Kabupaten Mandailing Natal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Mandailing Natal
Madina
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
Madina

Moto: Madina yang Madani
Gebang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Gebang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Peta Kabupaten Mandailing Natal
Peta lokasi Kabupaten Mandailing Natal
Madina

Koordinat: 0°10' - 1°50' Lintang Utara dan 98°10' - 100°10' Bujur Timur
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 tahun 1998[1]
Tanggal 12 Maret 1999[1]
Ibu kota Panyabungan
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Dahlan Hasan Nasution (Plt Bupati), (2013- sekarang)
 - DAU Rp. 625.543.432.000.-(2013)[2]
Luas 6.620,70 km2
Populasi
 - Total 403.894 jiwa [3]
 - Kepadatan 61 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0636
Pembagian administratif
 - Kecamatan 23
 - Kelurahan 386
 - Situs web http://www.madina.go.id

Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten Mandailing Natal berbatasan dengan Sumatera Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum Mandailing Natal menjadi sebuah kabupaten, wilayah ini masih termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk wilayah Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh etnis Mandailing yang secara bahasa dan budayat dekat dengan etnis Batak. Masyarakat etnis Mandailing di kabupaten ini kebanyakan bermarga Nasution, Lubis, Pulungan, Harahap, Siregar, Rangkuti, dan Daulay. Kemudian diikuti oleh suku Minangkabau yang banyak bermukim di daerah-daerah pesisir sejak masa lalu dan juga Nias.

Masyarakat Minangkabau banyak dijumpai di sekitar wilayah pesisir seperti Natal, Kotanopan, Panyabungan, serta wilayah yang berbatasan dengan Sumatera Barat. Orang Minang di Madina terlihat dari tidak adanya nama marga seperti orang Mandailing dan Nias. Meski begitu, sebagian masih mengetahui nama suku Minang mereka yang mirip dengan di Sumatera Barat. Selain berdagang, masyarakat Minang juga banyak yang memiliki perkebunan dan pertambangan. Di Mandailing Julu banyak ditemukan bekas penambangan emas yang ditinggalkan oleh masyarakat Minang Agam, seperti di Huta Godang ada suatu tempat yang dinamakan garabak ni Agom.[5]

Dari daerah Mandailing Natal ini banyak tampil tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah Indonesia modern seperti Abdul Haris Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, Darmin Nasution, dsb.

Selain itu juga ada etnis lainnya seperti Jawa, Sunda, dsb yang masuk belakangan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mandailing Natal terletak pada 0°10'-1°50' Lintang Utara dan 98°10'-100°10' Bujur Timur dengan rentang ketinggian 0-2.145 m di atas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Mandailing Natal ±6.620,70 km2 atau 9,23 persen dari wilayah Sumatera Utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Tapanuli Selatan
Selatan Provinsi Sumatera Barat
Barat Samudera Indonesia
Timur Provinsi Sumatera Barat
Hutan Lindung dan Taman Nasional Batang Gadis
Subdistric Sorikmarapi Highland with Batang Gadis National Park
Subdistric Sorikmarapi Highland withhout Batang Gadis National Park

Iklim[sunting | sunting sumber]

Suhu udara berkisar antara 23 °C - 32 °C dengan kelembaban antara 80–85%.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, ditopang sarana prasarana ekonomi berupa:

  • Tersedia tenaga listrik dengan kapasitas terpasang sebesar 60 MVA dan daya produksi 49.507.816 MWH
  • Tersedianya sarana telekomunikasi berupa telepon kabel dengan kapasitas terpasang 4.872 SST, dan telepon selular dari berbagai operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, AXIS dan Flexi
  • Sarana jalan sepanjang 2.110 km terdiri dari jalan negara 297,70 km, jalan provinsi 161,65 km dan jalan kabupaten 1.423,18 km
  • Tersedia pelabuhan laut 1 (satu) buah yakni pelabuhan Sikara-Kara yang dapat dilabuhi kapal dalam negeri
  • Tersedianya 9 buah bank, terdiri dari 4 buah bank Pemerintah dan 5 buah bank swasta, serta 1 buah kantor Pegadaian
  • Tersedianya 30 pasar, terdiri dari 1 unit pasar kelas I di Panyabungan 1 unit pasar kelas II di Kotanopan dan 28 unit pasar kelas III tersebar pada 22 kecamatan. Dan sedang dibangun 1 unit pasar modern (Madina Square) di kota Panyabungan

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

  • Pemandian Air Panas Si Banggor
  • Danau Marambe
  • Sungai Aek Godang
  • Air Panas Sampuraga
  • Gunung Sorik Marapi

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2007 sebesar Rp. 2.260.838.780.000 dengan pendapatan perkapita Rp. 5.464.263 dan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,12 % per tahun.

Struktur perekonomian Kabupaten Mandailing Natal adalah (PDRB Harga Konstan 2000) tahun 2007:

  • Pertanian: 45,42 %
  • Pertambangan dan penggalian: 1,54 %
  • Industri pengolahan: 3,53 %
  • Listrik, gas dan air bersih: 0,32 %
  • Bangunan: 10,05 %
  • Perdagangan hotel dan restoran: 17,79%
  • Pengangkutan dan komunikasi: 4,63 %
  • Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan: 2,01 %
  • Jasa-jasa: 14,67 %

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal

Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari 23 kecamatan yaitu:

Wacana Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pantai Barat Mandailing[sunting | sunting sumber]

Kecamatan yang akan bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Batahan
  2. Sinunukan
  3. Lingga Bayu
  4. Ranto Baek
  5. Natal
  6. Muara Batang Gadis

Kota Panyabungan[sunting | sunting sumber]

Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Mandailing Natal Akan Dinaikan Menjadi Kotamadya. Jika Terbentuk Maka Pusat Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal Akan Dialihkan Ke kotanopan. Kecamatan Yang Bergabung Ke dalam kota ini meliputi:

  1. Panyabungan Barat
  2. Panyabungan Kota
  3. Panyabungan Selatan
  4. Panyabungan Timur
  5. Panyabungan Utara

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b http://www.madina.go.id/Content/SelayangPandang/umum.asp
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  3. ^ http://www.bps.go.id/hasilSP2010/sumut/1200.pdf
  4. ^ Sensus Penduduk Tahun 2010
  5. ^ Edi Nasution, Tulila: Muzik Bujukan Mandailing, Areca Books, 2007

Koordinat: 0°37′LU 99°6′BT / 0,617°LU 99,1°BT / 0.617; 99.100