Kabupaten Badung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Badung
Lambang Badung.png
Lambang Kabupaten Badung
Moto: Ҫura Dharma Raksaka


Location Badung Regency.png
Peta lokasi Kabupaten Badung
Koordinat: 08°14'17"-08°50'57"LS, 115°05'02"-115°15'09"BT
Provinsi Bali
Hari jadi 20 September
Ibu kota Mangupura, Mengwi
Pemerintahan
 - Bupati Anak Agung Gde Agung
 - DAU Rp. 372.625.383.000.-(2013)[1]
Luas 420,09 km2 [2]
Populasi
 - Total 543.332 jiwa (2010) SP2010
 - Kepadatan 1.293,37 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa Bali, Indonesia
 - Zona waktu GMT+08:00
 - Kode area telepon 0361
 - Bandar udara Bandara Ngurah Rai
Pembagian administratif
 - Kecamatan 6
 - Kelurahan 63
 - Situs web http://www.badungkab.go.id/

Koordinat: 8°35′LU 115°11′BT / 8,583°LS 115,183°BT / -8.583; 115.183

Kabupaten Badung adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Daerah ini yang juga meliputi Kuta dan Nusa Dua adalah sebuah obyek wisata yang terkenal. Ibu kotanya berada di Mangupura, dahulu berada di Denpasar[3]. Pada tahun 1999 terjadi kerusuhan besar di mana Kantor Bupati Badung di Denpasar dibakar sampai rata dengan tanah.

Kabupaten Badung saat ini dipimpin oleh seorang Bupati yang saat ini dijabat oleh Anak Agung Gde Agung yang berasal dari daerah Mengwi, dan sebagai Wakil Bupati yaitu I Made Sudiana.

Kabupaten Badung berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara, Kabupaten Tabanan di barat dan Kabupaten Bangli, Gianyar serta kota Denpasar di sebelah timur.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Badung dibagi menjadi 6 kecamatan, yaitu:

  1. Petang
  2. Abiansemal
  3. Mengwi
  4. Kuta
  5. Kuta Utara
  6. Kuta Selatan

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Badung dulunya bernama Nambangan sebelum diganti oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan pada akhir abad ke-18. Dengan memiliki keris dan cemeti pusaka Beliau dapat menundukkan Mengwi dan Jembrana hingga tahun 1810, dimana Beliau akhirnya diganti oleh 2 orang raja berikutnya. Kematian Beliau seolah olah sudah diatur oleh penerusnya, barangkali saudaranya, Raja Kesiman yang memerintah dengan mencapai puncaknya tahun 1829-1863. Ia dapat dipengaruhi oleh kekuatan dari luar Bali dan menggantungkan harapan kepada Pemerintah Belanda pada saat itu.

Belanda diijinkan Beliau untuk mendirikan stasiunnya di Kuta pada tahun 1826, sebagai balasan atas kerjasama itu Beliau mendapatkan hadiah yang sangat indah. Seorang pedagang berkebangsaan Denmark, bernama Mads Johansen Lange yang datang ke Bali pada usia 18 tahun dan memegang peranan sebagai mediator antara Pemerintah Belanda dan Bali dimana raja mendapat bagian yang cukup menarik. Mulai saat itu, Mads Lange yang lahir tahun 1806, dapat meningkatkan hubungan baik dengan raja-raja di Bali. Pada tahun 1856 Mads Lange sakit dan mohon pensiun serta memutuskan untuk kembali ke Denmark, namun sayang dia meninggal pada saat kapal yang akan ditumpangi akan berangkat dan akhirnya dia dikubur di Kuta. Di samping itu Kuta juga dikenal sebagai tempat di mana Kapten Cornelis de Houtman dengan beberapa pengikutnya dihukum gantung tahun 1557, ketika 20.000 pasukan Bali kembali dari perjalanan mempertahankan Blambangan dari Kesultanan Mataram.

Kapal Belanda di Sanur

Pada tahun 1904 sebuah kapal China berbendera Belanda bernama "Sri Komala" kandas di pantai Sanur. Pihak pemerintah Belanda menuduh masyarakat setempat melucuti, merusak dan merampas isi kapal dan menuntut kepada raja atas segala kerusakan itu sebesar 3.000 dolar perak dan menghukum orang-orang yang merusak kapal. Penolakan raja atas tuduhan dan pembayaran kompensasi itu, menyebabkan pemerintah Belanda mempersiapkan expedisi militernya yang ke-6 ke Bali pada tanggal 20 September 1906. Tiga batalyon infantri dan 2 batalyon pasukan arteleri segera mendarat dan menyerang Kerajaan Badung.

Setelah menyerang Badung, Belanda menyerbu kota Denpasar, hingga mencapai pintu gerbang kota, mereka belum mendapatkan perlawanan yang berarti namun tiba-tiba mereka disambut oleh segerombolan orang-orang berpakaian serba putih, siap melakukan "perang puputan" (mati berperang sampai titik darah terakhir). Dipimpin oleh raja para pendeta, pengawal, sanak saudara, laki perempuan menghiasi diri dengan batu permata dan berpakaian perang keluar menuju tengah-tengah medan pertempuran. Hal itu dilakukan karena ajaran agamanya bahwa tujuan ksatria adalah mati di medan perang sehingga arwah dapat masuk langsung ke sorga. Menyerah dan mati dalam pengasingan adalah hal yang paling memalukan.

Korban Perang Puputan Badung

Raja Badung beserta laskarnya yang dengan gagah berani dan tidak kenal menyerah serta memilih melakukan perang puputan akhirnya gugur demi mempertahankan kedaulatan dan kehormatan rakyat Badung.

Beberapa hari kemudian Belanda pun menyerang Tabanan, dan kemudian pada tahun 1908 Kerajaan Klungkung juga melakukan puputan dan dengan jatuhnya kerajaan Klungkung maka Belanda menguasai Bali sepenuhnya. Pada tahun 1914 Belanda mengganti pasukan tentara dengan kepolisian sambil melakukan reorganisasi pemerintahan. Beberapa raja dicabuti hak politiknya, namun mereka tetap menjaga nilai kebudayaan dan raja pun masih berpengaruh kuat. Kota Denpasar yang terdiri dari 3 kecamatan merupakan bagian dari Kabupaten Badung, sebelum ditetapkan sebagai Kota Madya pada tanggal 27 Februari 1993.

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Badung banyak sekali objek wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Air terjun Nungnung
  2. Atraksi Makotek di Desa Munggu
  3. Ayung Rafting
  4. Bumi Perkemahan Dukuh, Blahkiuh
  5. Bungy Jumping
  6. Desa Petang
  7. Desa Plaga
  8. Desa Kapal
  9. Perang Tipat Bantal (Desa Kapal)
  10. Pantai Dreamland
  11. Pantai Padang-Padang
  12. Jembatan Tukad Bangkung (terpanjang di Bali Nusa tenggara dan Tertinggi di Asia Tenggara
  13. Pura Penataran Puspem Badung
  14. Pantai Seseh
  15. Pantai Batu Bolong
  16. Pantai Brawa
  17. Kawasan Industri Badung (Jalan Bay Pass Sunset Road, Kuta)
  18. Kawasan Wisata Malam Oberoi
  19. Desa Wisata Baha
  20. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
  21. Geger Sawangan
  22. Kawasan BTDC Nusa Dua
  23. Mandala Wisata
  24. Monumen Tragedi Kemanusiaan Bom Bali
  25. Panggung Kesenian Kuta Timur
  26. Pantai Canggu
  27. Pantai Jimbaran
  28. Pantai Kedonganan
  29. Pantai Kuta, Legian, Seminyak
  30. Kawasan Internasional Legian
  31. Pantai Labuan Sait
  32. Pantai Nyang-Nyang
  33. Pantai Suluban 699
  34. Patung Satria Gatot Kaca
  35. Penangkaran Penyu Deluang Sari
  36. Pura Peti Tenget
  37. Pura Pucak Tedung
  38. Pura Sadha
  39. Pura Taman Ayun
  40. Pura Uluwatu
  41. Safari Kuda
  42. Sangeh
  43. Taman Reptil Indonesia Jaya
  44. Kota Mangupura
  45. Tanah Wuk
  46. Tanjung Benoa
  47. Waka Tangga
  48. Water Boom Park, Kuta, Badung
  49. Wisata Agro Pelaga
  50. Kawasan Perumahan Ekspatriat Kecamatan Kuta Utara

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]