Kabupaten Lima Puluh Kota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Lima Puluh Kota
Lambang Kabupaten Lima Puluh Kota
Lambang Kabupaten Lima Puluh Kota
Moto: -
Kantor Bupati Lima Puluh Kota
Kantor Bupati Lima Puluh Kota
Lokasi Sumatera Barat Kabupaten Lima Puluh Kota.svg
Peta lokasi Kabupaten Lima Puluh Kota
Koordinat: -
Provinsi Sumatera Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Sarilamak
Pemerintahan
 - Bupati dr. Alis Marajo DT. Sorimarajo
 - DAU Rp. 632.930.786.000.-(2013)[1]
Luas 3.354,30 km2
Populasi
 - Total 348.555 jiwa (2010)
 - Kepadatan 103,91 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0752
Pembagian administratif
 - Kecamatan 13
 - Kelurahan 180
 - Situs web www.limapuluhkota.go.id

Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sarilamak. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.354,30 km2 dan berpenduduk sebanyak 348.555 jiwa (Sensus Penduduk 2010)[2]. Kabupaten ini terletak di bagian timur wilayah provinsi Sumatera Barat atau 124 km dari Kota Padang, ibu kota provinsi.

Kecamatan Kapur IX merupakan penghasil tanaman gambir terbesar di Indonesia. Gambir bersama dengan karet, semen dan kayu lapis termasuk dalam 10 komoditas utama ekspor Sumatera Barat. Tanaman gambir mengandung zat katechine dan tanin, yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, penyamak kulit dan industri batik. Volume ekspor gambir provinsi Sumatera Barat tahun 2000 besarnya 1.339.860 kg. Meskipun gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan kabupaten 50 Kota, namun yang menjadi tulang punggung perekonomian kabupaten ini adalah tanaman bahan makanan. Perkebunan dan tanaman bahan makanan, keduanya tergolong dalam sektor pertanian, menjadi penyumbang kegiatan ekonomi utama kabupaten ini.

Kabupaten ini tergolong daerah paling makmur di Sumatera Barat. Bahkan penduduk di Kecamatan Kapur IX disebut-sebut memiliki pendapatan yang setara dengan gaji bulanan para menteri. Hal ini karena masyarakat Kapur IX memiliki mata pencaharian sebagai penghasil gambir yang langsung diekspor ke Singapura, India, Jepang dan Pakistan. Sayangnya pemerintah daerah ini tidak bisa menyediakan sarana infrastruktur yang memadai seperti bursa gambir itu sendiri dan sarana telekomunikasi, jalan, air bersih, sehingga potensi kecamatan yang dijuluki negeri "Petro Dollar" ini tidak tergarap optimal.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010, berjumlah 348.555 jiwa yang terdiri atas 172.571 Laki-Laki dan 175.984 Perempuan. Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki kepadatan penduduk 98 jiwa per km², dan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun sekitar 1,11 persen per tahun.

Peninggalan sejarah[sunting | sunting sumber]

Di pelosok desa Mahat, kecamatan Suliki Gunung Mas, banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Di desa ini dapat disaksikan pemandangan kumpulan batu-batu menhir dengan latar belakang perkebunan tanaman gambir yang menyerupai panorama perkebunan teh di daerah Puncak, Jawa Barat. Karena pemandangan inilah, pada tahun 1981 desa Mahat dimasukkan dalam salah satu obyek wisata dari 73 obyek wisata di kabupaten ini.

Menurut sebagian sejarawan, Minanga Tamwan berada di hulu sungai Kampar, di sebelah timur kabupaten Lima Puluh Kota. Daerah ini tercantum dalam Prasasti Kedukan Bukit sebagai daerah asal Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Dalam prasasti tersebut Dapunta Hyang membawa 20.000 tentara dengan perbekalan sebanyak dua ratus peti berjalan dengan perahu, dan yang berjalan kaki sebanyak seribu tiga ratus dua belas orang. Tambo Minangkabau mencatat bahwa Dapunta Hyang turun dari Gunung Marapi ke Minanga Tamwan dan keturunannya meluaskan rantau ke selatan Sumatera.[3] Minanga Tamwan atau Minanga Kabwa diperkirakan merupakan asal usul nama Minangkabau.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Provinsi Riau
Selatan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung
Barat Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman
Timur Provinsi Riau

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lima Puluh Kota terdiri dari 13 kecamatan yaitu:

  1. Akabiluru
  2. Bukik Barisan
  3. Guguak
  4. Gunuang Omeh
  5. Harau
  6. Kapur IX
  7. Lareh Sago Halaban
  8. Luak
  9. Mungka
  10. Pangkalan Koto Baru
  11. Payakumbuh
  12. Situjuh Limo Nagari
  13. Suliki Gunuang Omeh

Objek Cagar Budaya[sunting | sunting sumber]

  1. Kawasan megalit Belubus
  2. Kawasan Megalit maek
  3. Situs Cagar Budaya PDRI Kototinggi

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Lembah Harau/Harau Valley
  2. Kolam Ranang/ Pemandian Batang Tabik
  3. Panorama Selat Malaka
  4. Danau Buatan Koto Panjang
  5. Kapalo Banda

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Hasil Sensus Penduduk Sumatera Barat Thun 2010
  3. ^ Jamal. Manyigi Tambo Minangkabau.  Unknown parameter |early= ignored (help)