Kabupaten Ngada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Ngada
Lambang Kabupaten Ngada.jpg
Lambang Kabupaten Ngada
Moto: -


Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada.svg
Peta lokasi Kabupaten Ngada
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum UUD 1945
Tanggal -
Pemerintahan
 - Bupati Marianus Sae
 - DAU Rp. 350.219.646.000.-(2013)[1]
Luas 3.037,9 km2
Populasi
 - Total ± 250000
 - Kepadatan -
Demografi
 - Kode area telepon 0384
Pembagian administratif
 - Kecamatan 9 Kecamatan
 - Kelurahan -
 - Situs web http://www.ngadakab.go.id/

Kabupaten Ngada adalah sebuah kabupaten di bagian tengah pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten adalah Bajawa. Luas wilayah 3.037,9 km² dengan jumlah penduduk ± 250.000 jiwa.


Kabupaten Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung. Masing-masing suku ini mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri yang masih dipertahankan sampai saat ini, seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lain-lain.

Bahasa dan kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Bahasa utama di daerah Ngada adalah bahasa Ngada.

Prajurit Ngada pada tahun 1910-an

Dalam kebudayaan Ngada, rumah adat main peranan penting dalam pola kemasyarakatan. Seorang Ngada adalah bagian dari suatu rumah adat, berarti dari satu marga. Lambang marga berupa ukiran.[2]

Daerah Ngada dimasukkan ke dalam World Heritage Tentative List UNESCO tanggal 19 Oktober 1995 dalam kategori "Kebudayaan.[3]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada termasuk daerah yang paling miskin di Indonesia. Namun daerah ini sangat terkenal di kalangan wisatawan asing yang tertarik dengan kebudayaan.[4]

Dua desa yang paling banyak dikunjungi di Ngada adalah Bena dan Wogo, di mana terdapat rumah adat dan peninggalan megalithik,air terjun ogi.[5]

Di kabupaten Ngada juga terdapat Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung. Di situ terdapat antara lain mawar laut, aneka jenis terumbu karang, Pulau Pasir Putih, kelelawar bakau di pulau Ontoloe, Mbou (Kadal Raksasa yang merupakan Binatang Purbakala, masih hidup secara alamiah di habitatnya hingga saat ini). Selain itu adalah permandian air panas alam Mengeruda, Danau Wawomudha yang air kawahnya berwarna merah, Air terjun Ogi, Wae Roa, eko wisata Lekolodo dan Pantai pasir putih Waewaru. Obyek Wisata Budaya yang sangat terkenal ialah Kampung Tradisional Bena, Bela, Gurusina serta Kampung Tua dan Batu Megalith di Wogo. Selain itu banyak sekali terdapat masing banyak lagi


Kabupaten Ngada memiliki wilayah perairan/ laut yang sangat potensial baik di pantai utara yaitu Laut Flores (Kecamatan Riung), maupun pantai laut selatan yaitu Laut Sawu masing-masing Kecamatan Golewa dan Kecamatan Aimere. Kekayaan laut yang utama yaitu ikan, Lobster, rumput laut dan mutiara. Sumber daya perikanan dan kelautan di Kabupaten gada memiliki garis pantai sepanjang 219 km dengan rincian: Pantai utara 105 Km, pantai selatan 114 Km. Sesuai PP nomor 25 tahun 1999, luas laut yang menjadi kewenangan Kabupaten hanya mencapai 4 mil laut.

Luas wilayah perairan Laut sebesar 344.363 Ha dengan potensi lestari sebanyak 10.334,82 Ton/tahun yang terdiri dan potensi ikan Pelagis sebanyak 6.717,63 Ton dan ikan Demersal sebanyak 3.617,18 ton. Sampai dengan Tahun 2000 tingkat pemanfaatannya baru mencapai 55,51 ton dan sisanya dan perairan umum serta budidaya, dengan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) sebanyak 1.101 Rumah Tangga yang terdiri dan 989 Rumah Tangga Perikanan Nelayan dan 131 Rumah Tangga Perikanan Budidaya. Dan jumlah tersebut yang berstatus sebagai Nelayan Penuh sebanyak 265 orang dan176 orang sebagai Nelayan Sambilan.

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Jenis potensi pertambangan, lokasi dan jumlah kandungannya masing-masing, terinci sebagai berikut :

Besi/ Mangan lokasi : Mbong Milong- Riung 1.359 Ha, Emas Lokasi : Rawangkalo, Wangka, Lindi 1.177.100 Ha (5.789 ton),Perak, Belerang Lokasi: Mataloko 30 Ha, Tembaga 33.088 %, Pasir Besi 65 Ha, Pasir dan Batu Lokasi :Naru, Aimere 908.209.977 M3, Tanah Liat Lokasi: Bomari-Langa 30.512.619 M3, Marmer Lokasi:Sambinasi, Rawangkalo, Wangka 15.452.336 M3, Granodiort 339.000.000 M3, Zeolit 266.721.653 M3, Batu Permata / 1/2, Permata 1.00.000 M3

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada memiliki potensi perkebunan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Beberapa jenis komoditi andalan yang dikembangkan di Kabupaten Ngada adalah : Kopi, Kakao, Jambu Mete, Kemiri, Kelapa, Cengkeh, Vanili dan Merica. Luas lahan kering potensial : 98.100 ha, fungsional seluas 47.943 ha sedangkan sisanya adalah sebesar 50.157 ha belum dimanfaatkan

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Ngada dibagi menjadi 9 kecamatan, yaitu:

  1. Aimere
  2. Bajawa
  3. Golewa
  4. Riung Barat
  5. Riung
  6. Soa
  7. Wolomeze
  8. Bajawa Utara
  9. Jerebuu

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Dengan jumlah penduduk mencapai 250.000 jiwa yang hidup pada umumnya adalah petani, kabupaten Ngada merupakan salah satu kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur yang memiliki adat budaya yang sangat unik karena pada kabupaten ini setiap kecamatan memiliki adat yang berbeda-beda antara satu dengan lainya, contohnya dalam hal berbahasa antara kecamatan satu dan lainya mempunyai bahasa yang berbeda-beda. Selain itu Kabupaten Ngada itu sendiri memiliki objek wisata alam dan budaya yang sangat menarik, yaitu Taman Laut Tujuh Belas Pulau di Kecamatan Riung yang dapat menarik bagi wisatawan asing maupun lokal.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Phillimore, J. & Lisa Goodson (2004) p 293
  3. ^ Ngada traditional house and megalithic complex - UNESCO World Heritage Centre
  4. ^ Phillimore, J. & Lisa Goodson (2004) p 293
  5. ^ Ngada traditional house and megalithic complex - UNESCO World Heritage Centre

Notes[sunting | sunting sumber]


Perpustakaan[sunting | sunting sumber]