Tim nasional sepak bola Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Malaysia
Lambang asosiasi
Julukan Sang Harimau
Harimau Malaya
Pak Belang
Asosiasi Asosiasi Sepak Bola Malaysia
(Football Association of Malaysia, FAM)
Konfederasi AFC (Asia)
Pelatih Bendera Malaysia K. Rajagopal
Penampilan terbanyak R Arumugam (196)
Pencetak gol terbanyak Mokhtar Dahari (125)
Stadion kandang Stadion Nasional, Bukit Jalil
Kode FIFA MAS
Peringkat FIFA 144
Peringkat FIFA tertinggi 75 (Agustus 1993)
Peringkat FIFA terendah 157 (Januari 2007)
Peringkat Elo 153
Kostum kandang
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Bendera Korea Selatan Korea Selatan 3 - 2 Malaya Flag of Malaya.svg
(Singapura; 13 April 1953)
Kemenangan terbesar
Bendera Malaya Malaya 15 - 1 Filipina Bendera Filipina
(Jakarta, Indonesia; 27 Agustus 1962)
Kekalahan terbesar
2 - 8, satu kali; 1 - 7, satu kali; 0 - 6, empat kali
Penampilan (pertama kali pada -)
Hasil terbaik -
Piala Asia AFC
Penampilan 3 (pertama kali pada 1976)
Hasil terbaik Babak 1, 1976, 1980 dan 2007

Tim nasional sepak bola Malaysia adalah tim sepak bola yang mewakili Malaysia dan dibina oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (Football Association of Malaysia). Tim ini belum pernah lolos kualifikasi untuk putaran final Piala Dunia FIFA, tetapi pernah lolos kualifikasi untuk bermain dalam Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskwa, namun kemudian tidak ambil bagian karena mengikuti anjuran Amerika Serikat memboikot olimpiade tersebut oleh sebab invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

Sebelumnya, keikutsertaan pertama tim Malaysia dalam olimpiade terjadi pada Olimpiade Musim Panas 1972 di München. Walaupun mengalami kekalahan 0-3 dari tuan rumah Jerman dan 0-6 dari Maroko, tim Malaysia mengalahkan Amerika Serikat 3-0. Tahun-tahun terbaik persepak bolaan Malaysia terjadi dari awal 1970-an hingga awal 1980-an, yang bersama dengan Korea Selatan merupakan rival utama di kawasan Asia Timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Era Allan Harris[sunting | sunting sumber]

Pada Desember 2000, Allan Harris adalah nama besar kedua yang menjadi pelatih tim nasional Malaysia setelah pelatih berkebangsaan Perancis, Claude LeRoy. Harris datang dengan mandat besar, setelah menjadi asisten Terry Venables di FC Barcelona, tetapi segera disadarinya bahwa harapan terlalu besar dibebankan padanya. Harris hanya memiliki sumber daya yang terbatas dan kebanyakan pemain kurang pengalaman internasional. Ia juga dibebankan tanggungjawab untuk menukangi tim nasional U-23.

Ketika memimpin Malaysia meraih medali perunggu pada SEA Games, ia dikritik sebagian pers lokal karena pencapain yang kurang. Walaupun dengan sumber daya terbatas, dan berada di bawah tekanan, Harris masih mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Tugasnya yang terakhir adalah ketika pasukannya kalah 4-0 pada Tiongkok pada babak pra-kualifikasi Piala Dunia FIFA. Kontraknya tidak diperbarui ketika habis pada 2004.

Ketika akhirnya ia meninggalkan posnya, Harris memberikan komentarnya yang terakhir pada pers lokal bahwa ia sulit melakukan tugasnya dengan baik ketika "para pemain bahkan tidak tahu sepatu mana yang harus dipakai untuk suatu lapangan".

Kepelatihan Bertalan Bicskei[sunting | sunting sumber]

Pada tengah tahun 2004, FAM memutuskan untuk mengontrak Bertalan Bicskei, mantan penjaga gawang dan pelatih nasional Hongaria, sebagai pelatih menggantikan Allan Harris. Pelatih-pelatih seperti Bobby Houghton dan Dragoslav Stepanovic adalah pesaing-pesaing serius untuk posisi tersebut sebelum akhirnya diserahkan pada Bicskei.

Bicskei berhasil membawa timnas menjadi juara ke tiga pada pagelaran Tiger Cup, walaupun memiliki skuat yang dikatakan "tidak cukup kuat" oleh pers lokal. Pers lokal mengkritik pemilihan striker Amri Yahyah dan Khalid Jamlus, yang bukan merupakan pemain kunci selama masa kepelatihan Allan Harris. Bicskei diturunkan pangkatnya hanya melatih tim yunior setelah aksinya pada pertandingan persahabatan melawan Singapura di Penang, yaitu melempar botol ke arah bangku cadangan Singapura sebelum berkonfrontasi dengan salah seorang pemain Singapura. Ia dipecat pada 15 Desember 2005.

Perkembangan terakhir[sunting | sunting sumber]

Tim nasional Malaysia terakhir ditukangi oleh Norizan Bakar, yang sebelumnya merupakan pelatih Penang. Meskipun FAM telah berusaha mendatangkan tim-tim berkelas tinggi, seperti Manchester United dan Brasil, minat masyarakat terhadap timnas umumnya tetap rendah.

Tim nasional Malaysia mencapai babak semifinal pada pementasan kejuaraan sepak bola ASEAN 2007, kalah dari Singapura melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 melalui perpanjangan waktu.

Bakar kemudian dipecat setelah Malaysia mengalami kekalahan telak di ajang Piala Asia 2007, masing-masing 1-5 dari RRC dan 0-5 dari Uzbekistan.

Rekor Piala Dunia[sunting | sunting sumber]

  • 1930 hingga 1970 - Tidak berpartisipasi
  • 1974 hingga 2010 - Tidak lolos kualifikasi

Rekor Piala Asia[sunting | sunting sumber]

  • 1956 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1960 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1964 - Tidak berpartisipasi
  • 1968 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1972 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1976 - Babak 1
  • 1980 - Babak 1
  • 1984 hingga 2004 - Tidak lolos kualifikasi
  • 2007 - Babak 1
  • 2011 - Tidak lolos kualifikasi

Rekor Kejuaraan Sepak Bola ASEAN[sunting | sunting sumber]

  • 1996 – Juara kedua
  • 1998 – Babak penyisihan grup
  • 2000 – Peringkat 3
  • 2002 – Peringkat 4
  • 2004 – Peringkat 3
  • 2007 – Semifinalis
  • 2008 – Babak penyisihan grup
  • 2010Juara
  • 2012 - Semifinalis

Skuat[sunting | sunting sumber]

Penampilan dan gol diperbarui per 29 Februari 2012 sesudah melawan Filipina.

# Pos. Pemain Tanggal lahir (umur) Caps Gol Klub
GK Mohd Farizal Marlias 29 Juni 1986 (umur 27) 13 0 Bendera Malaysia Negeri Sembilan FA
GK Khairul Fahmi Che Mat 7 Januari 1989 (umur 25) 11 0 Bendera Malaysia Kelantan FA
GK Norazlan Razali 19 Desember 1985 (umur 28) 0 0 Bendera Malaysia Selangor FA
DF Mohd Fadhli Mohd Shas 21 Januari 1991 (umur 23) 14 0 Bendera Malaysia Harimau Muda A
DF Mohd Asraruddin Putra Omar 26 Maret 1988 (umur 26) 26 0 Bendera Malaysia Selangor FA
DF Mohd Bunyamin Umar 7 Januari 1988 (umur 26) 7 1 Bendera Malaysia Selangor FA
DF G. Mahathevan 31 Mei 1988 (umur 25) 2 0 Bendera Malaysia Negeri Sembilan FA
DF S. Subramaniam 31 Agustus 1985 (umur 28) 6 0 Bendera Malaysia Kelantan FA
DF Mohd Muslim Ahmad 25 April 1989 (umur 24) 19 0 Bendera Malaysia Terengganu FA
DF Mohd Zubir Azmi 14 November 1991 (umur 22) 2 0 Bendera Malaysia Terengganu FA
MF Wan Zack Haikal Wan Noor 28 Januari 1991 (umur 23) 1 0 Bendera Malaysia Harimau Muda A
MF Amar Rohidan 23 April 1987 (umur 26) 23 0 Bendera Malaysia Kedah FA
MF Baddrol Bakhtiar 1 Februari 1988 (umur 26) 22 6 Bendera Malaysia Kedah FA
MF Mohd Safiq Rahim (c) 5 Juli 1987 (umur 26) 25 4 Bendera Malaysia Selangor FA
MF Mohd Shakir Shaari 29 September 1986 (umur 27) 3 0 Bendera Malaysia Kelantan FA
MF Mohd Ashaari Shamsuddin 7 Juli 1985 (umur 28) 15 3 Bendera Malaysia Terengganu FA
MF S. Kunanlan 15 September 1986 (umur 27) 24 0 Bendera Malaysia Negeri Sembilan FA
MF Sharudin Yakup 30 Maret 1986 (umur 28) 0 0 Bendera Malaysia Sabah FA
FW Mohd Zaquan Adha Abdul Radzak 3 Agustus 1987 (umur 26) 23 5 Bendera Malaysia ATM FA
FW Ahmad Shakir Mohd Ali 9 Januari 1989 (umur 25) 6 2 Bendera Malaysia Negeri Sembilan FA
FW Mohd Safee Mohd Sali (Vice Captain) 29 Januari 1984 (umur 30) 36 18 Bendera Indonesia Pelita Jaya FC
FW Abdul Manaf Mamat 8 April 1987 (umur 27) 4 2 Bendera Malaysia Terengganu FA

Pranala luar[sunting | sunting sumber]