Suku Bali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Suku Bali
(Anak Bali)
Temple ceremony (4032750287).jpg
Jumlah populasi

3,9 juta[1]

Kawasan dengan populasi yang signifikan
Provinsi Bali: 3,3 juta[1]
Bahasa
bahasa Bali dan Indonesia
Agama
mayoritas beragama Hindu;
sisanya beragama Buddha, Islam, dan Kristen
Kelompok etnik terdekat
suku Jawa (termasuk orang Tengger dan Osing) dan suku Sasak

Suku Bali (bahasa Bali: Anak Bali, Wong Bali, atau Krama Bali) adalah suku bangsa mayoritas di pulau Bali, yang menggunakan bahasa Bali dan mengikuti budaya Bali. Sebagian besar suku Bali beragama Hindu, kurang lebih 90%, sedangkan sisanya beragama Buddha, Islam dan Kristen. Menurut hasil Sensus Penduduk 2010, ada kurang lebih 3,9 juta orang Bali di Indonesia.[1] Sebagian besar orang Bali tinggal di Provinsi Bali (sekitar 3,3 juta), sisanya tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, dan beberapa di antaranya tinggal di Malaysia.[2]

Asal-usul[sunting | sunting sumber]

Asal-usul suku Bali terbagi ke dalam tiga periode atau gelombang migrasi: gelombang pertama terjadi sebagai akibat dari persebaran penduduk yang terjadi di Nusantara selama zaman prasejarah; gelombang kedua terjadi secara perlahan selama masa perkembangan agama Hindu di Nusantara; gelombang ketiga merupakan gelombang terakhir yang berasal dari Jawa, ketika Majapahit runtuh pada abad ke-15—seiring dengan Islamisasi yang terjadi di Jawa—sejumlah rakyat Majapahit memilih untuk melestarikan kebudayaannya di Bali, sehingga membentuk sinkretisme antara kebudayaan Jawa klasik dengan tradisi asli Bali.

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Kebudayaan Bali terkenal dengan tari, drama, dan seni ukirnya. Kebudayaannya juga kental dengan penggunaan gamelan. Sebagaimana di Jawa, suku Bali juga mengenal pertunjukan wayang, namun dengan bentuk wayang yang lebih menyerupai manusia daripada wayang khas Jawa. Suku Bali juga memiliki aspek-aspek unik yang terkait dengan tradisi religius mereka. Kehidupan religius mereka merupakan sinkretisme antara agama Hindu-Buddha dengan tradisi Bali.

Kepercayaan[sunting | sunting sumber]

Sebanyak 3,2 juta umat Hindu tinggal di Bali,[1] dan mayoritas suku Bali menganut kepercayaan Hindu Siwa-Buddha, salah satu denominasi agama Hindu. Para pendeta dari India yang berkelana di Nusantara memperkenalkan sastra Hindu-Buddha kepada suku Bali berabad-abad yang lalu. Masyarakat menerimanya dan mengkombinasikannya dengan mitologi pra-Hindu yang diyakini mereka.[3] Suku Bali yang telah ada sebelum gelombang migrasi ketiga, dikenal sebagai Bali Aga, sebagian besar menganut agama berbeda dari suku Bali pada umumnya. Mereka mempertahankan tradisi animisme.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]