Kabupaten Solok Selatan
Lambang Kabupaten Solok Selatan Moto: Sarantau Sasurambi (Sekawasan Sepekarangan) |
|
Peta lokasi Kabupaten Solok Selatan Koordinat: |
|
| Provinsi | Sumatera Barat |
| Dasar hukum | Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 |
| Tanggal | 7 Januari 2004 |
| Ibu kota | Padang Aro |
| Pemerintahan | |
| - Bupati | Muzni Zakaria |
| - DAU | Rp. 351.505.736.000.-(2013)[1] |
| Luas | 3.346,20 km2 |
| Populasi | |
| - Total | 147.639 jiwa (2011) |
| - Kepadatan | 44,12 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| Pembagian administratif | |
| - Kecamatan | 7 |
| - Situs web | http://www.solselkab.go.id/ |
Kabupaten Solok Selatan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Daftar isi |
Geografi [sunting]
Kabupaten Solok Selatan terletak pada 01°00’59”-01°46’45”' Lintang Selatan dan 101°53'24"–101°41'41" Bujur Timur[2] dengan luas wilayah 3.346,20 km², di bagian Selatan Provinsi Sumatera Barat, dengan batas-batas:
| Utara | Kabupaten Solok |
| Selatan | Provinsi Jambi (Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci) |
| Barat | Kabupaten Pesisir Selatan |
| Timur | Kabupaten Dharmasraya |
Sejarah [sunting]
Kabupaten Solok Selatan merupakan buah dari perjuangan panjang yang dimulai sejak tahun 1950-an yang ditandai dengan diadakannya Konferensi Timbulun. Pada Konferensi Timbulun saat itu digagas rencana pembentukan sebuah kabupaten dengan nama Kabupaten Sehilir Batang Hari yang memasukan wilayah Kecamatan Lembah Gumanti (Alahan Panjang), Pantai Cermin (Surian), Sungai Pagu (Muara Labuh) dan Sangir (Lubuk Gadang).
Perjuangan panjang itu baru tercapai setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003. Pada 7 Januari 2004 diresmikanlah 24 kabupaten baru di Indonesia yang tiga di antaranya terdapat di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok Selatan[3], Dharmasraya, dan Pasaman Barat.
Tiga hari setelah diresmikan, atau pada 10 Januari 2004, Gubernur Sumatera Barat, melantik Penjabat Bupati Solok Selatan, Drs. Aliman Salim. Dalam perjalanan satu tahun Kabupaten Solok Selatan, Gubernur Sumatera Barat, H. Zainal Bakar kembali melantik Marzuki Omar sebagai Penjabat Bupati Solok Selatan menggantikan Aliman Salim yang sudah habis masa jabatannya. Melalui dua Penjabat Bupati, daerah pemekaran terus menata dan menjalankan roda pemerintah hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati baru melalui pemilihan kepala daerah.
Pada proses demokrasi perdana itu, terpilih pasangan Drs. Syafrizal, M.Si. dan Drs. Nurfirmanwansyah yang dilantik pada 20 Agustus 2005 oleh Gubernur Sumatera Barat, di Padang Aro yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Solok Selatan.
Demografi [sunting]
Sebagian besar penduduk Kabupaten Solok Selatan adalah beretnis Minangkabau yang wilayah adatnya terbagi dua, yaitu Alam Surambi Sungai Pagu di bagian barat dan Rantau XII Koto di bagian timur. Masyarakat adat Alam Surambi Sungai Pagu mendiami Lembah Muara Labuh sepanjang aliran Batang Suliti dan Batang Bangko, masyarakat Rantau XII koto mendiami daerah sepanjang aliran Batang Sangir.
Di samping dihuni oleh etnis Minangkabau, Kabupaten Solok Selatan juga dihuni oleh etnis Jawa. Etnis Jawa datang sebagai transmigran seperti di Nagari Sungai Kunyit dan Dusun Tangah, namun ada juga yang datang bekerja di sektor perdagangan dan karyawan pabrik.
Penduduk kabupaten Solok Selatan saat ini (2009) tercatat sebanyak 133.861 jiwa [4], terdiri dari 65.826 jiwa laki-laki dan 68.035 jiwa perempuan..
Referensi [sunting]
- ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.
- ^ http://www.solselkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=172 Letak Kabupaten Solok Selatan
- ^ http://www.solselkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=168 Pembentukan Kabupaten Solok Selatan
- ^ http://www.solselkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=173 Jumlah penduduk Kabupaten Solok Selatan
|
|||||||
|
||||||||||||||||||
Pranala luar [sunting]
- (Indonesia) Situs West-Sumatra.com Portal Parawisata Independen Komunitas Minang bertajuk fotografi
GUNUNG KERINCI
Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai + 3.805 m dari atas permukaan laut ini menjulang diantara perbukitan disekitarnya. Gunung yang begitu mempesona banyak memberi inspirasi bagi kita untuk melakukan pertualangan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan aneka flora dan faunanya. Gunung Kerinci ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia.Lokasi : Terletak diperbatasan Kab. Solok Selatan dan Kab. Kerinci.
TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT
Adalah Taman Nasional yang terletak pada 4 Provinsi yaitu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. Di dalamnya kita bisa menyaksikan keaneka ragaman Flora dan Fauna yang dilindungi oleh Dunia. Binatang-binatang liar seperti Harimau, Beruang, ular dan lainnaya hidup bebas disini. Selain itu anda akan menjumpai Tumbuhan Langka seperti Bunga Raflesia Arnoldi dan sejenis bunga Anggrek liar.
AIR TERJUN TIMBULUN KOTO BIRAH
Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Koto Baru , Kecamatan Sungai Pagu. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang di ciptakan oleh air terjun ini adalah curahkan air yang terus menerus menimbulkan gemuruh dan semburuh embun yang membuat sejuk. Apalagi ditunjang dengan kondisinya yang masih alami dan masih perlu pengembangan. Lokasi : Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. Sekitar 2,5 km dari jalan Raya Pekan Selasa Muara Labuh, dan 30 km dari Padang Aro.
AIR TERJUN ULU SULITI
Air Terjun dengan ketinggian 40 m terletak di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Merupakan Air Terjun Tertinggi di Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai ke Lokasi ini, kita harus berjalan kaki sejauh 5 Km dari Tapal Batas Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Solok.Lokasi : Terletak di Jorong Ulu Suliti, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, sekitar 55 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
ARUNG JERAM BATANG LIKI
Kegiatan Arung Jeram di mulai dari Batang Liki dengan kondisi arus yang cukup deras dan berbatuan yang terdapat di kiri dan kanan sungai, selanjutnya Arung Jeram beralih ke Batang Sangir.Arus deras Batang Sangir di kenal sebagai arus yang cukup menantang bagi para pengemar Olah Raga Arung Jeram. Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan yang cukup tinggi yakni bergradien lima. Perjalanan Arung Jeram ini berakhir di Sungai Batang Hari. Lokasi : Terdapat di Nagari Lubuk Gadang, Batang Liki terletak di Jorong liki (+ 3 km dari Padang Aro, + 160 km dari Padang), Batang Sangir terletak di Jorong Sampu (+ 2 km dari Padanjg Aro, + 165 km dari Padang). Aliran Sungai ini mengalir ke Sungai batang Hari di Nagari lubuk Ulung-Aling (+ 79 km dari padang Aro, + 242 km dari Padang).
KEBUN TEH MITRA KERINCI
Perkebunan Teh Mitra Kerinci mulai dirintis pada tahun 1985, dengan luas perkebunan + 1.500 ha, yang berada di bawah Gunung Kerinci. Status kepemilikan lahan merupakan milik Negara dibawah wewenang Depertemen Keuangan yang dikontrak oleh pihak PT. Mitra Kerinci untuk jangka waktu 30 tahun. Jika kita memasuki kawasan ini, akan terlihat hamparan tanaman teh yang luas. Diantara beberapa petakan / bedengan tanaman teh tersebut diselingi oleh tanaman Andong yang berwarna merah tua yang berfungsi sebagai batas batas jarak petik teh dan menambah keindahan Kebun Teh yang selalu menyelimuti Gunung Kerinci. Dikawasan ini juga terdapat air terjun Tansi Ampek yang terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama dengan ketinggian 15 meter dan tingkat kedua 10 meter yang berjarak 5 meter dari air terjun tingkat pertama. Lokasi : Terletak di Jorong Sungai lambai Nagari Lubuak Gadang,Kecamatan Sangir, + 5 km dari Ibukota kabupaten (Padang Aro) dan + 158 km dari Ibukota Propinsi (Padang).
KEBUN SAWIT, TKA, TSS, PENANG PTP N VI
Perkebunan sawit ini mulai dirintis sejak tahun 1996.lahan ini merupakan milik negara yang dikontrak oleh PTP VI. Jika kita memasuki kawasan ini akan terlihat hamparan tanaman sawit yang berjejer rapi memberikan suatu pemandangan yang khas. Hasil dari perkebunan sawit ini berupa tanda buah segar (Tes). Di kawasan perkebunan ini terdapat pusat kantor Staf perkebunan yang jaraknya + 2 km dari gerbang pintu masuk. Untuk menuju lokasi ini kita melewati mess karyawan, balai pengobatan, masjid sekolah dan sarana lainnya, luas perkebunan + 18 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro).
PEMANDIAN AIR PANAS SAPAN MALULUANG
Pemandian Air Panas ini merupakan Sumber Air Panas Bumi yang terbesar di Kabupaten Solok Selatan, dengan suhu sekitar 65°C. Untuk menuju ke lokasi ini kita bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Lokasi : Terletak di Jorong Ampalu Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Sungai Pagu.
SUMBER AIR PANAS MUDIAK SAPAN
Sumber Air Panas ini adalah Sumber Air Panas yang paling tinggi suhunya mencapai 95°C. Masyarakat sekitar biasanya memanfaatkan panas bumi ini untuk merebus sesuatu seperti telur atau bahan makanan lainnya. Disamping itu, sebagian Masyarakat juga menggunakan tenaga panas bumi ini untuk menjemur padi. Lokasi : Terletak di Jorong Balun Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh
DANAU BONTAK
Merupakan satu-satunya Danau yang ada di Kabupaten Solok Selatan. Danau seluas 2 Hektar ini berada diatas bukit di Dataran tinggi Golden Arm. Untuk mencapai ke Lokasi ini, kita akan berjalan kaki sejauh 10 Km dari Bukit Malintang, Golden Arm. Lokasi : Terletak di Bukik Malintang Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, sekitar 5 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
NGALAU LUBUK MALAKO
Adalah Sebuah Gua yang sangat indah yang berada diantara Bukit-bukit Lokasi : Terletak di Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, sekitar, sekitar 25 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
VILLA TERAPUNG
Adalah Sebuah Villa yang terletak di Aliran Sungai Batang Hari di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Dharmasraya. Lokasi : Terletak di Pulau Panjang Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, sekitar 50 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
KAWASAN WISATA GOLDEN ARM
Merupakan Dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci. Dari sini kita bisa melihat Dataran yang berbukit yang tanami dengan Tanaman Casiavera atau Kulit Manis, Karet dan Tanaman Perkebunan lainnya. Lokasi : Terletak di Golden Arm Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, sekitar 14 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
TUGU PDRI
Tugu PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dapat dilihat ketika memasuki Daerah Bidar Alam, tugu ini adalah saksi tonggak sejarah perjuangan Persiden PDRI saat menyelamatkan negara yang berada dalam keadaan darurat pada tahun 1949. Lokasi : Terdapat di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, + 26 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro)dan + 189 km dari Ibukota Propinsi (Padang). Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) atau roda 4 (empat).
RUMAH PDRI
Rumah PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dikenal juga dengan “Rumah jama” merupakan saksi perjuangan perlawanan Indonesia dalam memperjuangkan negara Republik Indonesia dari cengkeraman Penjajahan Belanda. Rumah ini digunakan sebagai Pos Keamanan pada waktu Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang pernah menjadi tempat berlangsungnya sidang-sidang Kabinet PDRI pada tahun 1949, selama + 3 bulan pada masa itu yakni dari bulan Januari s/d April 1949. Lokasi : Terletak di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, + 27 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro) dan + 190 km dari Ibukota Propinsi (Padang). Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) atau kendaraan roda 4 (empat ) Lokasi : Terletak di Nagari Bidar Alam Kecamatan Sangir Jujuan.
MESJID 60 – ASO
Merupakan Mesjid Tertua di Kecamatan Sungai Pagu. Kata 60 – Aso berasal dari Tiang Mesjid yang berjumlah 60 buah. Setelah pembangunan Mesjid selesai, dilakukan penghitungan pada jumlah Tiang, namun Tiang hanya berjumlah 59. Akhirnya dilakukan penambahan 1 Tiang. Namun setelah dihitung kembali, tiang tersebut kembali hanya berjumlah 59 dan begitu seterusnya. Sehingga Mesjid ini dinamakan 60 – Aso. Lokasi : Terletak di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, sekitar 40 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
RUMAH GADANG USTANO RAJO BALUN
Rumah Gadang ini dulunya menjadi pusat Pemerintahan [Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu] dengan Rajanya Tuanku Rajo Di Balun. Di dalam Rumah Gadang ini masih banyak terdapat peninggalan-peninggalan Kerajaan seperti peralatan-peralatan Kerajaan sampai dengan Naskah atau Peningalan Tertulis lainnya. Lokasi : Terletak di Jorong Balun Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh, sekitar 46 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
RUMAH GADANG TUANKU RAJO DI SAMBAH
Menurut Silsilah, Tuanku Rajo Di Sambah adalah Raja dari 4 Raja di Alam Surambi Sungai Pagu. Di daerah sini juga ( Kec. Sungai Pagu ) banyak ditemukan Rumah Gadang-Rumah Gadang yang telah berumur ratusan tahun. Rumah Gadang-Rumah Gadang ini masih dalam keadaan seperti aslinya. Lokasi : Terletak di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, sekitar 40 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
RUMAH GADANG 21 RUANG
Rumah Gadang ini merupakan Rumah Gadang yang terpanjang di Kabupaten Solok Selatan dengan 21 Ruang, sedangkan jumlah Gonjongnya 18. Rumah Gadang ini milik Suku Melayu. Lokasi : Terletak di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, sekitar 40 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
KESENIAN TRADISIONAL
BATOMBE
Batombe adalah Tradisi yang hanya ada di Kabupaten Solok Selatan. Tradisi ini berupa berbalas pantun yang diiringi dengan alat musik tradisional Rabab. Batombe biasanya dilakukan oleh muda-mudi. Dalam pantun, mereka saling mengutarakan isi hati mereka. Tradisi Batombe ini biasanya dilaksanakan selama 7 malam bersamaan dengan kegiatan Baralek. Lokasi : Terletak di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, sekitar 40 Km dari Ibu Kota Kabupaten, Padang Aro.
GANDANG SARUNAI
Gandang Sarunai merupakan salah satu kesenian Tradisional yang ada di Solok Selatan. Sesuai dengan namanya, Gandang Sarunai merupakan perpaduan musik Serunai, Saluang, Gendang dan diiringi oleh Talempong.
RANDAI
Seperti Halnya Kesenian Tradisional lainnya, Randai juga merupakan Kesenian Tradisional Minangkabau yang masih tetap dilestarikan. Melalui Sanggar-sanggar Kesenian yang ada di Kabupaten Solok Selatan, Kesenian Tradisional Randai akan tetap terjaga keberadannya.
