Kabupaten Pasaman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Pasaman
Lambang Kabupaten Pasaman.png
Lambang Kabupaten Pasaman
Moto: Saiyo


Lokasi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman.svg
Peta lokasi Kabupaten Pasaman
Koordinat: -
Provinsi Sumatera Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Lubuk Sikaping
Pemerintahan
 - Bupati H. Benny Utama, S.H
 - DAU Rp. 481.180.159.000.-(2013)[1]
Luas 3.947,63 km2
Populasi
 - Total 253.299 jiwa (2010)
 - Kepadatan 64,16 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0753
Pembagian administratif
 - Kecamatan 12
 - Kelurahan 211
 - Situs web http://www.pasamankab.go.id/

Kabupaten Pasaman adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Lubuk Sikaping. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.947,63 km² dan berpenduduk sebanyak 253.299 jiwa menurut sensus penduduk tahun 2010.

Seperti wilayah Indonesia lainnya, Sumatera Barat, khususnya Pasaman pernah dikuasai oleh kolonial Belanda. Perang melawan penjajahan Belanda di Pasaman dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol yang dikenal dengan Perang Paderi (1821-1830). Karena terlalu banyak permasalahan di kubu Tuanku Imam Bonjol menyebabkan beliau dan pengikutnya mengalami kekalahan melawan Belanda.

Sumber pendapatan utama kabupaten Pasaman berasal dari subsektor tanaman pangan. Mesti demikian, Kabupaten Pasaman lebih dikenal karena produksi kelapa sawitnya. Pada tahun 2000, produksi kelapa sawit di kabupaten Pasaman tercatat sebanyak 788.446 ton. Jumlah tersebut dipanen dari areal seluas 78.387 hektare. Di samping kelapa sawit, kabupaten Pasaman juga dikenal akan produksi minyak nilamnya. Minyak nilam yang dihasilkan Pasaman, selain yang dihasilkan Kepulauan Mentawai, merupakan yang terbaik di dunia.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata pasaman berasal dari Gunung Pasaman. Pasaman yang diambil dari bahasa Minangkabau yang berarti persamaan. Hal ini merujuk kepada masyarakat heterogen yang tinggal di kabupaten ini. Sedangkan di dalam bahasa Mandailing memiliki terdapat kata pasaman yang memiliki arti yang sama dengan bahasa Minangkabau.[2]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara provinsi Sumatera Utara
Selatan kabupaten Agam
Barat provinsi Sumatera Utara dan kabupaten Pasaman Barat
Timur provinsi Riau dan kabupaten Lima Puluh Kota

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Salah satu tokoh terkenal yang lahir di Kabupaten Pasaman adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Tuanku Imam Bonjol. Peto Syarif Tuanku Imam Bonjol lahir di Desa Tanjung Bungo di Kecamatan Bonjol. Tuanku Imam Bonjol adalah seorang pemuka agama yang berwibawa di desanya.

Selain Tuanku Imam Bonjol, perlawanan terhadap penjajah di Pasaman juga dipimpin oleh Tuanku Rao yang memimpin perlawanan di Rao.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasaman terdiri dari 12 kecamatan, yaitu:

  1. Dua Koto
  2. Tigo Nagari
  3. Bonjol
  4. Lubuk Sikaping
  5. Mapat Tunggul
  6. Mapat Tunggul Selatan
  7. Panti
  8. Rao
  9. Rao Selatan
  10. Rao Utara
  11. Simpang Alahan Mati
  12. Padang Gelugur

Demografi[sunting | sunting sumber]

Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010, penduduk Kabupaten Pasaman berjumlah 253.299 jiwa. Diantara 12 Kecamatan di Kabupaten Pasaman penduduk terbanyak berada di Kecamatan Lubuk Sikaping dengan jumlah penduduk 43.746 jiwa sekaligus menjadi Ibukota Kabupaten Pasaman, maupun Pusat Pemerintahannya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Budaya Masyarakat Suku Bangsa Minangkabau di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Departemen Pendidikan Nasional. 2000. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]