Nusa Tenggara Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Nusa Tenggara Timur
Provinsi
Bendera Nusa Tenggara Timur
Bendera
Lambang Nusa Tenggara Timur
Lambang
Peta lokasi Nusa Tenggara Timur
Peta lokasi Nusa Tenggara Timur
Negara  Indonesia
Dasar hukum UU 64/1958
Ibu kota Kupang
Koordinat 11º 10' - 7º 30' LS
118º 30' - 125º 20' BT
Pemerintahan
 • Gubernur Frans Lebu Raya
Area
 • Total 48.718.10 km2 (18,810.16 mil²)
Populasi (2010)
 • Total 4.683.827
 • Kepadatan Bad rounding here96/km2 (Bad rounding here250/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa Atoni atau Dawan (21%), Manggarai (15%), Sumba (13%), Lamaholot (5%), Belu (6%), Rote (5%), Lio (4%), Tionghoa (3%)[1]
 • Agama Katolik Roma (55,85%), Kristen Protestan (34.06%),Islam (8.66%), Hindu (0.21%), Buddha (0,02%), Lain-Lain (1.20%)
 • Bahasa Bahasa Indonesia
Zona waktu WITA
Kabupaten 21
Kota 1
Kecamatan 186
Desa/kelurahan 2.650
Lagu daerah Moree
Situs web www.nttprov.go.id

Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, Timor Barat.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasa dipanggil Timor).

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.

Arti lambang[sunting | sunting sumber]

Arti lambang Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut:

  • Berbentuk perisai dengan sudut lima dengan maksud, selain melambangkan makna perlindungan rakyat juga melambangkan Pancasila.
  • Dalam perisai terberkas: bintang, komodo, padi dan kapas, tombak dan pohon beringin.
  • Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa, komodo (buaya darat) satu-satunya reptil prasejarah yang hingga kini masih lestari. Binatang purba ini merupakan reptil raksasa yang oleh dunia dinyatakan dilindungi karena jenis hewan ini hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Komodo. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke pulau ini hanya untuk melihat komodo.
  • Padi-kapas melambangkan kemakmuran.
  • Tombak melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Pohon beringin melambangkan persatuan dan kesatuan yang tetap terpelihara.
  • Hari terbentuknya provinsi Nusa Tenggara Timur dilukiskan melalui jumlah padi (14) dan tahun 1958 tertera langsung pada sudut bawah lambang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bentangan kepulauan yang terletak antara 80-120 Lintang Selatan dan 1180 – 1250 Bujur Timur, merupakan bagian dari NKRI; mempunyai makna tersendiri pada hidup dan kehidupan banyak orang. Gugusan pulau-pulau tersebut disapa dengan berbagai sebutan, antara lain, "Sunda Kecil, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur", dan juga "Flobamora". Sebutan tersebut juga bisa bermakna ada aneka suku dan sub-suku di/pada wilayah tersebut, namun mempunyai satu tanda kesamaan yaitu sama-sama menyatukan diri sebagai anak-anak Flobamor atau pun NTT.[2]

Jauh sebelum nama NTT tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut telah menjadi perhatian dunia. Harumnya aroma cendana dari Timor telah menerobos sampai Timur Tengah, Tiongkok, dan Eropa, dan berbagai penjuru bumi. Kekuatan aroma cendana tersebut menjadikan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa dan Makasar, Cina melakukan pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana. Dan mereka melakukan kontak dagang secara langsung dengan raja-raja di Timor dan pulau-pulau sekitarnya, sang pemilik wilayah dan pemimpin rakyat.[2]

Catatan sejarah dari Tiongkok, "manuskrip Dao Zhi", sejak tahun 1350 dinasti Sung sudah mengenal Timor dan pulau-pulau sekitar, dan salah satu pelabuhan terkenal di Timor adalah "Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am", yang ramai dikunjungi kapal dari Makasar, Malaka, Jawa, Tiongkok dan kemudian Eropa seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Belanda. Negarakertagama (1365) mencatat bahwa Timor yang terkenal dengan hasil cendananya merupakan wilayah Majapahit, namum mempunyai raja-raja yang otonom dan mandiri.[2]

Ketika tahun 1510, Goa-India dikuasai Portugis, mereka melanjutkan eskpansinya dengan cara menguasai Malaka pada tahun 1511. Malaka dijadikan pusat perdagangan serta penguasaan wilayah nusantara. Portugis berhasil mencapai Maluku, Solor (Flores). Tahun 1511 armada Ferdinand Magellan (dua kapal) singgah di Alor dan Timor (Kupang). Dalam penyeberangan ke selat Pukuafu, kedua kapal ini tertimpa badai, salah satu kapal karam dan hancur. Salah satu jangkar raksasa kapal ini hingga kini masih ada di pantai Rote. Satu lainnya berhasil lolos dari amukan ombak melanjutkan perjalanan ke Sabu, kemudian ke Tanjung Harapan dan kembali ke Spanyol.[2]

Ketika Belanda, dengan VOCnya, mencekram Nusantara, tahun 1614, mereka menempatkan Pdt. M van den Broeck di Kupang dan Rote, untuk melayani warga Kristen di sana. Ini juga bermakna, walau VOC masih berusia muda (berdiri 1602), kongsi dagang itu telah menempatkan kantor, benteng, pegawainya di Timor dan pulau-pulau sekitar; dan dengan itu perlu seorang pendeta sebagai pemelihara rohani. [Pada era V0C, tahun 1600an – 1799, dan bahkan sampai tahun 1900, tidak banyak catatan sejarah yang bisa menjadi pengetahuan publik; dan sekaligus bisa menjadi tanmbahan pengetahuan kepada anak-anak NTT]. Belanda waktu itu masih dikuasai oleh pemerintah boneka dari kekaisaran Perancis dibawah Napoleon. Keadaan tersebut dimanfaatkan Inggris untuk memperluas jajahannya dengan merebut jajahan Belanda. Armada Inggris mengganggu daerah kekuasaan Belanda, sehingga pada tahun 1799 hampir seluruh wilayahIndonesia (kecuali Jawa, Palembang, Banjarmasin dan Timor) dalam kekuasaan Inggris. Dua kapal Inggris memasuki pelabuhan Kupang pada l0 Juni l797, namun berhasil dipukul mundur oleh Greving yang mengarahkan pada mardijkers. Pada waktu VOC dibubarkan pada th 1799, segala hak dan kewajiban Indonesia diambil alih oleh pemerintah Belanda. Peralihan ini tidak membawa perubahan apapun , karena pada waktu itu Belanda menghadapi perang yang dilancarkan oleh negara tetangga.[2]

Di era kolonial sampai 1942, rakyat NTT, harus terbagi-bagi sesuai keinginan Belanda, dalam bentuk Raja – Swapraja, fetor – Kefetoran, dan seterusnya; dan kemudian menjadi daerah taklukan di bawah pemerintahan residen. Ketika Jepang berkuasa di Nusantara, wilayah NTT yang strategis, ditata ulang sebagai basis pertahanan. Penataan administrasi pemerintahan pun nyaris tidak mengalami perubahan, hanya ada perubahan istilah.[2]

Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, NTT sebagai bagian Nusantara yang dijajah Belanda, bebas dari cengkraman kolonial. Akan tetapi, keinginan Belanda untuk tetap berkuasa di Nusantara termasuk NTT, maka mereka mereka melakukan berbagai upaya untuk tetap ada di bumi Flobamor. Keadaan tersebut, membangkitkan semangat “Nasionalisme – Kebebasan – Kemerdekaan NTT” pada/dalam diri anak NTT. Semangat yang tak pantang menyerah tersebut, bahkan, malahirkan Pemerintah Negara Indonesia Timor dan Pemerintah Otonom NTT. Bisa dikatakan bahwa NTT hampir sama dengan Yogyakarta, pada waktu itu, yang menyatakan diri setia kepada Soekarno – Hatta. Perjuangan yang gigih anak NTT tidak berhenti, dan juga tidak pernah terbit dalam pikrian untuk melepaskan diri dari RI, yang baru merdeka. Ada semangat kesatuan Indonesia pada jiwa dan darah A.H Koroh, I.H Doko, Th Oematan, Pastor Gabriel Manek, Drs. A.Roti, Y.S Amalo, dan lain-lain agar NTT tidak berada dalam kekuasaan penjajah, tetapi menjadi bagian dari RI. Ketika negeri ini [NKRI] masih belum tegak berdiri tegak, NTT menjadi bagian dari Provinsi Administratif dengan nama "propinsi Sunda kecil". Nama "Sunda kecil" kemudian diganti dengan nama "Nusa Tenggara", berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 1950. Tidak lama setelah itu, tahun 1957 berlaku UU No. 1 tahun 1957 tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah dan dengan UU No. 64 tahun 1958, sehingga "Propinsi Nusa Tenggara" dibagi menjadi tiga daerah Swantantra Tingkat 1, yaitu masing-masing Swantantra Tingkat 1 Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sejak 20 Desember 1958, pulau Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya menjadi salah satu provinsi, dalam/di kesatuan Republik Indonesia.[2]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/Wali kota Kecamatan Kelurahan/desa Logo
East Nusa Tenggara COA.svg
Lokasi
1 Kabupaten Alor Kalabahi Simeon Th. Pally 17 Desa
Lambang Kabupaten Alor.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Alor.svg
2 Kabupaten Belu Atambua Welem Foni (Pj.) 24 12/196
Lambang Kabupaten Belu.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Belu.svg
3 Kabupaten Ende Ende Marselinus YW Petu 40 Daftar desa
Lambang Kabupaten Ende.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende.svg
4 Kabupaten Flores Timur Larantuka Yosep Lagadoni Herin 19 21
Lambang Kabupaten Flores Timur.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur.svg
5 Kabupaten Kupang Oelamasi Ayub Titu Eki 24 218/22
Lambang Kabupaten Kupang.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Kupang.svg
6 Kabupaten Lembata Lewoleba Eliaser Yentji Sunur 9 144
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Lembata.svg
7 Kabupaten Malaka Betun Herman Nai Ulu (Pj.) 12 127 - Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Malaka.svg
8 Kabupaten Manggarai Ruteng Prim Meot 9 132/17
Lambang Kabupaten Manggarai.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai.svg
9 Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo Agustinus C. Dulla 10 Desa
Lambang Kabupaten Manggarai Barat.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Barat.svg
10 Kabupaten Manggarai Timur Borong Yoseph Tote 6 10/104
Lambang Kabupaten Manggarai Timur.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Timur.svg
11 Kabupaten Ngada Bajawa Marianus Sae 9 Desa
Lambang Kabupaten Ngada.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada.svg
12 Kabupaten Nagekeo Mbay Elias Jo 7 90
Lambang Kabupaten Nagekeo.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Nagekeo.svg
13 Kabupaten Rote Ndao Baa Leonard Haning 10 Desa
Lambang Kabupaten Rote Ndao.jpeg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao.svg
14 Kabupaten Sabu Raijua Seba, Sabu Barat Marthen Dira Tome 6 Desa
Lambang Kabupaten Sabu Raijua.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sabu Raijua.svg
15 Kabupaten Sikka Maumere Yoseph Ansar Rera 21 13/147
Lambang Kabupaten Sikka.png
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sikka.svg
16 Kabupaten Sumba Barat Waikabubak Jubilate Pieter Pandango 12 Desa
Lambang Kabupaten Sumba Barat.gif
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Barat.svg
17 Kabupaten Sumba Barat Daya Tambolaka Markus Dairo Talu 11 95
Lambang Kabupaten Sumba Barat Daya.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Barat Daya.svg
18 Kabupaten Sumba Tengah Waibakul Umbu Sappi Pateduk 5 43 - Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Tengah.svg
19 Kabupaten Sumba Timur Waingapu Gidion Mbiliyora 22 Desa
Lambang Kabupaten Sumba Timur.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Timur.svg
40 Kabupaten Timor Tengah Selatan Soe Paulus Victor Rolland Mella 32 Desa
Lambang Kabupaten Timor Tengah Selatan.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan.svg
21 Kabupaten Timor Tengah Utara Kefamenanu Raymundus Sau Fernandes 9 Desa
Lambang Kabupaten Timor Tengah Utara.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Utara.svg
22 Kota Kupang - Jonas Salean 6 51
Lambang Kota Kupang.jpg
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kota Kupang.svg

Ada Informasi bahwa Kabupaten di Nusa Tenggara Timur bertambah sejak diresmikannya Kabupaten Malaka

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. Brigjen J.Lala Mentik 1960 1965 Pembentukan Wilayah Kecamatan

Gerakan Penghijauan yang dinamakan Komando Operasi Gerakan Makmur[2]

2. El Tari 1966 1978 Pembentukan Desa Gaya Baru dari Kerajaan-kerajaan Tradisional. Mengerahkan tenaga motivator pembangunan Desa. Motto : "Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi"[2]
3. Ben mboi.jpg Brigjen Ben Mboi 1978 1988 Operasi Nusa Makmur (ONM); Operasi Nusa Hijau (ONH); Operasi Nusa Sehat (ONS); Operasi Benah Desa
4. Hendrik Fernandez 1988 1993 Gerakkan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (GEMPAR), Gerakan Membangun Desa (GERBADES)[2]
5. Brigjen Herman Musakabe 1993 1998 Tujuh Program Strategis, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penanggulangan Kemiskinan Pembangunan Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Penataan Ruang Pengembangan Sistem Perhubungan Pengembangan Kepariwisataan[2]
6. Piet Tallo.jpg Piet Alexander Tallo, SH 1998 2003 Periode pertama.
2003 2008 Periode kedua. Kebijakan yang dilaksanakan: Program Tiga Batu Tungku, Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, Kesehatan Rakyat. Motto : “Mulailah membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat” [2]
7. A lebu raya.jpg Drs. Frans Lebu Raya 16 Juli 2008 2013 Periode pertama. Kebijakan yang dilaksanakan, ANGGUR MERAH. Motto : “Sehati se suara membangun NTT baru”[2]
2013 sekarang Periode kedua.

Populasi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di provinsi ini adalah 4.683.827 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,07%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.326.487 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.357.340 jiwa (2010). Kepadatan penduduk di Nusa Tenggara Timur sebesar 96 jiwa/km2, dengan presentasi penduduk yang tinggal di perkotaan kurang lebih 20%, dan sisanya sebesar 80% mendiami kawasan pedesaan. Sebagian besar penduduk beragama Kristen dengan rincian persentase kurang lebih sebagai berikut Katolik 54,14% Protestan 34,74%, Islam 9,05% , Hindu 0,11% Buddha 0,01% dan sebanyak 1,73% menganut agama dan kepercayaan lainnya.

Nusa Tenggara Timur menjadi tempat perlindungan untuk kalangan Kristen di Indonesia yang menjauhkan diri dari konflik agama di Maluku dan Irian Jaya.

Tingkat pendaftaran sekolah menengah adalah 39% yang jauh dibawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah dari pada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%) dan tingkat suku bunga (22-24%).

Kepulauan[sunting | sunting sumber]

Seperti halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor Barat.

Sedangkan pulau-pulau lain diantaranya adalah Pulau-pulauAdonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.

Pulau Komodo
Formasi Batu di Kepulauan Komodo
Pemandangan dari Labuan Bajo

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Flores
Selatan Samudra Hindia
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat
Timur Timor Leste, Provinsi Maluku, dan Laut Banda

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  • Sasando, instrumen musik petik dari daerah ini
  • Pasola, permainan lempar lembing dari atas kuda
  • Padoa

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana untuk Presiden Sederhana

Koordinat: 9°24′LU 122°4′BT / 9,4°LS 122,067°BT / -9.400; 122.067