Kota Tanjungbalai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Tanjungbalai
Tugu Bangsal Tanjungbalai.png
Logo resmi Kota Tanjungbalai
Logo
Semboyan: Balayar Satujuan Batambat Satangkahan
Peta Kota Madya Tanjungbalai
Peta Kota Madya Tanjungbalai
Koordinat: 2°56′46,06″LU 99°45′46,84″BT / 2,93333°LU 99,75°BT / 2.93333; 99.75000
Ibukota Selat Tanjung Medan
Pemerintahan
 • Wali Kota Drs. H. Thamrin Munthe, M. Hum
 • Wakil Rolel Harahap
 • Ketua DPRD H. Romay Noor, SE
Area
 • Total 60.52 km2 (23.37 mil²)
Populasi (2010[1][2][3][4])
 • Total 154.445
 • Kepadatan 2,552/km2 (6,610/sq mi)
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode wilayah +62 623
Situs web [1]

Kota Tanjungbalai adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Luas wilayahnya 60,52 km² dan penduduk berjumlah 154.445 jiwa. Kota ini berada di tepi Sungai Asahan, sungai terpanjang di Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Medan lebih kurang 186 KM atau sekitar 5 jam perjalanan kendaraan.

Sebelum Kota Tanjungbalai diperluas dari hanya 199 ha (2km²) menjadi 60,52 km², kota ini pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih kurang 40.000 orang dengan kepadatan penduduk lebih kurang 20.000 jiwa per km². Akhirnya Kota Tanjungbalai diperluas menjadi ± 60 Km² dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1987, tentang perubahan batas wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.

Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :

Nomor Kecamatan Penduduk/Jiwa
1 Datuk Bandar 33.797
2 Datuk Bandar Timur 26.942
3 Tanjungbalai Selatan 19.330
4 Tanjungbalai Utara 15.862
5 Sei Tualang Raso 22.712
6 Teluknibung 35.802

Geografi[sunting | sunting sumber]

Jembatan angkat di atas sungai Silau dekat Tanjungbalai
Tanjungbalai pada tahun 1895

Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:

Utara Kecamatan Tanjung Balai
Selatan Kecamatan Simpang Empat
Barat Kecamatan Simpang Empat
Timur Kecamatan Sei Kepayang

Pandangan Umum[sunting | sunting sumber]

Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)

No Kecamatan Kelurahan
1 Datuk Bandar Sijambi-Pahang-Sirantau-Pantai Johor-Gading
2 Datuk Bandar Timur Pulau Simardan-Bunga Tanjung-Semula Jadi-Selat Lancang-Selat Tanjung Medan
3 Tanjungbalai Selatan TB Kota I-TB Kota II-Perwira-Karya-Pantai Burung-Indra Sakti
4 Tanjungbalai Utara TB Kota III-TB Kota IV-Sejahtera-Kuala Silo Bestari-Matahalasan
5 Sei Tualang Raso Muara Sentosa-Sumber Sari-Pasar Baru-Keramat Kubah-Sei Raja
6 Teluknibung Perjauangan-Pematang Pasir-Kapias Pulau Buaya-Beting Kuala Kapias-Sei Merbau

Perbankan[sunting | sunting sumber]

  • Bank SUMUT
  • Bank Mandiri
  • Bank BRI
  • Bank BCA
  • Bank Muamalat
  • Bank BNI
  • Bank Danamon
  • Bank Mega

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Foto udara Tanjungbalai pada tahun 1930-an
Pelabuhan Tanjungbalai di masa Hindia Belanda
Kantor perusahaan Güntzel & Schumacher di jalan Heerenstraat di Tanjungbalai tahun 1917

Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Walikota[sunting | sunting sumber]

No. Nama Masa bakti
1 Dr. Edwarsyah Syamsura 1956 - 1958
2 Wan Wasmayuddin 1958 - 1960
3 Zainal Abidin 1960 - 1965
4 Syaiful Alamsyah 1965 - 1967
5 Anwar Idris 1967 - 1970
6 Patuan Naga Nasution 1970 - 1975
7 H. Bahrum Damanik 1975 - 1980
8 Drs. H. Ibrahim Gani 1980 - 1985
9 Ir. H. Marsyal Hutagalung 1985 - 1990
10 H. Bachta Nizar Lubis, S.H. 1990 - 1995
11 Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe 1995 - 2000
12 dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil) 2000 - 2005
13 dr. H. Sutrisno Hadi , Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil) 2005 - 2010
14 Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil) 2011 - sekarang

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Datuk Bandar
  2. Datuk Bandar Timur
  3. Sei Tualang Raso
  4. Tanjungbalai Selatan
  5. Tanjungbalai Utara
  6. Teluk Nibung

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD kota Tanjungbalai 2014-2019
Partai Kursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 7
Lambang PDI-P PDI-P 3
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 3
Lambang Gerindra Gerindra 3
Lambang PPP PPP 3
Lambang PKB PKB 3
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 2
Logo Nasdem Nasdem 1
Total 25
Sumber:[5]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu, Jawa, Batak, Sunda, Nias dan Tionghoa adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu), kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan (terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuk, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang Kepah[6].

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
  • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
  • Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
  • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008, 2009,2012,dan 2013.

Media televisi[sunting | sunting sumber]

Tanjungbalai memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ dds.bps.go.id Jumlah Penduduk Sumut
  2. ^ Jumlah Penduduk Kota Tanjung Balai 2010
  3. ^ Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara
  4. ^ Penduduk Sumut paling padat di Medan
  5. ^ [http://analisadaily.com/news/read/kpu-tanjungbalai-tetapkan-25-caleg-terpilih/29747/2014/05/14#
  6. ^ "Melancong ke Tanjung Balai si Kota Kerang", Kompasiana