Kabupaten Serdang Bedagai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Serdang Bedagai
Lambang Kabupaten Serdang Bedagai
Lambang Kabupaten Serdang Bedagai
Moto: Tanah Bertuah, Negeri Beradat


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Serdang Bedagai.svg
Peta lokasi Kabupaten Serdang Bedagai
Koordinat:
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum UU No.36 Tahun 2003
Tanggal 18 Desember 2003
Ibu kota Sei Rampah
Pemerintahan
 - Bupati Ir. H. Soekirman
 - DAU Rp. 628.900.240.000.-(2013)[1]
Luas 1.900,22 km2
Populasi
 - Total 594.383 jiwa (2010)
 - Kepadatan 312,8 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0621
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Situs web http://www.serdangbedagaikab.go.id/

Kabupaten Serdang Bedagai yang beribukota Sei Rampah adalah kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Deli Serdang sesuai dengan UU RI Nomor 36 Tahun 2003 pada tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai pada 18 Desember 2003, pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Bupatinya adalah Ir. H. Soekirman serta Sekretaris Kepala Daerah adalah Drs. H. Haris Fadhillah, M.Si. Kedua pimpinan ini dikenal sebagai pimpinan yang sangat kompak, sehingga menjadikan Serdang Bedagai menjadi kabupaten pemekaran terbaik di Indonesia, dan kabupaten terbaik di Sumatera Utara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Proses lahirnya undang-undang tentang pembentukan Sergai sebagai kabupaten pemekaran merujuk pada usulan yang disampaikan melalui Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 18/K/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Persetujuan Pemekaran Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 26/K/DPRD/2003 tanggal 10 Maret 2003 tentang Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang Atas Usul Rencana Pemekaran Kabupaten Deli Serdang menjadi 2 (dua) Kabupaten (Kabupaten Deli Serdang (Induk), dan Kabupaten Serdang Bedagai. Kabupaten yang luasnya mencapai 1.900,22 kilometer persegi ini, terdiri atas 243 desa/kelurahan yang berada dalam 13 kecamatan.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Selat Malaka
Selatan Kecamatan Dolok Batunanggar, Raya Kahean dan Silau Kahean di Kabupaten Simalungun
Barat Sungai Ular dan Sungai Buaya
Timur Kecamatan Dolok Batunanggar, Raya Kahean dan Silau Kahean di Kabupaten Simalungun

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Bandar Khalipah
  2. Bintang Bayu
  3. Dolok Masihul
  4. Dolok Merawan
  5. Kotarih
  6. Pantai Cermin
  7. Pegajahan
  8. Perbaungan
  9. Sei Bamban
  10. Sei Rampah
  11. Serba Jadi
  12. Silinda
  13. Sipispis
  14. Tanjung Beringin
  15. Tebing Syahbandar
  16. Tebingtinggi
  17. Teluk Mengkudu

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduknya berjumlah 594.383 jiwa atau 131.844 keluarga dengan kepadatan penduduk rata-rata 313 jiwa per kilometer persegi. Dari jumlah penduduk tersebut, tingkat pengangguran terbuka relatif kecil yakni 14.774 jiwa atau sekitar 3 persen. Sementara keragaman budaya yang ada tergambar dari muklti etnis yang ada, yakni Melayu 65%, Jawa 13%, Batak Karo 6%, Batak Simalungun 4%, Angkola, Mandailing, Minang, Banjar, Aceh, Nias dan Tionghoa-Indonesia.

Dan Berikut adalah penduduk Kabupaten Serdang Bedagai per kecamatan Tahun 2010 :

No Kecamatan Jumlah Penduduk (2010)
1. Kotarih 7.975
2. Silinda 8.332
3. Bintang Kayu 10.581
4. Dolok Masihul 48.241
5. Serbajadi 19.560
6. Sipispis 31.617
7. Dolok Merawan 17.029
8. Tebingtinggi 40.253
9. Tebing Syahbandar 32.191
10. Bandar Khalipah 24.774
11. Tanjung Beringin 36.864
12. Sei Rampah 63.379
13. Sei Bamban 42.791
14. Teluk Mengkudu 41.118
15. Perbaungan 99.936
16. Pegajahan 26.859
17. Pantai Cermin 42.883
Jumlah: 594.383

Potensi[sunting | sunting sumber]

Potensi terbesar yang dimiliki Sergei adalah persawahan yang memroduksi 354.355 ton gabah dari luas lahan 68.967 hektar pada tahun 2003. Produksi ini surplus 134.115 ton yang didistribusikan ke berbagai daerah, disusul oleh ubi kayu 272.173 ton.

karakteristik udara serdang bedagai adalah :

oksigen = 20,59 %

nitrogen = 76,76%

karbondioksida = 0,03 %

hidrogen = 0,71 %

Ar = 0,92 %

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]