Kabupaten Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Karo
Lambang Kabupaten Karo.gif
Lambang Kabupaten Karo
Moto: "Pijer Podi"


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Karo.svg
Peta lokasi Kabupaten Karo
Koordinat: 2°50' - 3°19' LU
97°55' - 98° 38' BT
Provinsi Sumatera Utara
Ibu kota Kabanjahe
Pemerintahan
 - Bupati DR. H.C. Kena Ukur Karo Jambi Surbakti
 - Wakil Bupati Terkelin Brahmana, S.H
 - DAU Rp. 625.822.348.000.-(2013)[1]
Luas 2.127,25 km2
Populasi
 - Total 362.307 jiwa
 - Kepadatan 170,32 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan 258
 - Situs web http://www.karokab.go.id/

Kabupaten Karo adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di Kabanjahe. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.127,25 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 500.000 jiwa. Kabupaten ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatera Utara. Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada diketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C.

Di dataran tinggi Karo ini bisa ditemukan indahnya nuansa alam pegunungan dengan udara yang sejuk dan berciri khas daerah buah dan sayur. Di daerah ini juga bisa kita nikmati keindahan Gunung berapi Sibayak yang masih aktif dan berlokasi di atas ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut. Arti kata Sibayak adalah Raja. Berarti Gunung Sibayak adalah Gunung Raja menurut pengertian nenek moyang suku Karo.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Karo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo saat ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Aru.

Selanjutnya juga pernah ada 5 kebayakan (kerajaan) di Tanah Karo:

  1. Kerajaan Sebayak Lingga (asal mula Marga Karo-Karo Sinulingga)
  2. Kerajaan Sebayak Sarinembah (asal mula Marga Sembiring Meliala)
  3. Kerajaan Sebayak Suka (asal mula Marga Ginting Suka)
  4. Kerajaan Sebayak Barusjahe (asal mula Karo-Karo, Barus)
  5. Kerajaan Sebayak Kutabuluh (asal mula Marga Perangin-angin)
  6. Kerajaan Sukapiring Seberaja (asal mula marga Karo Sekali)

Kepala Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Tercapainya kondisi pemerintahan yang aman, stabil dan terkendali, tidak terlepas dari berbagai usaha pembinaan yang ditempuh pemerintahan Kabupaten Karo bersama instansi terkait termasuk peran Kepala Daerah kepada masyarakatnya.

Bupati saat ini adalah DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Menurut buku resmi Pemda Kab. Karo tahun 2007 terdapat 5 kepala daerah dan 14 bupati yang pernah memimpin daerah ini sejak zaman kolonial hingga zaman kemerdekaan yaitu :

  1. Sebayak Ngerajai Sembiring Meliala; 1943-1946
  2. Mayor Moh.Kasim; 1946
  3. Rakutta Sembiring Brahmana; 1946-1947
  4. Raja Kelelong Sinulingga; 1947-1949
  5. Rejin Perangin-angin; 1950
  6. Rakutta Sembiring Brahmana; 1950-1953
  7. T. Raja Purba; 1953-1957
  8. Abdullah Eteng; 1957-1960
  9. Matang Sitepu; 1960-1966
  10. Baharudin Siregar; 1966-1969
  11. Tampak Sebayang; 1969-1980
  12. Rukun Sembiring; 1980-1985
  13. Menet Ginting; 1985-1990
  14. Rupai Peranginangin; 1990-1994 (setahun sebelum jabatannya berakhir, beliau meninggal dunia karena sakit)
  15. Daulat Daniel Sinulingga; 1995-2000
  16. Sinar Perangin-angin; 2000-2005
  17. Daulat Daniel Sinulingga; 2005-2010
  18. Kena Ukur Surbakti; 2010-2015

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Karo terletak pada koordinat 02° 50' sampai 03° 19' Lintang utara dan 97° 55' sampai 98° 38' Bujur timur.

Sungai[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo yang terletak di ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut, merupakan daerah hulu sungai (DHS) bagi sejumlah sungai primer di Sumatera Utara. Tidak Kurang 50 buah sungai ada di daerah ini. Sebagian besar bermuara ke selat Malaka atau Pantai Timur sedangkan 1 buah bermuara ke Danau Toba. Sungai-sungai yang bermuara ke pantai Timur adalah Lau Biang, Lau Bengap, Lau Borus, Lau Gunung dan lain-lain. Sementara sungai yang bermuara ke Danau Toba adalah sungai yang mewujudkan air terjun Sipiso-piso.

Gunung[sunting | sunting sumber]

Di daerah daratan tinggi Karo dan sepanjang pegunungan Bukit Barisan terdapat sejumlah puncak atau gunung. Dua diantaranya gunung berapi aktif yaitu: Gunung Sinabung (2412 meter) dan Gunung Sibayak (2172 meter). Selain kedua gunung berapi tersebut, masih terdapat sejumlah gunung lainnya yang tinggi belum diukur sperti gunung Ketaren, gunung Barus, gunung Sibuaten, gunung Macik, gunung Sipiso-piso, gunung Sembah Bala, gunung Kutu, gunung Pabo, gunung Singkut, gunung Gajah, gunung Pertekteken dan lainnya.

Danau[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karo terdapat dua buah Danau yang cukup luas dan terkenal yaitu sebagian Danau Toba (Tongging) dan Danau Lau Kawar yang memiliki luas lebih kurang 200 Ha. Danau Lau Kawar ini diapit oleh alam pegunungan yang dikelilingi hutan tropis. Di tepi Danau Lau Kawar terbentang lahan seluas 3 hektar yang digunakan turis lokal maupun asing untuk berkemah.

Batas-batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Samosir
Barat Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)
Timur Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karo

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.118 tahun 1991 dan Surat Keputusan Gubernur KDH Tkt I Provinsi Sumatera Utara No. 138/21/1994 tanggal 21 Mei 1994 tentang data wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dan Sumatera Utara serta Peraturan Daerah Kabupaten Karo No.04 tentang Pembentukan Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiganderket serta pemindahan Ibukota Kecamatan Payung, maka di Kabupaten Karo terdapat 17 kecamatan, 248 desa serta 10 kelurahan. Wilayah Kabupaten Karo dibagi menjadi 17 kecamatan, yaitu:

Daerah ketinggian[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1.400 meter di atas permukaan laut dengan perbandingan luas sebagai berikut:

Ketinggian Luas Persentase
140-200 m 9.550 ha 4,49 %
200-500 m 11.373 ha 5,35 %
500-1.000 m 79.215 ha 37,24 %
1.000-1.400 m 112.587 ha 52,92 %

Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat dibedakan sebagai :

Karakter Luas Persentase
Datar 2 % 23.900 ha 11,24 %
Landai 2-5 % 74.919 ha 35,22 %
Miring 15-40 % 41.169 ha 19,35 %
Curam 40 % 72.737 ha 34.19 %

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]