Kabupaten Padang Pariaman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Padang Pariaman
Lambang Kabupaten Padang Pariaman.png
Lambang Kabupaten Padang Pariaman
Moto: "Saiyo Sakato"[1]


Lokasi Sumatera Barat Kabupaten Padang Pariaman.svg
Peta lokasi Kabupaten Padang Pariaman
Koordinat: 0°11'- 0°49' LS dan 98°36" - 100°28' BT
Provinsi Sumatera Barat
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956
Tanggal 19 Maret 1956
Ibu kota Parit Malintang
Pemerintahan
 - Bupati Ali Mukhni
 - DAU Rp. 633.453.395.000.-(2013)[2]
Luas 1.328,79 km2
Populasi
 - Total 391.056 jiwa (2010)
 - Kepadatan 294,29 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0751
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan -
 - Situs web www.padangpariamankab.go.id

Padang Pariaman adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.328,79 km² dan populasi 391.056 jiwa (Sensus Penduduk 2010). Kabupaten ini bermotto "Saiyo Sakato"[1].

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) DPRD No. 05/KEP.D/DPRD 2008 dan SK Bupati No. 02/KEP/BPP/2008, tertanggal 2 Juli 2008, ibu kota kabupaten ini dipindahkan dari Kota Pariaman ke Parit Malintang, yakni sebuah nagari di kecamatan Enam Lingkung[3].

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Posisi astronomis Kabupaten Padang Pariaman yang terletak antara 0°11' – 0°49' Lintang Selatan dan 98°36' – 100°28' Bujur Timur, dengan luas wilayah sekitar 1.328,79 km² dan panjang garis pantai 60,50 km². Luas daratan daerah ini setara dengan 3,15 persen dari luas daratan wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Suhu udara berkisar antara 24,4° C – 25,7° C, jadi untuk rata-rata suhu maksimum 31,08° C dan rata-rata suhu minimum yaitu 21,34° C, dengan kelembapan relatif 86,75 %. Rata-rata curah hujan secara keseluruhan untuk Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2007 adalah sebesar 368,4 mm, dengan rata-rata hari hujan sebanyak 19 hari per bulan dan kecepatan angin rata-rata yaitu 2.14 knot/jam.

Padang Pariaman adalah kabupaten dengan luas wilayah terkecil di Sumatera Barat, yakni 1.328,79 km². Padahal dahulunya kabupaten ini pernah memiliki luas wilayah terbesar di Sumatera Barat (dikenal dengan istilah Piaman Laweh atau Pariaman Luas), sebelum diperluasnya Kota Padang pada tahun 1980 dengan memasukan sebagian wilayah dari kabupaten ini, serta dimekarkannya Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 1999 dan Kota Pariaman pada tahun 2002.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi wilayah Kabupaten Padang Pariaman termasuk iklim tropis besar yang memiliki musim kering yang sangat pendek dan daerah lautan sangat dipengaruhi oleh angin laut. Suhu udara terpanas jatuh pada bulan Mei, sedangkan suhu terendah terdapat pada bulan September.

Dilihat dari topografi wilayah, Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari wilayah daratan pada daratan Pulau Sumatera dan 6 pulau-pulau kecil, dengan 40 % daratan rendah yaitu pada bagian barat yang mengarah ke pantai. Daerah dataran rendah terdapat disebelah barat yang terhampar sepanjang pantai dengan ketinggian antara 0 – 10 meter di atas permukaan laut, serta 60% daerah bagian timur yang merupakan daerah bergelombang sampai ke Bukit Barisan. Daerah bukit bergelombang terdapat disebelah timur dengan ketinggian 10 – 1000 meter di atas permukaan laut.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Peta administratif Padang Pariaman

Sampai akhir tahun 2007, Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari 17 kecamatan, 46 nagari, dan 461 jorong, dengan Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam tercatat memiliki wilayah paling luas, yakni 228,70 km², sedangkan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang memiliki luas terkecil, yakni 25,56 km².

Jumlah penduduk Kabupaten Padang Pariaman tahun 2007 tercatat sebanyak 387.452 jiwa, yang terdiri dari 186.058 laki – laki dan 201.394 perempuan, sedangkan tahun sebelumnya tercatat sebanyak 384.718 jiwa (183.926 laki – laki dan 200.792 perempuan). Tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2007 ini terhitung sebanyak 292 jiwa/km². Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Batang Anai, yakni 43.890 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Padang Sago yakni 8.247 jiwa.

Sedangkan jumlah orang yang bekerja sebanyak 142.222 orang dengan rincian 83.836 laki-laki dan 58.386 perempuan. Dilihat dari tingkat pendidikan pekerja di Kabupaten Padang Pariaman terbanyak pada tingkat pendidikan tidak tamat SD sebanyak 45.173 orang, selanjutnya 36.760 orang pada tingkat pendidikan SD dan sebanyak 6.749 orang berpendidikan diatas sekolah menengah atas (Diploma/Universitas).

Dilihat dari tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data dari Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana sebanyak 10.118 keluarga berada pada tingkat pra sejahtera, 21.663 keluarga pada tingkat Sejahtera I, 28.297 keluarga pada tingkat Sejahtera II, 25.382 pada tingkat Sejahtera III, dan sebanyak 1.443 keluarga pada tingkat Sejahtera III Plus.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Dari Sampai Keterangan
1. Sutan Hidayat Syah 1945 1946  
2. Ibrahim Datuk Pamuncak 1946 1947  
3. BA. Murad 1947 1950  
4. Said Rasyad 1950 1953  
5. Taher Samad 1953 1956  
6. Harun Al-Rasyid 1956 1958  
7. Na'azim Sutam Syarif 1958 1959  
8. Raharjo 1959 1960  
9. Syamsu Anwar 1960 1961  
10. JB. Adam 1961 1966  
11. Muhammad Noer 1966 1975  
12. Harun Zain 1975 1975  
13. Muhammad Zein Chatib 1975 1980  
14. Anas Malik 1980 1990  
15. Zainal Bakar.jpg Zainal Bakar 1990 1994  
16. Nasrul Syahrun 1994 1999  
17. Armyn AN 1999 2000  
18. Muslim Kasim 2000 2010  
19. Ali Mukhni 2010 - masih menjabat


Gempa Sumatera Barat tahun 2009[sunting | sunting sumber]

Pada 30 September 2009, gempa bumi berkekuatan 7,6 SR mengguncang pesisir barat Sumatera, tepatnya di perairan laut Pariaman. Episentrum gempa berada sekitar 57 kilometer barat daya Padang Pariaman pada kedalaman 71 kilometer dari permukaan laut. Padang Pariaman menjadi kabupaten yang mengalami guncangan paling kuat sebesar VII MMI[4]. Akibatnya, wilayah ini menjadi lokasi dengan kerusakan terparah yang tersebar di 17 kecamatan. Di 3 kecamatannya: Patamuan, V Koto Timur, dan V Koto Kampung Dalam terjadi longsor yang parah dari Gunung Tigo, dimana diperkirakan sekitar 289 warganya tertimbun dalam longsor[5]. Menurut data sementara Satkorlak PB, total korban tewas akibat gempa di kabupaten ini mencapai 675 orang.[6]

Gempa juga merusak sarana transportasi. Sedikitnya, 37 titik jalan mengalami kerusakan yang bervasiasi seperti putus total, tertimbun, terangkat dan pecah. Beberapa jembatan di VII Koto Sungai Sarik, VI Lingkung dan 2 X 11 Kayu Tanam juga mengalami kerusakan.[7]

Selain Padang Pariaman, wilayah lain yang mengalami kerusakan parah adalah Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi dan Kota Padangpanjang.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]