Kabupaten Padang Pariaman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Padang Pariaman
Lambang Kabupaten Padang Pariaman.png
Lambang Kabupaten Padang Pariaman
-
Peta lokasi Kabupaten Padang Pariaman
Koordinat : 0°11'- 3°30' LS dan 98°36" - 100°40' BT
Motto Saiyo Sakato
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan
Demonim '
Provinsi Sumatra Barat
Ibu kota Parit Malintang
Luas 1.328,79 km²
Penduduk  
 · Jumlah 370.489(2003)
 · Kepadatan 278,82 jiwa/km²
Pembagian administratif  
 · Kecamatan 17
 · Desa/kelurahan 45 nagari
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956
Tanggal 19 Maret 1956
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa
Kode area telepon -
APBD {{{apbd}}}
DAU -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.padangpariamankab.go.id

Padang Pariaman adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.328,79 km² dan populasi 370.489 jiwa (2003).

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) DPRD No. 05/KEP.D/DPRD 2008 dan SK Bupati No. 02/KEP/BPP/2008, tertanggal 2 Juli 2008, ibu kota kabupaten ini dipindahkan dari Kota Pariaman ke Parit Malintang, yakni sebuah nagari di kecamatan Enam Lingkung. Sumber 1, Sumber 2

[sunting] Gempa Sumatera Barat tahun 2009

Pada 30 September 2009, gempa bumi berkekuatan 7,6 SR mengguncang pesisir barat Sumatera, tepatnya di perairan laut Pariaman. Episentrum gempa berada sekitar 57 kilometer barat daya Padang Pariaman pada kedalaman 71 kilometer dari permukaan laut. Padang Pariaman menjadi kabupaten yang mengalami guncangan paling kuat sebesar VII MMI[1]. Akibatnya, wilayah ini menjadi lokasi dengan kerusakan terparah yang tersebar di 17 kecamatan. Di 3 kecamatannya: Patamuan, V Koto Timur, dan V Koto Kampung Dalam terjadi longsor yang parah dari Gunung Tigo, dimana diperkirakan sekitar 289 warganya tertimbun dalam longsor[2]. Menurut data sementara Satkorlak PB, total korban tewas akibat gempa di kabupaten ini mencapai 675 orang.[3]

Gempa juga merusak sarana transportasi. Sedikitnya, 37 titik jalan mengalami kerusakan yang bervasiasi seperti putus total, tertimbun, terangkat, dan pecah. Beberapa jembatan di VII Koto Sungai Sarik, VI Lingkung, dan 2 X 11 Kayu Tanam juga mengalami kerusakan.[4]

Selain Padang Pariaman, wilayah lain yang mengalami kerusakan parah adalah Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, dan Kota Padangpanjang.[2].

[sunting] Referensi

Peralatan pribadi