Kabupaten Ende

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Ende
Lambang Kabupaten Ende.png
Lambang Kabupaten Ende
Moto: -


Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende.svg
Peta lokasi Kabupaten Ende
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal 14 Desember 1958
Ibu kota Kota Ende
Pemerintahan
 - Bupati Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si
 - DAU Rp. 506.181.070.000.-(2013)[1]
Luas 2.046,6 km2
Populasi
 - Total 260.605 jiwa (2010)
 - Kepadatan 127,34 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0381
Pembagian administratif
 - Kecamatan 20
 - Kelurahan -
 - Situs web http://www.endekab.go.id/

Kabupaten Ende adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas kabupaten ini ialah 2.046,6 km² dan populasi 238.040 jiwa.[2] Ibukotanya ialah Kota Ende.

Lambang daerah[sunting | sunting sumber]

Lambang Daerah Kabupaten Ende berbentuk perisai bersisi lima yang mengandung arti sebagai berikut:

  1. Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat
  2. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Warna dan Isi Lambang

Warna lambang terdiri dari warna merah, kuning, hitam dan biru yang diambil dari warna kain tenun rakyat Ende-Lio yang mencerminkan ciri khas kebudayaan rakyat Daerah Tingkat II Ende yang mempunyai arti sebagai berikut:

  1. Merah melambangkan keberanian
  2. Kuning melambangkan keagungan, kekayaan dan kemuliaan
  3. Hitam melambangkan siap demi cita-cita yang luhur serta teguh dan abadi
  4. Biru melambangkan kerukunan, kesetiaan di dalam kekeluargaan

Arti Gambar dalam Lambang

Lambang Daerah Kabupaten Ende berisi:

  1. Lukisan bintang yang berwarna kuning keemasan yang melambangkan keagungan dan kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta yang memberi hidup dan menyinari kehidupan manusia pada umumnya, khususnya rakyat Daerah Tingkat II Ende.
  2. Di bawah lukisan bintang tertulis dengan huruf latin "DAERAH TINGKAT II ENDE".
  3. Rantai yang melingkari lukisan danau Kelimutu melambangkan ikatan kerukunan dan kekeluargaan yang hidup dikalangan rakyat Daerah Kabupaten Ende.
  4. Danau Kelimutu adalah satu-satunya keindahan alam di dunia yang hanya terdapat di Daerah Kabupaten Ende, melambangkan keagungan, kemegahan dan ketenangan hidup rakyatnya dengan tabah dan penuh semangat membangun daerahnya sepanjang masa.
  5. Lukisan padi dan kapas yang terdapat di bawah lukisan danau Kelimutu mengandung arti tujuan kesejahteraan material dan spiritual rakyat Daerah Kabupaten Ende. 14 butir padi dan 12 buah kapas melambangkan 14 Desember, tanggal dan bulan berdirinya Daerah Kabupaten Ende, sedangkan angka 1958 yang terletak di bawah lukisan pohon beringin melambangkan tahun berdirinya Daerah Kabupaten Ende.
  6. Lukisan pohon beringin yang terletak di bawah lukisan padi dan kapas melambangkan persatuan dan kesatuan.
  7. Empat corak garis yang melintang sebagai dari lukisan waran dasar lambang ini yang memberi perisai atau lima bagian, melambangkan rencana pembangunan lima tahun yang terus menerus untuk mencapai cita-cita bangsa seperti yang termaktub dalam sila ke lima dari Pancasila.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah kabupaten Ende yaitu: Batas Wilayah Kabupaten Ende :

  • Sebelah Utara Kabupaten Ende Berbatasan Dengan Laut Flores Di Nangaboa Dan Di Ngalu Ijukate
  • Sebelah Selatan Kabupaten Ende Berbatasan Dengan Laut Sawu Juga Di Nangaboa Dan Di Ngalu Ijukate
  • Sebelah Timur Kabupaten Ende Berbatasan Dengan Kabupaten Sikka Dari Pantai Utara Nangambawe, Hangamanuria Ke Arah Selatan Dan Di Ngalu Ijukate
  • Sebelah Barat Kabupaten Ende Berbatasan Dengan Kabupaten Ngada Dari Pantai Utara Di Nanganiohiba Ke Arah Tengah Utara, Wuse Ke Arah Tengah Selatan, Sanggawangarowa Menyusur Kali Nangamboa Ke Arah Pantai Selatan Dan Di Nangamboa.

Sedangkan untuk letak astronomis, kabupaten Ende terletak pada 8°26’24,71” LS – 8°54’25,46” LS dan 121°23’40,44” BT – 122°1’33,3” BT. Wilayah Kabupaten Ende Ini Termasuk Juga Dalam Deretan Jalur Gunung Berapi, Sebut Saja Gunung Berapi Iya Yang Memiliki Ketinggian 637 Mdpl, Dimana Letusan Terakhirnya Terjadi Pada Tahun 1969. Masih Ada Juga Gunung Berapi Mutubusa Yang Memiliki Ketinggian 1.690 Mdpl, Dimana Terakhir Kalinya Tercatat Memuntahkan Lahar Panas Pada Tahun 1938. Curah Hujan Di Kabupaten Ende Tercatat Lebih Signifikan Pada Bulan Nopember Hingga Bulan April. Dengan Curah Hujan Rata-Rata Pertahun 2.171 Mm. Perbedaan Amplitudo Suhu Harian Rata-Rata Juga Tidaklah Terlampau Signifikan, Berada Dalam Ambang 6,0° C. Dimana Suhu Terpanas Pada Siang Hari Adalah 33° C Dan Suhu Udara Malam Hari Memiliki Suhu Terendah Pada Titik 23° C. Kelembaban Nisbi Kabupaten Ende Berada Dalam Kisaran Rata-Rata 85 %. Sumber Utama Pertanian Bagi Masyarakat Kabupaten Ende Adalah Dari Beberapa Mata Air Yang Relatif Bertahan Debit Airnya, Selain Dari Sumber Mata Air Tadahan Lainnya. Beberapa Lokasi Mata Air Ini Antara Lain : Mata Air Wolowona Yaitu Mencapai 200 Lt/Dtk Yang Terdapat Di Kecamatan Ndona Tepatnya Berada Di Desa Onelako, Mata Air Aekemele Dengan Debit 40 Lt/Dtk, Mata Air Moni Dengan Debit 35 Lt/Dtk, Mata Air Aeuri Dan Aewenanda Di Kecamatan Ende Selatan. Jenis Tanah Di Kabupaten Ende Adalah Tanah Mediteran, Latosol, Alluvial, Regosol, Grumosol, Dan Andosol.

Satu Mata Air Bersih lainnya, yang sangat sehat sebab bisa langsung diminum tanpa harus direbus adalah Mata Air "Ae Bhobho", terletak di desa Wolokota kecamatan Ndona. Mata Air ini berdebit mencapai 40Lt/Detik, dan memenuhi kebutuhan dua desa yakni Wolokota dan Reka. Mata Air ini sebenarnya sangat potensiil untuk dikelola sebagai air minum bersih, sebab tidak ada sat kapur sama sekali. Sayangnya, belum dipergunakan secara optimal sebagai salah satu usaha ekonomi. hal ini terutama karena masih sulitnya akses ke desa ini karena belum dihubungkan dengan jalan raya.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Ende[sunting | sunting sumber]

Yosef Nahak

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende terdiri dari 21 kecamatan, yaitu:

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Penginapan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ende telah memiliki beberapa tempat penginapan, yaitu:

  • Anggrek Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Gatot Soebroto, 300 meter dari Bandara, eksklusif, murah dan bersih
  • FLORES, Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Sudirman No. 28
  • FLORES SARE, Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan lintas Ende - Wolowaru
  • MENTARI Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Pahlawan
  • GRAND WISATA Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Kelimutu
  • SAFARI Hotel & Restaurant yang terletak di Jalan Jend. Achmad 700 Meter Dari Bandara Udara
  • IKLAS Hotel yang terletak di Jalan Jend. Achmad Yani 600 Meter Dari Bandara Udara
  • SATAR MESSE Hotel yang terletak di Jalan El-Tari

Radio[sunting | sunting sumber]

Salah satu stasiun radio yang beroperasi di wilayah ini adalah:

  • Gomezone FM, 99.7MHz - Radio Station yang beralamat di Jalan Sudirman No. 28
  • RRI Ende , Jalan Durian

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Berbagai tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi antara lain:

  • Danau Kelimutu di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende (hanya berjarak 55 km dari Ende atau 100 km dari Maumere)
  • Kerikil Hijau di Pantai Penggajawa
  • Museum/Situs berupa sebuah rumah pengasingan Bung Karno oleh Belanda selama 4 tahun (1934-1938)
  • Monumen Pancasila, sebuah pohon sukun tempat Soekarno merenungkan dan merumuskan dasar-dasar negara Indonesia yang dikemudian hari dikenal dengan nama Pancasila
  • Pantai Berpasir Putih Tempat Kura-kura & Penyu Bertelur Kec. Wolotopo 20 km Dari Kota Ende
  • Taman Naungan Bung Karno, terletak di pusat kota Ende, tempat dimana Bung Karno mendapatkan ilham Pancasila. Terdapat patung Bung Karno dari perunggu yang sedang menatap laut.

Referensi[sunting | sunting sumber]