Gorontalo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gorontalo
—  Provinsi  —
Lambang Gorontalo
Lambang
Slogan: "Duluo Limo Lo Pohalaa"
Peta lokasi Gorontalo
Negara  Indonesia
Hari jadi 16 Februari 2001 (hari jadi)
Ibu kota Kota Gorontalo
Pemerintahan
 • Gubernur Rusli Habibie[1]
Luas
 • Total 11.967.64 km2 (4,620.73 mil²)
Populasi (2010)[2]
 • Total 1.040.164
 • Kepadatan 92/km2 (240/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa Gorontalo (90%) , Suku Suwawa, Suku Bone, Suku Atinggola, Mongondow
 • Agama Islam (97.81%), Protestan (1.59%), Hindu (0.35%), Katolik (0.07%), Buddha (0.09%, Lain-Lain (0,08%)[3]
 • Bahasa Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa, Bahasa Atinggola, Bahasa Indonesia
Zona waktu WITA
Kabupaten 5
Kota 1
Lagu daerah Hulonthalo Lipuu
Situs web www.gorontaloprov.go.id

Gorontalo adalah provinsi yang ke-32 di Indonesia. Sebelumnya Gorontalo merupakan wilayah Kabupaten Gorontalo dan Kota Madya Gorontalo di Sulawesi Utara. Seiring dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi daerah, provinsi ini kemudian dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, tertanggal 22 Desember 2000.

Provinsi Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian utara atau di bagian barat Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini 11.967,64 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.040.164 jiwa (berdasarkan Sensus Penduduk 2010), dengan tingkat kepadatan penduduk 85 jiwa/km². Penjabat Gubernur Gorontalo yang pertama adalah Drs. H. Tursandi Alwi yang dilantik pada peresmian Provinsi Gorontalo pada tanggal 16 Februari 2001. Tanggal ini selanjutnya, sekalipun masih kontroversial, diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo hingga sekarang (2011).

Sampai dengan September 2011, wilayah adminitrasi Provinsi Gorontalo mencakup 5 kabuapten (Kabupaten Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato), 1 kota (Kota Gorontalo), 75 kecamatan, 532 desa, dan 69 kelurahan. Data ini terus mengalami perubahan seiring dengan adanya proses pemekaran kabupaten/ kota, kecamatan, desa, atau kelurahan yang ada di Provinsi Gorontalo hingga sekarang.

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Provinsi Gorontalo terletak pada bagian utara Pulau Sulawesi, tepatnya pada 0,19’ – 1,15‘ LU dan 121,23’ –123,43’ BT. Letaknya sangatlah strategis, karena diapit oleh dua perairan (Teluk Tomini di selatan dan Laut Sulawesi di utara).

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Hasil Sensus Penduduk 2010 pendduduk Provinsi Gorontalo berjumlah 1.040.164 jiwa yang terdiri atas 521.914 jiwa laki-laki dan 518.250 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Gorontalo tahun 2010 mencapai 2,28 persen/tahun. Kepadatan penduduk terbanyak berada di Kota Gorontalo dengan kepadatan penduduk 2.719 jiwa/km² sedangkan kepadatan penduduk terkecil berada di Kabupaten Pohuwato yang hanya sekitar 30 jiwa/km².

Tahun 1990 2000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Jumlah penduduk 715.508 Green Arrow Up.svg Green Arrow Up.svg 830.184 Green Arrow Up.svg 855.057 Green Arrow Up.svg 881.057 Green Arrow Up.svg 896.004 Green Arrow Up.svg 909.083 Green Arrow Up.svg 941.444 Green Arrow Up.svg 960.335 Green Arrow Up.svg 972.208 Green Arrow Up.svg 983.952 Green Arrow Up.svg 1.040.164 Green Arrow Up.svg 1.062.883
Kependudukan Provinsi Gorontalo
Sumber:[4][5][6]


Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo[7], batas wilayah Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor Gubernur Gorontalo (2011).

Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

Provinsi Gorontalo pada awal berdirinya hanya terdiri dari 2 kabupaten dan 1 kota. Namun, setelah adanya pemekaran, Provinsi Gorontalo kini terdiri dari 5 kabupaten dan 1 kota, yaitu sebagai berikut.

Kabupaten/Kota Ibu kota Dasar Hukum Luas (km2) Persentase
Kabupaten Boalemo[8] Tilamuta UU No.50 Tahun 1999 1.735,93 14,51%
Kabupaten Bone Bolango[9] Suwawa UU No.6 Tahun 2003 1.889,04 15,78%
Kabupaten Gorontalo[8] Limboto UU No.29 Tahun 1959 2.207,58 18,45%
Kabupaten Gorontalo Utara[9] Kwandang UU No.11 Tahun 2007 1.777,03 15,78%
Kabupaten Pohuwato[10] Marisa UU No.6 Tahun 2003 4.291,81 14,51%
Kota Gorontalo[8] - UU No.38 Tahun 2000 66,25 0,55%

Kecamatan dan Desa/Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Wilayah administrasi Provinsi Gorontalo terdiri atas 75 kecamatan dan 637 desa/kelurahan yang tersebar di semua kabupaten/kota sebagai berikut.

Kabupaten/Kota Jumlah Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan
Kabupaten Boalemo 7 84
Kabupaten Bone Bolango 17 157
Kabupaten Gorontalo 18 205
Kabupaten Gorontalo Utara 6 56
Kabupaten Pohuwato 13 105
Kota Gorontalo 6 49
Total 66 619

Rencana pemekaran daerah otonom baru[sunting | sunting sumber]

Sekarang ini, Provinsi Gorontalo sedang merencanakan pembentukan daerah otonom baru yang nantinya akan berstatus sebagai kota madya, yaitu: kecamatan Marisa di kabupaten Pohuwato, dan kecamatan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara. Kedua daerah ini akan diusahakan menjadi daerah otonom baru karena memiliki potensi yang besar untuk menjadi daerah otonom baru di Provinsi Gorontalo. Kecamatan Marisa yang memiliki kegiatan ekonomi masyarakat yang maju, juga Kecamatan Anggrek yang didukung dengan adanya pelabuhan yang akan menjadi pelabuhan andalan di pulau sulawesi ini, membuat kedua daerah ini sudah layak untuk dijadikan kota madya (daerah otonom baru) di Provinsi Gorontalo.

Daftar Gubernur[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. Tursandi Alwi.jpg Tursandi Alwi 16 Februari 2001 12 September 2001 Pejabat Gubernur, Dilantik oleh Mendagri dan Otonomi Daerah Surjadi Soedirdja
2. Fadel Muhammad.jpg Fadel Muhammad 12 September 2001 17 Januari 2007 Pasangan Ir. Fadel Muhammad dan Ir. Gusnar Ismail MM
adalah pasangan Gubernur-Wakil Gubernur periode 2001-2006
17 Januari 2007 21 Oktober 2009 Pasangan Ir. Fadel Muhammad dan Ir. Gusnar Ismail MM
adalah pasangan Gubernur-Wakil Gubernur periode 2007-2012. Ini merupakan periode ke-2 pasangan ini.
3. Gusnar Ismail.jpg Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M. 26 Oktober 2009 16 Januari 2012 Diangkat menjadi gubernur karena
Fadel Muhammad diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
4. Rusli Habibie.jpg Rusli Habibie 16 Januari 2012 Petahana


Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Gorontalo merupakan salah satu jalur perdagangan di Indonesia sejak zaman dulu. Setelah zaman itu Gorontalo telah tertinggal dari daerah lain, karena perekonomian yang berjalan lambat.

Gorontalo sudah menjadi salah satu wilayah yang menjadi jalur perdagangan di Indonesia sejak zaman dulu. Potret aktivitas perdagangan di pelabuhan Provinsi Gorontalo pada zaman dulu.

Perekonomian Provinsi Gorontalo sekarang ini adalah salah satu perekonomian yang berkembang di Indonesia. Sektor pertanian dan jasa adalah sektor yang di andalkan di Provinsi ini karena memiliki konstribusi yang besar dalam pembentukan pendapat Provinsi. Selain itu Provinsi ini memiliki banyak potensi termasuk parawisata. Provinsi ini memiliki Taman laut Olele, Pulau Saronde, Pulau Bitila, Taman nasional Bogani Nani Wartabone, dll yang mempunyai keindahan alam yang begitu memukau, mempunyai keanekaragaman hayati dan hewani dan tak kalah dengan keindahan dan keberagaman hayati dan hewani di Bunaken, Sulawesi Utara, Togean di Selawesi Tengah, ataupun Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Provinsi Gorontalo pula memiliki beberapa BUMD yang mengolah SDA yang ada di Provinsi ini.

Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, senantiasa mengadakan pembangunan sehingga perekonomian bisa tumbuh dengan cepat. Proyek pembangunan yang diutamakan yaitu, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lainnya seperti Rumah Sakit, Bandara, dan Pelabuhan yang berstandar Internasional. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan cita - cita Provinsi Gorontalo menjadi sebuah provinsi yang maju, dan mandiri di Indonesia.

Provinsi Gorontalo memiliki letak geografi yang strategis untuk perekonomian nasional, kerana memiliki jalur perdagangan yang langsung berhadapan dengan negara Hongkong, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu Provinsi Gorontalo juga merupakan salah satu daerah yang menjadi jalur mulut perdagangan dari benua Amerika ke negara - negara di Asia Pasifik, seperti Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. Maka dari itu Provinsi Grorntalo berharap agar Pemerintah Pusat dapat memanfaatkan letak geografi yang strategis ini dengan membantu Provinsi Gorontalo untuk melakukan pembangunan sehingga banyak investor yang masuk dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Arti Lambang Daerah[11][sunting | sunting sumber]

Arti Simbol[sunting | sunting sumber]

  • Model pohon kelapa yang melengkung: gerak dinamis dan tidak diam, tetapi selalu berbuat untuk masa depan.
  • Sayap maleo yang mengembang: dinamika siap untuk tinggal landas dan siap bersaing serta berjumlah 16 helai menandakan tanggal kelahiran Provinsi Gorontalo (16 Februari 2000).
  • Buku yang terbuka: keinginan masyarakat untuk untuk siap meraih prestasi dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Iman dan Taqwa secara terus menerus.
  • Bintang: cita-cita yang tinggi dan lambang keagamaan.
  • Pita: keinginan masyrakat Gorontalo untuk menyerap, merekam, dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Padi dan Kapas: kemakmuran dan kesejahteraan (seperti pada Pancasila).
  • Rantai: pengakuan persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika serta berjumlah 23 butir melambangkan tanggal 23 Januari.
  • Kapas yang berjumlah 19 buah dan padi berjumlah 42 butir melambangkan tahun 1942.

Arti Warna[sunting | sunting sumber]

  • Biru keunguan: tenang, setia, dan selalu ingin mempertahankan kebenaran dan harapan masa depan yang cerah.
  • Hijau: Ceria.
  • Kuning: keagungan dan kemuliaan.
  • Putih: kesucian dan keluhuran.
  • Merah: keberanian dan perjuangan.

Bahasa daerah[sunting | sunting sumber]

Sebenarnya ada banyak bahasa daerah di Gorontalo. Namun hanya tiga bahasa yang cukup dikenal masyarakat di wilayah ini, yaitu Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa, dan Bahasa Atinggola. Dalam proses perkembangannya Bahasa Gorontalo lebih dominan sehingga menjadi lebih dikenal oleh masyarakat di seantero Gorontalo. Saat ini Bahasa Gorontalo telah dipengaruhi oleh Bahasa Indonesia, sehingga kemurnian bahasanya agak sulit diperoleh di Gorontalo.

Media[sunting | sunting sumber]

Media cetak[sunting | sunting sumber]

Hingga saat ini ada 2 buah TV lokal yaitu GOTV dan MIMOZA TV dan 2 buah harian/surat kabar yang terbit di Gorontalo, yaitu Gorontalo Post dan Tribun Gorontalo. Beberapa waktu lalu sempat juga terbit Limboto Express, media milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang kemudian sudah tidak terbit lagi. Selain itu juga pernah terbit Koran Gorontalo yang juga tidak berumur panjang.

Rumah adat[sunting | sunting sumber]

Dulohupa.jpg
  • Bandayo Po Boide
  • Dulohupa

Senjata tradisional[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Parepare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).

Peta Gorontalo

Peta GtloPeta GorontaloKedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango. Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B. Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

Pelabuhan Gorontalo yang selalu ramai

Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a". Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala'a :

  • Pohala'a Gorontalo
  • Pohala'a Limboto
  • Pohala'a Suwawa
  • Pohala'a Boalemo
  • Pohala'a Atinggola

Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia. Antara agama dengan adat di Gorontalo menyatu dengan istilah "Adat bersendikan Syara' dan Syara' bersendikan Kitabullah". Pohalaa Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol di antara kelima pohalaa tersebut. Itulah sebabnya Gorontalo lebih banyak dikenal. Asal usul nama Gorontalo terdapat berbagai pendapat dan penjelasan antara lain :

  • Berasal dari "Hulontalangio", nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.
  • Berasal dari "Hua Lolontalango" yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
  • Berasal dari "Hulontalangi" yang artinya lebih mulia.
  • Berasal dari "Hulua Lo Tola" yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
  • Berasal dari "Pongolatalo" atau "Puhulatalo" yang artinya tempat menunggu.
  • Berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
  • Berasal dari "Hunto" suatu tempat yang senantiasa digenangi air

Harbour Gorontalopelabuhan gorontalo selalu ramaiJadi asal usul nama Gorontalo (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata "hulondalo" hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.

Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohalaa telah berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen disamping Pemerintahan tradisonal. Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah "Rechtatreeks Bestur". Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo Lo Pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling yaitu :

  • Onder Afdeling Kwandang
  • Onder Afdeling Boalemo
  • Onder Afdeling Gorontalo

Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi lima distrik yaitu :

  • Distrik Kwandang
  • Distrik Limboto
  • Distrik Bone
  • Distrik Gorontalo
  • Distrik Boalemo

Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi tiga Afdeling yaitu :

  • Afdeling Gorontalo
  • Afdeling Boalemo
  • Afdeling Buol

Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat Gorontalo dipelopori oleh Bpk H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Oleh karena itu Bpk H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

Pada dasarnya masyarakat Gorontalo mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Indikatornya dapat dibuktikan yaitu pada saat "Hari Kemerdekaan Gorontalo" yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera merah putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis tetapi rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia.

Selain itu pada saat pergolakan PRRI Permesta di Sulawesi Utara masyarakat wilayah Gorontalo dan sekitarnya berjuang untuk tetap menyatu dengan Negara Republik Indonesia dengan semboyan "Sekali ke Djogdja tetap ke Djogdja" sebagaimana pernah didengungkan pertama kali oleh Ayuba Wartabone di Parlemen Indonesia Timur ketika Gorontalo menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur.

Sistem Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan di daerah Gorontalo pada masa perkembangan kerajaankerajaan adalah bersifat monarkikonstitusional, yang pada awal mula pembentukan kerajaan-kerajaan tersebut berakar pada kekuasaan rakyat yang menjelmakan diri dalam kekuasaan Linula, yang sesungguhnya menurutkan azas demokrasi. Organisasi pemerintahan dalam kerajaan terbagi atas tiga bagian dalam suasana kerjasama yang disebut "Buatula Totolu", yaitu :

  • Buatula Bantayo; dikepalai oleh Bate yang bertugas menciptakan peraturan-peraturan dan garis-garis besar tujuan kerajaan.
  • Buatula Bubato; dikepalai oleh Raja (Olongia) dan bertugas melaksanakan peraturan serta berusaha mensejahterakan masyarakat.
  • Buatula Bala; yang pada mulanya dikepalai oleh Pulubala, bertugas dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Olongia Lo Lipu (Maha Raja Kerajaan) adalah kepala pemerintahan tertinggi dalam kerajaan tetapi tidak berkuasa mutlak. Ia dipilih oleh Bantayo Poboide dan dapat dipecat atau di mazulkan juga oleh Bantayo Poboide. Masa jabatannya tidak ditentukan, tergantung dari penilaian Bantayo Poboide. Hal ini membuktikan bahwa kekuasaan tertinggi dlm kerajaan berada dalam tangan Bantayo Poboide sebagai penjelmaan dari pd kekuasaan rakyat.

Jogugu Gorontalo

salah satu jogugu pada tahun 1870 sebagai penguasa tertinggi dalam kerajaan, terdapat pula jabatan tinggi lainnya yaitu "Patila" (Mangku Bumi) selanjutnya disebut Jogugu. Wulea Lo Lipu (Marsaoleh) setingkat dengan camat. Disamping Olongia dan pembantu-pembantunya sebagai pelaksana pemerintahan seharihari terdapat suatu Badan Musyawarah Rakyat (Bantayo Poboide) yang diketuai oleh seorang Bate. Setiap kerajaan mempunyai suatu Bantayo Poboide yang berarti bangsal tempat bermusyawarah. Di dalam bangsal inilah diolah dan dirumuskan berbagai persoalan negeri, sehingga tugas Bantayo Poboide dapat diperinci sebagai berikut :

  • Menetapkan adat dan hukum adat.
  • Mendampingi serta mengawasi pemerintah.
  • Menggugat Raja.
  • Memilih dan menobatkan Raja dan pembesar-pembesar lainnya.

Bantayo Poboide dalam menetapkan sesuatu, menganut musyawarah dan mufakat untuk menghendaki suatu kebulatan suara dan bersama-sama bertanggung jawab atas setiap keputusan bersama. Demikianlah gambaran singkat tentang sejarah dan pemerintahan pada kerajaan-kerajaan di Daerah Gorontalo yang berlandaskan kekuasaan rakyat atau demokrasi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Rusli Habibie-Idris Rahim Resmi Gubernur dan Wagub Gorontalo". Kompas. 2012-1-16. Diakses 2012-1-16. 
  2. ^ Sensus Penduduk 2010
  3. ^ Sensus Penduduk 2010
  4. ^ gorontalo.bps.go.id Jumlah Penduduk Gorontalo.
  5. ^ www.gorontalprov.go.id Gorontalo Dalam Angka
  6. ^ www.bi.go.id Kependudukan Provinsi Gorontalo Tahun 2005
  7. ^ UU No.28 Tahun 2000
  8. ^ a b c Kabupaten Induk
  9. ^ a b Pemekaran Kabupaten Gorontalo
  10. ^ Pemekaran Kabupaten Boalemo
  11. ^ Lambang Provinsi Gorontalo

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 0°41′LU 122°21′BT / 0,683°LU 122,35°BT / 0.683; 122.350