Sumatera Selatan
| Sumatera Selatan | |||
|---|---|---|---|
| — Provinsi — | |||
| Masjid Agung Kota Palembang | |||
|
|||
| Slogan: "Bersatu Teguh" | |||
| Peta lokasi Sumatera Selatan | |||
| Negara | |||
| Ibu kota | Palembang | ||
| Koordinat | 5º 10' - 1º 20' LS 101º 40' - 106º 30' BT |
||
| Pemerintahan | |||
| • Gubernur | Alex Noerdin | ||
| Luas | |||
| • Total | 86.431.32 km2 (33,371.32 mil²) | ||
| Populasi (2010) | |||
| • Total | 7.450.394 | ||
| • Kepadatan | 86,20/km2 (22,300/sq mi) | ||
| Demografi | |||
| • Suku bangsa | Melayu (34,37%), Jawa (27,01%), Komering (5,68%), Sunda (2,45%), Tionghoa (1,1%), Minangkabau (0,94%), Lain-lain (28,45%) [1] | ||
| • Agama | Islam (96%), Kristen (1,7%), Buddha (1,8%), Lain-lain (0,5%) | ||
| • Bahasa | Bahasa Indonesia | ||
| Zona waktu | WIB | ||
| Kecamatan | 212 | ||
| Desa/kelurahan | 2693 | ||
| Situs web | www.sumselprov.go.id | ||
Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.
Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.
Daftar isi |
Demografi [sunting]
Masalah kependudukan yang antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan. Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Di samping itu program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.
Pada tahun 2010 jumlah penduduk Sumatera Selatan sudah mencapai 7.450.394 jiwa, yang menempatkan Sumatera Selatan sebagai provinsi ke-9 terbesar penduduknya di Indonesia, BPS. Secara absolut jumlah penduduk Sumatera Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun 1980, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatera Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius. Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan.
Berikut adalah jumlah penduduk Sumatera Selatan dari tahun ke tahun :
| Tahun | 1971 | 1980 | 1990 | 2000 | 2003 | 2005 | 2010 | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah penduduk | 2.930.830 | |||||||||||
| Sejarah kependudukan Sumatera Selatan Sumber:[2] |
||||||||||||
Dan Tabel berikut ini menyajikan kepadatan penduduk sumatera selatan dari tahun 1971-2010 :
| Tahun | 1971 | 1980 | 1990 | 2000 | 2003 | 2005 | 2010 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kepadatan | 34 |
Dan tabel berikut ini merupakan laju pertumbuhan penduduk Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 1971-2010.
| Tahun | 1971 | 1980 | 1990 | 2000 | 2003 | 2005 | 2010 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pertumbuhan Penduduk (%) | - |
Sejarah [sunting]
Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.
Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.
Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.
Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.
Kabupaten dan kota [sunting]
| No. | Kabupaten/Kota | Ibu kota | Populasi/Jiwa | Luas (Km²) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kabupaten Banyuasin | Pangkalan Balai | 762.482 | 11.822,99 |
| 2 | Kabupaten Empat Lawang | Tebing Tinggi | 220.467 | 2.257,44 |
| 3 | Kabupaten Lahat | Lahat | 433.165 | 5.311,73 |
| 4 | Kabupaten Muara Enim | Muara Enim | 731.410 | 9.575 |
| 5 | Kabupaten Musi Banyuasin | Sekayu | 589.345 | 14.265,96 |
| 6 | Kabupaten Musi Rawas | Muara Beliti Baru | 544.961 | 12.865,04 |
| 7 | Kabupaten Ogan Ilir | Indralaya | 457.368 | 2.666,09 |
| 8 | Kabupaten Ogan Komering Ilir | Kota Kayu Agung | 963.194 | 21.469,90 |
| 9 | Kabupaten Ogan Komering Ulu | Baturaja | 340.740 | 4.797,06 |
| 10 | Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan | Muaradua | 353.141 | 5.493,34 |
| 11 | Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir | Talang Ubi | 168.641 | 1.840 |
| 12 | Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | Martapura | 676.544 | 3.370 |
| 13 | Kota Lubuklinggau | - | 222.404 | 401,50 |
| 14 | Kota Pagar Alam | - | 139.865 | 633,66 |
| 15 | Kota Palembang | - | 1.610.853 | 369,22 |
| 16 | Kota Prabumulih | - | 169.340 | 434,10 |
| 17 | Jumlah Kabupaten/Kota : 16 | Ibukota : Kota Palembang | Penduduk : 8.215.279 jiwa | Luas : 93.066,94 Km². |
Daftar gubernur [sunting]
| No | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
| 1. | A. K. Gani | 1945 | |||
| 2. | M. Isa | 1945 | 1952 | ||
| 3. | Sumarno | 1952 | 1954 | ||
| 4. | Husen | 19.. | 19.. | ||
| 5. | Mochtar Prabu Mangkunegara | 19.. | 19.. | ||
| 6. | H. A. Bastari | 1959 | 1963 | ||
| 7. | Abu Yasid Bustomi | 1963 | 1966 | ||
| 8. | Ali Amin | 1966 | 1967 | ||
| 9. | Asnawi Mangku Alam | 1967 | 1978 | ||
| 10. | Sainan Sagiman | 1978 | 1988 | ||
| 11. | Letjen H.Ramli Hasan Basri | 1988 | 1998 | ||
| 12. | H. Rosihan Arsyad | 1998 | 7 November 2003 | ||
| 13. | Ir. Syahrial Oesman, MM | 7 November 2003 | 2008 | ||
| 14. | dr H Mahyuddin NS, SpOG | 11 Juli 2008 | 7 November2008 | ||
| 15. | 100px | Alex Noerdin | 7 November 2008 | sekarang |
Perwakilan Nasional [sunting]
Anggota DPR dari provinsi Sumatera Selatan Periode 2009 - 2014 [sunting]
- Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, Sp.OG (K) - Fraksi Partai Demokrat
- H. Juhaini Ali, SH, MM - Fraksi Partai Demokrat
- Ustdz. H. Syofwatillah Mohzaib, S.Sos.i - Fraksi Partai Demokrat
- H. Dodi Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA - Fraksi Partai Golkar
- Drs. Kahar Muzakir - Fraksi Partai Golkar
- Tanthowi Yahya - Fraksi Partai Golkar
- Mgs. Uzwar Fatommy, SH, M.S - Fraksi Partai Golkar
- Bobby Adhityo Rizaldi, SE. Akt.,MBA, CFE - Fraksi Partai Golkar
- Mustafa Kamal, SS. - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
- KH. Buchari Yusuf, LC, MA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
- Nur Iswanto, SH, MM - Fraksi Partai Gerindra
- Eddhy Prabowo, MM, MB - Fraksi Partai Gerindra
- Ahmad Yani, SH - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
- Acmad Hafisz Tohir - Fraksi Partai Amanat Nasional
- Hanna Gayatri,SH - Fraksi Partai Amanat Nasional
- Drs. H. A. Fauzi Acmad, MBA - Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat
- Ir. Nazaruddin Kiemas, MM - Fraksi PDI Perjuangan
- H. Dudhie Makmun Murod, MBA - Fraksi PDI Perjuangan
Anggota DPD dari Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 - 2009 [sunting]
- Asmawati, Hj, SE, MM
- M. Kafrawi Rahim, H., Drs.,
- M. Jum Perkasa
- Ruslan Wijaya, Ir, SE, M.Sc
Anggota DPD dari Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009 - 2014 [sunting]
- Hj. Asmawati, SE, MM
- Hj. Percha Leanpuri, B.Bus
- Drs. H. Aidil Fitrisyah, MM
- Abdul Aziz
Perwakilan [sunting]
DPRD Sumatera Selatan hasil Pemilihan Umum Legislatif 2009 tersusun dari 13 partai, dengan perincian sebagai berikut:[3]
| Partai | Kursi | % |
|---|---|---|
| Partai Golkar | 18 | 34,9 |
| Partai Demokrat | 13 | 14,7 |
| PDI-P | 11 | 13,8 |
| PKS | 7 | 11,9 |
| Partai Gerindra | 6 | 7,3 |
| PPP | 5 | 7,3 |
| PAN | 5 | 4,6 |
| Partai Hanura | 4 | 2,8 |
| PKB | 3 | 1,8 |
| PBR | 2 | 0,9 |
| PBB | 1 | 0,9 |
| PPRN | 1 | 0,9 |
| PKPB | 1 | 0,9 |
| Total | 75 | 100,0 |
Galeri [sunting]
-
Bendera Negara Sumatera Selatan semasa Sumsel menjadi wilayah RIS
Pranala luar [sunting]
- Situs resmi pemerintah provinsi
- Profil Demografi Sumsel
- Profil Ekonomi Sumsel
- Profil Wisata Sumsel
- Ekonomi Regional Sumsel
- Statistik Regional Sumsel
Referensi [sunting]
- ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tag
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaBPS - ^ http://www.dprd.sumselprov.go.id/index.php/dprd-sumsel/komposisi-anggota
|
||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||

