Kota Prabumulih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Prabumulih
Lambang kota prabumulih.gif
Lambang Kota Prabumulih
Moto: Seinggok Sepemunyian
The Station of Prabumulih.jpg
Lokasi Sumatera Selatan Kota Prabumulih.svg
Peta lokasi Kota Prabumulih
Koordinat:
Provinsi Sumatera Selatan
Ibu kota Prabumulih
Pemerintahan
 - Walikota Ir. Ridho Yahya, M.M
 - DAU Rp. 296.645.058.000.-(2013)[1]
Luas 435,10 km2
Populasi
 - Total 161.984 jiwa (2010)
 - Kepadatan 372,29 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0713
Pembagian administratif
 - Kecamatan 6
 - Kelurahan 37
 - Situs web http://www.kotaprabumulih.go.id
Suasana di stasiun kereta api Prabumulih pada tahun 1932.

Kota Prabumulih adalah salah satu Kota yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Secara geografis Kota ini terletak antara 320’09,1” – 3034’24,7” Lintang Selatan dan 104007’ 50,4” – 104019’41,6” Bujur Timur, dengan luas daerah sebesar 434,50 KM2., memiliki penduduk ± 160.000 jiwa dengan luas 435,10 km² dan merupakan salah satu Kota terkecil di Sumatera Selatan.

Sebagian besar keadaan tanah Kota Prabumulih berasal dari jenis tanah Potsolik Merah Kuning dengan derajat kemiringan tanah Kota Prabumulih antara 0 – 40 % pada ketinggian antara ±34 meter dari permukaan laut.

Kota Prabumulih termasuk daerah tropis basah dengan curah hujan 204,45 m3 dan suhu rata-rata 270Celcius.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Lembak dan Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim
Selatan Kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muara Enim
Barat Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim
Timur Kecamatan Lembak dan Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim

Demografi[sunting | sunting sumber]

KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA.

Agama

2009

2010

2011

Islam

-

132.579

-

Katolik

-

666

-

Hindu

-

155

-

Budha

-

1.158

-

Konghucu

-

0

-

Aliran kepercayaan

-

0

-

Kristen

-

905

-

Keragaman agama di Kota Prabumulih hingga sekarang tidak menimbulkan konflik terbuka secara langsung, namun disadari terdapat gesekan-gesekan yang terjadi antar umat beragama, terutama dalam hal pendirian rumah ibadah. kebijakan formal yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menghindari permasalahan tersebut dibentuklah Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, dimana anggotanya adalah para tokoh agama. tugas utamanya adalah memediasi permasalahan yg terjadi antar umat beragama. data 2009 belum terakses, data 2011-2014 belum tersedia.

KOMPOSISI PENDUDUK

 BERDASARKAN MATA PENCAHARIAN  

Bidang pekerjaan

2009

2010

2011

Pertanian

-

24.797

-

Konstruksi

-

-

-

industr

-

1.682

-

perdagangan, rumah makan & hotel

-

14.375

-

Jasa kemasyarakatan

-

10.822

-

Lainnya

-

14.298

-

Banyaknya penduduk Kota Prabumulih yang bekerja dibidang sekunder yaitu perdagangan dan industri dibandingkan disektor pertanian dan jasa tidak dapat dilepaskan dari keberadaan industri migas yang memberikan alternatif lapangan pekerjaan selain sektor pertanian. kehadiran pertaminan menjadikan kota ini mengandalkan perekonomiannya disekitar kegiatan perusahaan migas. kehadiran migas ini juga mendorong migrasi ke prabumulih untuk bekerja di sektor industri dan perdagangan. data 2009 belum terakses, data 2011 belum tersedia.

PRASARANA

 FISIK (RUMAH IBADAH, SEKOLAH, SARANA KESEHATAN, SARANA JALAN)  

Tempat ibadah

2010

2013

Masjid & Mushola

149

186

Gereja Protestan

0

3

Gereja Katolik

1

2

Pura

0

0

Vihara

0

2

Berdasarkan jumlah rumah ibadah, sangat terlihat bahwa proporsi pemeluk agama dengan jumlah tempat ibadah menjadi sangat tidak seimbang, karena agama non Islam tidak memiliki rumah ibadah. Pemerintah seharusnya memfasilitasi tiap-tiap agama untuk memiliki rumah ibadah.

PRASARANA

 KESEHATAN  

Sarana

2009

2010

2011

Rumah Sakit Umum Daerah

-

2

-

Rumah Sakit Swasta

-

1

-

BKIA/Klinik Bersalin

-

5

-

Apotek

-

0

-

Klinik Dokter Praktek

-

0

-

Puskesmas

-

7

-

Puskesmas Pembantu

-

22

-

Polindes

-

31

-

Posyandu

-

112

-

Keberadaan perusahaan migas di Prabumulih cukup mendukung pengadaan fasilitas kesehatan, dengan didirikannya rumah sakit swasta yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Usaha pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan ini adalah dengan bekerja sama dengan perusahaan yang ada, diharapkan dapat membantu membangun prasarana publik.data tahun 2009 belum terakses, data 2011 belum tersedia.

SARANA JALAN

Variabel

2009

2010

2011

Panjang jalan provinsi

-

18400

-

Panjang jalan kabupaten

-

345555

-

Panjang jalan negara

-

26700

-

Pembangunan sarana prasarana jalan menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. pemerintah Prabumulih menyadari peran pembukaan jalan menjadi penting. Usaha pembangunan prasarana jalan ini juga mendapat dukungan dari perusahaan minyak sehingga daerah yang jauh dapat mengeluarkan dan mengakses jalan yang tersedia, selain itu pembangunan jalan tersebut dapat membuka akses ekonomi masyarakat. data 2009 belum terakses, data 2011 tidak tersedia.

INFRASTRUKTUR

 LAINNYA  

Nama infrastruktur

2009

2010

2011

Bandara

0

0

-

Pelabuhan

0

0

-

Hotel

10

10

-

Terminal

1

1

-

Stasiun

1

1

-

Perkembangan hotel non bintang menandakan daerah ini menjadi daerah yang penting, pemerintah berharap akses tranporatasi kereta api dapat dimanfaatkan bagi sebagian besar daerah Prabumulih. Pembangunan fasilitas ini memang sangat tergantun pada dana dari APBD daerah dan kebijakan instansi terkait. ketersediaan infrastruktus publik menjadi penting dalam pembangunan ekonomi daerah. data 2009 belum terakses, data 2011 belum tersedia.

Komoditas Unggulan[sunting | sunting sumber]

Prabumulih menghasilkan ribuan barel minyak bumi dan jutaan meter kubik gas alam setiap tahunnya. Karena itu, ia disebut sebagai kota minyak. Julukan lainnya adalah kota nanas, karena salah satu hasil pertanian yang terkenal adalah nanas (Ananas Comosus). Nanas Prabumulih terkenal manis dan pemasarannya sampai ke Pulau Jawa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Bandar udara[sunting | sunting sumber]

Di Prabumulih terdapat sebuah bandar udara yang sudah tidak digunakan, bandara ini mempunyai kode IATA:PUH dan ICAO:WESS. Bandara yang berada 13/31 berukuran 2.750 kali 45 ms (9,022 × 148 kaki). Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Atubungsu, Bandar Udara Silampari dan Bandar Udara Gatot Subroto dijadikan pasar Gatot Subroto.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]