Piala Asia AFC 2007
| Piala Asia 2007 (Bahasa Indonesia, Bahasa Malaysia) เอเชียนคัพ 2007 (Bahasa Thailand) Cúp bóng đá châu Á 2007 (Bahasa Vietnam) |
|
|---|---|
![]() Logo Piala Asia AFC 2007 |
|
| Informasi turnamen | |
| Tuan rumah | |
| Jadwal penyelenggaraan |
7 Juli–29 Juli |
| Tempat penyelenggaraan | 8 (di 7 kota) |
| Hasil turnamen | |
| Juara |
|
| Juara kedua |
|
| Juara ketiga |
|
| Juara keempat | |
| Statistik turnamen | |
| Jumlah pertandingan | 32 |
| Jumlah gol | 84 (2.63 per pertandingan) |
| Jumlah penonton | 724.222 (22.632 per pertandingan) |
| Pemain terbaik | |
| Pencetak gol terbanyak | (4 gol) |
Piala Asia AFC 2007 adalah kejuaraan sepak bola antarbangsa di Asia, yang diselenggarakan pada tanggal 7–29 Juli 2007. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Piala Asia AFC kali ini diselenggarakan di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Pada turnamen ini secara mengejutkan Irak tampil sebagai juara setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1–0 di final berkat gol tunggal Younis Mahmoud.
Piala Asia diselenggarakan tiap empat tahun sekali sejak 1956, yang terakhir diadakan di Republik Rakyat Cina pada 2004. Namun, karena Olimpiade dan Piala Eropa diadakan pada tahun yang sama dengan Piala Asia (2004, 2008, 2012, dan seterusnya), kalender olahraga menjadi sangat padat. AFC kemudian memutuskan untuk mengubah tradisi penyelenggaraan Piala Asia, yakni setelah penyelenggaraan tahun 2004 turnamen diadakan pada tahun 2007 atau menjadi tiga tahun setelahnya, dan sesudahnya kembali diadakan empat tahun sekali, yaitu 2011.
Ini adalah Piala Asia pertama yang diikuti Australia sebagai anggota AFC. Australia adalah negara pertama selain tuan rumah yang berhasil lolos kualifikasi.
Daftar isi |
Tempat penyelenggaraan[sunting]
Keputusan empat tuan rumah pada penyelenggaraan kali ini, diusulkan dan dipresentasikan pada komite eksekutif oleh presiden AFC. Namun ia kemudian meralat keputusan ini dan menyebutnya sebagai "kesalahannya". Hal ini disebabkan kesulitan finansial dan logistik dalam mengorganisasi ajang ini melintasi empat negara.
Ia mengatakan bahwa, "Ternyata sangat sulit untuk komite eksekutif harus memiliki empat komite penyelenggara, empat pusat media dan juga terdapat pertimbangan finansial." Ia juga mengungkapkan bahwa "Ia pasti tidak akan melakukannya lagi," jika ia memiliki pilihan.
| Stdn. Utama Gelora Bung Karno | Stadion Jakabaring | Stadion Nasional Bukit Jalil | Stadion Shah Alam |
| Kapasitas: 100.800 | Kapasitas: 40.000 | Kapasitas: 87.411 | Kapasitas: 69.932 |
| Stadion Rajamangala | Stadion Suphachalasai | Stadion Nasional My Dinh | Stadion Angkatan Darat |
| Kapasitas: 65.000 | Kapasitas: 35.000 | Kapasitas: 40.000 | Kapasitas: 25.000 |
Pada 19 Desember 2006, undian pembagian grup diselenggarakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur.
Perangkat pertandingan[sunting]
16 wasit dan 24 asisten wasit telah dipilih secara resmi setelah menjalani tes kebugaran pada 2 Juli di Kuala Lumpur, Malaysia. Satu wasit dan dua asisten wasit dipilih juga dari CAF.[1]
† Diganti
Shamsul Maidin setelah wasit ditarik keluar karena Cedera.[2][butuh klarifikasi]
Lagu tema[sunting]
Pada Piala Asia AFC 2007 memiliki 2 lagu tema: "I believe" oleh Tata dari Thailand dan "Play hard" oleh Kim dari Vietnam.
Ringkasan[sunting]
Babak penyisihan grup[sunting]
Dalam babak penyisihan grup, semua tuan rumah tidak mampu memberikan penampilan yang dapat dibanggakan. Meskipun mampu memetik kemenangan, Indonesia dan Thailand gagal meraih tempat pada babak perempat final. Malaysia merupakan satu-satunya tuan rumah yang tidak pernah menang. Vietnam mampu lolos ke babak berikutnya hanya karena Qatar kalah dari Uni Emirat Arab. Babak ini juga memberikan hasil menarik. Beberapa tim unggulan tampak kesulitan menghadapi persaingan di masing-masing grup, seperti yang dialami Korea Selatan dan Australia. Sementara itu, tim yang kurang diperhitungkan, Irak mampu mengakhiri penyisihan grup di puncak. Jepang, juara kompetisi sebelumnya, tidak mendapatkan perlawanan berarti. Justru, Republik Rakyat Cina, runner-up kompetisi sebelumnya secara mengejutkan harus pulang lebih awal setelah hanya mampu menang atas Malaysia, bermain imbang dengan Iran dan ditaklukan Uzbekistan.
Babak gugur[sunting]
Pada babak perempat final, tim unggulan Australia harus mengakui keunggulan Jepang setelah kalah dalam adu penalti. Kekalahan ini begitu mengecewakan Australia, sehingga salah satu pemainnya mengatakan bahwa Australia harus mulai mengubah cara pandang dan strategi terhadap tim-tim Asia. Sementara itu, tim yang semula diragukan kemampuannya karena situasi dalam negerinya, Irak, mampu memetik kemenangan atas Vietnam. Sementara itu, langkah Iran dihentikan Korea Selatan dalam adu penalti, dan langkah Uzbekistan dihentikan Arab Saudi.
Pada babak semifinal, tanpa diduga, Irak mampu menaklukkan Korea Selatan setelah menahan imbang 0 - 0 hingga perpanjangan waktu. Dalam adu penalti, Irak mampu mencetak 4 gol sementara Korea Selatan hanya 3 gol. Hasil ini sangat membanggakan warga Irak yang negerinya carut-marut dirobek pemboman di mana-mana. Di final, Irak berhadapan dengan tim favorit juara Arab Saudi, yang menaklukan Jepang.
Pada babak perebutan tempat ketiga, Jepang dikalahkan Korea Selatan, melalui adu penalti setelah kedudukan masih tetap 0-0 hingga perpanjangan waktu. Walaupun dapat membawa tim asuhannya ke posisi ketiga, pelatih tim Korea, Pim Verbeek mengundurkan diri karena merasa gagal.
Sementara itu pada pertandingan final yang dilaksanakan pada 29 Juli 2007, Irak mampu membungkam Arab Saudi, yang didukung paling tidak 15.000 penonton yang datang dari negaranya ke Jakarta, dengan gol tunggal. Kemenangan ini dirayakan warga Irak dengan konvoi di jalan-jalan sambil membunyikan senapan meskipun telah dilarang oleh aparat keamanan. Sementara kapten tim Irak Younis Mahmoud terpilih sebagai pemain terbaik Piala Asia 2007 yang juga mencetak gol satu-satunya bagi Irak di final saat lawan Arab Saudi.
Hasil pertandingan[sunting]
Babak penyisihan grup[sunting]
| Melaju ke babak gugur |
Grup A[sunting]
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3 | 1 | 2 | 0 | 4 | 2 | +2 | 5 | |
| 3 | 1 | 1 | 1 | 6 | 4 | +2 | 4 | |
| 3 | 1 | 1 | 1 | 3 | 5 | –2 | 4 | |
| 3 | 0 | 2 | 1 | 1 | 3 | –2 | 2 |
| 7 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Thailand |
1–1 (HT: 1–1) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 30.000 orang Wasit: Jong Chul Kwon (Korea Selatan) AW 1: Hae Sang Jeong (Korea Selatan) AW 2: Awni Hassouneh (Yordania) Wasit ke-4: Jasim Karim (Bahrain) |
|
| Sutee Suksomkit Kosin Hathairattanakool Nirut Surasiang Suree Sukha Datsakorn Thonglao |
(Laporan) | Younes Khalef Haitham Tahir |
| 8 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Australia |
1–1 (HT: 0–1) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 5.000 orang Wasit: Eddy Maillet (Seychelles) AW 1: Celestin Ntagungira (Rwanda) AW 2: Evarist Menkouande (Kamerun) Wasit ke-4: Gi Young Lee (Korea Sltn.) |
|
| Brett Emerton Timothy Cahill |
(Laporan) | Ahmed Al Mahaijri Badar Al-Maimani Mohamed Al Noobi Yousuf Al-Busaidi Juma Al Wahaibi |
| 12 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Oman |
0–2 (HT: 0–0) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 19.000 orang Wasit: Gi Young Lee (Korea Selatan) AW 1: Tang Yew Mun (Singapura) AW 2: Celestin Ntagungira (Rwanda) Wasit ke-4: Eddy Maillet (Seychelles) |
|
| Hassan Al Gheilani Amad Al Hosni Said Suwailim Juma Al Wahaibi |
(Laporan) | Pipat Thonkanya Suchao Nutnum |
| 13 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Irak |
3–1 (HT: 1–0) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 7.884 orang Wasit: Jasim Karim (Bahrain) AW 1: Awni Hassouneh (Yordania) AW 2: Hae Sang Jeong (Korea Selatan) Wasit ke-4: Jong Chul Kwon (Korsel) |
|
| Nashat Ali Hawar Taher Haitham Tahir Qusay Aboudy Karrar Mohammed |
(Laporan) | Jason Culina Vincenzo Grella Lucas Neill Mark Viduka Luke Wilkshire |
| 16 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Thailand |
0–4 (HT: 0–1) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 46.000 orang Wasit: Jong Chul Kwon (Korea Selatan) AW 1: Hae Sang Jeong (Korea Selatan) AW 2: Tang Yew Mun (Singapura) Wasit ke-4: Gi Young Lee (Korea Sltn.) |
|
| Nirut Surasiang Datsakorn Thonglao |
(Laporan) | Michael Beauchamp John Aloisi Mark Viduka Luke Wilkshire Harry Kewell |
| 16 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Oman |
0–0 (HT: 0–0) |
Stadion Nasional Suphachalasai, Bangkok Penonton: 500 orang Wasit: Eddy Maillet (Seychelles) AW 1: Celestin Ntagungira (Rwanda) AW 2: Evarist Menkouande (Kamerun) Wasit ke-4: Jasim Karim (Bahrain) |
|
| Amad Al Hosni Ahmed Al Mahaijri |
(Laporan) | Qusay Aboudy Ali Mshehid |
Grup B[sunting]
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3 | 2 | 1 | 0 | 8 | 3 | +5 | 7 | |
| 3 | 1 | 1 | 1 | 4 | 5 | –1 | 4 | |
| 3 | 1 | 0 | 2 | 3 | 6 | –3 | 3 | |
| 3 | 0 | 2 | 1 | 3 | 4 | –1 | 2 |
| 8 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Vietnam |
2–0 (HT: 0–0) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 39.450 orang Wasit: Talaat Najm (Lebanon) AW 1: Mostapha Taleb (Lebanon) AW 2: Reza Sokhandan (Iran) Wasit ke-4: Masoud Moradi (Iran) |
|
| Van Tai Em Phan Nhu Thanh Vu Quang Thanh Huynh Cong Vinh Le Huy Hoang Nguyen Vu Phong Nguyen |
(Laporan) | Haidar Mohamed Abdulraheem Al Jenaibi Majed Maqdemi Basheer Al Hammadi |
| 9 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Jepang |
1–1 (HT: 0–0) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 5.000 orang Wasit: Matthew C. Breeze (Australia) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: Mohd Sabri Mat Daud (Malaysia) Wasit ke-4: Satop Tongkhan (Thailand) |
|
| Naohiro Takahara Yuki Abe |
(Laporan) | Mesaad Al Hamad Saad Al Shammari Andres Quintana Hussain Abdulrahman |
| 12 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Qatar |
1–1 (HT: 0–1) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 40.000 orang Wasit: Masoud Moradi (Iran) AW 1: Reza Sokhandan (Iran) AW 2: Viktor Serazitdinov (Uzbekistan) Wasit ke-4: Talaat Najm (Lebanon) |
|
| Talal Al Bloushi Abdulla Koni Andres Quintana |
(Laporan) | Thanh Binh Phan Hong Son Duong Minh Chuyen Nguyen |
| 13 Juli 2007 20.35 UTC+7 |
|||
| Uni Emirat Arab |
1–3 (HT: 0–3) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 5.000 orang Wasit: Satop Tongkhan (Thailand) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: B. Allaberdiyev (Turkmenistan) Wasit ke-4: M. C. Breeze (Australia) |
|
| Essa Hussain Majed Maqdemi Haidar Mohamed Basheer Al Hammadi Saeed Alkas |
(Laporan) | Naohiro Takahara Shunsuke Nakamura Yoshikatsu Kawaguchi |
| 16 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Vietnam |
1–4 (HT: 1–2) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 40.000 orang Wasit: Matthew C. Breeze (Australia) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: B. Allaberdiyev (Turkmenistan) Wasit ke-4: Talaat Najm (Lebanon) |
|
| Keita Suzuki Cong Minh Phung Cong Vinh Le |
(Laporan) | Seiichiro Maki Yasuhito Endo Shunsuke Nakamura Naotake Hanyu |
| 16 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Qatar |
1–2 (HT: 1–0) |
Stadion Angkatan Darat, Ho Chi Minh City Penonton: 3.000 orang Wasit: Masoud Moradi (Iran) AW 1: Reza Sokhandan (Iran) AW 2: Viktor Serazitdinov (Uzbekistan) Wasit ke-4: Satop Tongkhan (Thailand) |
|
| Andres Quintana Majdi Siddiq Abdulla Koni Meshal Budawood Mustafa Abdulla Magid Hassan |
(Laporan) | Rashid Al Hosani Saeed Alkas Amir Al Hammadi Ismaeil Al Junaibi Faisal Al Junaibi |
Grup C[sunting]
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3 | 2 | 1 | 0 | 6 | 3 | +3 | 7 | |
| 3 | 2 | 0 | 1 | 9 | 2 | +7 | 6 | |
| 3 | 1 | 1 | 1 | 7 | 6 | +1 | 4 | |
| 3 | 0 | 0 | 3 | 1 | 12 | –11 | 0 |
| 10 Juli 2007 20.35 UTC+8 |
|||
| Malaysia |
1–5 (HT: 0–2) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 21.155 orang [catatan 1] Wasit: Muhsen Basma (Suriah) AW 1: Hamdi Al-Sheikh Al-Kadri (Suriah) AW 2: Mohammad Kadom Arab (Irak) Wasit ke-4: Abdulrahman Abdou (Qatar) |
|
| Muhammad Shukor Adan Indra Putra Mahayuddin |
(Laporan) | Peng Han Jiayi Shao Dong Wang Weifeng Li Zhi Zheng |
| 11 Juli 2007 18.20 UTC+8 |
|||
| Iran |
2–1 (HT: 0–1) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 1.863 orang Wasit: Saad Kameel Al Fadhli (Kuwait) AW 1: Yaser Ahmad Marad (Kuwait) AW 2: Md. HS. Al Ghamdi (Arab Saudi) Wasit ke-4: K. I. Al Ghamdi (Arab Saudi) |
|
| Andranik Timotian Samarani S. Hosseini−Khoshkebejari Mehdi Mahdavikia Javad Kazemeyan |
(Laporan) | Rahman Rezaei |
| 14 Juli 2007 18.20 UTC+8 |
|||
| Uzbekistan |
5–0 (HT: 3–0) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 7.137 orang Wasit: Abdulrahman Abdou (Qatar) AW 1: Hamdi Al-Sheikh Al-Kadri (Suriah) AW 2: Mohammad Kadom Arab (Irak) Wasit ke-4: Muhsen Basma (Suriah) |
|
| Maksim Shatskikh Islom Inomov Timur Kapadze Ulugbek Bakaev Aziz Ibragimov |
(Laporan) | Rosdi Talib Muhamad Kaironnisam Hussain |
| 15 Juli 2007 18.20 UTC+8 |
|||
| Rep. Rakyat Cina |
2–2 (HT: 2–1) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 5.938 orang Wasit: Khalil I. Al Ghamdi (Arab Saudi) AW 1: Md. HS. Al Ghamdi (Arab Saudi) AW 2: Abdullah S. K. Al Amouri (Oman) Wasit ke-4: Saad K. Al Fadhli (Kuwait) |
|
| Jiayi Shao Zhi Zheng Jianqing Mao Peng Han Weifeng Li Haibin Zhou |
(Laporan) | Javad Nekounam Rahman Rezaei Ferydoon Zandi Mehrzad Madanchiardekani |
| 18 Juli 2007 20.35 UTC+8 |
|||
| Malaysia |
0–2 (HT: 0–1) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 5.520 orang Wasit: Muhsen Basma (Suriah) AW 1: Hamdi Al-Sheikh Al-Kadri (Suriah) AW 2: Md. HS. Al Ghamdi (Arab Saudi) Wasit ke-4: K. I. Al Ghamdi (Arab Saudi) |
|
| Muhammad Shukor Adan |
(Laporan) | Javad Nekonam Vahid Hashemian Korbekandi Rasoul Paki Khatibi Andranik Timotian Samarani |
| 18 Juli 2007 20.35 UTC+8 |
|||
| Uzbekistan |
3–0 (HT: 0–0) |
Stadion Shah Alam, Shah Alam Penonton: 2.200 orang Wasit: Saad K. Al Fadhli (Kuwait) AW 1: Yaser Ahmad Marad (Kuwait) AW 2: Abdullah S. K. Al Amouri (Oman) Wasit ke-4: Abdulrahman Abdou (Qatar) |
|
| Ulugbek Bakaev Hayrulla Karimov Maksim Shatskikh Timur Kapadze Alexander Geynrikh |
(Laporan) | Haibin Zhou Ting Zhu |
Grup D[sunting]
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3 | 2 | 1 | 0 | 7 | 2 | +5 | 7 | |
| 3 | 1 | 1 | 1 | 3 | 3 | 0 | 4 | |
| 3 | 1 | 0 | 2 | 3 | 4 | –1 | 3 | |
| 3 | 1 | 0 | 2 | 3 | 7 | –4 | 3 |
| 10 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Indonesia |
2–1 (HT: 1–1) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 60.000 orang Wasit: Yuichi Nishimura (Jepang) AW 1: Toru Sagara (Jepang) AW 2: Tiejun Liu (Republik Rakyat Cina) Wasit ke-4: Baojie Sun (R. R. Cina) |
|
| Budi Sudarsono Muhammad Ridwan Elie Aiboy Ricardo Salampessy Bambang Pamungkas Eka Ramdani |
(Laporan) | Sayed Al Wadaei Abdulla Marzooq Talal Mahmood |
| 10 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Korea Selatan |
1–1 (HT: 0–0) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 15.000 orang Wasit: Mark Alexander Shield (Australia) AW 1: Benjamin Silva (India) AW 2: Saleh MAH Al Marzouqi (UEA) Wasit ke-4: Ali Al Badwawi (UEA) |
|
| Jae Jin Cho Sung Kuk Choi Sang Sik Kim |
(Laporan) | Ahmed Al Mousa Khaled Al Thaker Yasser Al Qahtani Saud Khariri |
| 14 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Arab Saudi |
2–1 (HT: 1–1) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 87.000 orang Wasit: Ali Al Badwawi (Uni Emirat Arab) AW 1: Saleh MAH Al Marzouqi (UEA) AW 2: Md. Shahidul Islam (Bangladesh) Wasit ke-4: Mark A. Shield (Australia) |
|
| Yasser Al Qahtani Khaled Al Thaker Saad Al Harthi |
(Laporan) | Eka Ramdani Firman Utina Elie Aiboy Budi Sudarsono Syamsul Bachri Atep |
| 15 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Bahrain |
2–1 (HT: 1–1) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 9.000 orang Wasit: Baojie Sun (Republik Rakyat Cina) AW 1: Tiejun Liu (Republik Rakyat Cina) AW 2: Ming Fai Poon (Hong Kong) Wasit ke-4: Yuichi Nishimura (Jepang) |
|
| Sayed Al Wadaei Salman Ali Ismaeel Hasan |
(Laporan) | Do Heon Kim Chun Soo Lee |
| 18 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Indonesia |
0–1 (HT: 0–1) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 87.000 orang Wasit: Mark Alexander Shield (Australia) AW 1: Tiejun Liu (Rep. Rakyat Cina) AW 2: Ming Fai Poon (Hong Kong) Wasit ke-4: Baojie Sun (R. R. Cina) |
|
| Elie Aiboy Charis Yulianto Syamsul Bachri |
(Laporan) | Jung Woo Kim Chi Woo Kim |
| 18 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Arab Saudi |
4–0 (HT: 2–0) |
Stadion Jaka Baring, Palembang Penonton: 500 orang Wasit: Yuichi Nishimura (Jepang) AW 1: Toru Sagara (Jepang) AW 2: Saleh MAH Al Marzouqi (UEA) Wasit ke-4: Ali Al Badwawi (UEA) |
|
| Ahmed Al Mousa Taiseer Al Jassam Abdulrahman Al Qahtani Saad Al Harthi |
(Laporan) | Talal Mahmood Faouzi Aaish Sayed Husain Rashed Al Doseri |
Babak gugur[sunting]
| Perempat final | Semifinal | Final | ||||||||
| 21 Juli – Bangkok | ||||||||||
| |
2 | |||||||||
| 25 Juli – Kuala Lumpur | ||||||||||
| |
0 | |||||||||
| |
0 (4) | |||||||||
| 22 Juli – Kuala Lumpur | ||||||||||
| |
0 (3) | |||||||||
| |
0 (2) | |||||||||
| 29 Juli – Jakarta | ||||||||||
| |
0 (4) | |||||||||
| |
1 | |||||||||
| 21 Juli – Hanoi | ||||||||||
| |
0 | |||||||||
| |
1 (4) | |||||||||
| 25 Juli – Hanoi | ||||||||||
| |
1 (3) | |||||||||
| |
2 | Perebutan tempat ketiga | ||||||||
| 22 Juli – Jakarta | ||||||||||
| |
3 | |||||||||
| |
2 | |
0 (6) | |||||||
| |
1 | |
0 (5) | |||||||
| 28 Juli – Palembang | ||||||||||
Perempat final[sunting]
| 21 Juli 2007 17.20 UTC+7 |
|||
| Jepang |
1–1 (a. e. t) 4–3 PSO (HT: 0–0) |
Stadion Nasional Mỹ Đình, Hanoi Penonton: 25.000 orang Wasit: Saad Kameel Al Fadhli (Kuwait) AW 1: Abdullah S. K. Al Amouri (Oman) AW 2: Mohammad Kadom Arab (Irak) Wasit ke-4: Abdulrahman Abdou (Qatar) |
|
| Naohiro Takahara Yuki Abe |
(Laporan) | John Aloisi Vincenzo Grella David Carney |
| Adu penalti | |||
| Shunsuke Nakamura Yasuhito Endo Yuichi Komano Naohiro Takahara Yuji Nakazawa |
4–3 |
| 21 Juli 2007 20.20 UTC+7 |
|||
| Irak |
2–0 (HT: 1–0) |
Stadion Rajamangala, Bangkok Penonton: 9.720 orang Wasit: Yuichi Nishimura (Jepang) AW 1: Toru Sagara (Jepang) AW 2: Awni Hassouneh (Yordania) Wasit ke-4: Eddy Maillet (Seychelles) |
|
| Younes Khalef |
(Laporan) | Cong Minh Phung |
| 22 Juli 2007 18.20 UTC+8 |
|||
| Iran |
0–0 (a. e. t) 2–4 PSO (HT: 0–0) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 8.629 orang Wasit: Ali Al Badwawi (Uni Emirat Arab) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: B. Allaberdiyev (Turkmenistan) Wasit ke-4: Mark A. Shield (Australia) |
|
| Mehrzad Madanchiardekani |
(Laporan) | Beom Seok Oh |
| Adu penalti | |||
| Ferydoon Zandi Mehdi Mahdavikia Gholam Reza Enayati Rasoul Paki Khatibi |
2–4 |
| 22 Juli 2007 20.20 UTC+7 |
|||
| Arab Saudi |
2–1 (HT: 1–0) |
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 12.000 orang Wasit: Jong Chul Kwon (Korea Selatan) AW 1: Hae Sang Jeong (Korea Selatan) AW 2: Tang Yew Mun (Singapura) Wasit ke-4: Gi Young Lee (Korea Sltn.) |
|
| Yasser Al Qahtani Abdulrahman Al Qahtani Saud Khariri Walid Jahdali Ahmed Al Mousa |
(Laporan) | Anvar Gafurov Vitaliy Denisov Hayrulla Karimov Maksim Shatskikh Pavel Solomin |
Semifinal[sunting]
| 25 Juli 2007 18.20 UTC+8 |
|||
| Irak |
0–0 (a. e. t.) 4–3 PSO (HT: 0–0) |
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur Penonton: 12.500 orang Wasit: Saad K. Al Fadhli (Kuwait) AW 1: Saleh MAH Al Marzouqi (UEA) AW 2: Ming Fai Poon (Hong Kong) Wasit ke-4: Ali Al Badwawi (UEA) |
|
| Basem Gatea Nashat Ali |
(Laporan) |
| Adu penalti | |||
| Hawar Taher Qusay Aboudy Haider Hussain Ahmed Abbas |
4–3 |
| 25 Juli 2007 20.20 UTC+7 |
|||
| Jepang |
2–3 (HT: 1–1) |
Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Penonton: 10.000 orang Wasit: Matthew C. Breeze (Australia) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: B. Allaberdiyev (Turkmenistan) Wasit ke-4: Abdulrahman Abdou (Qatar) |
|
| Yuji Nakazawa Yuki Abe Naohiro Takahara |
(Laporan) | Yasser Al Qahtani Malek Alhawsawi |
Perebutan tempat ketiga[sunting]
| 28 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Korea Selatan |
0–0 (a. e. t) 6–5 PSO (HT: 0–0) |
Stadion Jaka Baring, Palembang Penonton: 10.000 orang Wasit: Ali Al Badwawi (Uni Emirat Arab) AW 1: Saleh MAH Al Marzouqi (UEA) AW 2: Abdullah S. K. Al Amouri (Oman) Wasit ke-4: Abdulrahman Abdou (Qatar) |
|
| Min Soo Kang Jin Kyu Kim Jae Jin Cho |
(Laporan) | Akira Kaji |
| Adu penalti | |||
| Jae Jin Cho Beom Seok Oh Chun Soo Lee Ho Lee Jin Kyu Kim Chi Woo Kim |
6–5 |
Final[sunting]
| 29 Juli 2007 19.35 UTC+7 |
|||
| Irak |
1–0 (HT: 0–0) |
Std. Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Penonton: 60.000 orang Wasit: Mark Alexander Shield (Australia) AW 1: Mohamed Saeed (Maladewa) AW 2: B. Allaberdiyev (Turkmenistan) Wasit ke-4: Saad K. Al Fadhli (Kuwait) |
|
| Younes Khalef |
(Laporan) |
- Penghargaan Man of The Match pada pertandingan ini jatuh kepada pemain Irak, Nashat Akram.[4]
Penghargaan[sunting]
| Pencetak Gol Terbanyak | Pemain Terbaik | Tim Ter-Fair Play |
|---|---|---|
Pencetak gol[sunting]
|
4 gol: 3 gol: 2 gol: |
1 gol:
|
Gol bunuh diri:
|
Kiprah Indonesia[sunting]
Indonesia melawan Bahrain[sunting]
Pada pertandingan pertamanya, Indonesia harus berhadapan dengan Bahrain pada 7 Juli 2007 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Bahrain lebih diunggulkan tetapi sebagai tuan rumah Indonesia memiliki keuntungan karena hadirnya puluhan ribu suporter fanatik yang hadir di stadion.
Babak pertama dibuka dengan serangan Indonesia ke lini pertahanan Bahrain. Pada menit keenam, penyerang Budi Sudarsono membuka peluang pertama. Namun, tendangannya masih bisa ditangkap kiper Bahrain, Ali Al Thani.
Pada menit ke-13, Budi Sudarsono berhasil mencetak gol untuk Indonesia. Lolos dari jebakan offside, Budi yang mendapat umpan dari Firman Utina berhasil melewati Ali dan menceploskan bola ke gawang Bahrain. Seketika Gelora Bung Karno bergemuruh. Penonton sontak mengangkat dan mengibarkan bendera Merah Putih.
Situasi sedikit senyap saat Bahrain berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Adalah Sayed Al Wadaei yang berhasil mencetak gol memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia. Bola yang coba dihalau bek M. Ridwan terkena kiper Jendri Pitoy, lalu direbut Sayed yang langsung menendang keras. Kedudukan 1 – 1 bertahan hingga turun minum.
Pada menit - menit awal babak kedua, tensi permainan sedikit menurun. Namun, tempo permainan kembali meningkat setelah pada menit ke-55, Indonesia kembali membuka peluang lewat Bambang Pamungkas yang menyongsong umpan jauh Firman Utina. Sayang, tendangan keras Bambang dari luar kotak penalti masih terlalu tinggi di atas mistar Bahrain.
Indonesia akhirnya unggul pada menit ke-64. Firman Utina melepaskan tendangan keras dari jarak jauh, namun masih membentur mistar gawang Bahrain yang dikawal Abdul Rahman Ahmed, pengganti Ali Al Thani. Beruntung, bola liar didapatkan Bambang Pamungkas yang mampu memaksimalkannya menjadi gol. Kembali seluruh penonton di Gelora Bung Karno bergemuruh. Hingga akhir pertandingan, kedudukan 2 – 1 tetap bertahan hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan wasit Yuichi Nishimura asal Jepang.
Indonesia melawan Arab Saudi[sunting]
Keberhasilan Indonesia pada pertandingan sebelumnya membangkitkan eforia di seluruh negeri. Moral dan rasa nasionalisme membumbung tinggi di seluruh rakyat Indonesia. Pada pertandingan ke-2 melawan Arab Saudi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono datang langsung ke stadion untuk melihat pertandingan Indonesia sekaligus memberikan dukungan. Pertandingan dimulai pada 19.30 WIB. Sesuai janjinya tim nasional Indonesia memperagakan permainan cepat sejak peluit dibunyikan wasit Ali Hamad Albadwawi asal Uni Emirat Arab. Mereka tidak memberi para pemain Arab Saudi waktu untuk mengembangkan permainan dan menguasai bola terlalu lama. Baru berjalan satu menit penyerang Budi Sudarsono langsung menggebrak sisi kanan pertahanan Arab Saudi. Namun tendangannya dari luar kotak penalti masih terlalu lemah sehingga dengan mudah ditangkap kiper Yasser Al Mosailem.
Arab Saudi perlahan mulai menemukan irama permainan mereka dan menekan pertahanan Indonesia. Tim asuhan pelatih asal Brasil Helio dos Anjos tersebut hampir mencetak gol ketika kapten Yasser Al Qahtani menggiring bola mengiris pertahanan Indonesia dan melepas umpan mendatar ke tengah kotak penalti. Bola berhasil disambut Ahmed Al Mousa tetapi tendangannya melambung jauh ke atas mistar.
Setelah pemain depan Indonesia Elie Aiboy gagal memanfaatkan peluang di depan gawang, Arab Saudi melancarkan serangan balik dari sektor kiri pertahanan Indonesia pada menit ke-14. Umpan lambung dilepaskan pemain tengah Arab Ahmed Al Bahri ke kotak penalti dan disambut kepala striker Yasser Al Qahtani dan kiper Indonesia Jendri Pitoy tidak mampu mencegah bola masuk ke gawang. Kedudukan menjadi 1 - 0 untuk Arab Saudi.
Dukungan sekitar 87.000 suporter justru semakin membahana setelah Indonesia tertinggal dan sepertinya semangat para pemain pun bertambah. Selang lima menit kemudian, sebuah kesalahan para pemain belakang Arab Saudi membuat Elie Aiboy bisa menggiring bola sendirian melewati seorang bek dan kiper Yasser Al Mosailem lalu menjebol gawang yang kosong untuk menyamakan kedudukan.
Setelah itu pertandingan berkembang semakin menarik dan kedua kesebelasan bergantian menyerang. Menjelang babak pertama berakhir, Indonesia hampir menambah gol namun bola sundulan bek Charis Yulianto masih bisa ditepis kiper Arab Saudi.
Indonesia tetap bermain dalam tempo tinggi begitu babak kedua dimulai. Permainan yang hidup dari Budi Sudarsono dan Elie di kedua sayap dan Firman Utina di lini tengah membuat Indonesia menciptakan beberapa peluang. Tetapi lini belakang Indonesia belum sepenuhnya padu dan beberapa kali berhasil ditembus oleh barisan penyerang Arab Saudi. Dua kali kiper Jendri Pitoy dipaksa bekerja keras untuk menyelamatkan gawangnya dari serbuan Abdulrahman Al Qahtani dan Malek Alhawsawi.
Permainan tempo tinggi yang diterapkan tampak membuat para pemain Indonesia kelelahan sehingga sejak menit ke-70. Arab Saudi mengambil alih permainan. Setelah berkali-kali gagal, Arab Saudi akhirnya mencetak gol penentu kemenangan saat injury time telah memasuki menit kedua. Pemain pengganti Saad Al Harthi menjebol gawang Indonesia melalui sundulan kepalanya, meneruskan umpan tendangan bebas Al Qahtani.
Kemenangan tersebut membawa Arab Saudi ke puncak Grup D dengan empat poin dari dua pertandingan, menggeser Indonesia yang baru mengumpulkan tiga poin. Banyak kalangan menilai Arab Saudi banyak diuntungkan oleh keputusan wasit, termasuk presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengirim surat yang ditulis dengan tangan dan menggunakan kertas berkop negara untuk mengajukan protes kepada AFC terkait penunjukan Ali Hamad Badwawi yang juga berasal dari jazirah Arab sebagai pemimpin pertandingan agar kemudian hari AFC lebih bijaksana dalam memilih wasit. Pada pertandingan tersebut, 2 ofisial pertandingan berasal dari Uni Emirat Arab, 1 dari Bangladesh, dan 1 dari Australia. Dalam suatu acaranya, News dot Com mengatakan bahwa kompetisi ini seharusnya bernama Piala Sepak Bola Arabia. [5]
Indonesia melawan Korea Selatan[sunting]
Indonesia gagal menembus babak perempat final pada putaran final Piala Asia AFC 2007 yang dilangsungkan di Stadion Bung Karno setelah dikalahkan 1 - 0 oleh kesebelasan Korea Selatan. Pertandingan berlangsung cepat dan keras, penjaga gawang Markus Horrison memperlihatkan penampilan yang cemerlang dengan menggagalkan beberapa peluang Korea Selatan. Pada saat yang bersamaan, pada pertandingan dari grup yang sama (Grup D), Arab Saudi berhasil menaklukkan Bahrain dengan 4 - 0 di Stadion Jakabaring, Palembang. Arab Saudi dan Korea selatan yang mewakili grup D di babak selanjutnya.
Pendukung Indonesia[sunting]
Setiap kali Indonesia bertanding, pendukung Indonesia berbondong-bondong menonton langsung di stadion. Suasana sekitar 87.000 penonton yang memenuhi Gelora Bung Karno saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menggugah rasa nasionalisme. Selama pertandingan, suporter Indonesia tidak henti-henti meneriakkan yel-yel dukungan untuk skuat Merah Putih. Teriakan "Yo Ayo Ayo Indonesia, kuingin kita harus menang" berkali - kali menggema.
Lagu tersebut dikenal seluruh suporter Indonesia. Suporter asal Medan mengganti kata "Indonesia" dengan "PSMS" saat mereka beraksi di Stadion Teladan. Suporter dari Surabaya menggantinya dengan kata "Persebaya" saat di Stadion Gelora 10 November, atau dengan kata "Persib Bandung" jika di Stadion Siliwangi.
Di Gelora Bung Karno, lagu dinyanyikan kompak. Suporter mengganti nama klubnya dengan kata "Indonesia". Stadion selalu penuh oleh suporter yang memerahkan stadion hampir di setiap sudut. Mereka sangat percaya keajaiban bakal terjadi, bahwa untuk pertama kali Indonesia lolos ke perempat final Piala Asia. Mereka menjadi pemain ke-12 dalam arti sebenarnya, memberikan energi positif yang membuat timnas tampil kesetanan. Teriakan "Indonesia... Indonesia..." juga terus berkumandang. Gelombang manusia dari tribun kelas III sampai VIP membuat bulu kuduk merinding. Para pemain timnas pun terdorong oleh dukungan itu hingga mempertontonkan permainan tanpa lelah.
Kebiasaan para penonton yang datang mencari tiket sejak pagi hari, mempersiapkan atribut timnas serta datang berbondong-bondong ke Gelora Bung Karno akan menjadi kenangan yang diharapkan akan berulang pada masa depan. Berbeda dengan saat pertandingan Liga Indonesia ataupun Piala Indonesia, para penonton pertandingan timnas jauh lebih sopan. Mereka tidak mengganggu penonton lain serta sadar diri apabila tidak diperbolehkan masuk karena tidak memiliki tiket. Di tribun-tribun atas pun dengan mudah dapat ditemukan remaja-remaja puteri, atau rombongan keluarga yang bersorak memberi dukungan tanpa takut adanya gangguan.
Penjualan tiket di Indonesia[sunting]
Indonesia - Bahrain[sunting]
Tiket yang dijanjikan untuk dijual mulai siang hari ternyata tidak menjadi kenyataan. Loket penjualan baru dibuka satu jam menjelang pertandingan dimulai, sehingga antrean di loket menjadi luar biasa padat, dan kacau, serta tidak teratur.
Ribuan calon penonton yang ingin membeli tiket di tiket boks sudah menunggu sejak pukul 13.00, namun hingga pukul 16.00 belum juga dibuka. Kondisi ini membuat para calon penonton kesal.
Salah satunya dari kelompok suporter Pasoepati Solo. Sekitar 200 suporter mendatangi kantor PSSI yang terletak di sektor 21 Gelora Bung Karno. Mereka kemudian menuangkan kekesalannya itu dengan berorasi. Sebelumnya mereka sempat menuangkan kekesalan dengan merusak kaca di Gedung Squash tempat pemesanan tiket pertandingan. Mereka juga merusak pot-pot yang ada di sana.
Tak lama kemudian, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid didampingi Sekertaris Jenderal Nugraha Besoes mendatangi para suporter. Salah seorang perwakilan suporter bernama Mahyadi kepada Nurdin mengatakan bahwa mereka jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mendukung tim nasional Indonesia. Seusai mendengar keluh kesah para supporter ini, Nurdin mengizinkan mereka masuk secara gratis.
Sementara itu, koordinator Panitia Ticketing AW Iskandarsyah mengatakan, keterlambatan pembukaan tiket boks bukan karena kesalahan pihaknya, melainkan karena AFC yang tidak mengurusnya dengan benar. "Harusnya mereka sudah mengirimnya 10 hari sebelum pertandingan ini dimulai. Tapi, ini baru sampai Senin sore. Makanya kami hari ini terlambat membukanya," ujar Iskandarsyah.
Indonesia - Arab Saudi[sunting]
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, loket tiket mulai dibuka semenjak 3 hari sebelum pertandingan, dan dijanjikan tiket mulai dijual mulai pagi hingga sore setiap harinya pada 7 loket di sekitar Gelora Bung Karno.
Para suporter yang mendatangi Gelora Bung Karno sejak pagi hari berkumpul di depan Gedung Squash untuk mencari informasi lokasi penjualan tiket. Akhirnya baru sekitar pukul 12.00 WIB loket dibuka di hanya 2 loket.
Keluhan akan maraknya calo tiket masih terdengar. Ribuan orang yang tertib mengantri akhirnya bisa mendapatkan tiket.
Indonesia - Korea Selatan[sunting]
Ketidakjelasan informasi serta sulitnya mendapatkan tiket Indonesia melawan Korea Selatan sangat mengecewakan para pendukung Indonesia yang berniat membeli tiket, pada hari kedua penjualan tiket, 17 Juli.
Ribuan pendukung yang mendatangi Gelora Bung Karno sejak pagi untuk membeli tiket harus kecewa dan kesal karena loket penjualan tiket tidak dibuka. Tiket untuk semua kategori tidak jelas kapan akan dijual lagi.
Loket sempat dibuka pada sekitar pukul 10.00 WIB, tapi hanya selama sekitar 15 menit, lalu ditutup dengan alasan tiket habis. Kejadian ini sungguh tidak masuk akal, karena pada hari sebelumnya, hal yang sama juga terjadi. Loket buka sekitar 15 menit pada pukul 13.00, dan tidak lama kemudian ditutup dengan alasan habis. Sore harinya pukul 16.00 ternyata loket dibuka lagi, dan sempat menjual selama sekitar 1 jam.
Kekecewaan para pendukung Indonesia mencapai puncaknya pada 17 Juli. Sebagian di antara mereka bahkan sudah menginap dan mengantri dari pagi, karena tidak mendapatkan tiket pada hari sebelumnya. Kekesalan mereka ditumpahkan kepada para calo tiket, yang entah darimana bisa mengantongi banyak tiket. Dua orang calo tiket sempat dikejar massa, sebelum diamankan oleh aparat.
Sampai sore hari, loket belum juga dibuka. Massa kemudian memasuki halaman kantor PSSI untuk melakukan protes dan meminta kejelasan. "Pendudukan" kantor PSSI ini berakhir saat tibanya aparat Brimob yang dengan provokatif meraung-raungkan motornya di depan kantor PSSI tempat massa berkumpul. Massa tidak terprovokasi dan memilih untuk membubarkan diri.
Insiden listrik padam[sunting]
Pada pertandingan babak penyisihan grup D yang mempertemukan Korea Selatan dengan Arab Saudi tanggal 11 Juli 2007 yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada menit ke-85 pertandingan, secara tiba - tiba lampu stadion padam sehingga stadion remang-remang. Hal itu memaksa wasit pertandingan Mark Shield asal Australia menghentikan pertandingan tersebut untuk sementara waktu. Setelah sekitar 20 menit, sebagian lampu tribun kembali menyala dan pertandingan dilanjutkan. [6]
Baik pihak Arab Saudi maupun pihak Korea Selatan mengungkapkan kekecewaan atas insiden ini, karena konsentrasi para pemainnya buyar.[7][8] Sementara itu, Panitia Lokal Piala Asia 2007 di Jakarta mengatakan bahwa insiden padamnya lampu itu disebabkan generator pusat kelebihan beban. Sementara, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan bahwa lampu penerangan tersebut mati karena pasokan listrik dari PLN menurun dan generator yang ada di stadion membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyalakan lampu. Walaupun demikian, pihak AFC menyatakan tidak akan menjatuhkan sanksi apapun kepada panitia lokal Indonesia atas insiden tersebut.[9].
Catatan[sunting]
- ^ Laporan Resmi AFC menuliskan tidak ada yang hadir, namun Weltfussball.de [3] menuliskan 21.155 orang hadir.
Referensi[sunting]
- ^ "Officials announced for Asian Cup". AFC. 2007-06-21.[pranala nonaktif]
- ^ "Referee Maidin ruled out through injury". AFC. 2007-06-26.[pranala nonaktif]
- ^ Malaysia - China 1:5 (Asian Cup 2007, Weltfussball.de. Diakses pada 7 Januari 2009.
- ^ Irak Raih Gelar Juara Asia untuk Kedamaian, Media Indonesia, 29 Juli 2007. Diakses pada 8 Januari 2009.
- ^ AFC : Asian Football Cup atau Arabian Football Cup Sih ? News dot Com, Sabtu, 14 Juli 2007. Diakses pada 8 Desember 2007.
- ^ Lampu Padam Akibat PLN Drop, Situs RM Football, 11 Juli 2007. Diakses pada 10 Desember 2008.
- ^ Diusik Lampu Padam, Korsel-Arab Imbang, Riau Mandiri Online, 12 Juli 2007. Diakses pada 10 Desember 2008.
- ^ Listrik Padam, Muka Tuan Rumah Tercoreng, Radar Sulteng Online, 12 Juli 2007. Diakses pada 10 Desember 2008
- ^ AFC: Tidak Ada Sanksi akibat Listrik Mati di Senayan, Antara, 12 Juli 2007. Diakses pada 10 Desember 2008.
Pranala luar[sunting]
- (Inggris) Situs resmi
- (Inggris) Arsip RSSSF
- (Indonesia) Penjualan Tiket Piala Asia Tidak Jelas
- (Indonesia) Ayo Indonesia, Ku Ingin Kita Harus Menang !, Kompas Online, 16 Juli 2007
|
||||||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||
- Piala Asia AFC
- Peristiwa 2007
- Sepak bola dalam tahun 2007
- Indonesia dalam tahun 2007
- Malaysia dalam tahun 2007
- Thailand dalam tahun 2007
- Vietnam dalam tahun 2007
- Kompetisi sepak bola internasional yang diselenggarakan oleh Indonesia
- Kompetisi sepak bola internasional yang diselenggarakan oleh Malaysia
- Kompetisi sepak bola internasional yang diselenggarakan oleh Thailand
- Kompetisi sepak bola internasional yang diselenggarakan oleh Vietnam


