Kabupaten Gorontalo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Gorontalo
Lambang Kabupaten Gorontalo.jpg
Lambang Kabupaten Gorontalo
Moto: Dulo Ito Momongu Lipu (Mari Membangun Negeri)


Lokasi Gorontalo Kabupaten Gorontalo.svg
Peta lokasi Kabupaten Gorontalo
Koordinat: -
Provinsi Gorontalo
Hari jadi 26 November 1673
Dasar hukum UU Nomor 29 Tahun 1959
Tanggal 4 Juli 1959
Ibu kota Limboto
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H.David Bobihoe Akib, M.Sc., M.M.
 - DAU Rp. 517.229.988.000.-(2013)[1]
Luas 2.124,60 km²
Populasi
 - Total 355,988 jiwa (2010)[2]
 - Kepadatan 203 jiwa/km²
Demografi
 - Bahasa Indonesia, Gorontalo
 - Kode area telepon 0435
 - Bandar udara Bandar Udara Jalaluddin
Pembagian administratif
 - Kecamatan 19
 - Kelurahan 157 desa dan 12 kelurahan
 - Situs web gorontalokab.go.id

Koordinat: 0°41′LU 122°42′BT / 0,683°LU 122,7°BT / 0.683; 122.700

Kabupaten Gorontalo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Gorontalo. Ibu kota kabupaten ini terletak di Limboto. Sejak ditetapkan sebagai Kabupaten pada tahun 1959 hingga sekarang, Kabupaten Gorontalo sudah mengalami tiga kali pemekaran. Pemekaran pertama pada tahun 1999 yang melahirkan Kabupaten Boalemo,[3] pemekaran ke dua pada tahun 2003 yang melahirkan Kabupaten Bone Bolango,[4] dan terakhir pada tahun 2007 yang melahirkan Kabupaten Gorontalo Utara.[5]

Kabupaten Gorontalo memiliki luas wilayah 1.750,83 km² [6] dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Gorontalo yakni sebanyak 355.988 jiwa atau 34,22% dari total penduduk.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hari lahir Kabupaten Gorontalo ditetapkan pada tanggal 26 November 1673. Penetapan ini didasarkan pada penandatanganan perjanjian ikatan keluargaan lima kerajaan yang disebut U Duluwo Limo Lo Pohala'a. Kelima kerajaan tersebut yakni Kerajaan Gorontalo, Limboto, Suwawa, Boalemo dan Atinggola. Kelima kerajaan tersebut selanjutnya menjadi wilayah pemerintahan Kabupaten Gorontalo yang merupakan kesatuan masyarakat hukum Limo Lo Pohala'a dengan empat unsur yakni wilayah, rakyat, pemerintah dan kedaulatan.[7]

Kabupaten Gorontalo dibentuk dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi dengan ibu kota di Isimu. Pada tahun 1978 ibu kota dipindahkan ke Limboto. [8][9]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak Kabupaten Gorontalo terletak pada posisi di antara 00.24" - 10.02 Lintang Utara (LU) dan 121².59" - 123o.32 Bujur Timur (BT) dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Gorontalo Utara
Selatan Teluk Tomini
Barat Kabupaten Boalemo
Timur Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Gorontalo berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010 sebanyak 355 988 jiwa dengan distribusi penduduk menurut kecamatan bervariasi dari yang terendah sebesar 2,14 persen di Kecamatan Biluhu hingga yang tertinggi sebesar 12,82 persen di Kecamatan Limboto.[2] Agama mayoritas yang dianut penduduk Kabupaten Gorontalo adalah Islam (99,42%). [10]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecematan[sunting | sunting sumber]

Sebelum dimekarkan pada tahun 1999, Kabupaten Gorontalo terdiri atas 18 kecamatan yakni :

  1. Atinggola,
  2. Batudaa,
  3. Batudaapantai,
  4. Boliyohuto,
  5. Bonepantai,
  6. Kabila,
  7. Kwandang,
  8. Limboto,
  9. Marisa,
  10. Paguat,
  11. Paguyaman,
  12. Popayato,
  13. Sumalata,
  14. Suwawa,
  15. Tapa,
  16. Telaga,
  17. Tibawa, dan
  18. Tilamuta.

Setelah dimekarkan hingga tahun 2011, jumlah kecamatan di Kabupaten Gorontalo menjadi 19 kecamatan yakni :

  1. Asparaga,
  2. Dungaliyo,
  3. Batudaa,
  4. Batudaa Pantai,
  5. Bilato,
  6. Biluhu,
  7. Boliyohuto,
  8. Bongomeme,
  9. Limboto,
  10. Limboto Barat,
  11. Mootilango,
  12. Pulubala,
  13. Tabongo,
  14. Telaga,
  15. Telaga Biru,
  16. Talaga Jaya
  17. Tibawa,
  18. Tilango, dan
  19. Tolangohula.

Desa, dan Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Selanjutnya, data lengkap nama kecamatan dan desa/ kelurahan di Kabupaten Gorontalo hingga September 2011 adalah sebagai berikut.

  1. Asparaga, terdiri atas 5 desa, yaitu: (1) Bululi; (2) Karya Indah; (3) Mohiyolo; dan (4) Pangahu.
  2. Batudaa, terdiri atas 8 desa, yaitu: (1) Barakati; (2) Bua; (3) Dunggala; (4) Huntu; (5) Ilohungayo; (6) Iluta; (7) Payunga; dan (8) Pilobuhuta.
  3. Batudaa Pantai, terdiri atas 7 desa, yaitu: (1) Biluhu Timur; (2) Bongo; (3) Kayubulan; (4) Lamu; (5) Lopo; (6) Olimoo'o; dan (7) Tontayuo.
  4. Bilato (diresmikan oleh Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib 7 Januari 2011), terdiri atas 5 desa, yaitu: (1) Bilato; (2) Taulaa; (3) Totopo; (4) …………..; dan (5) ……….. .
  5. Biluhu, terdiri atas 6 desa, yaitu: (1) Biluhu Barat; (2) Biluhu Tengah; (3) Huwongo; (4) Lobuto; (5) Lobuto Timur; dan (6) Luluo.
  6. Boliyohuto, terdiri atas 12 desa, yaitu: (1) Bandung Rejo; (2) Bumela; (3) Diloniyohu; (4) Iloheluma; (5) Ilomata; (6) Lamahu; (7) Monggolito; (8) Motoduto; (9) Parungi; (10) Potanga; (11) Sido Mulyo; dan (12) Sidodadi.
  7. Bongomeme, terdiri atas 15 desa, yaitu: (1) Batu Loreng; (2) Batulayar; (3) Bongohulawa; (4) Dulamayo; (5) Huntulohulawa;(6) Molanihu; (7) Molas; (8) Molopatodu; (9) Otopade; (10) Tohupo; (11) Upomela dan 9 desa baru lagi hasil pemekaran
  8. Limboto, terdiri atas 12 kelurahan, yaitu: (1) Biyonga; (2) Bolihuangga; (3) Bongohulawa; (4) Bulota; (5) Dutulanaa; (6) Hepuhulawa; (7) Hunggaluwa; (8) Hutuo; (9) Kayubulan; (10) Kayumerah; (11) Malahu; (12) Tenilo; (13) Polohungo; dan (14) Tilihuwa.
  9. Limboto Barat, terdiri atas 10 desa, yaitu: (1) Daenaa; (2) Hayahaya; (3) Huidu; (4) Huidu Utara; (5) Hutabohu; (6) Ombulo; (7) Padengo; (8) Pone; (9) Tunggulo; dan (10) Yosonegoro.
  10. Mootilango, terdiri atas 10 desa, yaitu: (1) Helumo; (2) Huyula; (3) Karya Mukti; (4) Paris; (5) Payu; (6) Pilomonu; (7) Satria; (8) Sido Mukti; (9) Suka Maju; dan (10) Talumopatu.
  11. Pulubala, terdiri atas 10 desa, yaitu: (1) Ayumolingo; (2) Bakti; (3) Molalahu; (4) Molamahu; (5) Mulyonegoro; (6) Pongongaila; (7) Pulubala; (8) Puncak; (9) Toydito; dan (10) Tridarma.
  12. Tibawa, terdiri atas 15 desa, yaitu: (1) Balahu; (2) Botumoputih; (3) Buhu; (4) Datahu; (5) Dunggala; (6) Ilomata; (7) Iloponu; (8) Isimu Raya; (9) Isimu Selatan; (10) Isimu Utara; (11) Labanu; (12) Molowahu; (13) Motilango; (14) Reksonegoro; dan (15) Tolotio.
  13. Tabongo, terdiri atas 9 desa, yaitu: (1) Ilomangga; (2) Limehe Barat; (3) Limehe Timur; (4) Limehu; (5) Moahudu; (6) Motinelo; (7) Tabongo Barat; (8) Tabongo Timur; dan (9) Teratai.
  14. Telaga: , terdiri atas 8 desa, yaitu: (1) Bulila; (2) Doluhupa; (3) Dulamayo Barat; (4) Dulamayo Selatan; (5) Luhu; (6) Mongolato; (7) Pilohayanga; dan (8) Pilohayanga Barat.
  15. Telaga Biru, terdiri atas 14 desa, yaitu: (1) Dulamayo Utara; (2) Dumati; (3) Lupoyo; (4) Modellidu; (5) Pantungo; (6) Pentadio Barat; (7) Pentadio Timur; (8) Talumelito; (9) Timuato; (10) Tinelo; (11) Tuladenggi; (12) Ulapato A; dan (13) Ulapato B; (14) Tapaluluo.
  16. Talaga Jaya, terdiri atas 5 desa, yaitu: (1) Buhu; (2) Bulota; (3) Bunggalo; (4) Hutadaa; dan (5) Luwoo.
  17. Tilango, terdiri atas 7 desa, yaitu: (1) Dulomo; (2) Ilotidea; (3) Lauwonu; (4) Tabumela; (5) Tenggela; (6) Tilote; dan (7) Tualango.
  18. Tolangohula, terdiri atas 9 desa, yaitu: (1) Bina Jaya; (2) Gandasari; (3) Lakeya; (4) Molohu; (5) Polohungo; (6) Sidoarjo; (7) Sukamakmur; (8) Sukamakmur Utara; dan (9) Tamaila.
  19. Dungaliyo, terdiri atas 10 desa, yaitu : (1) Ambara; (2) Ayuhula; (3) Bongomeme; (4) Dungaliyo; (5) Duwanga; (6) Kaliyoso; (7) Pangadaa; (8) Momala; (9) Botubulowe; dan (10) Pilolalenga.

Rencana Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Boliyohuto[sunting | sunting sumber]

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi :

Kabupaten Panipi Raya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi :

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]