Pembubaran Antillen Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Peta Kerajaan Belanda. Belanda and kepulauan di Karibia memiliki skala yang sama.

Pembubaran Antillen Belanda telah direncanakan untuk terjadi pada bulan Desember 2008, tetapi telah ditunda ke tanggal 10 Oktober 2010.[1] Antillen Belanda adalah serangkaian kepulauan di Karibia yang membentuk wilayah otonom Kerajaan Belanda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gagasan Antillen Belanda sebagai negara tidak pernah memiliki dukungan dari semua pulau-pulau yang membentuknya dan hubungan politik antar pulau juga sering tegang. Setelah perjuangan panjang, Aruba memisahkan diri dari Antillen Belanda pada tahun 1986 dan membentuk negara sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda. Keinginan untuk memisahkan diri juga kuat di Sint Maarten. Pada tahun 2004, komisi pemerintah Antillen Belanda dan Belanda melaporkan status masa depan untuk Antillen Belanda. Komisi ini menyarankan revisi pada Piagam Kerajaan Belanda guna mempertiadakan Antillen Belanda.

Referendum[sunting | sunting sumber]

Dari tahun 2000 sampai 2005 referendum diadakan pada semua pulau yang membentuk Antillen Belanda untuk menentukan masa depan kepulauan ini.

Sint Maarten[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 14 Oktober 1994, 59,6% penduduk Sint Maarten memilih untuk tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda. Pada referendum kedua yang diadakan pada tanggal 22 Juni 2000, 68,9% pemilih memilih untuk menjadi sebuah negara yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda; status aparte seperti yang dimiliki Aruba sekarang.[2]

Referendum tentang status Sint Maarten, 14 Oktober 1994
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Sint Maarten tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 4.697 59.6%
Pilihan B: Sint Maarten menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 2.606 33,1%
Pilihan C: Sint Maarten menggabungkan diri ke Belanda 72 0,9%
Pilihan D: Sint Maarten menjadi negara independen 493 6,2%
Suara sah 7.868 99,8%
Suara tidak sah atau kosong  ? 0,2%
Sumber: countrysintmaarten.org
Referendum tentang status Sint Maarten, 22 Juni 2000
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Sint Maarten tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 332 3,7%
Pilihan B: Sint Maarten menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 6.212 69,9%
Pilihan C: Sint Maarten menggabungkan diri ke Belanda 1.050 11,6%
Pilihan D: Sint Maarten menjadi negara independen 1.282 14,2%
Suara sah 8.876 99,4%
Suara tidak sah atau kosong  ? 0,6%
Sumber: countrysintmaarten.org

Bonaire[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 10 September 2004, Bonaire memilih untuk hubungan yang lebih dekat dengan Belanda. Pilihan ini mendapatkan 59,0% suara, sedangkan status aparte mendapatkan 24,1%. Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda mendapatkan 15,9% suara; independen hanya mendapatkan kurang dari satu persen suara.[3]

Referendum tentang status Bonaire, 10 September 2004
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 853 15,94%
Pilihan B: Hubungan konstitusi langsung dengan Belanda 3.182 59,45%
Pilihan C: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 1.290 24,10%
Pilihan D: Independen 27 0.50%
Suara sah 5352 98,06%
Suara tidak sah atau kosong 106 1,94%
Total 5.458 100,00%
Jumlah pemilih 57,24%
Sumber:

Saba[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 5 November 2004, 86,05% penduduk di Saba juga memilih hubungan yang lebih dekat dengan Belanda sedangkan pilihan tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda mendapatkan 13,18% suara. Pilihan independen hanya mendapatkan kurang dari satu persen suara.[4]

Referendum tentang status Saba, 5 November 2004
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Hubungan konstitusi langsung dengan Belanda 555 86,05%
Pilihan B: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 85 13,18%
Pilihan C: Independen 5 0,78%
Suara sah 645 96,85%
Suara tidak sah atau kosong 21 3,15%
Total 666 100,00%
Jumlah pemilih 77,80%
Sumber: sabatourism.com

Curaçao[sunting | sunting sumber]

Setelah memilih pada tahun 1993 untuk merestrukturisasi Antillen Belanda, 68% penduduk Curaçao memilih untuk status aparte dalam referendum yang diadakan pada tanggal 8 April 2005. Hubungan yang lebih dekat dengan Belanda memperoleh 23% sedangkan independen hanya memperoleh 5% suara.[5]

Referendum tentang status Curaçao, 1993
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Merestrukturisasi Antillen Belanda 48,587 73.56%
Pilihan B: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 11.841 17,93%
Pilihan C: Menjadi bagian langsung dari Belanda 5.299 8,02%
Pilihan D: Independen 325 0,49%
Suara sah 66.052  ?
Suara tidak sah atau kosong  ?  ?
Total ? 100.00%
Jumlah pemilih  ?
Sumber:
Referendum tentang status Curaçao, 8 April 2005
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 42.425 67,83%
Pilihan B: Independen 3.014 4,82%
Pilihan C: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 2.342 3,74%
Pilihan D: Menjadi bagian langsung dari Belanda 14.769 23,61%
Suara sah 62.550 99,25%
Suara tidak sah atau kosong 474 0,75%
Total 63.024 100,00%
Jumlah pemilih 55,04%
Sumber:

Pada tanggal 15 Mei 2009, referendum yang lain diadakan di Curaçao tentang apakah untuk menyetujui persetujuan bahwa Curaçao akan menjadi negara otonom sebagai bagian dari Kerajaan Belanda atau tidak. 52% pemilih menyetujui persetujuan tersebut.[6][7][8][9]

Referendum tentang status Curaçao , 2009
Pertanyaan: "Saya menyetujui hasil Perjanjian Meja Bundar untuk menjadikan Curaçao wilayah otonom dalam Kerajaan Belanda"
Pilihan Total suara Persentase
Menyetujui 41.398 51,90%
Tidak menyetujui 38.363 48,10%
Total 79.761 100,00%
Jumlah pemilih 67%
Sumber: Het Parool

Sint Eustatius[sunting | sunting sumber]

Juga pada tanggal 8 April 2005, 76% pemilih di Sint Eustatius memilih untuk tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda. 20% memilih untuk hubungan yang lebih dekat dengan Belanda dan kurang dari satu persen memilih independen.

Referendum tentang status Sint Eustatius, 8 April 2005
Pilihan Total suara Persentase
Pilihan A: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda 605 76,6%
Pilihan B: Hubungan konstitusional langsung dengan Belanda 163 20,6%
Pilihan C: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda 17 2,2%
Pilihan D: Independen 5 0,6%
Suara sah 790  ?
Suara tidak sah atau kosong  ?  ?
Total ? 100,00%
Jumlah pemilih 56,0%
Sumber:

Referensi[sunting | sunting sumber]