sunting | sunting sumber]

Kereta kelas Eksekutif tipe Pesawat yang di gunakan Argo Dwipangga, Argo Jati, Gajayana, Sembrani, dan Turangga.
KA Eksekutif Campuran

Kelas campuran adalah kelas layanan kedua tertinggi, dengan kereta penumpang kelas eksekutif (52 penumpang) dan bisnis (64 penumpang). Layanan kelas publik diberikan pada jalur-jalur berikut ini:

Kelas Bisnis[sunting | sunting sumber]

Bagian dalam gerbong kereta bisnis.

Di bawah kereta api kelas Publik adalah kelas komersial kelas menengah, yang mencakup semua kereta bisnis.

Kelas Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kereta kelas Ekonomi.
Kereta kelas Ekonomi AC.

Dalam rangka pemerataan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat, selain mengoperasikan sejumlah kereta api komersial yang berfungsi sebagai subsidi silang pada pelayanan kereta api kelas ekonomi, PT Kereta Api Indonesia juga mengoperasikan sejumlah rangkaian kereta api kelas ekonomi unggulan, yaitu:

Kereta api lokal[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api kelas ekonomi ditetapkan oleh pemerintah sehingga secara keseluruhan biaya operasi tidak dapat ditutup dengan tarif yang dikenakan kepada masyarakat. Sampai saat ini, PT Kereta Api Indonesia melakukan subsidi silang dari pendapatan rangkaian kereta api kelas Argo dan kelas satu pada kelas ekonomi. Beberapa kereta yang dioperasikan adalah:

Komuter[sunting | sunting sumber]

Kereta Api Komuter Jabodetabek yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, yaitu PT KAI Commuter Jabodeabek.

Komuter adalah kereta api yang beroperasi dalam jarak dekat, menghubungkan kota besar dengan kota-kota kecil di sekitarnya atau dua kota yang berdekatan. Penumpang kereta ini kebanyakan adalah para penglaju bermobilitas tinggi yang pergi-pulang dalam sehari, misalnya ke tempat kerja atau sekolah. Tidak mengherankan apabila frekuensi perjalanan komuter termasuk tinggi dan jumlah penumpangnya juga paling banyak dibanding kereta jenis lainnya.

Di Indonesia, jaringan komuter masih menjadi satu dengan kereta api jarak jauh, bahkan kebanyakan rangkaian kereta apinya juga diambil dari bekas kereta api jarak jauh. Walaupun demikian, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pembangunan jaringan kereta api komuter yang lebih canggih, seperti monorel, kereta bawah tanah, maupun Mass Rapid Transit (MRT) yang rencananya akan dibangun di Jakarta dan Surabaya.

Komuter umumnya dilayani oleh rangkaian kereta api ekonomi, tetapi beberapa sudah ada yang dilayani oleh kereta kelas bisnis bahkan kelas eksekutif, seperti kereta api Pakuan jurusan Jakarta- Bogor. Jalur-jalur kereta komuter yang ada di Indonesia antara lain:

  • KRL Jabodetabek/Commuter Line, merupakan jalur komuter tertua di Indonesia yang melingkupi daerah Jakarta Raya, melayani para penglaju dari Jakarta ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, termasuk jalur cabang ke Serpong dan Maja.
  • KRDH MCW 302 Patas relasi Cicalengka-Padalarang, KRDE Baraya Geulis relasi Cicalengka Padalarang hasil modifikasi dari KRL BN Holec PT. INKA Madiun.
  • KRDE Prambanan Ekspres relasi Jogjakarta-Solo hasil modifikasi dari KRL BN-Holec PT INKA Madiun.
  • KRDH-I Blora Jaya relasi Semarang-Bojonegoro.
  • KRDH-I Madiun Jaya relasi Madiun-Jogjakarta.
  • KRDH-I Seminung relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • KRDH-I Way Umpu relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • KRDH-I Sri Lelawangsa relasi Medang-Binjai.

Kereta wisata[sunting | sunting sumber]

Salah satu rangkaian kereta api wisata yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia.

PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan kereta wisata yang tarifnya disesuaikan dengan harga tiket tertinggi pada kereta yang dirangkaikan dengan kereta wisata tersebut. Gerbong kereta wisata diberi nama Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, dan Jawa. Selain itu, di Ambarawa tersedia pula kereta wisata dengan lokomotif uap bergigi. Di Solo, kereta wisata Punokawan jurusan PurwosariWonogiri menelusuri jalan Slamet Riyadi di Kota Solo. Adapun di Sumatera Selatan, tersedia kereta wisata yang diberi nama Kereta Sultan, sedangkan di Sumatera Barat tersedia pula kereta wisata yang bertujuan ke Lembah Anai dan Pantai Pariaman.[13]

Kereta barang[sunting | sunting sumber]

Kereta Peti Kemas.
Kereta Ketel Minyak.

Khusus di Pulau Jawa, pemasaran angkutan barang semula kurang diminati pasar karena dalam perjalanan kalah prioritas dengan kereta penumpang. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan terakhir yang sudah melalui tahapan modernisasi sarana angkutan barang, telah dimungkinkan hadirnya kereta barang dengan kecepatan yang tidak jauh berbeda dengan kereta penumpang sehingga perjalanannya jauh lebih lancar.[14][15]

Layanan kereta barang yang dilayani saat ini sudah ada beberapa macam seperti kereta pengangkut peti kemas, kereta pengangkut batu bara, kereta pengangkut semen, dan sebagainya.

Untuk mengoptimalkan layanan kereta berbasis barang pada saat ini PT Kereta Api Indonesia membuat anak perusahaan yang bernama PT Kereta Api Logistik (Kalog) yang fungsi utamanya adalah untuk melayani dan mengoperasionalkan layanan barang berbasis kereta api.

Baja Satwa[sunting | sunting sumber]

Kereta barang Baja Satwa dikhususkan untuk mengangkut barang yang melayani rute Jakarta Kampung Bandan-Surabaya Pasar Turi. Barang yang diangkut kebanyakan berupa peti kemas yang jenis komoditas angkutannya tidak terbatas. Sayangnya, saat ini Stasiun Kampung Bandan sudah tidak aktif lagi.

Kereta barang cepat[sunting | sunting sumber]

Kereta Kiriman Ekspress One Night Services Jakarta - Surabaya.

Koridor layanannya sama dengan kereta api Antaboga, yaitu Jakarta-Surabaya Pasar Turi, tetapi sarana yang digunakan berupa gerbong tertutup. Komoditas yang dapat diangkut juga bermacam-macam, sesuai dengan keadaan pasar.

Lokomotif[sunting | sunting sumber]

Untuk sistem penomoran lokomotif mulai tahun 2011 menggunakan kombinasi huruf,angka yang menunjukan tahun didinaskan dan nomor urut. Kombinasi huruf yang digunakan untuk menunjukkan susunan roda (saat ini ada C, D, BB, dan jenis CC), dan nomor tiga digit digunakan untuk menunjukkan kelas (2 untuk kelas dengan transmisi listrik dan 3 untuk kelas dengan transmisi hidrolik atau mekanik), yang dimulai dari 0. Dua angka di tengah menunjukan lokomotif ini didinaskan pada tahun berapa dan Dua atau tiga angka di belakangnya menunjukkan jumlah individu, mulai dari 01.

Misalnya

  • D301 68 70: Lokomotif diesel hidrolik generasi kedua dengan susunan roda D (empat gandar) didinaskan pada tahun 1968 dengan nomor urut 70
  • CC203 98 13: Lokomotif diesel elektrik dengan susunan roda Co-Co generasi keempat didinaskan pada tahun 1998 dengan nomor urut 13

Kelas lokomotif diesel PT Kereta Api Indonesia[16][sunting | sunting sumber]

Loko Diesel Hidrolik

  • C300 (Karl Marx V30C)
  • C301 (Nederlandse Constructiebedrijven Machinefabrik)
  • D300 (Krupp M350D)
  • D301 (Krupp M350D)
  • BB300 (Kruup M700BB)
  • BB301 (Krupp M1500BB)
  • BB302 (Henschel DHG 600 BB)
  • BB303 (Henschel DHG 1000 BB)
  • BB304 (Krupp M1500BB)
  • BB305 (Jenbacher Ldh1500BB, CFD BB1500HV, dan NS)
  • BB306 (Henschel DHG 800 BB)
  • CC300 (INKA CC 300)

Loko Diesel Elektrik

Armada[17][sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, KAI mengoperasikan:

Lokomotif diesel elektrik PT KAI sebagian besar dibuat di Amerika Serikat atau Kanada, sedangkan diesel hidraulik kebanyakan Jerman. Unit listrik beberapa kebanyakan buatan Jepang. Industri lokal mampu membangun beberapa unit, baik diesel dan listrik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1992 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian
  2. ^ (Indonesia) "Statistik Jumlah Penumpang Kereta Api". Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 2008. Diakses 2009-09-5. 
  3. ^ (Indonesia) "Seputar Indonesia". 
  4. ^ (Indonesia) HUT KERETA API KE-66, BRANDING LOGO BARU PT KAI
  5. ^ Silakan dilihat di situs web resmi KAI
  6. ^ "Dimanakah Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia? Ini Jawabannya". 1 Maret 2014. 
  7. ^ Hamdani, Sylviana (3 Februari 2010). "Taking a Train Trip Down Memory Lane in Indonesia". Jakarta Globe. Diakses 3 Februari 2010. 
  8. ^ Perubahan nama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1963
  9. ^ Perubahan nama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 1971
  10. ^ Perubahan nama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 1990
  11. ^ Perubahan nama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1998, Keputusan Presiden No. 39 Tahun 1999, dan Akta Notaris Imas Fatimah
  12. ^ Nama PT KAI berdasarkan Instruksi Direksi PT KAI No. 16/OT.203/KA 2010
  13. ^ Situs web resmi Indo Rail Tour
  14. ^ Situs web resmi Kalog
  15. ^ Situs web Kargo KAI
  16. ^ Sejumlah model lokomotif didasarkan Diesel Locomotive Roster
  17. ^ Annual Report KAI 2012

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]