Gunung Gamalama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gamalama
Ketinggian 1,715 m (5.627 ft) [1]
Daftar Ribu
Lokasi
Koordinat

0°48′LU 127°20′BT / 0,8°LU 127,33°BT / 0.80; 127.33Koordinat: 0°48′LU 127°20′BT / 0,8°LU 127,33°BT / 0.80; 127.33

[1]
Geologi
Jenis stratovolcano
Letusan terakhir 16 September 2012[2][1]

Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau Ternate, Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini ada di pesisir barat Pulau Halmahera yang ada di bagian utara Kepulauan Maluku. Selama berabad-abad, Ternate adalah pusat benteng Portugis dan VOC Belanda untuk perdagangan rempah-rempah, yang telah mencatat aktivitas volkanik Gamalama.

Gunung Gamalama mempunyai ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut. Gunung Gamalama ditutupi Hutan Montane pada ketinggian 1.200 - 1.500 m dan Hutan Ericaceous pada ketinggian di atas 1.500 m.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Gunung Gamalama diambil dari kata Kie Gam Lamo ("negeri yang besar"). [3] Gamalama sudah lebih dari 60 kali meletus sejak letusannya pertama kali tercatat pada tahun 1538. Erupsi yang menimbulkan korban jiwa setidaknya sudah empat kali terjadi, dengan korban terbanyak jatuh pada tahun 1775. Kala itu, erupsi Gunung Gamalama melenyapkan Desa Soela Takomi bersama 141 penduduknya. Pasca letusan, di lokasi desa yang berjarak 18 kilometer dari pusat Kota Ternate itu muncul dua danau, yaitu Danau Tolire Jaha dan Tolire Kecil.

Erupsi terakhir dari gunung Gamalama terjadi pada tahun 2003. Letusan tersebut tidak besar dan tidak menimbulkan korban jiwa, namun selama lebih dari satu pekan, letusan tersebut menyemburkan abu vulkanik yang menutupi langit Ternate. Bandar Udara Sultan Babullah yang merupakan bandar udara utama dan pintu masuk ke Maluku Utara harus ditutup dan sebagian masyarakat mengungsi ke Pulau Tidore yang jaraknya terdekat dari Ternate.

Setelah letusan tahun 2003, Gamalama tidak menunjukkan gejala aktif. Namun mulai sejak tahun 2009, Gamalama kembali menunjukkan aktivitas sehingga status "Waspada" diberlakukan pada gunung tersebut karena aktivitas gunung yang meningkat. Status "Waspada" merupakan level ketiga dalam kewaspadaan gunung berapi aktif.

Pada hari Senin, 5 Desember 2011 terjadi semburan abu vulkanik dari Gunung Gamalama pada pukul 00.08 yang menunjukkan bahwa Gunung Gamalama masih aktif. Gunung Gamalama meletus dan mendorong ribuan warga mengungsi karena semburan abu dan partikel debu setinggi 2.000 meter ke udara yang memuntahkannya ke sebuah kota dekat gunung tersebut. [4] Hal ini menyebabkan status kewaspadaan Gamalama naik menjadi level ketiga, "Siaga".

Pada hari Minggu, 16 September 2012, gunung ini kembali meletus, dari waspada level 2 menjadi siaga level 3 (Kompas, 17 September 2012).

Penduduk lokal[sunting | sunting sumber]

Lukisan Gamalama meletus tahun 1700-an dengan Benteng Yohanes Pembaptis Ternate (lukisan sekitar 1720 oleh artis tak dikenal).

Aktifitas Gunung Gamalama yang tidak pernah berhenti bergolak tidak menghentikan kehidupan 185.705 warga Ternate di kaki dan punggung Gunung Gamalama. Justru jumlah penduduk terus bertambah dengan laju pertambahan penduduk per tahun mencapai 4,72 persen atau sekitar 8.000 orang. Bangunan-bangunan baru juga terus bermunculan karena adanya kota Ternate yang merupakan pintu masuk ke Provinsi Maluku Utara.[3]

Aktivitas gunung Gamalama yang berkelanjutan juga memunculkan adanya tradisi Kololi Kie, yang kini digelar rutin setiap bulan April sebagai salah satu pertunjukan dalam Festival Legu Gam, pesta rakyat Maluku Utara. Tradisi masyarakat Gamalama warisan nenek moyang ini berupa sebuah ritual tradisional mengitari Gunung Gamalama sambil mengunjungi sejumlah tempat dan makam-makam keramat. Ritual ini dilakukan sebagai pengharapan agar Gamalama tidak meletus.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Gamalama". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses 2006-12-13. 
  2. ^ Tempo Interaktif: Gunung Gamalama di Ternate Meletus
  3. ^ a b c Inilah Sekelumit Kisah Gunung Gamalama, Kompas Daring 6 Desember 2011.
  4. ^ "Thousands flee as Indonesian volcano erupts". December 5, 2011. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]