Kota Sibolga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Sibolga
Lambang Kota Sibolga
Lambang Kota Sibolga
Semboyan: Sibolga Nauli
Julukan: ("Kota Berbilang Kaum")
Kota Sibolga.jpg
Lokasi Sumatera Utara Kota Sibolga.svg
Peta lokasi Kota Sibolga
Koordinat:
Provinsi Sumatera Utara
Pemerintahan
 - Walikota Syarfi Hutauruk
Luas 10,77 km²
Populasi
 - Total 84.481 jiwa (2010)
 - Kepadatan 7.844 jiwa/km²(Per 2010)
Demografi
 - Suku bangsa Mandailing, Batak Toba, Minangkabau, Melayu, Jawa, Tionghoa.
 - Bahasa Bahasa Indonesia dan Bahasa Minangkabau
 - Zona waktu WIB
 - Kode area telepon +62 634
 - Bandar udara Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing
Pembagian administratif
 - Kecamatan 4
 - Kelurahan 17
 - Situs web http://www.sibolgakota.go.id/

Kota Sibolga adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini terletak di pantai barat pulau Sumatera, membujur sepanjang pantai dari utara ke selatan dan berada pada kawasan teluk yang bernama Teluk Tapian Nauli, sekitar ± 350 km dari kota Medan. Kota ini hanya memiliki luas ±10,77 km² dan berpenduduk sekitar 84.481 jiwa.

Pada masa Hindia-Belanda kota ini pernah menjadi ibu kota Residentie Tapanuli. Setelah masa kemerdekaan hingga tahun 1998, Sibolga menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pelabuhan Sibolga pada tahun 1910-an

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kota Sibolga dipengaruhi oleh letaknya yaitu berada pada daratan pantai, lereng, dan pegunungan. Terletak pada ketinggian berkisar antara 0 - 150 meter dari atas permukaan laut, dengan kemiringan lahan kawasan kota ini bervariasi antara 0-2 % sampai lebih dari 40 %.

Kemiringan Luas (km²) Persentase (%) Keterangan
Datar, kemiringan 0-2 % 3.12 29.10 daratan 2.17 km² dan kepulauan 0.95 km²
Bergelombang lereng 2-15 % 0.91 8.49 daratan 0.73 km² dan kepulauan 0.18 km²
Curam, lereng 15-40 % 0.31 28.9 daratan 0.10 km² dan kepulauan 0.21 km²
Terjal, lereng lebih dari 40 % 6.31 59.51 daratan 5.90 km² dan kepulauan 0.53 km²
Total 10.77 100

Iklim kota Sibolga termasuk cukup panas dengan suhu maksimum mencapai 32° C dan minimum 21.6° C. Sementara curah hujan di Sibolga cenderung tidak teratur di sepanjang tahunnya. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November dengan jumlah 798 mm, sedang hujan terbanyak terjadi pada Desember yakni 26 hari. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan kota Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang, Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang.

Dengan batas-batas wilayah: timur, selatan, utara pada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan barat dengan Samudera Hindia. Sementara sungai-sungai yang mengalir di kota tersebut adalah Aek Doras, Sihopo-hopo, Aek Muara Baiyon, dan Aek Horsik.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010 (SP2010), jumlah penduduk Kota Sibolga sementara adalah 84.481 orang, yang terdiri atas 42.408 laki-laki dan 42.073 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Sibolga Selatan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 30.082 orang, sedangkan kecamatan yang jumlah penduduknya terkecil adalah Kecamatan Sibolga Kota yaitu 14.304 orang. Dengan luas wilayah Kota Sibolga sekitar 10,77 km² serta didiami oleh 84.481 orang, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Sibolga adalah sebanyak 7.844 orang per km². Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Sibolga Sambas yakni sebanyak 12.821 orang per km², sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Sibolga Kota yakni 5.235 orang per km².

Masyarakat Sibolga terdiri dari bermacam-macam etnis, antara lain Batak Toba, Batak Mandailing, dan Minangkabau. Namun dalam kesehariannya, bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Minangkabau logat Pesisir.[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kota Sibolga terdiri dari empat kecamatan :

  • Sibolga Utara (terdiri atas empat kelurahan)
  • Sibolga Kota (terdiri atas empat kelurahan)
  • Sibolga Selatan (terdiri atas empat kelurahan)
  • Sibolga Sambas (terdiri atas empat kelurahan)

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Potensi utama perekonomian bersumber dari perikanan, pariwisata, jasa, perdagangan dan industri maritim. Hasil utama perikanan, antara lain, kerapu, tuna, kakap, kembung, bambangan, layang, sardines, lencam dan teri.

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Untuk perhubungan darat, Sibolga telah terhubung dengan kota-kota lainnya di Sumatera Utara, yakni dengan Padang Sidempuan dan Tarutung. Melalui jalur udara, Sibolga juga memiliki Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing yang melayani rute Sibolga-Medan dan Sibolga-Jakarta. Pelabuhan laut Sibolga, merupakan tempat penyeberangan menuju Pulau Nias dan kota-kota pesisir barat Sumatera lainnya. Di pelabuhan ini juga berlabuh KM Lambelu dan KM Umsini, yang melayani rute Sibolga-Gunung Sitoli-Padang.

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Sibolga memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

Radio[sunting | sunting sumber]

Radio Swara Jupti Indah 93.4 FM jaringan MPM Radio (Dalam Proses November 2014)

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Berikut tokoh-tokoh yang lahir dan berasal dari kota Sibolga :

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Setiana Simorangkir, Struktur bahasa Pesisir Sibolga, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1986