Gunung Pasaman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gunung Pasaman
Ketinggian 2.900 meter (9.515 kaki)
Lokasi
Lokasi Sumatera Barat, Indonesia
Pendakian
Rute termudah Desa Durian Kandang

Gunung Pasaman adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Talamau. Gunung ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif, dikenal juga dengan nama Puncak Rajo Imbang Langik, diambil dari nama raja yang pernah berkuasa di daerah tersebut pada zaman dahulu.

Gunung Pasaman (2.174 mdpl) adalah gunung  yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Talamau. Secara geografis Kabupaten Pasaman Barat terletak di antara 00° 33’ LU sampai 00° 11’ LS dan 99° 10’BT sampai 100° 04’BT . Gunung ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif, dikenal juga dengan nama Puncak Rajo Imbang Langik, diambil dari nama raja yang pernah berkuasa di daerah tersebut pada zaman dahulu.

Gunung pasaman masih memiliki hutan tropis yang sangat bagus serta pemandangan karena gunung ini langsung menantang laut yang berada dihadapan gunung ini dan juga barisan tanaman sawit yang tumbuh rapi di areal kakinya. Areal kaki gunung sampai pintu rimba banyak digunakan oleh penduduk sebagai lahan pertanian khususnya tanaman sawit dan cokelat. Saat musim hujan kita juga dapat melihat air terjun pada punggungan gunung pasaman dari kaki gunung yang jalur menuju kesana belum ada.

Gunung pasaman ini jalur pendakianya dimulai dari ketinggian 490 mdpl hingga 2174 mdpl. Dibagian kaki gunung di penuhi perkebunan kelapa sawit, cacao, alpukat, nilam, dan pinang. Perkebunan memang sudah menyentuh batas akhir hutan lindung gunung pasaman. Untuk mencapai akses terakhir dari desa terakhir cukup lumayan jauh kira kira ±1500 m Karena jalan untuk kendaraan bermotor sangat tidak layak. Dari jalur pendakian ekspedisi ini puncak gunung pasaman dilalui dari arah barat.

AKSES TRANSPORTASI

Dari kota padang menuju kabupaten Pasaman Barat dapat dilalui dengan jalur darat dengan waktu tempuh ± 4 – 5 jam jika menggungankan motor. Selain itu untuk menuju kab. Pasaman Barat juga bisa menggunakan jasa angkutan bis “  Rp. 35000/ orang “ dengan waktu tempuh ±5-6 jam.

-Sebelum melakukan pendakian sebaiknya melapor ke kapolsek simp. Ampek Pasaman Barat. Dari simp. Ampek Pasaman Barat Selanjutnya untuk menuju kaki gunung pasaman dapat manggunakan jasa ojek menuju simpang bandarejo “ Rp 5000/orang “.

-Dari simp. Bandarejo dapat di lalui dengan jasa ojek kembali untuk menuju plasma kloter B “ 25000/orang “ yang menempuh jarak ±15 km . selanjutnya harus meminta ijin ke jorong GIRIMAJU Nagari koto baru kel. Luhak nan duo kab. Pasaman Barat. perjalanan dari rumah jorong giri maju menuju akses terakhir jalur pendakian gunung pasaman menghabiskan waktu +- 3 jam perjalanan, sepanjang jalan  melewati kebun kelapa sawit, kebun alpucat, kebun cacao, dan pinang. Untuk keamanan yang menggunakan sepeda motor disarankan menitipkan sepeda motornya di desa ini karena gunung pasaman ini belum ada pos jaga nya yang dimana biasanya menjadi tempat penitipan dan pusat Koordinator lapangan suatu gunung .


RUTE TRAKKING

Jorong Girimaju- Musholla “Akses terakhir”

Perjalanan menuju musholla “akses terakhir” jalur pendakian gunung pasaman menghabiskan waktu +- 3 jam perjalanan, sepanjang jalan  melewati kebun kelapa sawit, kebun alpucat, kebun cacao, dan pinang.

Musholla “490 mdpl”- Pintu Rimba “664 mdpl”

Selanjutnya perjalanan menuju pintu rimbamelewati sungai, sungai ini akan mengalirkan air yang besar saat hujan turun, jadi jika ingin melewati sungai jangan dalam waktu hujan turun untuk keselamatan bersama. Setelah menyeberangi sungai Perjalanan akan sedikit menajak kira 50º-75º sampai pintu rimba “664 mdpl”. Perjalanan menuju pintu rimba memakan waktu 2 jam.Pintu rimba “664 mdpl”- Shelter 1 “773 mdpl”

Perjalanan menuju Shelter 1 akan memakan waktu 1 jam - 1.½  jam. Kondisi medan sudah mulai menanjak. Shelter 1 memiliki sumber mata air yang mengalir bisa di gunakan untuk penambah pasokan air perjalanan. Selain itu area camp juga luas bisa di isi oleh 3-4 tenda doom.

Shelter 1 “773 mdpl” – Shelter 2 “1237 mdpl”

Dari shelter 1 menuju shelter 2 memakan waktu tempuh ± 3 jam. Medan sudah ditutupi hutan yang rapat dan habitat yang bisa di temukan yaitu siamang dan burung enggang. Selain itu nyamuk dan pacet sangat banyak di sepanjang jalur ini. Di shelter dua sumber mata air masih ada , mata air di shelter 2 ini merupakan sumber mata air yang menetes dari lumut akibat resapan air tanah. Di sarankan untuk mempertimbangkan melanjutkan perjalanan karena sumber mata air terakhir ada di shelter 3 yang jarak tempuh kira kira 200 m.

Shelter 2 “1237 mdpl” – Shelter 3 “1435 mdpl”

Waktu tempuh dari shelter 2 ke shelter 3 memakan waktu 1 jam. Sumber terakhir air untuk pasokan perjalanan bisa di dapat cuma di shelter 3 ini, karena memang di puncak gunung pasaman sangat minim air kecuali hari hujan yang menggenangi cekungan tanah.

Shelter 3 “1435 mdpl”- area camp “2136 mdpl”-TOP gunung pasaman “2174 mdpl”

Perjalanan menuju puncak pasaman akan memakan waktu ±5 jam. Puncak pasaman akan ditandai dengan vegetasi yang sudah tidak rapat lagi dan medanya sudah sama tinggi dengan jurang berada di kiri . Bentuk puncak gunung pasaman percik pakal kuda liter U . Sebelum puncak ada area camp yang cukup luas  dan juga di puncak kita bisa mendirikan tenda tetapi harus extra kerja karena area camp masih banyak di tumbuhi semak.

Sumber http://ekspedisi-pasaman2013.blogspot.com/

Lihat pula[sunting | sunting sumber]