Kabupaten Kaimana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kaimana
Lambang Kabupaten Kaimana.jpg
Lambang Kabupaten Kaimana
Moto: -



Peta lokasi Kabupaten Kaimana
Koordinat:
Provinsi Papua Barat
Dasar hukum UU No 26 Tahun 2002
Ibu kota Kaimana
Pemerintahan
 - Bupati Drs. Matias Mairuma
 - Wakil Bupati Burhanudin Ombaer, S.Sos
 - DAU Rp. 499.597.980.000.-(2013)[1]
Luas 18.500 km2
Populasi
 - Total 46.249 jiwa 2010)
 - Kepadatan 2,5 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 7 (distrik)
 - Kelurahan -
 - Situs web www.kaimanakab.go.id

Kabupaten Kaimana adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kaimana. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 18.500 km² dan berpenduduk sebanyak 26.703 jiwa (2000).

Secara administratif Kabupaten Kaimana pada tahun 2009 terdiri dari 7 (tujuh) Kecamatan dengan jumlah kampung sebanyak 84 kampung dan kelurahan sebanyak 2 kelurahan. Seluruh kampung yang ada di Kabupaten Kaimana merupakan daerah pedesaan, kampung dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kaimana telah definitif.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara morfologi Kabupaten Kaimana meliputi wilayah datar hingga berbukit-bukit dan bahkan bergunung dengan kemiringan lereng bervariasi mulai dari < 2% hingga di atas 70% dan ketinggian tempat berkisar antara 0 – 2.800 m di atas permukaan laut. Kaimana berada di sepanjang pantai yang berbatasan langsung dengan bukit tinggi yang berbaris memanjang sejajar dengan pantai menjulang seperti yang terihat. Jadi pengembangan kota hanya mungkin mengikuti garis pantai. Sesuai dengan peta kondisi medan, morfologi Kabupaten Kaimana dapat dibedakan menjadi 5 kelompok, yaitu:

Wilayah datar[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini mempunyai relief datar dengan kemiringan lereng < 2% dengan ketinggian tempat berkisar antara 0 – 50 m dpl. Daerah ini berada di sepanjang sungai, dataran bergambut dan sebagian kecil di daerah pesisir pantai. Kondisi penutupan lahan ini merupakan hutan rawa, hutan mangrove dan sebagian telah digunakan masyarakat berupa ladang. Luas wilayah areal ini mencapai 2.241 Km2 (12,11%) dengan penyebaran terluas di Kecamatan Teluk Etna.

Wilayah bergelombang[sunting | sunting sumber]

Peta detail Kab. Kaimana

Wilayah bergelombang dengan kemiringan lereng dominan berkisar antara 2 - 8% dan berada pada ketinggian tempat antara 0 – 150 m dpl. Kondisi penutupan lahan ini berupa hutan dataran rendah. Daerah ini tersebar di 4 kecamatan dengan luas areal 3.610 Km² (1,95%).

Wilayah bergelombang hingga berbukit kecil[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini menempati areal yang sangat sempit yang berada di Kecamatan Teluk Etna bagian utara, yaitu di sekitar Desa Urubika, Yapima dan Desa Ure. Kemiringan lereng daerah ini berkisar antara 9 – 15% (0,40%) dengan ketinggian tempat 20 - 800 m dpl, kondisi penutup lahan berupa kebun dan belukar.

Wilayah berbukit[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini berbukit-bukit dengan kondisi lahan terjal dan mempunyai kemiringan lereng antara 15 – 25% dan setempat hingga 40% dengan ketinggian tempat 5 – 600 m dpl. Daerah ini penyebarannya paling luas mulai dari bagian tenggara hingga barat daya, seperti di Kecamatan Buruway dan Kecamatan Kaimana dengan luas areal 1503,9 Km² (8,61%) dengan penutupan lahan berupa hutan sekunder dan hutan primer.

Wilayah berbukit hingga bergunung[sunting | sunting sumber]

Daerah ini mempunyai bentuk wilayah berbukit-bukit hingga bergunung dengan kemiringan lereng > 40% dan setempat bisa mencapai 70%. Ketinggian tempat 100 – 2.800 m dpl. Daerah seperti ini tersebar luas di bagian utara merupakan Gunung Wagura Kote dan sebelah barat merupakan pegunungan Kumawa dengan luas areal 14.415,8 Km² (77,92%).

Wilayah Kabupaten Kaimana sebagian besar berada pada kemiringan lereng > 40%.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Adat istiadat di Kabupaten Kaimana yang oleh karena letaknya yang strategis sebagai tempat persinggahan (transit) telah mendapat pengaruh budaya dari luar (interaksi sosial) sehingga nilai-nilai adat asli daerah ini telah terakulturasi oleh nilai-nilai budaya sekitar.

Penduduk yang bermukim di daerah pegunungan pedalaman belum banyak dipengaruhi oleh interaksi dari luar, sedangkan penduduk daerah pesisir telah banyak mendapat pengaruh tersebut melalui perkawinan, seni musik/ tari maupun cara berbusana.

Penduduk Distrik Kaimana Kota sebagian besar tersebut pada daerah kampung-kampung. Penduduk Distrik Kaimana yang merupakan suku-suku lokal adalah penduduk terbesar, disusul berturut-turut oleh penduduk non pribumi(berasal dari daerah luar) yang tersebar di beberapa kampung di wilayah kelurahan kaimana kota, seperti kampung Seram dan kaki Air. Penduduk non pribumi di dua kampung ini merupakan migrasi penduduk secara spontan dari daerah Maluku dan Sulawesi Selatan serta pulau Jawa, yang hidup membentuk pola pemukiman bergerombol dalam kantung-kantung pemukiman yang saling terpisah.

Penduduk suku asli pribumi terdapat di daerah kampung-kampung di dalam dan di luar kelurahan kaimana kota. Suku-suku asli di antaranya suku Irarutu, Mairasi, Kambarau dan Koiwai. Persebaran suku Irarutu terdapat di daerah selatan kelurahan kaimana kota dan suku ini berasal dari Distrik Teluk Arguni. Suku Mairasi berasal dari pedalaman bagian Timur Kaimana dan tersebar di pesisir pantai Utara Timur Distrik Kaimana. Suku Kambrau berasal dari Distrik Teluk Kambrau ,Distrik Kaimana dan daerah Teluk Arguni dan tersebar di pesisir pantai selatan dan Utara distrik Kaimana Kota. Suku Koiwai berasal dari daerah Barat Distrik Buruway dan daerah Utara Distrik Kaimana suku ini hampir sebagian besar mendiami daerah-daerah kepulauan.[2]

Agama[sunting | sunting sumber]

Komposisi pemeluk agama di Kabupaten Kaimana terlihat cukup beragam, yakni Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu dan Budha. Kondisi kerukunan dan toleransi antar umat beragama berjalan cukup baik.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kondisi sosial ekonomi penduduk wilayah Kabupaten Kaimana umumnya bergerak dalam bidang perikanan dan pertanian yang sifatnya subsistem, perkebunan tradisional, buruh bangunan dan buruh pelabuhan. Sedangkan dunia usaha umumnya ditekuni oleh penduduk asal bugis, jawa dan Warga Negaran Indonesia keturunan. Dengan berhembusnya arus reformasi maka telah pula diberdayakan sejumlah putra daerah asli Kaimana untuk menekuni bidang leveransir dan developer.

Kondisi ekonomi penduduk di kampung-kampung maupun di kota Kabupaten Kaimana bersifat usb-sistem, yaitu sebagai petani maupun nelayan, artinya hasil produksi pertanian maupun perikanan umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga secara terbatas dan konsumtif, sebagian kecil penduduk lainnya menekuni lapangan pekerjaan sebagai PNS, pedagang, buruh bangunan dan pelabuhan serta sektor informal lainnya.

Mata pencaharian penduduk di wilayah Kabupaten Kaimana umumnya pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, jasa. Sektor pertanian dan perikanan masih bersifat tradisional. Sedangkan dunia usaha umumnya ditekuni oleh penduduk asal Bugis, Jawa dan Warga Negara Indonesia Keturunan. Dewasa ini telah diberdayakan sejumlah putera daerah untuk menekuni bidang leveransir dan developer.

kondisi ekonomi penduduk pedesaan hingga saat ini masih bersifat tradisional (pertanian dan perikanan), artinya hasil produksi pertanian dan perikanan umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga secara terbatas, sedangkan penduduk perkotaan di Kabupaten Kaimana sebagian lainnya menekuni lapangan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil, pedagang, buruh bangunan dan pelabuhan serta sektor informal lainnya.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Saat ini untuk mencapai Kaimana, dapat dilakukan melalui jalur laut dan udara. Kapal Penumpang Ciremai dengan kapasitas 1500 penumpang berlayar dari Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Soekarno Hatta (Makassar), Baubau, Ambon, Banda, Tual, Kaimana, Fakfak dua kali dalam sebulan. Sementara maskapai penerbangan yang singgah di Kaimana yaitu: Lion (wings) air dengan pesawat ATR-72 pada hari: Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu; Ekspress Air dengan pesawat Dornier Torbo Prop pada tiap hari kecuali hari minggu; Merpati dengan Twin Otter pada hari Rabu dan Sabtu; Trigana Air dengan Pesawat Twin Otter pada hari Selasa. Seluruh penerbangan telah terkoneksi dengan pesawat berbadan lebar untuk melanjutkan penerbangan ke kota-kota lain di Indonesia.[3]

Gambar-gambar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ "Kondisi Masyarakat Kaimana". 15 August 2012. 
  3. ^ "Profil Singkat Kaimana". 15 August 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]