Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Koninkrijk der Nederlanden
Bendera Lambang
MottoJe Maintiendrai
(Perancis: "Saya akan mempertahankan")
Lagu kebangsaanWilhelmus
Peta lokasi  Belanda  (hijau tua)

– di Europe  (hijau muda & kelabu tua)
– di Uni Eropa  (hijau muda)  —  [Legenda]

Peta lokasi Munisipalitas khusus  Belanda  (hijau dilingkari)

di Karibia  (kelabu)

Ibu kota Amsterdam, Den Haag 1
Kota terbesar Amsterdam
Bahasa resmi Belanda, Frisia 2
Pemerintahan Monarki konstitusional
 -  Raja Willem-Alexander
 -  Perdana Menteri Mark Rutte
Kemerdekaan Dari Spanyol 
 -  Proklamasi 26 Juli 1581 
 -  Diakui 30 Januari 1648 
Luas
 -  Total 41,526 km2 (131)
 -  Perairan (%) 18,41%
Penduduk
 -  Perkiraan 2010 16.577.612 (58)
 -  Kepadatan 395/km2 (15)
PDB (KKB) Perkiraan 2013
 -  Total $ 696,308 miliar[1] (23)
 -  Per kapita $ 41.447[1] (12)
PDB (nominal) Perkiraan 2013
 -  Total $ 800,535 miliar[1] (18)
 -  Per kapita $ 47.651[1] (14)
Gini (2011) 25,8[2]
 -  Peringkat Gini 111 [3]
IPM (2012) 0,921 (4)
Mata uang Euro 3 (EUR)
Zona waktu (UTC+1)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+2)
Ranah Internet .nl
Kode telepon 31
1. Amsterdam adalah ibu kota konstitusi; Den Haag adalah    ibu kota pemerintahan.

2. Bahasa Frisia adalah bahasa resmi Friesland.

3. Mata uang sebelum tahun 2002 adalah Gulden.

Belanda (bahasa Belanda: Nederland [ˈneːdərˌlɑnt]  ( dengarkan)) adalah sebuah negara peserta Kerajaan Belanda, yang terdiri dari dua belas provinsi di Eropa Barat Laut dan tiga pulau di Karibia. Kata Belanda dalam bahasa Indonesia adalah pinjaman yang cacat dari kosakata Portugis: holanda, olanda, wolanda, bolanda, dan terakhir menjadi belanda. Belanda Eropa berbatasan dengan Laut Utara di utara dan barat, Belgia di selatan, dan Jerman di timur, dan berbagi perbatasan bahari[4] dengan Belgia, Jerman, dan Britania Raya. Belanda menganut demokrasi parlementer yang disusun sebagai negara kesatuan. Ibu kotanya adalah Amsterdam, sedangkan pusat pemerintahan dan kedudukan monarkinya berada di Den Haag.[5] Belanda sebagai keseluruhan seringkali disebut "Holland", meskipun Holland Utara dan Selatan hanyalah dua dari dua belas provinsinya.

Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut,[6] dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.[7] Kenyataan yang unik ini terabadikan dalam namanya: Nederland (bahasa Belanda), yang artinya "negeri-negeri berdaratan rendah"; nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas dan kurang terkontrol selama berabad-abad dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir ekstraksi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan. Sejak akhir abad ke-16 reklamasi daratan dimulai; kemudian wilayah polder yang luas kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa. Sebagian besar wilayah Belanda dibentuk oleh estuaria tiga sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk delta Rhein-Maas-Schelde. Sebagian besar wilayah negara ini sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah.

Belanda adalah satu dari sedikit negara pertama yang memiliki parlemen terpilih, dan negara ini adalah anggota pendiri Uni Eropa, G-10, NATO, OECD, WTO, dan peserta perserikatan ekonomi tripihak Beneluks. Belanda adalah salah satu negara yang pernah menguasai Indonesia dan baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, namun sekarang mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Pada tahun 2011, Belanda pernah mencapai peringkat kesepuluh pendapatan perkapita tertinggi di dunia. Negara ini adalah tuan rumah bagi Organisasi Pelarangan Senjata Kimia dan lima peradilan dunia: Mahkamah Arbitrasi Permanen, Mahkamah Keadilan Internasional, Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia, Mahkamah Pidana Internasional, dan Tribunal Khusus untuk Libanon. Empat pertama berkedudukan di Den Haag; juga menjadi tempat bagi badan intelijen pidana Uni Eropa, Europol; dan badan kerjasama yudikatif Eropa, Eurojust. Kenyataan ini telah menjadi penyebab munculnya julukan "ibu kota hukum dunia" bagi Kota Den Haag.[8] Belanda menjalankan prinsip ekonomi campuran berbasis-pasar, menduduki peringkat ke-17 dari 177 negara menurut Indeks Kebebasan Ekonomi.[9] Pada bulan Mei 2011, Belanda meraih status sebagai negara "paling bahagia" menurut hasil-hasil yang diumumkan oleh OECD.[10]

Belanda merupakan salah satu negara terpadat di dunia. Belanda juga terkenal akan tanggul (dijk), kincir angin, terompa kayu, tulip, dan masyarakatnya yang terbuka dan liberal.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di bawah pemerintahan Karel V (kaisar Romawi Suci dan raja Spanyol) kawasan ini (kini Belanda) merupakan salah satu dari 17 daerah Belanda, yaitu daerah yang meliputi sebagian besar kawasan yang dikenal hari ini sebagai Belgia, Luxemburg dan Utara Perancis. Selepas mendapat kemerdekaan dari Phillip II (anak lelaki Karel V) pada 1648, Belanda menjadi sebuah negara republik yang dinamakan Republik Tujuh Propinsi (Republiek der Zeven Provinciën). Republik ini menjadi penguasa ekonomi dan penjelajah laut yang mahir pada abad ke 17. Zaman ini dikenal sebagai Zaman Keemasan Belanda. Antara perusahaan-perusahaan internasional yang berawal di sini termasuk VOC.

Belanda pernah mempunyai beberapa koloni, salah satu yang paling ternama adalah Nederlands-Indië (yakni Indonesia) dan Suriname yang ditukar dengan Nieuw Amsterdam, atau sekarang dikenal dengan New York oleh Kerajaan Inggris . Koloni ini pertama diadministrasi oleh Vereeinigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan West-Indische Compagnie (WIC atau resminya adalah Geoctroyeerde West-Indische Compagnie (GWIC)), keduanya adalah dua perusahaan milik pribadi. Tiga abad kemudian, perusahaan ini mendapat kesulitan finansial dan teritori dimana mereka beroperasi diambil alih oleh pemerintahan Belanda (pada tahun 1815 dan 1791). Pada saat inilah daerah tersebut menjadi koloni resmi pemerintahan Belanda

Belanda masuk ke dalam Kekaisaran Perancis oleh Napoleon Bonaparte, yang kemudian dibebaskan selepas kekalahannya. Selepas itu, Kerajaan Belanda didirikan pada 1815 dengan meliputi kawasan yang dikenali pada hari ini sebagai Belgia dan Luxemburg. Belgia mendapat kemerdekaan pada 1830, sedangkan Luxemburg berpisah selepas kematian Raja Willem III. Pada abad ke-19, Belanda sudah menjadi sebuah negara industri yang sebanding dengan negara negara tetangganya.

Pada abad ke-19. Belanda dapat dikategorikan 'lamban' dalam proses industrialisasi jika dibandingkan oleh negara tetangganya, terutama karena ketergantungannya terhadap infrastruktur air dan kekuatan angin. Belanda bersifat netral semasa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Belanda ditaklukkan oleh Nazi pada Mei 1940 pada saat perang dunia ke II, dan memaksanya untuk menjadi pendukung negara-negara Poros (Axis). Belanda secara sekejap dalam masa itu untuk didominasi oleh Nazi. Lebih dari 100000 Yahudi-Belanda dibunuh semasa itu. Group Tentara ke-21 Sekutu melaksanakan operasi militer yang bertujuan untuk membebaskan Belanda setelah pendaratan di Normandy oleh Inggris, Kanada, Polandia dan Amerika yang bertempur di Belanda mulai dari tahun 1944 sampai Belanda dibebaskan tahun 1945. Selepas perang, ekonomi Belanda menjadi semakin maju dengan Belanda menjadi anggota Benelux dan Komunitas Eropa. Belanda juga menjadi anggota NATO.

Belanda merupakan negara perintis Uni Eropa saat pendirian organisasi itu pada 1992.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Salah satu bentuk muka yang menarik di Belanda ialah permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl. Walaupun demikian, provinsi Limburg, yang berada di bagian tengara negeri Belanda, sedikit berbukit. Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg, yang berada di provinsi Limburg, mempunyai ketinggian 321 m. Permukaan yang terendah ialah Nieuwerkerk aan den IJssel, yang berada 6.76 dibawah permukaan laut.

Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk dan dinding laut. Sebagian kawasan di Belanda, misalnya daerah Flevoland, mesti direklamasi. Kawasan yang direklamasi itu disebut polder.

Salah satu konstruksi yang terkenal ialah Afsluitdijk (Penutup Tanggul), yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini 32 km dan lebarnya 90 m.

Negara ini dibagi menjadi dua bagian utama oleh sungai Rhine (Rijn), Waal, dan Maas.

Arah angin yang utama di Belanda ialah barat daya, yang menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim sejuk yang sederhana.

Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Willem-Alexander menjadi Raja Belanda sejak tanggal 30 April 2013.

Belanda telah menjadi monarki konstitusional sejak tahun 1815 dan demokrasi parlementer sejak tahun 1848. Belanda digambarkan sebagai negara konsosiasional. Politik dan pemerintahan Belanda disifatkan oleh suatu usaha untuk mencapai kemufakatan yang luas mengenai urusan-urusan yang penting, dalam komunitas politik maupun masyarakat secara keseluruhan. Pada tahun 2010, The Economist menempatkan Belanda sebagai negara paling demokratis ke-10 di dunia.

Raja Belanda adalah kepala negara, kini Raja Willem-Alexander. Menurut konstitusi Belanda, kedudukan kepala negara diperlengkapi oleh kuasa yang terbatas. Kepala negara dapat menggunakan pengaruhnya ketika kabinet baru hendak dibentuk, di mana pengaruh itu akan berperan sebagai penengah yang netral di antara partai-partai politik. Selain itu, raja (gelar ratu tidak memiliki keberartian konstitusional) berhak untuk diajak rapat dan konsultasi. Bergantung kepada kepribadian dan hubungan raja dengan dewan menteri, raja bisa saja berpengaruh melebihi kekuasaan yang diberikan oleh konstitusi.

Partai politik[sunting | sunting sumber]

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Amsterdam Almelo Almere Amersfoort Arnhem Assen Breda Den Haag Delft Delfzijl Den Bosch Den Helder Dordrecht Enschede Haarlem Hilversum Maastricht Middelburg Zwolle Lelystad Leiden Utrecht (kota) Katwijk Nijmegen Eindhoven Vlissingen Rotterdam Leeuwarden Heerenveen Groningen (kota) Emmen Almelo Apeldoorn Alkmaar Zaanstad Tilburg Venlo Heerlen Drenthe Flevoland Friesland Gelderland Groningen Limburg Brabant Utara Holland Utara Overijssel Holland Selatan Utrecht Zeeland
Peta Belanda, menghubungkan ke artikel provinsi; titik merah menandai ibu kota provinsi dan titik hitam merupakan kota-kota penting lainnya.

Belanda dibagi kepada 12 kawasan administrasi yang dinamai provinsi (provincies).

Setiap daerah terbagi atas kota-kota (gemeenten). Ada beberapa pulau di Karibia yang berada di bawah pemerintahan Belanda: Antillen Belanda dan Aruba.

Hubungan internasional[sunting | sunting sumber]

Militer[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Belanda mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka yang mana pemerintahan telah mengurangi peranannya dalam mengawal ekonomi Belanda sejak 1980-an. Aktivitas ekonomi utama di Belanda adalah termasuk pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor. Belanda menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika Serikat dan Perancis.

Sebagai negara perintis Euro, Belanda menggantikan mata uang lamanya, gulden, pada 1 Januari 2002.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Belanda berpakaian jingga merayakan Hari Ratu di Amsterdam.

Belanda ditaksir berpenduduk sebanyak 16.785.403 jiwa pada tanggal 30 April 2013.[11] Belanda merupakan negara berpenduduk terbanyak ke-10 di Eropa dan the terbanyak ke-61 di dunia. Antara tahun 1900 dan 1950, populasi negara ini hampir menjadi dua kali lipat semula dari 5,1 juta menjadi 10,0 juta jiwa. Dari tahun 1950 sampai 2000, populasinya kemudian bertambah lagi dari 10,0 juta menjadi 15,9 juta jiwa, tetapi laju pertumbuhan penduduk lebih kecil daripada lima puluh tahun lampau.[12] Laju pertumbuhan taksiran pada tahun 2013 adalah sebesar 0,44%.[13]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Lambang dan ikon budaya Belanda

Belanda memiliki banyak pelukis terkenal. Abad ke-17, ketika itu Republik Belanda mencapai kemakmuran, merupakan zaman "Para Maestro Belanda", misalnya Rembrandt van Rijn, Johannes Vermeer, Jan Steen, Jacob van Ruysdael, dan banyak lagi. Pelukis Belanda yang terkenal pada abad ke-19 dan ke-20 adalah Vincent van Gogh dan Piet Mondriaan. M.C. Escher ialah seorang seniman grafika terkenal dan Han van Meegeren ialah pemalsu seni.[14] Willem de Kooning lahir dan berlatih di Rotterdam, kendati dia dianggap sebagai seniman Amerika.

Belanda adalah negara para filsuf, seperti Erasmus dari Rotterdam dan Spinoza. Semua karya besar Descartes' dirampungkan di Belanda. Ilmuwan Belanda Christiaan Huygens (1629–1695) yang menemukan bulan Saturnus, Titan, berpendapat bahwa cahaya merambat sebagai gelombang, menemukan jam bandul dan merupakan fisikawan pertama yang memanfaatkan perumusan matematika. Antonie van Leeuwenhoek ialah yang pertama mengamati dan menjelaskan organisme sel tunggal berbantuan mikroskop.

Pada Zaman Keemasan Belanda, seni susastra juga bertumbuh kembang, dengan Joost van den Vondel dan P. C. Hooft sebagai dua penulis terkenal. Pada abad ke-19, Multatuli menulis tentang perlakuan buruk yang diderita pribumi di tanah jajahan Belanda. Penulis penting dari abad ke-20 termasuklah Harry Mulisch, Jan Wolkers, Simon Vestdijk, Hella S. Haasse, Cees Nooteboom, Gerard (van het) Reve dan Willem Frederik Hermans. Buku Harian seorang Gadis Kecil karya Anne Frank diterbitkan setelah dia mangkat dalam peristiwa Holokaus dan dialihbahasakan dari bahasa Belanda ke bahasa-bahasa utama dunia.

Replika bangunan-bangunan Belanda dapat ditemukan di Huis Ten Bosch, Nagasaki, Jepang. Sebuah kampung serupa Belanda sedang dibangun di Shenyang, Tiongkok. Kincir angin, tulip, sepatu kayu, keju, gerabah Delftware, dan cannabis adalah di antara banyak benda yang kerap dihubung-hubungkan dengan Belanda oleh para wisatawan.

Belanda memiliki sejarah panjang toleransi sosial dan kini dipandang sebagai negara liberal, dilihat dari kebijakan obatnya dan pengesahan euthanasia di hadapan hukum. Pada tanggal 1 April 2001, Belanda menjadi negara pertama yang mengizinkan pernikahan sejenis.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Hampir 4,5 juta dari 16 juta rakyat Belanda terdaftar di 35.000 klub olah raga di negara ini. Kira-kira dua per tiga populasi yang berumur lebih dari 15 tahun ikut serta dalam kegiatan olah raga mingguan.[15] Sepak bola adalah cabang olah raga yang paling merakyat di Belanda, di mana hoki dan bola voli menjadi cabang olah raga beregu terpopular kedua dan ketiga. Tenis, gimnastika (senam), dan golf adalah tiga cabang olah raga perseorangan yang paling luas ditekuni.[16]

Organisasi cabang-cabang olah raga dimulai pada akhir abad ke-19 awal abad ke-20. Federasi untuk cabang-cabang itu didirikan (misalnya federasi balap skate pada tahun 1882), peraturan-peraturan dibakukan dan klub-klub mulai didirikan. Komite Olimpiade Nasional Belanda didirikan pada tahun 1912. Sejak itu, Belanda telah meraih 230 medali pada Olimpiade Musim Panas dan 78 medali pada Olimpiade Musim Dingin.

Masakan[sunting | sunting sumber]

Masakan negara ini didukung oleh kegiatan perikanan dan perkebunan, termasuk pemanfaatan lahan untuk menanam tumbuhan dan hewan-hewan yang dijinakkan, dan sejarah Belanda juga. Secara tradisi, masakan Belanda cukup sederhana dan lugu, dengan banyak sayuran dan sedikit daging; sajian sarapan dan makan siang biasanya roti yang bertabur bahan lain, sementara makan malam adalah daging dan kentang, dilengkapi dengan sayuran musiman. Makanan Belanda cukup kaya akan karbohidrat dan lemak, mencerminkan kebutuhan gizi pekerja yang budayanya menjadi tampilan dasar negara ini; dan mengandung banyak produk peternakan tentunya. Tanpa banyak manipulasi, sajian Belanda paling baik digambarkan sebagai khas perdesaan, meskipun banyak hari libur yang dirayakan dengan makanan istimewa. Pada pertengahan abad ke-20 keadaan ini mengalami perubahan dan menjadi lebih kosmopolitan, dengan banyak masakan internasional hadir di kota-kota besar.

Warisan kolonial[sunting | sunting sumber]

Nieuw Amsterdam seperti penampakannya pada tahun 1664. Di bawah kuasa Britania, ia menjadi dikenal sebagai New York.

Dari eksploitasi VOC pada abad ke-17, sampai penjajahan pada abad ke-19, kepemilikan Imperium Belanda terus meluas, mencapai puncaknya dengan mendirikan hegemoni Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai Indonesia, adalah salah satu koloni Eropa paling berharga di dunia dan yang paling penting bagi Belanda.[17] Lebih dari 350 tahun warisan bersama telah meninggalkan bermacam-macam ciri kebudayaan bagi Belanda.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Netherlands" [Belanda] (dalam bahasa Inggris). Dana Moneter Internasional. Diakses 2013-10-27. 
  2. ^ "Gini coefficient of equivalised disposable income (source: SILC)" (dalam bahasa Inggris). Eurostat Data Explorer. Diakses 2013-08-13. 
  3. ^ "Country Comparison: Distribution Of Family Income – Gini Index". World Factbook (dalam bahasa Inggris). CIA. Diakses 2013-05-01. 
  4. ^ "North Sea" [Laut Utara] (dalam bahasa Inggris). Kementerian Pertahanan. Diakses 2012-03-06. 
  5. ^ Misi Tetap Belanda untuk PBB. "General Information" [Informasi Umum] (dalam bahasa Inggris). Diakses 2013-06-26. 
  6. ^ "Milieurekeningen 2008" [Data Lingkungan Tahun 2008] (dalam bahasa Belanda). Biro Pusat Statistik Belanda. Diakses 2010-02-04. 
  7. ^ "Netherlands Guide – Interesting facts about the Netherlands" [Panduan Belanda - Fakta menarik tentang Belanda] (dalam bahasa Inggris). Eupedia. 1994-04-19. Diakses 2010-04-29. 
  8. ^ van Krieken, Peter J.; David McKay (2005). The Hague: Legal Capital of the World [Den Haag: Ibu Kota Hukum Dunia] (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 90-6704-185-8. , khususnya, "Pada dasawarsa 1990-an, ketika menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Boutros Boutros-Ghali mulai menjuluki Den Haag sebagai ibu kota hukum dunia."
  9. ^ Netherlands, Indeks Kebebasan Ekonomi. heritage.org
  10. ^ "Where is the happiest place on Earth? | The Search Office Space Blog | Searchofficespace" (dalam bahasa Inggris). News.searchofficespace.com. 2011-05-25. Diakses 2011-10-28. 
  11. ^ "Population and population dynamics; month, quarter and year" [Populasi dan perubahannya; bulan, triwulan, dan tahun] (dalam bahasa Inggris). Biro Pusat Statistik Belanda. Diakses 2013-06-12. 
  12. ^ Lini Statistik CBS – Populasi; sejarah. Biro Pusat Statistik Belanda. Diakses pada 2009-03-08.
  13. ^ "The World Factbook – Netherlands". CIA. Diakses 2013-06-11. 
  14. ^ meegeren.net
  15. ^ (Belanda) Olah raga di Belanda. ned.univie.ac.at
  16. ^ (Belanda) Ledental sportbonden opnieuw gestegen. sport.nl. Diakses pada 2006-07-24
  17. ^ Hart, Jonathan (2008). Empires and Colonies [Imperium dan Tanah Jajahan] (dalam bahasa Inggris). Polity. hlm. 201–. ISBN 978-0-7456-2614-7. Diakses 2012-08-21. 
Statistik
Artikel

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Geografi dan lingkungan[sunting | sunting sumber]

  • Burke, Gerald L. The making of Dutch towns: A study in urban development from the 10th–17th centuries (1960)
  • Lambert, Audrey M. The Making of the Dutch Landscape: An Historical Geography of the Netherlands (1985); berfokus pada sejarah reklamasi daratan
  • Meijer, Henk. Compact geography of the Netherlands (1985)
  • Riley, R. C., dan G. J. Ashworth. Benelux: An Economic Geography of Belgium, the Netherlands, and Luxembourg (1975) daring

Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Paul Arblaster. A History of the Low Countries. Palgrave Essential Histories Series New York: Palgrave Macmillan, 2006. 298 pp. ISBN 1-4039-4828-3.
  • J. C. H. Blom dan E. Lamberts, eds. History of the Low Countries (1998)
  • Jonathan Israel. The Dutch Republic: Its Rise, Greatness, and Fall 1477–1806 (1995)
  • J. A. Kossmann-Putto and E. H. Kossmann. The Low Countries: History of the Northern and Southern Netherlands (1987)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]