Kabupaten Tapanuli Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Tapanuli Tengah
Lambang Kabupaten Tapanuli Tengah
Lambang Kabupaten Tapanuli Tengah
Moto: Sahata Saoloan


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Tengah.svg
Peta lokasi Kabupaten Tapanuli Tengah
Koordinat: 1°.11’.00”-2°.22’.0” LU dan 98°.07’-98°.12’ BT,
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 7 Drt 1956
Ibu kota Pandan
Pemerintahan
 - Bupati Raja Bonaran Situmeang, SH, M.Hum
 - {{{wakil kepala daerah}}} H. Sukran Jamilan Tanjung, SE
 - DAU Rp. 491.010.818.000.-(2013)[1]
Luas 2.194,98 km2
Populasi
 - Total 318.908 jiwa (2012)[2]
 - Kepadatan 145,29 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0631
Pembagian administratif
 - Kecamatan 20
 - Kelurahan 178
 - Situs web http://www.tapteng.go.id/

Tapanuli Tengah adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara. Ibu kotanya adalah Kota Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai Daerah Otonom dipertegas oleh Pemerintah dengan Undang-undang Nomor 7 Drt 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 19 Tahun 2007 maka ditetapkan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Tengah adalah tanggal 24 Agustus 1945.

Suku Budaya[sunting | sunting sumber]

  • Toba
  • Mandailing
  • Minang Kabau
  • Pakpak
  • Nias
  • Jawa
  • Bugis
  • Aceh
  • Sigli
  • Madura
  • Dayak

Agama[sunting | sunting sumber]

Menurut sensus penduduk tahun 2010 Sebagian besar penduduk Kabupaten Tapanuli Tengah memeluk Agama Kristen dengan total persentase hampir 57% dimana Kristen Protestan (45,31%) dan Kristen Katolik (11,61%), diikuti oleh Agama Islam (42,71 %), Buddha (0,07 %), Hindu (0,01 %), Khong Hu Chu (0,001%) dan Agama-Agama Kepercayaan lainnya (0,11 %)[3]. Agama Islam di Tapanuli Tengah dianut oleh Suku Mandailing, Suku Melayu, dan Suku Pendatang antara lain Suku Jawa. Agama Kristen Protestan/Katolik banyak dianut oleh Sebagian Besar Suku Batak. Agama Buddha dianut oleh orang-orang yang beretnis Tionghoa. Dan Agama Hindu banyak dianut oleh Suku-Suku dari Bali.

Profil[sunting | sunting sumber]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tapanuli Tengah terletak di pesisir Pantai Barat Pulau Sumatera dengan panjang garis pantai 200 km dan wilayahnya sebagian besar berada di daratan Pulau Sumatera dan sebagian lainnya di pulau-pulau kecil dengan luas wilayah 2.188 Km².

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Aceh Singkil (Provinsi Aceh)
Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan
Barat Kota Sibolga dan Samudera Indonesia
Timur Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Tapanuli Tengah tahun 2010 berpenduduk sekitar 311.232 jiwa dengan kepadatan penduduk 136 jiwa per km². Laju pertumbuhan penduduk periode tahun 2005-2010 sebesar 1,86% per tahun. Komposisi penduduk di Tapanuli Tengah yaitu 50,20% laki-laki dan 49,80% perempuan.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi Kabupaten Tapanuli Tengah sebagian besar berbukit - bukit dengan ketinggian 0 – 1.266 meter di atas permukaan laut. Dari seluruh wilayah Tapanuli Tengah, 43,90% berbukit dan bergelombang.

Klimatologi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah berbatasan dengan lautan sehingga berpengaruh pada suhu udara yang tergolong beriklim tropis. Rata-rata suhu udara di Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2005 adalah 26,09 °C. Dalam periode bulan Januari – Desember 2006, suhu udara maksimum dapat mencapai 31,53 °C dan suhu minimum mencapai 21,72 °C. Pada tahun 2006, curah hujan rata-rata 4.925,9 mm, hari hujan 226,0 hari, kecepatan angin rata-rata 6,7 knot dan penguapan rata-rata 4,6 mm. Kelembaban udara rata-rata 84,58%.

Ekonomi dan pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Kabupaten Tapanuli Tengah dilaksanakan dengan konsep pembangunan Tapanuli Growth yaitu sinergi kabupaten/kota lingkup Kawasan Barat Sumatera Utara, Aceh Singkil dan Simeulue (Provinsi Aceh) untuk menciptakan pola pertumbuhan kawasan yang kompetitif dengan Kawasan Industri Terpadu Labuan Angin. Kabupaten Tapanuli Tengah kini menjadi pusat koleksi (hub) komoditas unggulan daerah.

Persoalan mendasar masyarakat Tapanuli Tengah, seperti halnya daerah lain di Kawasan Barat Sumatera Utara secara ekonomi selama ini adalah kemiskinan dan pengangguran. Adapun keterbatasan yang melingkupi persoalan tersebut adalah topografi wilayah Tapanuli Tengah yang berbukit (Bukit Barisan), sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam, infrastruktur, akses informasi dan arus modal. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut dengan percepatan pembangunan dan menaikkan pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui investasi, baik investasi pemerintah maupun swasta dengan konsep pembangunan Tapanuli Growth.

Administratif[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Mei 2007, secara administratif Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terdiri atas 20 kecamatan, 24 kelurahan dan 154 desa.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah

Legislatif[sunting | sunting sumber]

Jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini berjumlah 30 orang.

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

  1. Z.A. Glr Sutan Komala Pontas (1945 – 1946)
  2. Prof. Mr. M. Hazairin (1946 – 1946)
  3. A. M. Djalaluddin (1946 – 1947)
  4. Mangaraja Sori Muda (1947 – 1952)
  5. Ibnu Sa’adan (1952 – 1954)
  6. Raja Djundjungan (1954 – 1958)
  7. Matseh Glr. Kasayangan (1958 – 1959)
  8. M. Samin Pakpahan (1959 – 1965)
  9. S.S. Paruhum Stn. Singengu (1965 – 1967)
  10. Ridwan Hutagalung (1967 – 1975)
  11. Bangun Siregar (1975 – 1980)
  12. Lundu panjaitan, SH (1980 – 1985)
  13. H. Abd. Wahab Dalimunthe, SH (1985 – 1990)
  14. Drs. Amrun Daulay (1990 – 1995)
  15. Drs. Panusunan Pasaribu (1995 – 2001)
  16. Drs. Tuani Lumbantobing (2001 – 2006)
  17. Drs. Rudolf Pardede, sebagai Penjabat (2006)
  18. Drs. Tuani Lumbantobing (2006 – 2011).
  19. Raja Bonaran Situmeang SH.Mhum (2012)

[TOKOH] Artis/Pejabat/Atlet Kelahiran Tapteng dan Berdarah Tapteng[sunting | sunting sumber]

  1. Ferdinand Lumbantobing (Pahlawan Nasional)
  2. Zainul Arifin (Politisi)
  3. Mufidah jusuf Kalla (Istri Jusuf Kalla)
  4. Givri Waruwu (Penyanyi)
  5. Putri Ayu Silaen (Penyanyi)
  6. Akbar Tanjung (Pejabat, Politisi Golkar, Mantan Menteri di Orde Baru)
  7. Mahyadi Panggabean (Pemain Sepak Bola)
  8. Chairul Tanjung ( Pengusaha )
  9. Rinto Harahap ( Penyanyi )
  10. Yasonna Laoly (Politisi PDIP dan Menteri Hukum/ham Kabinet Kerja)
  11. Asbon Madjid (penyanyi, penulis lagu, pemain sandiwara)
  12. Feisal Tanjung (panglima ABRI)
  13. GM. Panggabean (Pengusaha Surat Kabar)

Dan masih Banyak Lagi

Referensi[sunting | sunting sumber]