Kabupaten Kepulauan Mentawai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Lokasi Sumatera Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai.svg
Peta lokasi Kabupaten Kepulauan Mentawai
Koordinat: -
Provinsi Sumatera Barat
Dasar hukum UU NO. 49 TAHUN 1999
Tanggal -
Ibu kota Tuapejat
Pemerintahan
 - Bupati Yudas Sabaggalet[1]
 - DAU Rp. 465.535.454.000.-(2013)[2]
Luas 6.011,35 km2
Populasi
 - Total 68.807 jiwa (2012)
 - Kepadatan 11,45 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 4 [3]
 - Kelurahan 43 [4]
 - Situs web Situs resmi Pemkab. Daerah

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Kabupaten ini dibentuk berdasarkan UU RI No. 49 Tahun 1999[5] dan dinamai menurut nama asli geografisnya. Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni[6] yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Mentawai. Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebahagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan kabupaten kepulauan yang terletak memanjang dibagian paling barat pulau Sumatera dan dikelilingi oleh Samudera Hindia.

Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari serangkaian pulau non-vulkanik dan gugus kepulauan itu merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Suku Mentawai sebagai penduduk utama di kabupaten ini, secara garis besar masyarakat ini tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang asal usul mereka, walaupun ada di antara mereka mengenal beberapa mitologi yang kadang agak kabur dan sukar dipercaya. Masyarakat setempat menyebut negeri mereka dengan nama Bumi Sikerei.

Sebahagian besar penghuni pulau-pulau di kabupaten Kepulauan Mentawai berasal dari pulau Siberut. Masyarakat suku Mentawai secara fisik memiliki kebudayaan agak kuno yaitu zaman neolitikum dimana pada masyarakat ini tidak mengenal akan teknologi pengerjaan logam, begitu pula bercocok tanam maupun seni tenun.

Penduduk di kabupaten ini separuhnya adalah penganut animisme, kemudian sebahagian beragama Kristen dan Islam. Setelah kemerdekaan masyarakat di kabupaten ini telah membaur dengan suku-suku bangsa lain yang ada di Indonesia terutama setelah kabupaten ini menjadi salah satu daerah transmigrasi.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pusat pemerintahan dari kabupaten Kepulauan Mentawai adalah berada di Tuapejat, sebelah utara dari pulau Sipora.

Pembangunan dan potensi daerah[sunting | sunting sumber]

Ombak kepulauan Mentawai tantangan bagi para peselancar

Daerah ini memiliki potensi alam yang banyak, selain dalam bidang perkebunan, pertanian dan perikanan. Daerah ini memiliki potensi untuk menjadi daerah kawasan wisata. Hasil laut merupakan salah potensi yang terus dikembangkan di kabupaten ini terutama ikan kerapu yang laku untuk di ekspor.

Untuk menyokong pembangunan di daerah ini pemerintah pusat dan daerah merencanakan akan membangun PLTU Tuapejat dengan kapasitas 6 MW[7].

Satwa Endemik[sunting | sunting sumber]

  • Beruk Mentawai, Macaca pagensis
  • Monyet Ekor Babi, Simias Concolor
  • Tupai Kasturi Mentawai, Tupaia chrysogaster
  • Siamang Mentawai, Hylobates klossii
  • Lutung Mentawai, Presbytis potenziani
  • Tikus Duri Pagai, Maxomys pagensis
  • Tikus Raksasa Sipora, Leopoldamys siporanus
  • Nyingnying Mentawai, Chiropodomys karlkoopmani
  • Tikus Mentawai, Rattus lugens
  • Tupai terbang Mentawai, Iomys sipora
  • Tupai terbang Sipora, Hylopetes sipora
  • Tupai terbang SIberut, Petinomys lugens
  • Saudara Tupai, Sundasciurus fraterculus
  • Bajing Hitam, Callosciurus melanogaster
  • Tupai Berekor-belang Tiga, Lariscus obscurus
  • Rusa Sambar, Cervus unicolor oceanus
  • Burung Hantu Mentawai, Otus mentawai
  • Ular Mentawai, Calamaria klossii

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mentawai Utara[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Perum LKBN ANTARA - Kantor Berita Indonesia | Biro Sumatera Barat.
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  3. ^ http://www.sumbarprov.go.id/detail.php?id=150
  4. ^ http://www.sumbarprov.go.id/detail.php?id=150
  5. ^ www.bpkp.go.id UU RI No. 49 Tahun 1999 (akses 2 Juni 2010)
  6. ^ Schefold, Reimar, (1991), Mainan bagi roh: kebudayaan Mentawai, PT Balai Pustaka, ISBN 979-407-274-5.
  7. ^ www.antara-sumbar.com PLN akan bangun PLTU di Tuapejat (27-05-2010)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]