Kabupaten Tapanuli Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Tapanuli Selatan
Lambang Kabupaten Tapanuli Selatan
Lambang Kabupaten Tapanuli Selatan
Moto: Sahata Saoloan
Batak: Seiya Sekata


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan.svg
Peta lokasi Kabupaten Tapanuli Selatan
Koordinat:
Provinsi Sumatera Utara
Ibu kota Sipirok
Pemerintahan
 - Bupati H. Syahrul M Pasaribu, SH
 - DAU Rp. 517.342.688.000.-(2013)[1]
Luas 4.367,05 km2
Populasi
 - Total 264.108 jiwa (2010)
 - Kepadatan 60,48 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 14
 - Situs web http://www.tapanuliselatankab.go.id

Kabupaten Tapanuli Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya ialah Sipirok. Kabupaten ini awalnya merupakan kabupaten yang amat besar dan beribukota di Padang Sidempuan. Daerah-daerah yang telah berpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Mandailing Natal, Kota Padang Sidempuan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas Selatan. Setelah pemekaran, ibukota kabupaten ini pindah ke Sipirok.

Di kabupaten ini terdapat objek wisata Danau Marsabut dan Danau Siais. Bahasa yang digunakan masyarakatnya adalah bahasa Batak Angkola. Agama mayoritas penduduknya adalah Islam. Sebuah lapangan terbang terdapat di Kecamatan Aek Godang. Slogan kabupaten ini adalah Sahata Saoloan (Bahasa Batak) yang artinya Seia Sekata.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak[sunting | sunting sumber]

Di sebelah utara, kabupaten ini berbatasan dengan kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Di bagian timur, berbatasan dengan kabupaten padang lawas dan padang lawas utara, sebelah barat dan selatan berbatasan dengan kabupaten mandailing, dan tepat di tengah wilayahnya, terdapat kota Padangsidimpuan yang seluruhnya dikelilingi oleh kabupaten ini.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar, kabupaten ini dilintasi oleh bukit barisan, sehingga diseluruh penampakannya pasti terlihat bukit dimana-mana. Kabupaten ini masih memiliki daerah reservasi air di kawasan hutan Batang Toru yang masih kaya akan flora dan fauna yang sudah langka seperti kancil, rusa, kelinci, harimau, kucing hutan, tapir, anggrek hutan dan lain-lain. Dan sekarang sudah diusulkan menjadi kawasan Hutan Lindung. Karena sudah sangat rawan dengan perambahan hutan yang mengancam kehidupan yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Terdapat beberapa bukit dan gunung yang terkenal, antara lain Gunung Lubuk raya, Gunung Sibual-buali (masih aktif, dan memiliki geyser dan sumber air panas yang di tampung di dua kolam pemandian umum di daerah sipirok, bukit (tor) Simago-mago, dan lain-lain.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tapanuli Selatan banyak memiliki objek wisata yang menarik, antara lain Danau Buatan Cekdam (di daerah Pargarutan), Danau Siasis, Danau Marsabut, Pemandian Aek Parsariran (di daerah Batang Toru), Pemandian Aek Sijorni, bukit (tor) Simago-mago (sipirok), Istana Adat di Muara Tais, wisata kerajinan tenun kain ulos tradisional dan panorama alam yang sejuk di daerah sipirok.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Secara umum, mata pencaharian masyrakat kabupaten Tapanuli Selatan adalah petani dan berkebun. Hasil pertanian yang terkenal adalah kopi, padi, salak, karet, kakao, kelapa, kayu manis, kemiri, cabe, bawang merah, bawang daun, dan sayur-sayuran.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan

Kabupaten Tapanuli Selatan terdiri dari 14 kecamatan yaitu:

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Sejak 10 Agustus 2007, jumlah kecamatan di kabupaten Tapanuli Selatan berkurang dengan adanya pemekaran dari kabupaten ini, yaitu melalui pembentukan Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Kecamatan yang menjadi wilayah Kabupaten Padang Lawas[sunting | sunting sumber]

  1. Barumun
  2. Barumun Tengah
  3. Batang Lubu Sutam
  4. Huristak
  5. Huta Raja Tinggi
  6. Lubuk Barumun
  7. Sosa
  8. Sosopan
  9. Ulu Barumun

Kecamatan yang menjadi wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara[sunting | sunting sumber]

  1. Batang Onang
  2. Dolok
  3. Dolok Sigompulon
  4. Halongonan
  5. Padang Bolak
  6. Padang Bolak Julu
  7. Portibi
  8. Simangambat

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.